Quote End Jan 23
Jika hidupmu berat maka condongkanlah dirimu pada kebaikkan, karena kita tidak pernah tau kebaikkan mana yang akan meringankan beban hidup kita.
Not today Justin
$LAYYYTER
ojovivo

izzy's playlists!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
h

ellievsbear
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
EXPECTATIONS

Andulka

bliss lane
tumblr dot com
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Today's Document

Game Changer & Make Some Noise
🩵 avery cochrane 🩵
Fai_Ryy
macklin celebrini has autism
sheepfilms

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Lithuania

seen from Saudi Arabia
seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Vietnam

seen from United States
seen from Brazil
seen from Indonesia
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Japan

seen from Vietnam

seen from Russia

seen from United States
@catatankhoirudeenb
Quote End Jan 23
Jika hidupmu berat maka condongkanlah dirimu pada kebaikkan, karena kita tidak pernah tau kebaikkan mana yang akan meringankan beban hidup kita.
Januari '23 End, But Life Still Continue
Akhir tahun 2022 sampai dengan awal tahun 2023 menjadi sesuatu yang berat untuk dijalanin, karena menjadi bagian yang terdampak oleh RESESI GLOBAL dimana "pemberhentian" kurang lebih 100 karyawan di perusahaan sebelumnya bekerja. Kejadian ini kali kedua saya alami di perusahaan start up, dimana perusahaan tidak mampu mempertahankan karyawannya, yang akhirnya dikurangi, sebagaimana perusahaan-perusahaan yang telah berdiri lebih dulu. Kejadian kali ini sampai membuat saya berpikir, apakah memang START UP berumur pendek atau ada "Crash" dengan manajemen dalam pengelolaan modal yang didapat dari para investor? dimana gaji karyawan memang tidak sama dengan perusahaan yang telah lama berdiri (agak lebih besar) namun ketika "running" ada saja kendala finance yang berujung pengurangan lapangan kerja 😩 Apapun itu, saya tetap bersyukur pernah bekerja di dua start up, ya meskipun ujungnya kena pengurangan, tapi paling tidak ada ilmu, pengalaman, juga koneksi yang baik dalam perjalanan tersebut dan hal positive lainnya. Dan setelah pengurangan itu, sekarang apapun saya coba kerjakan asalkan halal, dari gojek, create logo, creator capcut dan serabutan lainnya, semoga dalam perjalanan ikhtiar tersebut bisa mendapat lowongan pekerjaan kembali, mohon doanya ya? 🙂 Adapun kata-kata penutup tulisan kali ini ialah : Hidup itu memang ujian, jika lulus kamu akan lebih memaknai hidup, dan jika gagal maka kamu akan benci hidupmu, semua adalah pilihan, jangan sampai kamu benci hidupmu karena gagal ujian hidup, karena selama kamu hidup maka ujian akan datang seperti musim panas yang digantikan musim hujan, tetap semangat ya !!! Hargai hidupmu dengan cara terbaik, dan matilah dengan mereka mengenangmu dengan kenangan baik, aamiin
Mengganti Senja
Setiap orang memiliki cara dalam menyimpan kejadian yang mempunyai kesan atau pesan mendalam dalam kehidupan, bahkan tidak jarang ada yang menuliskan dalam buku harian, blog pribadi, media sosial atau media lainnya hanya untuk sekedar dapat membagikan cerita tersebut. Berbagi, memang hal yang baik, namun jika berbagi sampai menimbulkan kecemburuan, kedengkian, bahkan permusuhan, bisa jadi apa yang dibagikan...
Deja vu
Apakah ada yang masih belum tahu tentang De Javu? Jika memang masih belum tahu ijin menjelaskan sedikit ya, De Javu ialah kejadian yang dirasakan pernah dialami atau pernah dilihat dalam mimpi namun kejadian didunia nyata. Terkait penjelasan De Javu ada beberapa versi, ada yang bilang itu hanya kebetulan, ada yang bilang itu perjalan astral, ada yang bilang itu adalah kejadian lampu yang berulang, untuk saya sendiri masuk dan menyakini bahwa De Javu adalah perjalanan astral yang bisa memiliki pesan ataupun juga peringatan jika memang kejadian dalam mimpi tersebut adalah sesuatu yang mengerikan. Teman-teman sendiri apakah pernah mengalami De Javu? Kalau untuk saya sendiri, De Javu sering kali terjadi semenjak saya di usia sekolah, dimana pernah bermimpi menjatuhkan pensil ke sela meja-meja sekolah namun saya tidak tau tempat itu dimana, ternyata ketika saya SMA, saya baru tau bahwa mimpi itu menampakan saya ada bersekolah di SMA tersebut, memang receh De Javu yang saya alami namun dari De Javu tersebut terkadang saya merasakan jika sampai mimpi buruk saya berdoa agar tidak menjadi nyata jika ada ditautkan dengan orang lain yang saya mimpikan. Kemudian dari beberapa kejadian tersebut, dari usia sekolah dasar memang sensitivitas saya terasah dan memang merasakan sesuatu tapi tidak mengamalkan apapun, berbeda ketika sudah kuliah yang mana selain terasah juga terbekali dengan beberapa amalan agar bisa menjadikan perlawanan jika memang bentrok dengan yang ghaib. Adapun pesan untuk tulisan kali ini ialah jika memang De Javu terjadi dalam keadaan baik maka tetaplah bersyukur, namun jika buruk maka bersabar, karena baik atau buruk menjadi ketentuan dari yang Maha Baik, maka tetap bersyukur apapun yang kamu dapati ya.
Kadang Bocor
Ada sebagian orang yang ketika melihat "ghaib" memilih untuk agar ditutup, ada sebagian yang ketika melihat "ghaib" ditutup namun tetap terbuka kembali, atau ada yang ditutup, tidak melihat kembali, namun sensitivitasnya masih amat sangat ketika bersentuhan dengan sesuatu yang "ghaib". Kok bisa? kalau ditanya seperti itu saya pun bingung, karena saya masuk ke kategori ketiga, terkadang sensitivitas saya masih amat tinggi ketika masuk ke area yang tergolong angker atau ada sesuatu yang tidak wajar atau semacamnya. Sampai dengan hari ini saya masih amat sensitive ketika mendengar cerita-cerita tentang sesuatu atau area yang mengalami sesuatu keghaiban, maka ketika diceritakan seperti saya berada dilokasi tersebut dan seperti tau kondisi dalam cerita tersebut seperti apa, ada yang menyebut saya tersugesti namun tidak jarang ketika cerita belum diceritakan saya sudah menyebutkan apa yang mau diceritakan dan sesuai, disitu yang kadang saya juga teman bingung kalau sugesti harusnya tidak seperti itu :hammer Dikarenakan masih suka seperti itu, saya jarang mau mendengarkan cerita-cerita yang menjurus ke cerita horor, karena tahu setelahnya saya akan merasakan badan terasa berat dan ujung-ujungnya saya harus whatsapp teman saya yang masih belajar untuk ambil apa yang membuat saya berat. Meski seperti itu, saya tetap berusaha membantu sebisa saya buat teman-teman yang memang pernah tau saya bisa, namun jika memang saya tidak mampu membantu saya dapat teruskan ke teman saya untuk dapat membantunya jika memang gangguannya fatal atau semacamnya. Pesan untuk catatan kali ini ialah, jika memang memiliki kelebihan maka tetaplah merasa kurang, karena terkadang kelebihan itu menjadikanmu kurang menghargai mereka yang tidak sepertimu, atau sebaliknya, berlakulah dengan layak tanpa harus saling mengoyak.
Bangun Ruang
Sampai dengan hari ini aku menyakini bahwa setiap momen yang telah terlewat memiliki hikmah dan juga pesan tersirat tentang bagaimana cara kita menyikapi kejadian tersebut. Entah itu momen baik atau buruk, pastilah ada sesuatu yang bisa diambil untuk dapat disyukuri. Karena terkadang ada yang lupa bagaimana bersyukur, tapi sangat amat ingat bagaimana untuk mencari-cari kesalahan orang lain yang dibenci ataupun yang didengki, bener gitu bukan? semoga tidak dengan kalian ya, aamiin. Pentingnya momen bagi setiap individu berbeda-beda, apalagi kalau disangkutin ke cowo yang cuek, mau dimarahin kaya gimana kalau namanya lupa tanggal jadian ya mau gimana? 🤪 mau dimarahin gara-gara lupa jemput ya mau gimana? namanya juga lupa? berarti tidak ingat donk, bener begitu bukan ya? 😆 Buat yang punya pasangan cuek, sediakanlah momen untuk mencatat dan kalau perlu dimasukan ke google calender supaya ada rimender di masing-masing hp kalian 😂 Adapun cara lain untuk menginget momen yaitu membangun ruang dan ikatan tentang bagaimana menghargai momen yang berkesan didalam perjalanan hubungan dengan pasangan, tidak perlu berlebihan, dengan kesederhanaan pun bisa membuat momen dengan pasangan lebih diingat karena bicara tentang rasa yang dibangun dalam ruang waktu special, bakalan inget banget itu jika memang bisa membangun seperti itu, coba deh. Adapun pesan untuk tulisan kali ini ialah hargailah setiap momen terbaikmu dengan memberikan ruang terbaik, karena kelak bisa menjadikan cerita untuk dapat dikenang bersama dengan orang-orang terbaik.
Digdaya
Antara kekuatan dan tanggung jawab
Adalah pemberian dengan sebab
Baik itu karena pencarian
Ataupun karena pelarian
Sebab keduanya seperti permata
Banyak orang menjadi main mata
Banyak mulut bercakap-cakap
Semuanya sibuk saling tatap
Digdaya bisa hadir sebelum fajar menyingsing
Digdaya bisa juga lenyap setelah fajar
berubah siang
Karena sejatinya tidak ada yang abadi
Yang ada ialah pergiliran panggung abdi
Peran baik buruk dipentaskan
Semua memainkan peran sesuai pesanan
Dari semenjak hadirnya fajar
Sampai tenggelamnya raja yang berpijar
Kekuatan dan kekuasaan menjadi primadona ujian
Jika lulus maka selamat dunia juga akhirat kemudian
Namun jika gagal, bisa jadi cemohan dunia setelah tidak ada kuasa
Semuanya berjalan mutlak dengan izin Yang Maha Kuasa tanpa ada "penguasa"
Digdaya bisa jadi cerita dari tahta ke tahta
Bisa juga jadi fitnah setelah tahta tidak lagi bertahta
Semua dikembalikan dari mata yang menatap
Semua disajikan untuk akal yang telah tetap
#30D
Kaki-kaki senja
Gerimis hujan di kala sore Menghias rindu berselimut ronce Panjangnya ronce tidak terbilang Sesaknya rindu sulit dibilang Kaki-kaki bukit menguning mengenang Mengiringi yang tengah tenggelam Kaki-kaki bukit menyapa dan menyabut terbitnya bintang Menjadi saksi bahwa yang terbit, kelak pasti terbenam Langit sore itu memudarkan gelapnya awan hitam Membumikan kaki-kaki senja menghiasi beragam alam Semua bersuka cita menyambut tiap kata dari semesta Melangitkan doa-doa untuk kebaikan semesta Ingat, jika ada awalan pasti akan ada akhiran Waspada menjadi pokok perkara setiap kegiatan Tnpa dia bisa jad kamu, tanpa kamu bisa jadi dia maka waspalah dalam beurujar juga bertindak apapun caranya kaki-kaki senja itu bergermelapan dengan caranya menyuguhkan warna warni semesta dengan gayanya Jangan mudah berputus asa tapi gunakan warna lainmu untuk terus bisa menjadi ke baikan dimanapun kamu Jawablah cinta dengan berjuta warna Jawablah benci dengan sedikit warna tentukan caramu untuk caranya tentukan caranya untuk caramu bagaimana? Berdebat hanya melahirkan warna gelap Bersatu melahirkan bermilyar warna cantik gemerlap Tetaplah indah meski kaki mungil bayi menjadi kaki dewasa Tetaplah kuat meski badai kehidupan hadir kembali
Pasang urut bukan surut
"Ingat, kematian itu tidak hadir berdasarkan nomor urut, melainkan nomor cabut" pesan yang disampaikan seorang ustadz yang saya lupa namanya namun ketika menulis apa yang saya bagikan ini teringat pesan yang beliau sampaikan. Terus hubungannya apa emang dengan tulisan kali ini? Sebenarnya sih tidak banyak, cuma hubungannya itu ialah terkait dengan masa kini adalah masa dimana dulu kita "memasang" bermacam perilaku yang diproyeksikan pada masa kini. Singkatnya, segala sesuatu pasti akan saling bertautan meskipun seperti tidak disengaja, tidak diprediksi ataupun semacam yang membuat kita berpikir "kebetulan" sebagai kalimat pamungkas atas keberuntungan yang didapat, atau justru berpikir "ujian" ketika yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Ingat, meski kita sudah mengurutkan dengan urutan terbaik, namun semua dikembalikan kepada Sang Maha Pengatur, dimana tidak ada satupun yang dapat luput dari kekuasaannya kelak. Maka itu penting untuk memilih apa yang akan kita tanamankan, agar kelak kita memetik dengan perasaan puas dan suka cita. Yuk, mumpung ada waktu kita mulai memasang dengan urutan terbaik dan jangan membiarkan surut dalam memperjuangkannya, karena apa yang ditanam kebaikkan akan dipetik kebaikkan juga.
Kita Seperti Yang Kita Pikirkan
Semangat itu pasang surut, iman pun turut seperti itu, kadang semangat tetapi tidak jarang juga futur, dimana semuanya berasal dari pemikiran yang tertanama dimana nantinya dipetika dengan apa yang kita yakini. Saya ikut DWCBatch40 berharap juga berpikir bisa merutinkan untuk menulis, namun dikarenakan bersamaan dengan adanya cobaan yang lain, bersamaan dengan aktivitas juga kegiatan lainnya yang malah membuat beberapa kali telat setoran tulisan, bahkan sampai telat ngumpulin 🥺 Tapi tetap ada keinginan agar bisa menyelesaikan 30 hari sesuai dengan agenda dapat menulis dan menyetorkan sesuai dengan rencana di awal, meski agak tersendat namun ada Guardian yang tidak patah arang terus mengingatkan "ayo setoran tulisan" dengan nama gledek (ehhh...guntur) yang membuat nafas kami-kami yang futur dalam menulis bisa terengah-engah menyelesaikan tulisan kami, terima kasih sangat yang mas guntur 😁 Semoga kami tidak banyak mengecewakanmu karena kadang suka telah kirim tulisan dan tidak jarang tidak ikutan kelas additional di grup-grup lainnya yang harusnya jadi pembekalan kami 😞 Bahkan kadang lucunya, dulu pernah mikir pengen punya tulisan buku untuk diterbitkan, tapi cobaan level 0 dari DWCbatch40 aja merasa belum lulus saya, semoga setelah ini bisa pada waktunya dalam mengumpulkan tulisan, aamin. Adapun pesan untuk tulisanku ini ialah apapun yang kamu pikirkan, kerjakan, diulangi kembali akan menjadi pola perjalananmu, maka itu pastikan apa yang kamu pikirkan ialah benar dan baik agar kelak ketika berpulang perbekalan amal baikmu lebih baik dari amal burukmu, semangat untuk semuanya.
KEEP ON THE TRACK
Perjalanan kita sampai dengan hari ini tidaklah berhenti sampai ketika dikubur, melainkan ada perjalanan menuju keabadian di akhirat kelak.
Kok bisa tau?
Karena Al Quran dengan jelas telah menjelaskan apa itu kehidupan akhirat dan hanya untuk orang yang mau berpikir, bukan untuk yang ikutan saja apalagi jalur mandiri.
Dikarenakan itu, maka penting bagi kita tetap berjalan pada rel yang menjaga kita agar tidak keluar jalur.
Selain berjalan dalam rel akan terlindungi juga aman, semuanya terasa amat jelas jika berjalan sesuai jalur yang telah ada.
Begitu juga manusia, ketika diperintahkan untuk taat dan akan terjaga, justru memilih melanggar, semoga kita tidak seperti itu ya.
Perjuangan yang diperjuangkan
Kata "pejuang" bagi anak IPS bisa menjadi kalimat kuncian manakala membahas sejarah, peperangan ataupun kejadian sosial yang membawa tema tentang dari mata sampai ke hati.
Kok bisa?
Karena kakek nenek buyut kita terdahulu adalah para pejuang yang merebut Indonesia dari para penjajah di masa lalu, yang jauh dari kata kemanusiaan namun dekat dengan kata perbudakan, penindasan dan semacamnya.
Namun dalam tuliaanku ini tidak membahas tentang sejarah atau sejenisnya, melainkan tentang kamu yang membaca dan sedang memperjuangkan sesuatu untuk kalian capai.
Kenapa kamu? Karena siapapun yang berjuang atas sesuatu bisa dengan sukarela menyematkan ataupun mempersonalisasikan dirinya ialah seorang pejuang tanpa senjata dan lainnya.
Kata pejuang sendiri pun muncul akibat dari bentuk perlawanan untuk melawan penindasan, ataupun ketidakadilan yang diciptakan diri sendiri atau justru orang lain? agar bisa menang dalam "peperangan" tersebut ialah dengan memaksimalkan segala lini perjuangan dalam perencanaan dan juga aksi nyata.
Perlu dicatat, pejuang tidaklah sama dengan pengkhianat yang berkedok berjuang untuk rakyat, namun justru berkhianat di depan rakyat.
Maka itu waspasalah segala bentuk "memperjuangkan sesuatu demi rakyat" hanya lipsing mereka musuh rakyat di gedung rakyat, na'udzubillah.
Pesan pada tulisan kali ini ialah, apapun yang kamu perjuangkan maka majulah dengan memperhatikan strategimu.
Terlewat
Hakikat hidup itu mempersiapkan kematian dengan cara melakukan yang terbaik terkait perbekalan perjalanan abadi. Namun terkadang banyak yang lupa dan terlewat untuk mengingatnya, karena katanya fitrah manusia memang mudah lupa apalagi jika maklumat yang diterima justru menjauhi akhirat, bisa di klaim amnesia mungkin 🙊
Di penghujung tahun menjadi muhasabah diri, dimana tahun 2022 penuh dengan desir, getir, dan juga penuh rasa khawatir akan berbagai hal yang menjadikan diri merasa amat membutuhkan Allah sebagai solusi mutlak.
Banyak rencana terlewat di tahun lalu, dimana memang rencana tertulis tidak termonitoring yang membuat diri enggan melakukan cek kembali pada apa yang ditulis, namun di 2023 akan berupaya memonitor hal terkecil untuk bisa lebih berkembang lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
Segala kondisi di hari ini, merupakan hasil pemikiran juga tindakan di hari yang lalu, maka tidak ada kata terlambat untuk ubah kondisimu hari ini selama kamu memang berkeinginan kuat.
Semoga, doa dan harapan di tahun 2023 memiliki bisnis sendiri dan bisa rekrut tim menjadi sesuatu yang nyata, karena menjadi cita-cita saya bisa memiliki bisnis yang membuka lapangan pekerjaa.
Mohon doa juga supportnya untuk siapapun yang membaca catatan ini, Terima kasih. 😊
Resolusi 2023
Bismillah, dikarenakan kemarin sakit gigi seharian yang membuat saya malas untuk menulis apalagi melakukan hal lainnya, membuat semua plan terpending, namun tetap ada satu hal yang saya lakukan di tengah malam dikarenakan terbangun oleh letusan kembang api yang dihidupkan tetangga kanan kiri 😭 Di tengah malam itu saya ada kepikiran rencana 1 bulan kedepan, kemudian goals bulan ke depan, sampe ke bulan terakhir di 2023 namun karena saya yang kurang fokus, malah itu masih sekedar mentahan, belum terplaning seperti semestinya 😅 Tetapi rencananya pagi ini akan buat resume beneran biar beneran di tahun 2023 ini terplaning, dan punya goals serta detail mencapainya biar paling tidak ada pembeda seperti tahun-tahun sebelumnya, karena sebelumnya saya tidak pernah membuat planing jangka panjang, tapi tahun ini akan saya paksakan planing tersebut dan semoga tercapai semuanya, aamin. Lepas dari itu, saya juga mendapat kabar bahwa kemarin saya berhasil disetujui untuk menjadi konten kreator di aplikasi capcut, dimana ada semangat baru dan tujuan baru untuk membuat konten 1 tahun kedepan. Sebenarnya banyak lagi yang ingin saya tulis, tapi ada tugas "negara" yang mesti diemban di ahad pagi 😂 Saya berharap untuk semua siapapun yang memiliki resolusi di tahun ini semoga dimudahkan dalam mencapainya, dan disehatkan dalam melakukan detailnya, aamiin.
Ingatan dalam 411 dan 212
Tanggal 04 November 2016, merupakan tanggal yang akan terus saya ingat, dimana ulama dan umat datang menyuarakan kebenaran serta mengingatkan agar tangkap penista Al Quran tetapi disambut dengan tembakan gas air mata yang membabi-buta serta ditinggal begitu saja kunjungan kerja, sangat miris dan membuat hati setiap yang datang sakit, bukan karena ditembaki gas air mata (karena ini perih banget mata) melainkan ulama kami tidak dianggap. Kalau menggunakan logika, apa susahnya sih tangkap penista Al Quran jika memang tidak ada "bekingan" atau ada "sesuatu" yang menyebabkan penjahat itu sulit untuk ditangkap? Naudzubilamindzalik. Di tanggal tersebut persis 2 bulan saya menikah, hari itu juga perkantoran dipulangkan cepat karena dikhawatirkan takut adanya kerusuhan. Melihat peluang menjawab seruan ulama, saya tanpa pikir panjang langsung menuju lokasi, bukan pulang, yang dimana ketika sampai dilokasi atau persisnya depan kedubes amerika sudah sangat banyak orang yang berdatangan menjawab seruan dari ulama kharismatik yang tidak lain adalah Habibana Rizieq Syihab atau bisa kita panggil beliau dengan sebutan imam besar. Masih dihari yang sama yaitu 4-11-16, dimana hari itu saya baru merasakan ditembaki gas air mata semi militer (bukan gas air mata untuk bubarkan pendemo, melainkan gas air mata semi militer karena sehari setelahnya ditemukan selongsong gas air mata) yang semakin membuat citra petugas-petugas tersebut makin buruk. Selepas isya persisnya kerusuhan akibat gas air mata tersebut terjadi yang membuat Imam besar memutuskan untuk mundur ke patung kuda karena tidak rela ada umat yang menjadi korban dari kedzoliman para petugas yang dzolim tersebut, dimana kejadian rusuh tersebut diliput media yang membuat istri dirumah ketakukan dan meminta saya pulang, namun kadarullah saya menjawab "belum ada seruan kembali, nanti ya.." dan tiba-tiba sinyal terputus, yang kabarnya ada pemecah sinyal dilokasi aksi dengan tujuan tidak ada informasi keluar dari lokasi kejadian. Sungguh ingatan kelam ditembaki gas air mata itu membekas hingga hari ini, dan menimbulkan 1 korban jiwa akibat gas air mata tersebut dikarenakan memang memiliki sakit asma, semoga mujahid yang berpulang tersebut mendapatkan tempat terbaik sebagaimana yang Allah Janjikan, Aamiin. Di hari tersebut akhirnya mendapatkan komando untuk dapat kembali kerumah masing-masing jam 22:00 yang kemudian saya memutuskan naik kereta dengan cemong odol diwajah akibat ditembaki gas air mata karena untuk mengurangi rasa perih juga panas wajah bisa dengan odol (saya baru tau ini juga dihari tersebut). Dan sesampainya dirumah saya disambut dengan tanya dan tangis kenapa sampai gak bisa dihubungi, yang cuma saya jawab maaf dan meringis. Kurang lebihnya ingatan di 411 seperti itu, dan untuk ingatan 212 sepertinya akan saya ceritakan diposting selanjutnya, terima kasih.
Dijumpakan
Assalamualaikum, helo friends another side, postingan kali ini bakalan bercerita lanjutan after memutuskan berhenti ghaib-ghaib..😁 Namun seperti biasa, sebelum melanjutkan, apa kabar hati kalian? semoga tetap baik dan happy... Jika ada yang bertanya terkait hidayah itu datang dengan sendirinya atau hidayah datang jika dicari, kira-kira kalian akan menjawab apa? Bila pertanyaan itu ditanyakan ke saya, maka akan saya jawab hidayah akan didapatkan jika dicari, bukan ditunggu seperti layaknya hadiah karena ketika mendapatkannya maka seisi dunia tidak dapat menominalkannya sangking mahalnya hidayah dari Allah 😍 Semenjak tidak mengamalkan apa yang sebelumnya saya amalkan, saya bertemu dengan komunitas Yukngaji BSD dan mengikuti kelas hijrah dengan materi yang didapatkan antara lain yaitu Aqidah, Hijrah, Sejarah dan Dakwah yang mana semua itu sangat relate dengan kehidupan yang hari ini kita jalani. Dari kelas tersebut saya mendapatkan pelajaran-pelajaran yang tidak diajarkan ketika bersekolah umum, karena sekolah umum lebih mengajarkan kurikulum Sekuler dimana membuat bingung setiap muslim dengan jati diri muslimnya. Singkat cerita, setelah selesai mengikuti kelas tersebut, akhirnya saya tergabung untuk menjadi tim dakwah area bsd dan bintaro agar dapat bersinergi dengan para pengurus masjid untuk bisa berdakwah dengan kaffah bukan sebaliknya, karena dakwah bukan hanya tugas ulama, melainkan kewajiban setiap muslim. Kenapa saya memutuskan hal tersebut? karena selagi masih ada waktu yang tersisa, maka sebisa mungkin ambil dan habiskanlah dalam mensyiarkan islam yang Rahmatanlilamin bukan malah sebaliknya, apalagi yang di framing oleh media sekuler juga sekutunya yang mana terus meracuni muslim dengan berita-berita yang membuat muslim minder dengan ajaran islam sendiri. 😭 Setiap orang terutama muslim memiliki waktunya, memiliki porsinya masing-masing dalam berdakwah, tinggal mau mengambil atau tidak dalam membantu agama Allah, kira-kira kamu mau ambil kapan? Kurang lebihnya seperti itu catatanku, terima kasih telah menyimak kembali.
Tahu tapi Ngeyel
Assalamualaikum, helo friends another side, postingan kali ini bakalan bercerita lanjutan after memutuskan berhenti ghaib-ghaib..😁 Namun seperti biasa, sebelum melanjutkan, apa kabar hati kalian? semoga tetap baik dan happy... Ngeyel, merupakan kata penggambaran ketika saya sudah mengetahui hukum bank dan asuransi namun masih berkerja di dalamnya. Bisa dibilang ketika saya berhenti belajar hal ghaib, tidak lama saya berkenalan dengan beberapa komunitas seperti masyarakat tanpa riba, hijrah tanpa riba, yukngaji bsd dan beberapa komunitas hijrah lainnya yang mengemban misi agar setiap muslim mau mendalami lagi islam secara kaffah, serta menjadi solusi untuk seluruh permasalahan umat. Ketika itu saya berpikir, tidak ada salahnya mengikuti apa yang allah serukan karena batin saya merasa tidak nyaman sampai proses resign selesai. Setelah pkwt selesai akhirnya saya melanjutkan ke beberapa perusahan dan semoga saja terjawab. Adapun pesan yang bisa saya bagikan ialah jika memang ingin ikuti kata hati maka ikutilah, karena hati adalah jawab dari email yang dikirimkan. Kurang lebihnya seperti itu catatanku, terima kasih telah menyimak kembali.