Pernah nggak sih, kamu kepikiran pertanyaan itu? Sejujurnya, aku beberapa kali sempat merenung..
Allah.. sampai kapan taat ini aku usahakan?
Allah.. kenapa begitu sulit jalannya?
Allah.. kenapa begitu lelah menggapai ridha-Mu?
Walau rasanya, pernah ketemu jawabannya. Tapi, kadang manusia perlu momen khusus agar kembali diingatkan. Di penghujung Ramadhan kemarin, ada satu video dibuat oleh gkyogya, sangat menyentil diri ini.
Di ujung ceritanya, ada ungkapan,
"Liqo bukan hanya tentang materi. Tetapi, tentang siapa yang mau bertahan di jalan yang baik."
Pasalnya, aku memang ada di level sadar.. selama ini diberi kemudahan sama Allah swt dalam menjalankan urusanku yang sifatnya menuntut kekonsistenan dan cukup 'memaksakan' kebaikan. Aku pribadi yang cukup telaten, nyaman dengan rutinitas yang sifatnya berulang serta berpola. Pun ketika tidak ada orang yang melihat atau ada hambatan sikon tertentu, aku akan menjadi orang yang terus memaksakan diri melakukan hal yang biasa aku lakukan.
Lalu, saat aku menonton cuplikan video tersebut, aku berpikir. Karakter konsisten dan istiqomah itu tidak bisa diciptakan dalam 1-2 hari ya... Dan alhamdulillahnya, aku mungkin cukup berhasil melewati ujian keistiqomahan itu setidaknya di 15 tahun terakhir, melalui sarana liqo. Walau banyak fase naik turun, tapi aku tetap terus ada dan berinteraksi dalam lingkaran kebaikan guru-guru dan saudara-saudaraku.
Dan ya, rasanya ini menjadi sebuah privilege untukku saat Ia membuat segala yang aku lakukan itu mudah dan lapang karena Ia juga yang telah mengarahkan dan mendidikku selama ini.
Terus bersyukur yaa, Hill!
Karena tidak semua orang punya pengalaman dan cerita sepertimu sehingga membentuk dirimu yang sekarang ini..