Berjarak Bukan Melepaskan Gerak
Karena pada nyatanya raga yang berjarak berkilo-kilometer terasa sedikit menyiksa, sedangkan jarak antar hati yang paling menyakiti. Entah, karena kurangnya komunikasi atau memang sedang sibuk sendiri-sendiri hingga banyak yang lalai menjadi pemerhati.
Ketika salah satu sudah menyerah menjadi bagian dari satu, lainnya hanya bisa mengaku dan meminta kesempatan dengan bersimpuh. Bukan tak mampu, tapi kata ‘berpisah’ bukan satu-satunya penyelesaian yang adil untuk kedua pihak. Karena penyiksaan yang sejauh ini terasa akan lebih menyiksa ketika semua yang pernah diperjuangkan dan diusahakan tak lagi dianggap ada, padahal rasa yang masih mengalir dalam darah dan melekat hingga ke jiwa jauh lebih berharga daripada ego yang meletup sesaat saja.
Bandung, 5 Juni 2020.










