Don’t be shocked when life starts to get good. You deserve that.
cherry valley forever
todays bird
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Alisa U Zemlji Chuda
No title available
RMH
DEAR READER
Peter Solarz
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available

Andulka
Claire Keane

★
Not today Justin
d e v o n

JVL
Today's Document
tumblr dot com

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
seen from Indonesia
seen from Brazil

seen from Spain
seen from United States
seen from France
seen from United Kingdom
seen from South Africa
seen from Bangladesh

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from United States

seen from Nicaragua
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@cikstrawberi
Don’t be shocked when life starts to get good. You deserve that.
the right person gonna show you that you wasn’t even asking for too much
CATATAN RINGKAS, apabila ditanya anak/cucu tentang Al-Quran: (tanya jawab)
S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran? J : 114 Surah S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran? J : 30 Juz S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran? J : 60 Hizb S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran? J : 6236 Ayat S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya? J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?, J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll. S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran? J : 14 Sajdah S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran? J : 25 Nabi S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan. J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr. S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan. J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas. S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran? J : 29 Surah. S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja. J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq. S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja? J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj. S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran? J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw. S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran? J : Maryam binti Imran. S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran? J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37. S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah? J : Surah at-Tawbah. S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah? J : Surah al-Naml. S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran? J : Surah al-Kafirun. S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran? J : Surah al-Ikhlas S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur? J : Surah al-Mulk S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan? J : Surah al-Khafi S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa? J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255 S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya? J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat. S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa? J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8) S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya? J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77. S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa? J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19. S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga? J : Ayat Kursi. S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa? J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman. S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa? J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10. S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa? J : Ayat No 282 hSurah al-Baqarah…
Silakan “Share” agar ilmu ini bermanfaat.
Kahwin ni dik macam ni.. Ada masa bahagia dan senyum sampai ke telinga ❤ Ada masa bergaduh sampai rumah macam nak runtuh 😬 Ada masa ribut datang dengan goncangan pelakon tambahan 😢 Ada masa mak mertua datang bertandang dan tinggalkan sedikit kesan 😢 Ada masa mak sendiri beri sedikit pandangan dan menantu pun tersenget hati sambil memendam 😖 Ada ketika ipar duai mulut macam celaka 😕 Ada masa rasa nak lari tinggalkan anak tinggalkan pasangan 😅 Ada masa macam menyesal tapi tak boleh nak patah balik ke belakang 😱 Ada masa rasa macam beruntungnya kahwin dengan pasangan 🌺 Ada masa rasa apasal lah macam ni kehidupan 🤔 Ada masa duit tak cukup nak makan jauh sekali nak berjalan2 💰 Ada masa bila tengok anak rasa berbaloi hutang perkahwinan 💸 Ada masa rasa romantik macam dalam dunia perfileman 😍 Ada masa basah lenjun dua orang sebab naik motor dalam hujan. Berhenti kat traffic light nampak ada couple acah2 romantik dalam kereta padahal tak jadi kahwin in the future 😜 Macam tu kahwin dik. Banyak suka dan banyak jugak duka ✔❌ Orang bertahan bukan sebab harta tapi sebab tanggungjawab to each other. Sebab sayang anak dan mahu anak ada ibubapa. Sebab dah janji pada diri akan bersama dalam duka dan suka. Dalam filem cinta tu 2 jam aje. Dia tak tunjuk anak berak pukul 3 pagi. Dia tak tunjuk anak melalak tak henti2. Dia tak tunjuk korek tabung sebab nak beli nasi. Dia pun tak tunjuk waktu gaji selesai dalam masa sehari. Realiti tak sama dengan fantasi 💑 Kepada yang dah berkahwin, doalah perkahwinan kalian sampai ke jannah. Kepada yang belum berkahwin, ada masanya jodoh tiada itu adalah rahmah. Kepada yang nak sangat berkahwin, mohonlah kepada Allah. Kepada yang tengah dalam proses penceraian, moga Allah yang memegang hati manusia menunjukan jalan yang betul dan benar.
Bagaimana perasaanmu kala kau mulai terbiasa untuk sedikit-sedikit mengadu kepada Allaah ? Sedikit-sedikit meminta sama Allaah ? Bahkan pada hal yang kita anggap sepele dan sederhana sekalipun, kita memilih menceritakan dalam bisik-bisik doa kepada Allaah. Bahagia yaa ?? Menenangkan hati.
Kita tak lagi dirumitkan dengan menggantungkan harap kepada manusia. Kita tak lagi merasakan gelisah karena kecewa atas balasan orang lain yang tak sesuai maunya kita.
Allaah Maha Baik, sungguh Maha Baik.
Kita dibimbing untuk sepenuh hati menggantungkan seluruh hidup kepada-Nya. Bahkan Allaah dengan Maha Kuasa-Nya menghadirkan orang-orang baik yang hadir dengan setulus hatinya membersamai kita. Hingga kita tak perlu repot-repot untuk mencari, meminta atau memohon pertolongan.
Tapi Allaah telah mengatur sedemikian indah untuk hadir dalam hidup kita. Allaah karuniakan rezeki dan pertolongan bahkan dari arah yang tak pernah kita sangka arah datangnya.
Allaah Maha Baik, sungguh Maha Baik.
Menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya adalah bahagia yang menenangkan hati. Sadar bahwa kita adalah hamba, yang sama-sama tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.
Untuk hati yang baik, kutahu ini tak mudah, kutahu akan selalu ada ujiannya. Akan selalu ada pembuktian atas janji-janji dan upaya kita menuju hati yang terpaut sepenuhnya kepada Allah. Tapi aku yakin bahwa Allah akan selalu menjaga kita, Allah Maha Mengetahui dan tak pernah menyia-nyiakan upaya kita untuk sungguh-sungguh mencintai-Nya sepenuh hati. Untuk menggantungkan segala sesuatu hanya kepada-Nya. Teruslah melangkah, sekalipun engkau tertatih. Allaah selalu menjagamu, selalu.
Menyapa Mentari ( @menyapamentari )🌻💙
Terima kasih buat penulisan yang sangat indah ini. Saat aku perlukan jawapan, terdetik rasa untuk membuka tumblr petang ini. Cukup untuk merawat luka-luka, dan duka dihati. InsyaAllah, semoga yang baik-baik menanti. Keep going, move forward. Allah always there with you. 💞
KETETAPAN ALLAH ADALAH TERBAIK
Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini, Allah berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).
Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Orang-orang seperti ini, hendaknya mengingat sebuah firman Allah:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al-Baqarah: 216).
Ayat ini merupakan kaidah yang agung, kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan. Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an, membuka mata tuk mengamati realita yang ada, niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak. Bukti yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik, di antaranya adalah:
Kisah ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas laut. Lihatlah, kecemasan dan ketakutan yang luar biasa menginggapi saat mengetahui anaknya berada di tangan keluarga raja Fir’aun. Tetapi, tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian hari.Perhatikan pula dengan seksama kisah hidup Nabi Yusuf ‘alaihissalam, maka kamu akan menemukan bahwa kaidah ini cukup menggambarkan drama mengharukan antara Nabi Yusuf dan sang ayah, Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam.Lihatlah kisah bocah laki-laki yang dibunuh oleh Nabi Khidir ‘alaihissalam atas perintah langsung dari Allah. Apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir itu membuat Nabi Musa ‘alahissalam bertanya-tanya, maka Nabi Khidir pun memberikan jawaban yang kata-katanya diabadikan di dalam al-Qur’an.
وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)
“Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).”(QS.Al-Kahfi: 80-81).
Renungkan pula kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhayang ditinggal wafat oleh suaminya Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhaberkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, limpahkan pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku dan berikanlah gantinya yang lebih baik.’Kecuali Allah akan member gantinya yang lebih baik.’ Ummu Salamah berkata, Ketika Abu Salamah meninggal dunia aka bertanya,’Siapa di antara seorang mu’min yang lebih baik dari Abu Salamah?! Siapakah penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah?! Kemudian aku mengucapkan doa di atas. Lalu Allah menggantikannya dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda. (HR. Muslim no. 918).
Demikianlah Ummu Salamah menjalankan apa yang diperintahkan untuk dilakukan saat menerima musibah; bersabar, membaca istirja’ (kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan mengucapkan doa di atas, maka Allah menggantinya dengan yang terbaik, yang tidak ia bayangkan sebelumnya.
Inti dari semua ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang penyair,
عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يَسْعَى إِلَى الْخَيْرِ جُهْدَهُ
وَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ تَتِمَّ الْمَقَاصِدُ
Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapatkan kebaikan
Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya
Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik. Allah juga berfirman:
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS. An-Nisa’: 19).
Wallahu A’lam.
***
Rujukan: Qawa’id Quraniyyah 50 Qa’idatan Quraniyyatan Fin Nafsi wal Hayat. Cetakan ketiga, tahun 1433 H. Dr. Umar bin Abdullah Muqbil. Markaz Tadabbur. Riyadh.
Oleh : Ustaz Noviyardi Amarullah Tarmizi
(ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari)
SILA SHARE DAN SEBARKAN
Manusia yang punyai sifat pengasih akan sentiasa Berdoa dan berlindung kepada Allah daripada api neraka.
“Ya Allah, wahai Tuhan kami, jauhkan kami daripada azab neraka jahannam. Sesungguhnya azab neraka jahannam adalah amat pedih. Sesungguhnya neraka jahannam adalah seburuk-buruk tempat.”
By Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid
KISAH SEORANG WANITA YANG DI UJI BERAT DAN TIDAK MENGELUH
Pada suatu hari, Abul Hassan pergi ke Baitul Haram. Ketika tawaf, tiba-tiba dia melihat seorang perempuan cantik yang wajahnya begitu bersinar dan berseri. ’’Demi Allah, aku belum pernah melihat perempuan secantik itu dan wajahnya selalu terlihat gembira. Apa- kah perempuan itu tidak pernah bersusah dan bersedih hati?” kata Abul Hassan. Perempuan itu mendengar apa yang diucapkan Abul Hassan, lalu dia bertanya. ”Apa yang kaukatakan, Saudaraku?” tanya perempuan itu. ’’Demi Allah, aku selalu terbelenggu oleh perasaan sedih dan duka kerana kerisauan. Tidak ada seorang pun yang mau peduli dengan apa yang kurasakan ini.” ’’Persoalan apa yang membuatmu risau?” tanya Abul Hassan. ”Aku memiliki dua orang anak yang sudah dapat bermain sendiri dan satu anak lagi yang masih kususui. Suatu hari suamiku sedang menyembelih kambing korban. Ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anak pertamaku berkata kepada adiknya, ’Hai adikku, mahukah aku tunjukkan kepadamu bagaimana ayah menyembelih kambing?’ ’Ya, aku mahu,’ jawab adiknya. Sang kakak lalu menyuruh adiknya berbaring dan kemudian menyembelih leher adiknya.” Perempuan itu bercerita. ”Lalu apa yang terjadi?” Abul Hassan ingin tahu. ’’Sang kakak ketakutan melihat darah yang keluar dari leher adiknya. Dia kemudian lari ke atas bukit. Nahas baginya kerana dia dimangsa oleh binatang buas. Ayahnya kemudian mencari anaknya hingga dia pun mati terjatuh ditebing tinggi dan ketika aku letakkan bayiku untuk mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju periuk yang berisi air panas. Ditariknya periuk itu dan tumpahlah air panas menyiram tubuhnya hingga melepuh seluruh kulit badannya. Kejadian itu terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain. Ia pun jatuh dan pengsan hingga menemui ajalnya. Kini, aku tinggal sebatang kara.” Abul Hassan tertegun mendengar cerita si perempuan cantik itu. ’’Bagaimana kau dapat bersabar menghadapi semua musibah hebat itu?” tanyanya kemudian. ”Tak seorang pun dapat akan membezakan antara sabar dan mengeluh, melainkan dia menemukan di antara keduanya dan menemukan jalan yang berbeza. Adapun sabar dengan memperbaikinya, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Adapun mengeluh, maka ia tidak mendapat ganti atau sia-sia belaka,” jawab perempuan itu. “Kesabaran harus dimiliki setiap orang ketika menerima musibah dan cubaan dari Allah kerana Allah akan mengganti kesabarannya di dunia dengan-Nya menjadi kekasih-Nya dan ketika di akhirat akan menggantinya dengan syurga.” SILA SHARE DAN SEBARKAN
Sumber : Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari
Hidup di dunia ini singkat, maka jangan menghabiskan kehidupan di dunia ini untuk perkara yang akan habis di dunia ini. Pergunakan masa yang singkat ini, yang sedikit ini, untuk mendapatkan kehidupan yang tiada batasan, kenikmatan yang tiada penghujung. Jika susah di dunia sikit tidak mengapa, nanti senang di syurga kekal selamanya. Inilah neraca timbangan mukminin dan mukminat.
Peringatan Al-Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid :
Sabar , contohi Wanita Syurga:
“ Memang menjadi idaman setiap wanita untuk mendapatkan suami yang soleh, yang lembut, setia, memahami, bertutur kata halus, berilmu, membimbing, bertanggungjawab dan lain-lain lagi. ”
“ Namun harus diingati, saat ini kita hidup didunia, bukan di syurga. Dunia adalah negeri ujian, bukan negeri pembalasan. Kerana itu sebaik-baik suami tentu sahaja ada kekurangannya. Dan seburuk-buruk suami pasti juga ada sisi kebaikannya. ”
“ Setiap kali wanita ada masalah akibat dari perlakuan suami, hendaklah dia bersabar. Kesusahan yang dihadapi dengan sabar semata-mata ingin memperoleh ridha Allah akan menghapuskan dosa dan kesalahan seorang hamba.”
“ Lihatlah Sayyidah Asiah antara ketua wanita syurga yang bersuamikan firaun yang sangat jahat, Tiada manusia sejahat firaun, lihatlah Sayyidah Asiah bersabar , lalu syurga buatnya. Bukannya dia meratapi nasib dan menyesali diri. Inilah antara sikap wanita syurga patut di contohi.”
Daripada Al-Habib Novel Muhammad Alaydrus.
Sumber : RaudhatulMuhibbin
CINTA DENGAN MENGENALI AKHLAK RASULULLAH ﷺ
١. Baginda selalu diam.
٢. Berbicara ketika perlu.
٣. Perbicaraannya fasih, ringkas tetapi padat .
٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.
٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله swt).
٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.
٧. Berfikir terus-menerus.
٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.
٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka, Baginda akan makan. Jika tidak, ditinggalkannya tanpa mencelanya.
١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.
١١ . Marah bukan kerana nafsu.
١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan, Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.
١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.
١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.
١٥ . Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas.
١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.
١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada.
١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله swt.
١٩ . Apabila menghadapi dua perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.
٢٠ . Di rumah, Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian, memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.
٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri, Baginda selalu berzikir.
٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria, perangainya dapat dicontohi dengan mudah, lemah lembut & peramah.
٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar, berteriak-teriak, lebih-lebih lagi mencela orang lain.
٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi; perselisihan, bongkak & segala yang tidak diperlukan.
٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.
٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahsia orang lain.
٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.
٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.
٢٩ . Sesiapa yang melihat Baginda sepintas lalu akan merasa gerun & hormat terhadapnya.
٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.
٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membezakan di kalangan mereka.
٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu, pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.
٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih. Baginda adalah ayah bagi mereka semua.
٣٤ . Di mana pun Baginda berada, di situ terpancar cahaya ilmu, sikap malu & sabar serta amanah.
٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara di hadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda.
٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua, menyayangi yang kecil, mengutamakan orang yang ada hajat, menjaga keperluan & kebajikan orang asing.
٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong, Baginda hentikan dahulu atau pun berdiri.
٣٨ . Paling berlapang dada.
٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.
٤٠ . Paling halus keperibadiannya.
٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.
(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki)
Perbanyakkan Selawat pada Nabi..
اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*
KETETAPAN ALLAH ADALAH TERBAIK
Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini, Allah berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).
Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Orang-orang seperti ini, hendaknya mengingat sebuah firman Allah:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al-Baqarah: 216).
Ayat ini merupakan kaidah yang agung, kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan. Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an, membuka mata tuk mengamati realita yang ada, niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak. Bukti yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik, di antaranya adalah:
Kisah ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas laut. Lihatlah, kecemasan dan ketakutan yang luar biasa menginggapi saat mengetahui anaknya berada di tangan keluarga raja Fir’aun. Tetapi, tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian hari.Perhatikan pula dengan seksama kisah hidup Nabi Yusuf ‘alaihissalam, maka kamu akan menemukan bahwa kaidah ini cukup menggambarkan drama mengharukan antara Nabi Yusuf dan sang ayah, Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam.Lihatlah kisah bocah laki-laki yang dibunuh oleh Nabi Khidir ‘alaihissalam atas perintah langsung dari Allah. Apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir itu membuat Nabi Musa ‘alahissalam bertanya-tanya, maka Nabi Khidir pun memberikan jawaban yang kata-katanya diabadikan di dalam al-Qur’an.
وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)
“Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).”(QS.Al-Kahfi: 80-81).
Renungkan pula kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhayang ditinggal wafat oleh suaminya Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhaberkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, limpahkan pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku dan berikanlah gantinya yang lebih baik.’Kecuali Allah akan member gantinya yang lebih baik.’ Ummu Salamah berkata, Ketika Abu Salamah meninggal dunia aka bertanya,’Siapa di antara seorang mu’min yang lebih baik dari Abu Salamah?! Siapakah penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah?! Kemudian aku mengucapkan doa di atas. Lalu Allah menggantikannya dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda. (HR. Muslim no. 918).
Demikianlah Ummu Salamah menjalankan apa yang diperintahkan untuk dilakukan saat menerima musibah; bersabar, membaca istirja’ (kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan mengucapkan doa di atas, maka Allah menggantinya dengan yang terbaik, yang tidak ia bayangkan sebelumnya.
Inti dari semua ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang penyair,
عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يَسْعَى إِلَى الْخَيْرِ جُهْدَهُ
وَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ تَتِمَّ الْمَقَاصِدُ
Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapatkan kebaikan
Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya
Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik. Allah juga berfirman:
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS. An-Nisa’: 19).
Wallahu A’lam.
***
Rujukan: Qawa’id Quraniyyah 50 Qa’idatan Quraniyyatan Fin Nafsi wal Hayat. Cetakan ketiga, tahun 1433 H. Dr. Umar bin Abdullah Muqbil. Markaz Tadabbur. Riyadh.
Oleh : Ustaz Noviyardi Amarullah Tarmizi
(ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari)
SILA SHARE DAN SEBARKAN
KETENANGAN DIDALAM KESYUKURAN
Seorang lelaki kaya memandang keluar jendela & nampak seorang lelaki miskin mengutip sesuatu dari tong sampah. Katanya , Syukur Allah. Aku tak miskin.
Lelaki miskin itu memandang sekeliling & nampak seorang lelaki berkelakuan tidak tentu arah di jalanan. Katanya , Syukur Allah. Aku tidak gila.
Lelaki gila memandang ke depan & nampak ambulans membawa seorang pesakit. Dia berkata, Syukur Allah. Aku tidak sakit.
Orang sakit di hospital melihat troli yg mengusung mayat menuju ke bilik mayat. Dia berkata Syukur Allah, aku belum mati.
Hanya orang mati saja yg tidak dapat bersyukur & berterima kasih kepada Allah.
Kenapa tidak kita bersyukur hari ini atas keberkatan hidup, dan peluang menikmati hari baru?
Apakah sebenarnya kehidupan?
Untuk memahami kehidupan, pergilah ke 3 lokasi ini :
1. Hospital
2. Penjara
3. Tanah perkuburan
Di hospital, akan kamu fahami tiada ada yang lebih indah dari kesihatan.
Di penjara, kamu akan tau kebebasan adalah amat berharga.
Di tanah perkuburan, kamu akan sedar kehidupan ini tiada apa-apa. Tanah yang kita pijak hari ini, akan jadi bumbung kita esok hari.
Kebenaran yang menyedihkan : Kita datang tanpa apa-apa, kita pergi juga tanpa apa-apa . Jadi mari kita rendahkan diri & mensyukuri serta berterima kasih kepada Allah sepanjang masa untuk segala-galanya.
Bersyukurlah kerana Allah memberi kita ayah dan ibu. Berapa ramai orang yang tidak pun mengenali ibu bapanya
Bersyukurlah kerana Allah memberi kita adik beradik. Berapa ramai orang yang tidak ada seorang pun adik beradik
Bersyukurlah kerana Allah memberi kita suami/isteri. Berapa ramai org yg tidak menemui jodoh sampai ajalnya.
Bersyukurlah kerana Allah memberi kita anak-anak. Berapa ramai orang yang tidak ada seorang pun anak.
Jangan sesekali menjadikan ibu bapa, adik beradik, suami/isteri dan anak-anak musuh-musuh kita di dunia, kerana mereka bukan musuh kita namun orang-orang yang patut kita jaga perhubungan kasih sayang.
Tetapi lihat siapa yang mengurniakan semua itu pada kita
Allah swt yang mengurniakan semuanya kepada kita.
Ada ketikanya kita merasa salah seorang daripada mereka atau kesemuanya memusuhi kita, percayalah.. itulah ujian dari Allah swt.
Sebagaimana Allah menguji para rasul dan para nabi, kerana Allah amat berbangga dihadapan kerajaan langitnya (para malaikat) jika kita dapat menempuhi ujian dengan kembali kepada Allah swt
BERSYUKURLAH DENGAN SEBENAR-BENARNYA SYUKUR KEPADA ALLAH
TERHADAP APA JUA NIKMAT YG KITA TERIMA DRPD ALLAH SWT
(ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari)
SILA SHARE DAN SEBARKAN
APA MAKNA “REZEKI”
Rezeki itu bukanlah bermakna kamu dapat apa kamu nak. Tapi bila kamu terima apa yang Tuhan beri.
Kita belajar tentang sirah mengenai Siti Mariam(as) tidak berkahwin tapi dapat anak. Itu adalah rezeki beliau.
Kita lihat pula sirah Sayyidatina Aishah(ra) . Beliau berkahwin namun tak dapat anak. Itu pula rezeki beliau.
Allah hantar Nabi Musa(as) ke rumah Firaun sebagai anak angkat untuk membawanya ke syurga. Tapi tetap juga Firaun menjadi manusia paling celaka yang memilih neraka.
Allah menghantar Nabi Nuh(as) untuk menyelamatkan kaumnya tapi anak isterinya sendiri derhaka dan enggan terima.
Pelajarilah sesuatu dari kisah-kisah seperti itu. Sungguh. Rezeki masing-masing tak sama. Semua ada jalan ceritanya yang tersendiri! Semuanya untuk menceritakan kehebatan Allah dalam mengatur segala-galanya dengan indah.
Orang yang ada suami, ada isteri, ada anak, ini bermakna ada tanggungjawab yang dipikul juga. Mudah dapat pahala. Tapi mudah juga dapat dosa.
Yang tak bertemu jodoh, yang tak dikurniakan zuriat pun satu rezeki juga. Rezeki terlepas tanggungjawab dan risiko nak menjawab depan Allah nanti.
Jadi, sebelum kita terus mengeluh tentang itu ini, perlu difahami dulu konsep rezeki. Ada, tak semestinya untung. Tak ada, tak semestinya rugi.
Kalau dapat apa kamu nak, tak semestinya kamu boleh terus bergembira. Kalau tak dapat apa kamu nak, tak semestinya kau tak boleh bahagia.
Takdir Allah ini misteri sifatnya. Rahsia Allah dalam perbuatan-Nya. Entah-entah airmata redha yang kau titiskan dalam mengharung kecewa itulah yang menghanyutkan kau ke syurga.
Jadi…
“Rezeki tu bukan bermakna kamu dapat apa kamu nak. Tapi bila kamu terima apa yang Tuhan beri.”
Ya! Yang penting, kamu percaya.. kalau sudah itu takdirmu, itulah yang sebaik-baiknya.
Kamu hanya akan bahagia kalau kamu terima.
Percaya dan terima.
Wallahu'alam
SILA SHARE DAN SEBARKAN
Ramadan Day 9
- @lostflwrs
Find someone who loves you well. Someone who never belittles you. Even in the heat of an argument. Someone who is gentle with you, but does not treat you like you are fragile. Someone who knows what you are capable of, and celebrates those pieces of you. Not someone who is intimidated by your strength. Someone who doesn’t make you feel guilty for being flawed. It is not love’s job to punish you. And remember the person you love is just as broken as you are when they fall short. No one is perfect – do not hold them to this standard. Find someone who is patient, forgiving, and apologetic. Someone who practices forgiveness freely and often. Love someone who is humble, kind, and empathetic. Not only with you, but with a beggar on the street, or a stranger in the supermarket. Common courtesy is important. Compassion is important. Kindness is important.
Unknown Filed Under: Motivational Quotes | @themotivationjournals (via wordsnquotes)
Humble, kind, empathetic.
Common courtesy, compassionate, kindness.
I shall be one of all these, in the first place isn’t?
(via contengandinky)
I'll find you someday