"Memperlakukan manusia dengan benar jauh lebih bermakna daripada mengumbar ayat ayat suci yang tak pernah hidup dalam perilakumu."

ellievsbear
TVSTRANGERTHINGS
RMH

shark vs the universe
Stranger Things
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
I'd rather be in outer space 🛸
ojovivo
No title available
Sade Olutola

@theartofmadeline
taylor price
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
The Stonewall Inn

Product Placement
Not today Justin

pixel skylines

tannertan36

PR's Tumblrdome
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
seen from Austria

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from China
seen from Germany
seen from Germany
seen from Belgium
seen from United States

seen from Germany
seen from Panama
seen from Bangladesh
seen from India
seen from Brazil

seen from Czechia
seen from Germany
@coretanhalu
"Memperlakukan manusia dengan benar jauh lebih bermakna daripada mengumbar ayat ayat suci yang tak pernah hidup dalam perilakumu."
Pesan hari ini;
Bahagia itu mindset, sumber bahagia itu di hati. Kunci kebahagiaan adalah berprasangka baik kepada Allah. Rahasia kebahagiaan adalah iman dan amal. Maka berbahagialah dimanapun kita berada, karena kita berhak untuk bahagia.
_ins
Tidak ada yang terlambat pun kamu tidak sedang tertinggal. Kamu sedang berjalan dan berprogres di jalanmu. Ayo, usahakan dulu semuanya. Allah mendengarmu. Allah tahu semua isi hatimu.
Seringkali kita belajar pada hal-hal yang sebenarnya kita sudah mengetahuinya. Tanpa belajar dari seorang gurupun ilmu itu tersebar dimana-dimana. Bahkan terkadang kita meremehkan. Mengapa saya harus memperhatikan saat pembelajaran dikelas sedangkan di internet pengetahuan tersebut dapat dengan mudah ditemukan.
Sebenarnya bukan itu esensi dari belajar. Jika belajar hanya untuk menumbuhkan pengetahuan saja, tak perlu ada sentuhan seorang guru. Belajar saja kita di dunia maya karna pengetahuan ada dimana-mana. Esensi dari ilmu adalah adab. Menghargai mereka yang menyampaikan meskipun mungkin saja membosankan. Tulus mencurahkan waktu untuk belajar, mengalahkan ego sendiri bahwa diri lebih baik dari yang lain. Juga upaya mencintai orang yang berilmu.
Guru adalah pelita. Seburuk apapun mereka pasti ada cahaya yang dibawa. Darinya kita belajar ketulusan meskipun seringkali kita acuhkan. Kadang kita hanya menyerap pengetahuan bukan kebaikan. Seringkali pula kita hanya fokus mengasah isi kepala bukan merawat hati agar tetap tumbuh baiknya. Bagaimana mungkin ilmu itu menyerap ke hati seorang pembelajar sedangkan pada gurunya saja "kurang ajar".
Ketahuilah bahwa ilmu itu melahirkan adab yang baik, bukan kata yang menghardik. Ketahuilah pula keridhoan seorang guru ialah menghasilkan keberkahan ilmu. Tandanya apa? Ia berguna bagi orang disekelilingnya, tutur katanya terjaga dan ia menghargai sesama dengan tindakan bukan sekedar perkataan. Bahkan seringkali tanda keberkahan ilmu adalah ketenangan hati dan jiwa bukan pada riuhnya isi kepala. Keberkahan ilmu itu bukan pada besaran nilai IPK, bukan pula pada luasnya pengetahuan, atau prestasi yang membanggakan. Jikapun itu ada pada diri kita, anggap saja itu bonus. Jangan jumawa apalagi sampai melupakan jasa-jasa mereka. Barangkali sukses yang kita nikmati hari ini adalah bagian dari doa-doa panjang mereka.
✍🏻 : @yurikoprastiyo 🎨 : @padangboelan
Setiap tahun kita selalu punya cerita yang tidak pernah usai. Cerita itu akan terus berganti setiap hari, setiap detik, setiap menit bahkan setiap jam.
Kita sudah di dewasakan oleh semua permasalahan hidup, entah itu masalah kecil sampai masalah besar sehingga kita mampu menyelesaikan bahkan bangkit dari ketepurukan.
Di penghujung tahun ini berjudul Cerita Hidup Bagian Dari 365 Hari Selama 12 Bulan.
Semoga cerita kita tahun ini akan menjadi bagian dari cerita kita tahun depan
Grabag, 31 Desember 2023 | 11 . 41
Tumpul
Seperti pisau atau benda tajam lainnya jika tidak sering digunakan, tidak sering diasah ketajamannya. Lama-lama tumpul, hilang ketajamannya.
Hati juga bisa begitu.
Tentang kepeduliannya, tentang empatinya, tentang simpatinya, tentang rasa mencintainya, tentang rasa mengasihinya, tentang rasa ibanya, tentang rasa syukurnya, jika tidak lama digunakan, jika tidak sering diasah ketajamannya, lama-lama tumpul, hilang ketajamannya.
Tidak membagikan kebahagiaan lewat story di sosial media, bukan berarti tidak bersyukur. Bisa jadi ia sedang berusaha menjaga hati orang lain, yang mana kita sendiri paham bahwa setiap kita yang hidup mempunyai ujiannya masing-masing, entah itu ujian kenikmatan ataupun sesuatu hal yang harus menguras kesabaran.
Ketika sedang bahagia, kita bisa membagikannya lewat sedekah yang ikhlas, ibadah yang khusyuk, dan hal baik lainnya sebagai tanda syukur diri kepada Allaah. Jika pun sedang dalam kondisi sebaliknya, semoga tetap bisa melanjutkan doa-doa terbaik, dengan rasa tawakkal yang penuh kepada Allaah. Insyaallah..
Aku sengaja membiarkan beberapa orang berfikir keliru. Aku diam sebenernya bukan karena takut atau tidak berdaya.
Melainkan hasil dari pengendalian diri.
Aku ingat bagaimana aku dibicarakan, aku juga memahami dengan baik bagaimana aku di perlakukan.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lebih sulit tidak membalas ketimbang membalas. Lebih tangguh tidak goyah daripada terpancing marah.
Ilmu tenang itu mahal, datangnya dari badai yang hebat. Tidak semua orang mampu memilikinya.
Ruangsemesta, 26 Aug 2023
dan aku mengupayakan ketenangan itu.. setiap harinya..
Marilah menjadi rumah ternyaman bagi diri sendiri. Setidaknya bila kau tak menemukan siapapun yang bisa menjadi tempatmu berantakan apa adanya, menangis tersedu-sedu, kadang bertingkah seperti anak kecil, marilah jadi tempat itu. Marilah jadi rumah nyaman yang selalu menyambut diri dengan baik dan penuh hangat.
@terusberanjak
Doa terbaik untukmu adalah doa terbaik yang kamu berikan untuk saudaramu, tanpa ia tahu. Latihlah untuk mendoakan orang lain dulu sebelum dirimu. Doa itu layaknya cermin, ia memantul dan memberikan apa yang kamu tampilkan. Saling mendoakan, ya.
@jndmmsyhd
“Surround yourself with people who know your worth. You do not need too many people to make you happy, just a few real ones who appreciate you for exactly who you are.”
— Unknown
Jika kamu tidak menyayangi diri sendiri, maka biarlah Pencipta yang menyayangimu dengan cara-Nya.
Banyak hal yang akan kita lewati, ujian dan cobaan akan datang silih berganti.
Tapi apa pun itu, tetaplah di situ - di sampingku - bergandengan tangan, meski sesekali ego melahap habis kesabaran kita.
Karena perihal menikah adalah komunikasi dua arah yang barangkali lebih dulu harus melewati kecamuk amarah atau derai air mata.
26 April 2023 || 05.44 p.m
Kamu tahu apa yang paling melelahkan di dunia ini? Benar, berusaha mewujudkan ekspektasi semua orang dan berusaha disukai oleh setiap mata manusia. Keduanya sangat melelahkan dan merupakan sebuah keletihan yang tiada ujungnya, sampai kamu mati.
Jadilah seorang yang baik, meski tetap akan ada yang membencimu. Jadilah seorang yang jujur dan amanah, meski tetap ada yang tidak suka padamu.
@jndmmsyhd
Saling mengHargai dijaman sekarang ini terasa Mahal, sama Mahalnya dengan sebuah Privasi, keJujuran, dan Etika, :( , hidup semakin semena-mena sesuka-sukanya sendiri-sendiri, semakin terasa banyak yang memilih berjarak pada banyaknya hubungan, semakin lebih berhati-hati dalam bertindak, semakin menjaga ucapan dan semakin mempersempit lingkaran, semakin menutup diri pada akhirnya
Wallahu'alam
Proposal Hidup
“Kalau kamu punya keinginan yang kuat, maka mintalah kepadaNya semenjak jauh-jauh hari. Proposal buat ngajuin sponshorship ke perusahaan aja harus dikirim jauh-jauh hari biar dapat duit, apalagi proposal hidup kepada Allah!”
Saya lupa dari mana dan kapan tepatnya mendapatkan nasihat ini, tapi barangkali hal ini masih related hingga saat ini. Berapa banyak keinginan-keinginan yang kita pendam, yang sudah kita panjatkan kepadaNya, seberapa sering kita memanjatkannya, sudah seberapa keras usaha kita untuk mencapainya, semoga kita masing-masing bisa merefleksikannya.
Pun demikian dengan impian yang ingin kita capai, sudah seyogianya kita memanjatkan kepadaNya dari jauh-jauh hari. Ada nasihat salah seorang ustadz, bahwasanya manusia sering datang kepadaNya di kala butuh saja, namun kala merasa tidak butuh, ia justru menjauh.
Barangkali sebab itulah, Allah beberapa kali memberi peringatan kepada hamba-hambaNya melalu berbagai peristiwa. Melalui sakit, kegagalan, atau apapun itu, barangkali sebab Dia justru merindukan doa dan tangis kita di setiap sepertiga malam terakhir yang kita mulai lalai dariNya.
Demikian pula, dalam Quran Surat Al-Baqoroh ayat 186, Allah SWT membuka lebar-lebar dan bahkan memerintahkan berdoa kepada hamba-hambaNya.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku… - QS . Al-Baqoroh: 186
Demikianlah janji Allah dalam Al-Quran, bahwasanya Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Allah akan mengabulkan proposal hidup yang telah kita minta dengan caraNya sendiri, yang terkadang kita tak pernah membayangkan sebelumnya.
Namun, sebagaimana proposal pengajuan sponshorship di perusahaan yang juga mendapat potensi tertolak, pun demikian dengan proposal hidup yang kita ajukan kepadaNya. Bisa jadi akan membutuhkan waktu panjang agar Dia menerimanya. Bisa jadi Dia akan menolaknya, atau kelak menggantinya dengan yang lebih baik.
Lantas apa yang kita lakukan saat biasanya proposal kita ditolak? Kita akan follow up, kita akan evaluasi, dan kita akan memperbaikinya. Demikian pula dengan proposal kita kepadaNya. Jika untuk proposal sponshorship kita punya timeline tertentu untuk mengevaluasinya, maka Allah telah memberikan waktu 5 kali sehari bagi kita untuk memanjatkannya.
Bahkan belum termasuk waktu waktu mustajab bagi kita untuk berdoa seperti kala hujan, kala khatib duduk diantara dua khutbahnya, kala sepertiga malam terakhir, dan waktu waktu yang lain. Betapa Allah bahkan menyediakan waktu untuk kita, sementara kita seringkali justru mengabaikan panggilanNya.
Jika proposal kita tertolak, barangkali kita perlu merefleksikan diri apa yang menyebabkan Dia belum kunjung mengabulkannya. Jika proposal kita diterima, bisa jadi itu merupakan ujian dariNya untuk mengetes apakah pasca itu kita akan tetap berdoa kepadaNya.
Diterima, ditunda, atau pun ditolak pada akhirnya adalah soal waktu. Adalah soal ujian kecintaaan hambaNya kepadaNya. Semoga kita tidak lelah terus memanjatkan doa kepadaNya. Semoga kita tidak lelah merefleksikan dan mengevaluasi proposal hidup yang kita ajukan kepadaNya.
Malang, 6 Mei 2020 14.19 @faizunaa
Setiap orang yang menunggu, sebetulnya tidak pernah mempermasalahkan waktu. Berapa lama dan sampai kapan. Selama mereka masih mendapat kejelasan perihal apa yang sedang mereka tunggu.
Tapi sayangnya yang betul-betul mereka tunggu dan harapkan, seringkali tidak pernah memberi kepastiannya.
—ibnufir