2005
🧕"jujurlah! buktinya sudah ada, kamu tidak perlu mengelak lagi!", mata Farah melotot, nada suaranya sudah meninggi.
🧒"bukan aku, ya sudah kalau tidak percaya, terserah saja", Syafiq menjawab tenang, tanpa ekspresi.
🧕"ngga mungkin bukan kamu. semua riwayat nya sudah aku catat, dan barusan terjadi siang tadi, bagaimana kamu mau mengelak!", Farah masih bersikeras menyudutkannya.
🧕🏻"fiq, jujurlah, kami tidak akan marah, kalau pun kamu melakukannya, kami minta kamu jujur saja, itu sudah cukup", Hana angkat bicara dengan nada lembut, karena suasana disana sudah memanas sedari awal.
🧕"jijik aku melihatnya, masa anak pondok seperti ini tontonannya, ngga beradab!", Farah masih begitu shock hingga tidak mampu membendung kemarahan yang sudah lama dipendamnya.
🧒"...."
🧕🏻"beneran bukan kamu kan?, kalau begitu siapa yang menonton, itukan hp kamu, kamu yang pegang", Hana berusaha mengajak Syafiq untuk memberikan pendapatnya.
🧒"aku ngga tau". Syafiq tetap berpegang teguh dengan pernyataannya.
____
suasana siang itu sudah begitu runyam. tidak tau yang mana yang harus dipercaya. semuanya pusing.
Farah dan Hana, sebagai kakak, sebenarnya tetap Denial dengan apa yang terjadi, dengan apa yang mereka lihat.
Part 1











