Bagaimananya Bagaimana?!
bagaimana rasanya ketika kau hidup tapi sebagian dirimu menginginkan mati, kau berusaha untuk menghidupkan apa yang ingin mati dan kau terus mencoba tanpa mengeluh pada siapapun tapi dunia tetap menjatuhkanmu pada lubang-lubang terjal berikutanya?
bagaimana rasanya ketika kau terasingkan, melewan semua ketidakberanianmu, memeluk segala hal yang sebelumnya kau anggap “hina” dan tak ada satu pun yang benar-benar tahu kawarasanmu mulai hilang, tapi kau tetap bertepuk tangan dan bersorak pada keganjilan otakmu?
bagaimana rasanya kau tetap berusaha baik-baik saja, kau tetap menatap dunia seolah dunia masih dalam genggamanmu, meski setiap malam kau ingin memecahkan kepalamu?
bagaimana rasanya kau tetap berusaha menjadi dirimu, meski berkali-kali kau menyetujui dirimu tidaklah berguna dan cenderung hina?
bagiamana caranya kau mengartikan “bagaimana” sementara dirimu tak tahu apa itu bagaimana?













