Mendadak Youtubers
Pada suatu zaman, di mana ada seorang youtubers yang sangat terkenal. Ia memiliki subscrebers yang begitu banyak. Jangankan Sukamdi, dengan konten pemburu hantunya itu, Ria Ricis dan Atta Halilintar saja tak ada apa-apanya.
Youtubers itu bernama, Abimanyu, si tampan dari Marcapada. Abimanyu adalah Putra Arjuna, keturunan dari klan Batara Brama. Batara Brama adalah salah satu dewa, dari Sura Laya, yang diturunkan ke Marcapada, dan diangkat menjadi Raja, menggantikan Prabu Watu-Gunung, di Negara Giling-Wesi, lantaran Prabu Watu-Gunung terlanjur krasan di sorga, katanya.
Setelah Pulau Jawa takhluk, Batara Brama, memiliki putri benama Bramani, dan terus berlanjut sampai ke keturunan kesepuluh, yaitu Arjuna, yang kelak berputra Abimanyu. Abimanyu ini lah yang akan mewarnai Dunia Dalam Cerita kali ini.
Bagaimana cerita itu bermula? Beginilah bakal jadinya:
Suatu ketika, di kerajaan Astina, terjadi kegaduhan yang disebabkan oleh cucu Pandu Dewa Nata. Cucu raja yang masih duduk di kelas tiga, sekolah menengah pertama ini membuat ulah, menggunakan celana dalam kakeknya untuk ikat kepala, dan berjalan di hadapan tamu kerajaan. Melihat peristiwa itu, para tamu pun tertawa dibuatnya, bahkan sampai ada yang merekam, serta mengunggahnya di sosial media, dan kemudian viral.
Kejadian itu membuat sang raja merasa dipermalukan di depan publik, tapi raja tidak pernah murka atas ulah cucunya. Abimanyu kecil memang nakal, namun raja sangat menyayanginya. Bahkan, rasa sayang itu melebihi rasa sayang yang diberikannya kepada Arjuna, putranya. Raja Pandu Dewa Nata berharap, kelak, tahtanya akan turun kepadanya.
Seiring berjalannya waktu, Abimanyu tumbuh menjadi lelaki dewasa yang gagah perkasa, tampan rupanya, juga cerdas pikirnya. Ia menjadi laki-laki sempurna, idaman semua wanita. Abimanyu kini bukan Abimanyu yang nakal, yang kerap membuat onar kerajaan. Bahkan diwaktu senggang, jika tidak berburu, ia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca buku.
Suatu kali, ketika diwarnet, tak sengaja Abimanyu menemukan situs website yang memuat tulisan-tulisan karya Karl Marx dan Frederich Engels. Ia unduh file PDF-nya secara geratis, pikirnya, dengan hal tersebut akan memudahkan ia membaca saat pulang ke istana, tak perlu ke warnet lagi. Pada akhirnya, bacaan-bacaan itulah yang membuatnya galau, dan tak mau menerima tahta menjadi raja di Astina.
Pernah satu waktu di sebuah balai kerajaan, ia bersama kakeknya, Pandu Dewa Nata, duduk tanpa bertegur sapa. Raja sibuk dengan korannya, sedang Abimanyu, menunduk, matanya tajam mnatap layar henpon. Tak sengaja Arjuna melintas di hadapan mereka, setelah lima langkah melewati kakek dan cucu itu, Arjuna pun merasa ada yang aneh dengan keduanya. Ia memutuskan untuk kembali, dan bertanya kepada Abimanyu, putranya.
“hey, Abimanyu. Sirius sekali tampaknya kau, nak? Sedang apa gerangan?”
“ah… tidak kok, ayah. Sekadar tweet war.”
“oh..baiklah kalau begitu. Ayah kira, kamu sedang marahan dengan kakekmu.” Sambil nyengir menatap Raja, Arjuna pun meninggalkan mereka berdua.
Setelah itu, baik Raja mau pun Abimanyu, sama-sama meletakkan Koran dan henpon di atas meja. Abimanyu mulai membuka pembicaraan, keheningan pun sirna. Ia menerangkan, jika dirinya enggan menjadi raja, sebab Abimanyu tidak mau dipandang remeh, lantaran hidup enak, tanpa bersusah-susah. Penerus dinasti, duduk di singgasana tanpa sengsara. Abimanyu bertekat, jika ia akan membuktikan kepada masyarakat, serta netizen, bahwa ia mampu besar dengan caranya sendiri.
Keesokan harinya ia berencana berburu di hutan belakang istana. Astina memang terkenal dengan rusa liarnya. Tak heran jika steak daging rusa liar di Astina sangat terkenal sampai manca negra. Setelah perbekalan berburunya sudah lengkap, Abimanyu segera naik di punggung kuda. Tak lupa, ia memasangkan kamera gopro-nya dengan ikat kepala.
Abimanyu pun mulai menjalankan kudanya dengan pelan, agar mendapat gambar yang menarik. “Gaes, pagi ini kita akan berburu rusa di belakang istana, gaes. Tetap pantau chanel youtube Abi, ya, gaes. Jangan lupa, like, komen dan subscrabe.”
Abimanyu, bersama kudanya melintasi gerbang istana yang megah itu, para petugas keamanan istana memberi hormat, ia pun membalas penghormatan itu dengan senyaman. Setelah keluar istana, Abi tancap gas, menuju hutan. Dengan peralatan berburu yang lengkap, ia pun tampak gagah, dan terlihat karisma kesatrianya.
“Gaes, kita sudah sampai di hutan, gaes. Saya mau cek signal dulu, tolong kasih komen, live streaming yang kalian saksikan baik-baik saja?” kata Abimanyu. Ribuan komentar dari penggemar setianya pun bermunculan, sampai-sampai nge-lag.
“Sudah, gaes. Sekarang jangan ada yang komen dulu. Kita langsung cari target kita.”
Kemudian, Abimanyu terus masuk ke dalam hutan. Pelan-pelan, agar rusa yang ada tidak lari akibat mendengar kedatangannya. Kamera diarahkan ke segala penjuru. Berbagai hewan liar tertangkap kamera milik Abi.
Ada ular sebesar paha orang dewasa yang bergelantungan di ranting pohon, kupu-kupu sedang asyik bercinta sembari menghisap sari bunga, juga tupai sedang menjahit BH serta banyak sekali hewan-hewan indehoi.
Tak lama kemudian, terlihat ujung tanduk yang tertangkap layar kamera. “Gaes, target kita sudah terlihat gaes.” Bisik, Abimanyu memberi tahu.
Diambillah anak panah dari balik punggungnya, dan siap dilesatkan pas pada batang leher rusa jantan. Belum sempat melepas anak panah, rusa betina datang menghampiri sang jantan. Abimanyu mengurungkan tembakannya. Ia agak bergeser ke depan, agar mendapat angle yang bagus. Rupanya, dua rusa itu adalah sepasang LDR lintas sungai. Rusa jantan dari sebelah timur sungai, sedang rusa betina, dari barat.
Kedua rusa itu saling berpeluk melepas rindu. Melihat adegan romantis antar dua rusa itu pun, Abimanyu terenyuh, dan mengurungkan niat untuk memburunya. Ia lebih memilih mengabadikan moment tersebut, dan membaginya kepada sobat netizen yang selalu mensuportnya.
“Gaes, maaf sekali. Kali ini, saya tidak akan membunuh kedua rusa yang sedang jatuh cinta ini gaes. Kalian pasti tau, bukan, bagaimana rasanya berpisah dengan kekasih kalian. Seperti halnya kedua rusa ini, gaes. Jika salah satu di antara mereka mati, bagaimana perasaan, ditinggal mati, pas lagi sayang-sayangnya.”
Banyak komentar dari netizen, yang memuji sikap Abimanyu tersebut. Namun, tak sedikit pula yang mencibirnya. “Ah dasar, SWJ hewan. Pencitraan, pen dapet proyek lu ye?”
Namun, Abimanyu tak menanggapi komentar netizen yang negative. Ia berkeyakian, jika apa yang dilakukannya sudah tepat. Kedua rusa itu pun selamat dari sasaran anak panah yang nyaris menembus batang lehernya.
Tak terasa sudah nyaris satu jam, Abimanyu live youtube. Ia pun meng akhiri, dan tidak lupa menyapa ribuan netizen yang menontonnya. Seperti biasanya, di akhir video, Abimanyu selalu memberikan quote-quote yang aduhai. “Kesuksesan bukanlah keberhasilan kita untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, kesuksesan adalah ketika kita mampu memberikan kebahagiaan untuk orang lain, sekecil apa pun itu.”
Kalimat itu muncul lantaran, meski ia tak mendapatkan rusa buruannya, seperti yang ia inginkan, namun, Abimanyu berhasil memberi kebahagiaan terhadap sepasang rusa yang sedang dimabuk asmara.
Kemudian ia mendongak ke atas, melihat arah matahari. Sebentar lagi sore, ia pun segera keluar hutan, dan kembali ke istana. Tak di sangka, di perjalanan, ia bertemu dengan rombongan gadis, membawa beberapa helai pakaian. Sepertinya, rombongan itu keluar dari arah sungai, sebelah utara hutan tempatnya berburu.
“Yang baju merah jangan sampai lolos,” batin Abimanyu, sembari tersenyum pada gadis itu. Si gadis pun membalas senyuman, dengan malu-malu. “Uwuwu sekali, Tari. Sepertinya, pemuda itu kesemsem denganmu,” goda teman gadis berbaju merah.
Abimanyu kemudian turun dari kudanya, dan menghampiri rombongan cewe-cewe itu. Belakangan, diketahui, gadis berbaju merah tersebut bernama Utari. Tak butuh waktu lama, Abimanyu dan Utari pun menikah.
Keduanya pun mengisi konten youtube-nya berdua, seperti Rafi dan Nagita, Juga Baim Wong dan Paula. Sebelum akhirnya, Abimanyu turun dan gugur di medan perang. Ia meninggalkan Utari yang sedang hamil tua, dan melahirkan putra bernama Parikesit, yang kelak akan menjadi raja di Astina.













