Berdoa untuk seseorang diantara tanda cinta kepada orang tersebut, karena seseorang tidak akan berdoa kecuali untuk orang yang dicintainya.
Kota Bogor, 07 Mei 2024.

pixel skylines
No title available
Not today Justin
Sade Olutola

No title available

Andulka
Color Me Curious
Cosimo Galluzzi

bliss lane
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
The Bowery Presents
noise dept.
$LAYYYTER
hello vonnie

Product Placement
EXPECTATIONS

tannertan36
No title available
NASA

seen from Singapore
seen from Costa Rica

seen from United Kingdom
seen from Ireland

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Colombia
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Colombia
seen from Venezuela

seen from Malaysia
seen from Brazil
@di-akhir-doa
Berdoa untuk seseorang diantara tanda cinta kepada orang tersebut, karena seseorang tidak akan berdoa kecuali untuk orang yang dicintainya.
Kota Bogor, 07 Mei 2024.
Rutinitas di bulan ramadhan masih belum bisa di tinggalkan.
Sperti sepagi ini dah bangun kirain mau sahur
90.
Kalau sekarang capek karena kurang istirahat, tidak apa-apa. Besok, kamu akan rindu sama semua kebisingan dan kesibukan ini.
Kalau sekarang kamu sulit sekali tidur di malam hari karena kepala berisik dan kusut padahal sudah sangat mengantuk tidak apa-apa. Besok, kamu akan langsung tertidur begitu bertemu kasur.
Kalau sekarang kamu merasa sedih sampai tidak bisa menangis tidak apa-apa. Besok kamu akan takjub karena ternyata kamu sudah berjalan jauh dengan kuat.
Kalau sekarang semua terasa berat juga tidak apa-apa. Pelan-pelan. Jangan berharap semua langsung selesai. Satu-satu, setidaknya kamu bergerak bukan diam di tempat.
Nikmati, karena semua hal yang kamu anggap kecil di hari ini akan menjadi hal besar yang kamu rindukan suatu hari nanti.
Kamar, 22.25 | 13 November 2022.
“Nak, hidayah Allah itu sejatinya sudah bertebaran dimana-mana.
Sedekat pendengaran kita, bahkan di depan mata kita.
Jika tidak mampu melihatnya,
itu karena hati terhalang dari merasakannya.”
- Quraners (Ayah Penuh Waktu)
Ii
O
Ia
O
Update
PP
L
Ku Joon
O
Jangan Jauh-jauh lagi ya dari Allah
Menangislah sebanyak kamu ingin menangis. Tidak apa.. Allah tak akan menilaimu semena-mena. Menangislah dalam sujudmu. Menenanglah. Biarlah lepas seluruh bebanmu dalam sujud panjang.
Bukankah begitu tenang mengadu kepada Allah? Di saat orang lain mendorongmu semakin jatuh, di saat orang tak mengerti keaadanmu, disaat orang-orang menilaimu sebagaimana mereka ingin menilaimu, hanya Allah yang menerimamu tanpa menilai yang lalu-lalu.
Menangislah sebanyak yang kamu ingin. Tidak apa. Lepaskan semua beban di pundakmu. Biarkan semuanya larut dalam doa. Doa yang begitu khusyu dan penuh harap.
Allah tak akan menilaimu semena-mena. Sebaliknya Allah bahagia melihatmu kembali kepada-Nya dengan penuh kesadaran bahwa hanya kepada-Nya lah kamu sejak awal harusnya bergantung.
Ingat bersama Allah semuanya akan mudah. Bersama Allah semuanya akan selesai begitu saja. Bebanmu, kerisauanmu, dan segala hal yang menurutmu begitu berat akan meringan bersama Allah.
Berjanjilah untuk tak menjauh lagi dari Allah. Berjanji ya.
@terusberanjak
2022 Mau Ngapain?
Berganti tahun atau tidak, mau tahun 2021 atau 2022, tetap saja kita adalah kumpulan hari-hari, satu hari yang terlewat sama dengan 1 hari berkurang usia kita. Apa yang harus dibanggakan jika kita hanya mubadzir soal usia, ibadah dan ketaatan yang tidak bertambah, sedangkan dosa jalan terus tanpa ada rem atau berhenti.
Satu tahun yang berlalu bukankah berarti usia kita berkurang sebanyak itu? Dan kita masih santai menikmati hari-hari berikutnya, acuh dengan dosa yang secara sadar kita lakukan di 2021.
Iya, kita masih santai karena kematian belum datang aja. Baiklah, cukup, kira-kira apa target ibadahmu di 2022?
@jndmmsyhd
Allah tidak pernah membiarkan sesuatu terjadi tanpa sebuah alasan. Bahkan ketika kedua kakimu terjatuh. Barangkali.. ada sesuatu didepan sana yang apabila engkau melanjutkan perjalanan, mudharat yang akan menimpamu justru menjadi jauh lebih besar.
Seperti anak kecil, mereka hanya akan menangis ketika pisau, gunting, atau benda tajam lainnya diambil oleh ibunya. Mereka tidak tau, seberapa besar kemungkinan benda-benda itu akan melukainya :’)
Barangkali, sekarang kita seperti mereka.. Yang belum memahami bahwa ternyata kehilangan ‘nya’ saat ini adalah kebaikan di depan nanti.
Entah itu pekerjaan, entah itu peluang, kesempatan, atau bahkan seseorang~ :’)
Mungkin sangat sulit untuk memahaminya saat ini.. tapi percayalah, Allah Maha Tahu atas segala sesuatu.
Boleh jadi, “..kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula), kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.”
Gapapa kalau mau sedih, gapapa juga kalau mau nangis.. emang gaenak ya, kehilangan sesuatu yang sangat kita inginkan, tapi.. sebagaimana Syaikh Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menasihati, “Janganlah engkau membenci sesuatu yang telah Allah pilih, karena sejatinya Allah memilihkan sesuatu yang padanya mengandung kemashlahatan besar yang engkau tidak mengetahui darinya.”
Sekarang.. kita minta sama Allah, semoga Allah selalu mengingatkan kita bahwa cinta-Nya jauh lebih besar daripada kekecewaan kita. Kasih sayang-Nya jauh lebih besar dari hancurnya kita saat ini. Terimalah, karena dengan menerima, langkah kaki kita akan terasa jauh lebih ringan. Insyaallah..
-aviliaarmiani
Maafkanlah mereka yang hari ini melukai, bahkan untuk mereka yang hari ini menggores luka lama hingga sakit yang dulu pernah sembuh pun kembali dirasakan. Sebab dari maaf itu akan ada kelapangan hati yang Allah berikan, tidak semua Allah berikan keluasan hati. Tidak apa-apa, maafkanlah.
Karena hati yang paling baik itu saat kamu mampu memaafkan padahal kamu mampu membalasnya.
@jndmmsyhd
Sudah terima kasih sama dirimu, hari ini?
Kamu, yang masih tetap setia dalam kebaikan. Kamu, yang menjadi pribadi yang senantiasa memegang teguh prinsip-prinsip kehidupan yang baik.
Berterima kasihlah pada dirimu, sudah bertahan sampai saat ini (dan seterusnya, insyaaAllah). Di saat di luar sana, banyak sekali yang memilih menyerah dan mundur untuk tetap bertahan dalam kebaikan.
Berterimakasih jugalah pada dirimu, yang sampai saat ini, masih tetap memilih berada di jalan-Nya, meski banyak sekali ujian untuk berbelok arah, hingga jauh dari jalanNya.
Berterimakasih pula pada dirimu, yang sampai saat ini, masih tetap menghargai segala sesuatu yang Allah karuniakan, di saat di luar sana banyak jiwa yang mengeluh dan kufur akan nikmatNya.
Tetapi, yang tak boleh engkau lupakan dari setiap ucapan terimakasihmu pada dirimu, ialah syukur kepadaNya. Bersyukurlah, Allah memberikanmu kesempatan untuk bertahan dalam kebaikan, bertahan dalam ketaatan, bertahan pada cinta kepada-Nya.
Betul sekali hidup memang harus dinikmati. Tapi bukan dengan berhura-hura, seolah hidup akan selamanya.
Saling Memaafkan
Hari ini banyak yang berbondong-bondong meminta maaf dan mengakui salahnya di masa lampau. Tentu kita yang dimintai maaf ada yang teringat kesalahan yang telah dibuatnya atau malah tidak menyadari apa saja salahnya.
Mungkin juga akan terbesit pertanyaan yang menyertainya.
“Apakah ia sungguh-sungguh meminta maaf?” “Apakah ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi?” “Bukankah kita jarang sekali berhubungan, mengapa ia datang tiba-tiba dan meminta maaf?”
Atau pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Tapi bukankah hari ini hari yang istimewa? Di mana setiap orang menghilangkan egonya. Merendahkan hatinya. Mengakui setiap tingkah lakunya, tutur katanya, prasangka-prasangkanya, kekurangannya bahwa ia telah menyakitimu dan kemudian meminta maaf darimu.
Setiap orang tanpa merasa malu, sungkan, atau risih meminta maaf. Yang muda kepada yang tua, yang tua memaakan yang muda. Yang sebaya kepada sebayanya.
Perihal memaafkan, rasa-rasanya akan rumit jika mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Perihal memaafkan, akan lebih sederhana jika dengan segenap hati memberikan maaf kepada siapa saja yang mengakui kesalahannya.
Setidaknya, kamu yang memaafkan akan terbebas dari prasangka-prasangka buruk pada orang lain. Terlepas dari belenggu perasaan-perasan yang mengganjal atas orang lain. Kemudian setelahnya kedamaian dan ketenangan yang akan kamu rasakan.
Urusan orang lain akan melakukan lagi, mengulanginya kembali, atau tidak sepenuhnya meminta maaf dari hati, itu sudah bukan tanggunganmu. Tapi tanggunganmu terhadap dirimu sendiri sudah terbayarkan lunas. Kamu pun juga memberi kesempatan orang lain untuk berdamai dengan dirinya sendiri.
Terima kasih untukmu yang sudah memaafkan. Jadilah lebih baik untukmu yang mengakui setiap kesalahan.
- meniti rasa
Diberi Maaf
Barangkali satu-satunya perkara yang dibolehkan untuk terlalu menaruh harap kepada manusia adalah : diberi maaf.
Karena permintaan maaf adalah hutang yang perlu ditunaikan selagi di dunia. Di akhirat, sekecil apapun ‘sakit hati’ manusia terhadap perbuatan kita dan sebanyak apapun kebaikan yang pernah kita punya, belum tentu cukup dihitung untuk menebus kesalahan kita terhadap sesama. Bila manusia tersebut tidak memberi maaf selagi di dunia.
Barangkali satu-satunya perkara yang dibolehkan untuk terlalu menaruh harap kepada manusia adalah : diberi maaf. Selain itu, janganlah berlebihan dalam menaruh harap kepada manusia. @quotezie
Malam ini kembali hati tergores lagi, bukan aku tak sayang, tapi melepas mu sungguh berat, apalagi menghadapi sifat diam mu selama ini, apa kah harus tetap bertahan atau apa kah harus menyerah.....
Kita mungkin pernah merasa seseorang tidak bisa mencintai kita sebaik cara kita mencintainya.
Namun kenyataannya memang mencintai dan dicintai selalu menjadi hal yang paling rumit untuk dipahami.
Saat kita merasa dicintai, kita merasa berhak menuntut lebih dari orang yang kita cintai. Kita berharap lebih, dari apa yang sudah kita berikan.
Kita selalu mencari-cari siapa yang lebih banyak berkorban. Siapa yang lebih banyak merasa disakiti.
Kita baru benar-benar merasa bahagia ketika kita merasa diperhatikan, saat kita merasa dicintai dengan sungguh-sungguh.
Secara tidak sadar kita jadi menggantungkan kebahagiaan kita pada orang yang kita cintai.
Tidak salah memang.
Hanya saja kita jadi lupa bahwa kita tidak mungkin bisa mendapatkan seluruh dunianya. Seseorang yang kita cintai juga memiliki dunianya sendiri.
Selalu ada hal yang tidak ingin ia bagi, dan hanya ingin disimpannya sendiri.
Kita menjadi terlalu mudah kecewa pada hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam bayangan kita.
Kita selalu menuntut seseorang untuk selalu mencintai kita, tanpa pernah kita bisa benar-mencintai diri kita sendiri.
Cara seseorang mencintai kita, cara kita mencintainya, dan keinginan kita dicintai dengan cara yang seperti apa, sampai kapanpun tidak akan pernah sama.
—ibnufir
Jangan menyerah jika hari ini semesta sedang berupaya menghabisi mu, mencoba mengikis kesabaranmu. Karena kau tidak pernah tahu, hadiah apa yang telah Allah siapkan di depan sana untukmu. Maka teruslah berjuang dengan keyakinan bahwa setelah badai berlalu, ada pelangi indah yang akan membuatmu tersenyum.