Saya, karena menulis salah satu cara untuk mengkristalkan pemikiranmu menjadi lebih nyata. Pikiran kita abstrak. Bisa kita ekspresikan. Tapi jika kita menulis, kita seperti menelanjangi pikiran kita. Sadar atau tidak sadar. Pola pikir, cara pandang, seberapa sistematis pemikiran kita, logika berpikir, psikologi mu saat menulis, itu bisa terlihat dari tulisanmu.
Menulis bisa membantumu mengenal dirimu. Itu yang saya pikir. Itu sebab pertama mengapa saya menulis. Mengenal diri. Setelahnya, ialah mengembangkan diri. Karena dengan menulis kita bisa melihat diri kita, kelemahan kita, kekeliruan kita, ketidaksistematisan cara kita mengemukakan pemikiran, dsb. Dari tulisan kita pun bisa kita lihat seberapa jauh perkembangan diri kita. Seperti bercermin diri, gitu.
Jadi, intinya saya menulis untuk diri sendiri.
_______________________________________________________
Pernah seorang kakak bilang, kita menulis (1) karena kita muda; (2) karena kita mahasiswa; (3) karena kita manusia.
Muda, karena belum banyak hal yang bisa mendistraksi kita dari menulis. Yah, palingan sih tugas kuliah, atau pergi hang-out dengan teman-teman, atau hal remeh khas anak muda lainnya. Terkecuali jika pada usia muda kamu sudah harus memegang tanggung jawab yang besar.
Mahasiswa, karena bukan siswa lagi. Maha, yang paling, maka menulis merupakan bentuk tanggung jawab yang inheren dengan status yang kita miliki saat ini - Mahasiswa.
Manusia. Yes, because you’re a human. Manusia yang merdeka, adalah mereka yang mampu melihat dan tidak terbawa arus modernitas. Yang mampu menangkap keganjilan dan keganjalan di masanya. Manusia yang merdeka manusia yang tidak terdikte oleh zamannya, namun justru membuka matanya lebar-lebar atas zamannya. Mau contoh? Lihat Karl Marx. Atau Nietzche. Atau Kierkeegard, sang bapak eksistensialis. Lihat para nabi. Mereka orang-orang yang merdeka secara pemikiran. Mereka mengemukakan pemikiran mereka melalui tulisan, dan akhirnya tulisan tersebut dibaca hingga ratusan tahun kemudian, dan mampu menginspirasi orang lain :)
Saya sedang belajar menjadi manusia yang merdeka. Yah, namanya juga belajar, masih jauh dari yang ideal, masih perlu proses yang lebih lagi. Kamu yang sedang membaca ini juga, mari sama-sama belajar jadi manusia merdeka :)