Beautiful thing I read today;
a boy asked his mom,
“If everything is already written in Luh-Mahfuz, then why should I wish?“
she answered,
“Maybe on some pages Allah has written, ‘As you wish’.”
_Xsnxh on twitter

izzy's playlists!
noise dept.
occasionally subtle
One Nice Bug Per Day
Peter Solarz

Kaledo Art
cherry valley forever

blake kathryn

oozey mess
DEAR READER
Claire Keane
ojovivo
RMH
KIROKAZE
Show & Tell
Misplaced Lens Cap
Sweet Seals For You, Always
he wasn't even looking at me and he found me

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Paraguay

seen from Italy
seen from Paraguay

seen from Germany
@dipenakala
Beautiful thing I read today;
a boy asked his mom,
“If everything is already written in Luh-Mahfuz, then why should I wish?“
she answered,
“Maybe on some pages Allah has written, ‘As you wish’.”
_Xsnxh on twitter
Menang untuk kalah
Saya tau kita sama-sama bersusah payah. Tapi saya bersumpah untuk tidak tumbuh menjadi manusia serakah yang menjarah hak-hak orang lain seperti orang berkerah di sana yang senang menjual fitnah.
Biar langkah kaki saya seringkali melemah diikuti nafas tersengal dengan keringat basah yang menyeka dahi setiap hari, tangan saya tidak dengan mudah menadah—menjadi peminta-minta ulung sambil menjual kesedihan hanya untuk mendapat sebuah rupiah. Biar saya berdarah-darah seraya menangis keras, saya tidak akan menyerah.
Tuhan, jika sampai hidup tinggal mengukir nama di atas tanah dan saya belum menjadi apa-apa, apakah saya akan menang menjadi manusia yang kalah?
Saya tau kita sama-sama bersusah payah. Tapi saya bersumpah untuk tidak tumbuh menjadi manusia yang serakah yang menjarah hak-hak orang…
tanganku
tanganku kadang-kadang ibarat kayu. ia mampu mengenggam bara api biar sampai jadi arang. biar jatuh terbentur, terbentur lagi, lalu terbentuk.
tanganku kadang-kadang ibarat jam pasir. ia mampu menyekat kersik kecil di sela-sela jari biar tidak turun, tidak terbuang, dan tidak hilang.
tanganku kadang-kadang ibarat angin. ia mampu menegah daun yang gugur biar tinggal dan pohon tetap teduh.
tanganku kadang-kadang ibarat tanah. ia menadah semua yang lusuh dan menyambut yang syahdu. tanah tidak pernah serakah, aku diterima dengan suci dan kotor yang ada. dibasuhnya aku tanpa ragu baik yang berdarah-darah atau pun terpecah belah.
tanganku kadang-kadang ibarat lilin. ia mampu menyirna ruang dingin yang sunyi, biar tidur tetap tenang dan malam tetap hangat memeluk hingga pagi.
tanganku kadang-kadang ibarat langit. membentang luas penuh dengan lapang dalam menerima doa anak cucu Adam. tempat kembali saat manusia payah dan merendah diri dengan tangan tengadah.
tanganku, adalah aku.
aku, adalah tanganku yang membentuk aku.
tanganku kadang-kadang ibarat kayu. ia mampu mengenggam bara api biar sampai jadi arang. biar jatuh terbentur, terbentur lagi, lalu…
Hi, aku baru buat channel baru untuk tulisantulisanku, kalau berminat bisa join ke sini, ya! 🤍
kelusuh WhatsApp Channel. ruang raung. 0 followers
aku adalah ... dan kamu ...
aku adalah riuh dan kamu sunyi yang memeluk ruang sampai tiga pagi. aku senang berbicara sana sini sedang kamu bersahabat dengan senyap. barangkali kantuk kerap mencium kening kita lalu membiarkan tangan sibuk menarik tubuh masing-masing sebab peluk adalah pelarian terakhir; kita yang berat membuka mata.
aku adalah tanah basah dan kamu adalah embun. kita berdua lahir dari amin doa ibu pada tiap-tiap subuh. besar dan sengsara di tengah umur dua puluhan yang banyak tanya tentang jati diri tanpa tahu akan ke mana. lalu berubah gersang ketika siang sebab terik yang menyuar.
aku adalah bunga dan kamu adalah taman. aku bersemi di tempatmu bernapas dan wangi pada tempatmu berpijak; kemudian kamu terjatuh seolah aku adalah aroma yang tak dapat kautolak.
aku adalah api dan kamu cahaya yang segan padam. lilin menyatukan kita tanpa memilah punya dan tidak punya, menerima baik dan buruk, menelan benar dan salah, memaklumi sempurna dan tidak sempurna. malam ini tidak akan gelap, sayang. kita menyala sampai matahari terbit dan tenggelam lagi.
begitu seterusnya.
aku adalah riuh dan kamu sunyi yang memeluk ruang sampai tiga pagi. aku senang berbicara sana sini sedang kamu bersahabat dengan senyap…
R.
Dulu rumahku pernah runtuh, hampir semua ruangannya berubah sesak dan sulit menyisakan napas untuk bergerak — hanya ada tempat untuk bertapak satu kaki yang masih mampu berdiri. Di luaran sana, waktu terus berputar, angin terus berganti arah, matahari dan bulan beredar sebagai mana mustinya dengan aku yang pelan-pelan bangun untuk beranjak.
Dunia tetap berjalan dan mungkin yang berat akan terus membebani pundak, tapi saat ini aku nggak takut lagi untuk berdiri karena aku nggak melangkah sendiri. Tanganku juga nggak menggenggam semuanya seorang diri sebab milikmu akan selalu ikut meneduhkan. Sekarang rumahku lahir kembali dengan pekarangan yang tumbuh dengan banyak bunga bersemi tanpa mengenal musim. Aku punya tempat bersandar yang bisa aku ajak berbagi, jauh lebih hidup, lebih bernyawa, dan lebih sejuk.
Barangkali bertemu kamu adalah wujud dari semoga yang nggak pernah aku harapkan sebelumnya. Seorang manusia yang datang mematahkan keraguan lalu tumbuh menjadi keyakinan di antara ketidakyakinan. Atau mungkin juga kamu adalah jawaban atas pertanyaan yang datang di saat-saat sunyi atau resolusi di luar rencana yang nggak pernah aku tulis dan amini untuk terjadi. Senin sampai Minggu bersamamu rasanya nggak akan cukup waktu dua puluh empat jam untuk bicara banyak hal dengan topik yang itu itu lagi. Manusia egois, dan aku pun demikian.
Bisa nggak ya, aku minta waktu lebih banyak, setidaknya untuk bernapas sebentar supaya bisa terus jatuh cinta lagi setiap hari… sama kamu?
Pada semesta berikutnya
Dalam sebuah puisi yang pernah saya baca, si penyair dengan tegas menulis bahwa hidup adalah doa yang panjang. Mari kita berkhayal sebentar, larut dalam bual perkara kehidupan penuh tanya sambil belajar menyambut perpisahan yang tak terduga —memahirkan diri siapa tau benar terjadi.
Namun yang pasti, di semesta berikutnya, saya ingin bergerak jadi angin yang mampu menukar dingin yang membuat engkau gusar. Jika tidak, saya ingin beranjak jadi ombak yang tiada takut mengikis pantaimu dari nasib tragis. Jika tidak, saya ingin jadi air di danau tenang lalu melenyapkan segala keraguan yang kerap menghantui pikiran. Jika tidak, saya ingin jadi tanah yang menjagamu dari manusia serakah walau harus bersusah payah, atau bahkan berdarah-darah. Atau setidaknya saya ingin menjadi sebuah keyakinan di antara ketidakyakinan.
Di semesta berikutnya, entah di langit ketujuh atau laut terdalam sekali pun, sampai doa tidak sia-sia atau sampai manusia lupa dan berada pada medium asing seperti merasa terlahir kembali tanpa mengingat apa-apa, saya masih ingin hidup dengan engkau —sebanyak ratusan kali lagi.
Tapi dengan keputusasaan, saya sadar, bahwa sejatinya, semua hanya sebuah ungkapan yang tak akan pernah jadi nyata.
Inspired by: Hee-tae & Myung-hee, Youth of May.
代々木八幡-渋谷 kajaki jp
by: Kazuaki Koseki
上池袋
[GOING SEVENTEEN] EP.13 룰렛인생 #2 (Roulette Life #2) - Joshua
rayakan saja hari-hari biasa, hari di mana hujan turun dan kau tak bisa ke mana-mana, juga hari di mana kau dengarkan lagu yang sama tanpa bosan meski tak juga rasakan senang seperti kali pertama.
rayakan saja walau kau masih bingung perihal menu apa yang harus kau beli untuk sarapan, walau tak kau dapati notifikasi yang paling kau nanti, walau tak ada tanggal merah bulan ini.
rayakan saja video baru dari kanal youtube favoritmu yang tayang siang ini, anggap saja ia bisa obati sedikit sepi. rayakan juga banyak waktu yang kau buang untuk menunda mandi dan mencuci. syukuri apapun, sebab bisa jadi— esok hari tak bisa kita dapati lagi.
kau boleh sedikit kecewa meski seorang teman batalkan janji sore ini, anggap saja kau akan dapat kebaikan ganda di lain hari. cobalah berhenti ambil hati omongan orang, barangkali kau kan temui tenang. hidupilah hidup dengan biasa saja, sebab meski membosankan; ternyata kita tidak kenapa-napa.
rayakan saja hal-hal biasa, sayur sop lauk telur dadar, lagu forever winter, membayar tagihan, rubik yang lupa kau selesaikan, alarm di jam tiga pagi yang kau abaikan lagi, orang-orang sama yang harus kau temui setiap hari, pekerjaan yang itu-itu lagi, apapun. rayakan dengan sederhana, sebab masih diberi hidup sudah lebih dari cukup.
Kamu Harus Tahu Ini
Kamu harua tahu ini. Semalam tadi, aku menemukanmu di antara setruk-setruk belanja lama yang sengaja kusimpan di dalam lipatan dompet. Hanya setruk dengan daftar belanja sederhana: es krim buah dan susu kesukaanmu, alat pencukur kumisku yang kerap kamu salah gunakan untuk mencukur bulu-bulu di kakiku, oreo vanila kesukaanku, dan dua botol air mineral yang orang-orang menyebutnya air kencing kuda.
Kamu harus tahu ini. Setiap kubuka pintu lemari dengan isi warna hitam yang mendominasi, ingatanku selalu kembali kepadamu. Kepada gelak tawa dan ejekanmu soal selera berpakaianku. Asal kamu tahu, kecintaanku terhadap warna hitam adalah caraku menziarahi kepergianmu dengan dibonceng seorang bajingan yang selalu melaju pelan-pelan. Seolah ia tak ingin melewatkan setiap jengkal perjalanan tanpa kehadiranmu.
Kamu harus tahu ini. Menjelang tidur, sering kulihat terlebih dahulu mural di dinding kamarku. Di mana hijau daun, merah, kuning, biru, putih, dan hitam, bagiku warna-warni kebahagiaan sederhana bersamamu. Mural itu juga yang membuatku kesulitan untuk melupakanmu. Sering kupalingkan pandanganku kepada seloki-seloki anggur dengan harapan aku bisa lepas sebentar dari bayang-bayangmu. Tetapi aku salah, karena ternyata, anggur adalah sesaji bagi rindu-rindu yang mati.
Kamu harus tahu ini. Gitar yang menggantung di sudut kamarku seolah-olah mengeluarkan melodi halus khas lagu-lagu jatuh cinta. Pernah kucoba melepas semua senarnya. Tetapi percuma. Ingatanku tentang jari-jari mungilmu yang kesulitan berpindah kunci nada dari C ke G selalu tampak, dan masih, lucu. Dan gitar itu pun seolah menjadi tanda kalau kamu akhirnya menyerah dan pergi meninggalkanku.
Dan kamu harus tahu ini. Aku mampu hidup di antara ingatan-ingatan tentangmu yang mengampar seluas hamparan bumi, sebanyak jumlah yang tak terhitung lagi. Aku pun mampu menyadari bahwa aku tak akan lagi menjadi tempatmu kembali. Sebab kini, kamu lebih tenang bersandar di bahu yang lain, dan lebih senang tinggal di hati yang lain.
Tolong sampaikan salamku kepada bajingan barumu.
“‘Have you ever been naked?’, she asked while facing the ceiling. ‘I’m naked right now.’ He said with amusement in his voice. ‘I don’t mean this kind of nakedness. I mean, have you ever stripped down in front of someone emotionally? Have you ever felt like regardless of how thick your sweater was, how thick your jacket was, you were still barely dressed in someone’s presence? Have you ever had the feeling that someone could look through your clothes straight into your soul? Because they’ve seen your most vulnerable part? They’ve seen you breaking down and crying tears you didn’t know existed? How you begged for forgiveness for what only God knows for? Have you ever lost your composure, your masque once before in front of someone?’ ‘I don’t know. Maybe once.’, he said while looking at her in confusion. ‘I have countless times. And the sad thing is, I love to wear something. I love to cover myself behind masques and fake smiles. It gives me the feeling of safety. But you know, once you stripped down you can’t just put your clothes on again. You can’t just put your clothes on and pretend you were never naked. Because now they know too much about you.’ ‘But don’t we want to lose our masques? Isn’t this one of the reasons why we love? Because we can fall knowing that someone will catch us regardless our burdens?’ ‘Maybe’, she said with a weak smile. ‘But I love control. I love to have control over myself and whenever I strip down, I’m losing it, I’m giving it into someone else’s hands. And I don’t want this to happen. I don’t want them to have me naked desiring their love and affection.’ ‘And what do you do when this happens to you?’ She turned her head to face him. ‘I leave. I leave the once that saw me naked.’ 'And how many lovers have you left already?’ He said insecure about his question. 'I don’t know. I don’t count. Sometimes when I close my eyes I see their faces but they’re gone the second I open them again’ 'Will I be also just a face you blink away?’ He whispered while pulling her against his chest as if he could prevent her of leaving him by doing so. 'No.’ She said while kissing his chest. 'Why?’ He said barely unhearable. 'Because I told you this. And I told this no one before.’”
— J.N.
FRaU
ph : masahiro tamura
st : rina taruyama
hm : megumi kato
model : kurumi emond
kak, boleh temenan gak? aku suka banget sama tulisan tulisanmu! waktu itu nemu di twitter tentang tulisan puan yang kamu publish tapi lupa akunnya..
Alooo, boleh banget! Maaf aku baru cek question Tumblr aku huahahaha, akun yang soal Puan udah barely inactive dan aku nggak mau terlalu aktif di sana juga. I have another writing account (plus fangirling juga, sih). Mau temenan di sana?
Kyoto,Japan . Instagram | Yuji Hirai Photography | yujihirai.com