Aku ngga berharap bisa mengubah hidup orang lain.
Tapi setidaknya aku bisa melakukan hal baik kepada orang lain hari ini, selama aku bisa.
Untuk menghadirkan kebaikan-kebaikan lain di masa yang akan datang.
Mungkin bukan aku langsung yang akan menerima ganjarannya.
Bisa jadi lewat anak-anakku kelak, cucuku, atau anggota keluargaku yang lain.
Aku percaya Tuhan ngga akan ingkar.
Karena Dia telah menjanjikan ganjaran untuk kebaikan dan keburukan yang dilakukan manusia di dunia.
Bukan berarti aku ngga pernah melakukan hal buruk.
Aku pikir semua orang pernah melakukannya.
Semua orang (merasa) punya dosa.
Kalau ngga, ngga mungkin ada orang berdoa, solat di mesjid, misa di gereja, sembahyang ke pura, ikut pengajian, ikut kebaktian, atau ibadah-ibadah lain yg dilakukan sesuai keyakinannya.
Manusia tak ubahnya butiran debu di jagat raya.
Seuprit, mikroskopis, ngga ada apa-apanya.
Uang, jabatan, status bakal hilang begitu aja,
tapi hal baik yang pernah dilakukan lah yang bakal menjadi perahu yang memudahkanmu melalui semua persoalan.
Bagaimanapun juga, aku betul-betul mempercayai hal itu.
Dan menurutku apa yang diyakini itulah yang menarik hal-hal serupa untuk datang mendekat
How you vibrate is what the universe echoes back to you in every moment.
Seperti halnya pertanyaan kenapa kita dipertemukan?
Mungkin kita adalah orang-orang yang sedang dalam pencarian,mencari jati diri.
Berkeinginan untuk berubah, mengubah hidup kita.
Berharap bisa melakukan pencapaian, harapan-harapan.
Banyak bertanya, mempertanyakan.
Bisa jadi kita... mmm... katakanlah memiliki frekuensi yang sama.
Aku juga meyakini bahwa tiap orang membawa pesan untuk orang lain tanpa disadarinya.
Entah itu dari perkataan, perbuatan, pemikiran dan atau sikap hidupnya.
Tinggal kita bisa melihat, mendengar dan atau merasakan arti dari pesan-pesan itu atau tidak.
Tinggal kita mau menerima atau mengabaikan apa-apa yang datang, apa-apa yang terjadi itu sebagai bagian dari diri kita, pengalaman hidup kita.
Tuhan yang mengirimkannya untuk kita
Tuhan yang menggariskannya dalam hidup kita
Bukankah Tuhan Maha dari Segala Maha?
Dia yang paling tau apa saja yang paling diperlukan seorang hamba dan kapan saat ia paling memerlukannya. ©ds