Don't Forget To Take Care of Yourself
Jadi bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?
Mmm... sepertinya begitu. Sibuk bergulat dengan pikiran-pikiran yang berisik di kepala, sibuk beradaptasi dengan orang baru, sibuk khawatir, sibuk mengatur banyak hal biar ngga ada yang keliru, sibuk membangun mood dan mempertahankannya. Akh!
Selain itu memang ada beberapa persiapan program kecil-kecilan yang sedang digarap untuk bantu pendanaan panti. Seperti biasa, tugasku banyak printilannya. Banyak-banyaknya sih terkait dengan administrasi dan visual. Sebagai 'pegawai' satu-satunya memang kudu bisa semuanya. Yah... sementara tak apa, aku jadi tau dan belajar banyak hal karenanya.
Mmm... apa ya? Belakangan aku jarang keluar rumah. Sepertinya pandemi ini memaksa orang jadi terkurangi kebebasannya.
Aku sudah lupa kapan terakhir aku menikmati waktuku sendiri di luar rumah. Lupa kapan terakhir makan satu cone penuh gelato sambil ketawa-ketiwi. Lupa kapan aku duduk santai beralas rumput di bawah pohon rindang sambil nungguin sunset. Lupa kapan terakhir ngopi sambil ngobrol dengan teman(teman). Lupa kapan terakhir jalan pagi sambil menghirup udara segar pinggir pantai.
Aku lupa kapan otakku punya cukup waktu istirahat. Bahkan saat tidur pun, kurasa ia masih memikirkan banyak hal.
Hari ini, ketemu lagi dengan kata self-care itu seperti menyadarkan diriku. Yah, mungkin belum sepenuhnya. Ibarat orang baru bangun tidur, masih kriyep-kriyep ngumpulin nyawa. Paling ngga ada lampu yang pelan-pelan mulai menyala. Mengingatkan bahwa kita juga perlu memperhatikan diri sendiri. Ngga melulu pacar, ngga melulu kerjaan, ngga melulu postingan dan jumlah 'like' di sosmed, ngga melulu apa kata orang, dan lainnya. Tapi juga kamu... iya kamuuu... Dirimu sendiri Non. ©ds