Tuhan apakah syukurku masih kurang? :(
kapan ini usai
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Fai_Ryy
untitled

#extradirty

blake kathryn
cherry valley forever

tannertan36
Noah Kahan
No title available
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive

Kiana Khansmith

pixel skylines

PR's Tumblrdome

if i look back, i am lost
𓃗
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni
todays bird
seen from United States

seen from Mexico
seen from Canada
seen from Brazil

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Costa Rica
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Canada
seen from Costa Rica

seen from Luxembourg

seen from Iraq
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
@duaenamagustus
Tuhan apakah syukurku masih kurang? :(
kapan ini usai
menyedihkan sekali jd org yg gak punya duwit, bayar kos aja harus hutang :(
Chill, fad!
Katanya mau lebih lapang, lebih sabar, lebih adem, lebih kalem. Baru mulai tanggal 1 fad, masa udah meletup letup ga karuan. Istighfar, fad! Hadepin aja.
Yuk tarik napas yuk, wudhu, shalat, istighfar, minta kelapangan hati sama Allaah.
Baru 2 hari udh mau gagal nahan emosi😆
2021
beberapa tahun terakhir, pergantian tahun bagi saya berlalu begitu saja. sejak terbiasa membuat target hidup per tiga bulan, pergantian tahun rasanya sama dengan pergantian kuartal. tidak ada yang benar-benar istimewa.
tapi tahun baru ini akan istimewa. saya bersyukur sekali kesehatan ibu membaik. terima kasih teman-teman yang sudah mendoakan. semoga teman-teman sehat terus juga. beberapa hari lagi, insyaAllah ibu sudah bisa pulang ke rumah.
lalu, kalau saya lihat ke belakang, rasanya ada banyak sekali yang perlu saya syukuri dari tahun ini. meskipun yah, awal tahun ini penuh dengan kedukaan. saya kehilangan eyang, tante, om, dua orang bude, tetangga dekat, dan beberapa kerabat--sebagian besar karena covid-19. masing-masing kepergian meninggalkan lubang yang membuat perasaan menjadi "bolong".
terlepas dari rasa sedih karena kehilangan, Allah jawab banyak sekali doa kami.
mas yunus yang telah 5.5 tahun menjalani residensi akhirnya lulus dan bisa bekerja di rs impiannya. kami nggak harus LDM bogor surabaya lagi meskipun sekarang menjadi bogor jakarta. mas yunus mulai bisa menikmati buah dari pendidikan kedokteran selama belasan tahun yang ditekuninya. alhamdulillah.
karena pede bahwa keadaan keuangan sudah lebih baik, saya akhirnya daftar kuliah S2. ini pesan alm. ayah sebelum saya menikah, bahwa saya harus kuliah lagi. dengan segala keterbatasan ruang yang ada bagi saya, saya bersyukur bisa berkuliah di almamater ayah, IPB. setiap mendengar hymne IPB, saya pasti menangis mengingat ayah. dulu ayah pembina agriaswara (paduan suara IPB). saya selalu diajak ayah menonton konsernya yang tentu membawakan hymne IPB.
dan ternyata kekhawatiran soal biaya pendidikan dihapus sama Allah karena saya dapat beasiswa. awalnya, saya nggak merasa cukup worthy untuk dapat bantuan pendidikan dari pemerintah. sekarang, beasiswa ini jadi motivasi untuk berbuat lebih banyak lagi bagi bangsa.
surprise selanjutnya, pada ulang tahun saya di tahun 2021 ini, saya menolak jika ditanya ingin kado apa oleh keluarga. saat itu saya pada titik benar-benar tidak menginginkan apa pun. rasanya tidak ada yang kurang, tidak ada hal "duniawi" yang ingin saya kejar. semua pemberian Allah sudah sangat cukup.
dua hari kemudian, saya muntah-muntah dan mendapati bahwa saya hamil anak kedua. sewaktu mengetahui fakta ini, saya lemas rasanya. saya kan sedang kuliah(?). ngomong-ngomong, saya sudah nggak ngoyo hamil lagi sejak 2 tahun terakhir. mungkin rezeki kami hanya 1 anak saja, pikir saya dulu. tapi kehendak Allah lain. kami malah dititipi ketika kami sudah pasrah dan tidak lagi memaksa Allah.
tahun 2021 ini saya belajar untuk terus bergerak sampai garis akhir. berjuang sampai selesai. kadang, berjuang itu juga dalam bentuk sabar atas ketetapan Allah. Allah sudah punya semua rencana terbaiknya. tinggal kita yang mau ikhlas menerimanya atau tidak. mau mensyukurinya atau tidak.
ada kalanya kita merasa jalan yang kita lalui seperti tak ada ujungnya. percayalah, ujung itu ada. akhir yang indah itu ada. kita hanya perlu terus berjalan.
mau repot
“mbak, kalau kamu mau anakmu jadi anak yang mandiri, berdaya, peka dengan sekitar, terasah empati dan emosinya, itu gampang. kuncinya satu, kamu harus mau repot.
membuat anak terus-menerus merasa terhibur dan memilih menghindarkan anak dari layar sebelum waktunya memang repot. lebih enak beri saja teve atau hape, biar nonton dan berhenti rewel. tetapi ini melatih anak untuk bisa membuat dirinya sendiri terhibur dengan yang ada di luar layar. ada banyak yang lebih menarik di sekitar.
membuat anak mau makan sambil duduk, apalagi makan sendiri, dengan rapi, tidak acak-acakan, dan makannya tetap banyak memang repot. lebih enak gendong dan suapi sambil jalan-jalan, makannya biasanya akan lebih banyak. tetapi ini melatih kesadarannya bahwa dia sedang makan. bahwa makan harus duduk. bahwa makan adalah bagian dari bersyukur.
membuat anak mau buang air di toilet, bisa duduk tenang, mencatur setiap pagi dan malam, memang repot. lebih enak pakai popok sekali pakai, biarkan saja buang air sesukanya. tetapi ini mengajarkan aturan dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang baik. lebih sehat.
membuat anak memiliki jadwal yang rutin, jam tidur rutin, jam makan rutin, jam mandi rutin, memang repot. lebih enak biarkan saja anak semaunya. tetapi ini mengajarkan kebiasaan, yang saat besar akan memengaruhi perilakunya pula, kedisiplinannya.
mengikuti dunia anak dan tidak "memutus” begitu saja yang sedang dilakukan atau diinginkannya memang repot. harus menunggu sampai puas main air di kamar mandi, harus membuntuti sampai puas memanjat tangga, harus mengikhlaskan rumah berantakan, repot. tetapi ini memberikan sinyal kepadanya bahwa dirinya disayangi, didukung, dan boleh belajar.
mbak, intinya, menjadi ibu itu bisa saja tidak repot, tetapi jika ingin anaknya jadi anak yang berdaya kelak, ya harus mau repot. di tengah segala kemudahan yang ditawarkan zaman ini, menjadi ibu harus pintar-pintar memilih, harus banyak-banyak sabar, dan lebih banyak lagi memaafkan.“
demikian nasihat ibu untuk saya. sulit bagi saya membayangkan kerepotan yang saya timbulkan untuk ibu saat kecil dulu. ibu tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah. semoga Allah memberikan cinta-Nya untuk ibu.
Gatau ya, pagi ini kepikiran sama cowo-cowo yg punya kriteria cewe idaman pinter dan cerdas jadi nyambung kalo diajak ngobrol.
Nyambung itu basic sih, ya kalo gak mah susah ntar jadi partner diskusi. Tapi kalo cerdas dan pintar, gue jadi keinget sama mas mantan. Yang terkesan seperti itu. Atau malah sok pinter ya jatuhnya? Haha gatau.
Tapi dibanding intelektual, gue akan lebih menyukai cowo nyambung yg tau kapan waktunya berbicara dan kapan waktunya mendengarkan. Yang menghargai opini dan perspektif lawan bicaranya, bukan yg saking pinternya menguasai pembicaraan.
Karena gue udah ngerasain di posisi yg gak dikasih kesempatan ngomong. Cuma boleh denger dan nelen doang. And it caused me mental exhausted sampe cuma bisa nangis tiap malem.
Sama manusia aja udah, jangan sama anak dajjal.
Kalo pinter sih relatif yah menurut aink. Ada yang pinter di kerjaannya, ada yang pinter jualan online ada yang pinter masak.
Aink sendiri emang punya preferensi pribadi ke cewek yang pinter masak. Cem istri yang pake bahan seadanya aja masaknya enak aja. Jadi kadang bete kalo makan di luar trus menunya sama kayak yang dibikin istri tapi rasanya jongkok
'halah mending masakan istri' gitu
Kalo cerdas keknya lebih ke cara si pasangan make otaknya deh. Helpfull sih punya pasangan cerdas, jadi bisa ditanya pendapatnya kalo lagi ada masalah.
Fisik emang bawaan pabrik, tapi isi otak dan cara makenya bisa diulik.
Jadi, buat yang masih minder fisik baiknya otak juga diulik. Baik cewek ato cowok kalo cerdas bawaannya bikin kagum dan gampang dinotice.
Nah kalo nyambung, aink pikir wajib sih kalo emang ada rencana mau nikah. Salah satu Masalah pernikahan tuh di komunikasi, kalo sejak awal ga bagus mah repot.
Iya, tampilan fisik emang bikin bangga dan puas hati. Tapi kalo ga nyambung diajak komunikasi ya bikin cape hati
Kuat berapa lama seatap sama yang ga bisa diajak nyambung? Sebulan? Setahun?
Sepupu aink batal nikah taun depan, katanya sih ada masalah komunikasi. Iya emang sayang uda keluar materi, tapi ya daripada nyesal pas uda sah ya kan?
Kalo kamu, kriteria pasangan nya kayak gimana? Siapa tau ada yang nyantol
Filter pertama: gak insekyur :)
Setelahnya bisa lah ngobrol di cafe sebelah.
oh seperti ini ya rasanya mimpi harus dipatahkan oleh kenyataan, kadang memang keputusan gak bisa diambil sendiri, mimpi jg nggak bisa kamu bangun sendiri, pasti selalu ada intervensi dari yg lain. sesak sekali ya :’)
day 2: things that makes me happy
kalau bicara soal hal-hal yang bikin senang. kayaknya sih sekarang, atau lebih tepatnya dengan usia yang bertambah, hal menyenangkan memang jadi semakin sederhana tapi ya tetap mengusahakannya nggak pernah sederhana.
dulu, senang dan bahagia sebatas dengar suara hujan dan duduk lihatin hujan. sekarang, rasanya bertambah dengan menemukan k-drama bagus, bias dan idol yang disuka ada kabar tentang project, konten, atau comeback-nya, menemukan lagu-lagu yang asyik, atau bahkan sekadar bisa ketawa dengan menonton varshow-varshow yang ada di aplikasi streaming.
ah bicara soal koreaan. rasanya dulu saya nggak pernah menyangka akan mengalami fase fangirling seperti sekarang; koleksi merch dan album--walau ya nggak lengkap, walau kalau mau beli juga mikirnya beratus kali. senang lihat interaksi idol dengan fansnya. jatuh cinta sama k-drama. bahkan berharap suatu waktu nanti bisa nonton konser si idol kesayangan.
saya yang dulu akan selalu bertanya, "bagaimana cara membedakan wajah mereka?" justru sekarang sudah hapal nama-nama bahkan suara idol yang disuka. caranya gimana? membiasakan diri.
menyenangkan!
tahun-tahun yang berat untuk dilalui, akhirnya memiliki cara lain untuk bisa bertahan selain menulis.
kalau bicara soal hal menyenangkan yang pusatnya ke kebutuhan diri sendiri, ya hal lain yang wajib diikutsertakan adalah soal tidur nyaman yang ingin bisa dirasakan setiap malam. tidak pusing dengan banyaknya problematika hidup. atau sekadar jajan ke minimarket nggak perlu mikir harga dan ini itu. benar atau betul?
tapi, kalau hal menyenangkan lain yang mungkin ingin sekali bisa terwujud sekarang tidak lain dan tidak bukan, ialah rasa tenang dan aman karena pandemi berhasil usai dan bisa berlalu.
karena jujur, pakai masker dan taat prokes masih tetap membuat diri bangun pagi dengan rasa khawatir yang juga membumbung dan tiada henti.
ah rindu.
tapi tetap sih, rasa bahagia dan senang yang akan selalu ingin diwujudkan adalah melihat mama dan nenek bisa tenang, nyaman, dan hidup aman serta bahagia sepanjang harinya.
sederhana?
kelihatannya iya. tapi untuk mewujudkannya nggak mungkin sesederhana itu, kan?
maka ya sudah.
mari tutup unggahan soal hal yang membuat senang dan bahagia ini dengan...
bangun pagi tidak merasa putus asa dan kehilangan semangat juang adalah bahagia yang sebenar-benarnya ada dan diinginkan.
semoga berhasil, semoga terwujud, semoga tidak pernah menyerah. semangat!
11 Agustus 2021 - hujanmimpi -
Keputusan Terbaik
Bagaimana mungkin doamu tidak Dia dengar? Sedangkan tangisan dan harapanmu sudah tidak lagi pada satu pun manusia, sesaknya hatimu tidak lagi karena kecewa pada takdir, tapi karena penyesalan kenapa baru sekarang kembali pada-Mu, setelah dunia dan seisinya mempermainkan dan menghajarmu babak belur.
Aku katakan padamu, bahwa mengulang dari awal lagi itu tidaklah mudah, menetralkan apa sudah berlebihan itu tidaklah cepat, tapi kamu harus membiasakannya. Ikhlas itu datang dan bermula dari membiasakan dan menahan, ia tumbuh dari mendoakan kebaikan untuk mereka yang sudah mengacaukan hati dan pikiranmu, hingga waktu memberimu pelajaran dan peringatan berharga soal hati manusia.
Langkahmu saat ini sudahlah benar, dengan tidak lagi mendekat pada apa yang sudah menjatuhkanmu. Karena menjaga jarak itu adalah keputusan terbaik untuk mengobati hati yang sedang sakit, menenangkan gemuruh dada, dan memberi waktu untuk bisa mengikhlaskan. Menjaga jarak.
Selamat menenangkan diri :’)
*Untukmu yang sedang menenangkan diri, coba dengarkan ini. Aktifkan subtitle agar kamu tahu apa makna yang bisa kamu dan hatimu dapatkan :)
@jndmmsyhd
biasanya setiap jumat nganterin ke masjid buat jumatan, kemarin untuk selama lamanya nganterin ke tempat peristirahatan terakhir.. kakung pernah bilang diusianya yg 100 tahun bahwa “nek dipikir pikir, penak mati pas sek enom, nek wes tuwek ngene iki mripat wes ora awas, ra tek iso mlaku” ibu menimpali dengan “syukur e seng katah kuungg, diparingi umur panjang alhamdulillah ibadaah e sek iso akeh, saiki wes karek ngenteni giliran karo ibadah e diakehi” Alhamdulillah Kung, semoga tenang disana 😢🥺 https://www.instagram.com/p/CR55fsdg1Hn/?utm_medium=tumblr
faghfirli ya rabb :(
Bahan Diskusi
Merasa tersenggol dengan instagram storiesnya masgun. Iyasih bener, mesti tau pemahaman calon pasangan kayak gimana. Khususnya soal :
1) keuangan (investasi, asuransi, riba, kpr rumah, dana darurat, rekening bersama dll)
2) pekerjaan (full time mom vs working mom, higher earning women),
3) pendidikan (higher level education)
4) parenting (no gadget, screen time viewing, moslem-based raising kids)
5) kesehatan (vaksin anak),
6) kalo istri selepas melahirkan ternyata meninggal karna pendarahan. Kamu sebagai suami udah siap belum? Udah tau apa yang mesti dilakukan? ASIP?
7) kebalikannya, kalo suami meninggal pas si istri punya anak kecil. Istri harus bisa earning money sendiri.
8) tentang anak. Sudah siap kalo ternyata lama punya anak? Atau enggak diberi kesempatan buat punya anak? Kalo anaknya kena down syndrome?
Berat ya..
Random thoughts | Sebelum genap | Repost twitter
Mei 2019
Dini Suciyanti
Been 2 years ago…
“Tidak ada yang lebih bisa mengajarkanmu soal kesadaran dan penyesalan selain pengalaman. Sebab itu pula terkadang Allah mendatangkan dan mendekat seseorang kepadamu hanya untuk menyadarkanmu dari arah dan langkah yang salah.”
—
Kamu pun akhirnya akan tahu, ia yang datang ternyata bukan sebagai sahabat perjalanan atau pun pasangan hidup, tapi sebagai guru terbaik pahit yang harus kamu telan. Tapi bukankah begitu manusia, terkadang ia membutuhkan pahit agar lebih bisa menghargai dan tahu mahalnya rasa manis bukan?
Tidak mengapa kamu jatuh dan tersungkur di awal perjalanan, agar kedepan kamu lebih hati-hati dari lubang atau halangan. Tidak mengapa juga kamu gagal di awal, bukankah itu seharusnya mengajarkanmu soal bangkit dan bangun kembali? Hingga kamu terbiasa dengan ujian dan tidak akan mudah patah lagi.
Skenario dan pulpen takdir telah kering, menyisakan manusia dan jalan hidupnya masing-masing, maka hargailah setiap pertemuan meski dengan seorang yang asing. Dan tenanglah hatimu, sebab jatuhmu saat ini akan lebih mendewasakanmu di masa depan. Percayalah, apapun itu.
Selamat berbahagia dengan kegagalan dan pengalaman.
@jndmmsyhd
obrolan hari itu benar benar membuat aku seperti kembali mundur ke masa lalu. bodoh sekali aku membiarkan ingatan itu kembali masuk. menyesali gengsi yang hancur hanya karena kegoblokan diri, lalu ceroboh sekali menelfonnya.
Menuju Ramadhan
Kita semua pasti berpikir bahwa Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini akan benar-benar sampai kepada kita. Ceramah menyambut Ramadhan mulai bertebaran, pengingat untuk bersiap memulai Ramadhan telah diumumkan.
Tapi, tak ada yang pernah mengingatkan kita bagaimana menghadapi situasi ketika Ramadhan tahun ini bukanlah takdir untuk kita.
Menyimak sebuah tulisan teman baik saya di masa sekolah dahulu tentang takdir. Membuat saya sadar, bahwa takdir adalah hal yang tak pernah bisa kita rencanakan, namun hanya mampu kita usahakan.
Begini kisahnya.
Kisah Tentang sebuah garisan takdir.
Selepas Shalat Subuh, badanku sudah tidak bisa berkompromi lagi, merengek ingin segera kembali tidur. Sehari sebelumnya perjalanan panjang dari luar kota, sampai semalam kedai cukup ramai hingga tutup sedikit larut malam.
Belum sempat mata ini terpejam, bundaku datang sambil berujar. “Mas bangun, innalillahi Pak Jamiat meninggal” sontak, mata ini langsung terjaga. Pak Jamiat, beliau adalah tugang jagal di bisnis Aqiqah yang dikelola oleh keluarga kami, sudah ikut sejak awal kali orangtuaku memulai bisnis ini 10 Tahun yang lalu.
2 Tahun terakhir kesehatannya memburuk, sering mengeluh sesak nafas, berberapakali dirawat di rumah sakit. sebulan terakhir untuk memotong 1 ekor kambing saja, beliau sudah kelelahan seperti sehabis berlali marathon.
Tapi ini baru awal mula kisah ini, kematian hanyalah sedikit dari sebuah garisan takdir yang sudah ditentukan jauh sebelumnya.
5 menit kemudian aku sudah dalam perjalanan menuju rumah beliau. Tak lama hanya perjalanan 10 menit bila berangkat sepagi itu. Sampai dirumah duka warga sekitar sedang mempersiapkan proses untuk memandikan jenazah, berberapa sedang membacakan surat yasin di sekeliling jenazah.
Rumahnya, jauh dari sederhana, hanya 10 meter persegi, berada di gang yang hanya bisa dilalui satu mobil. 2 bulan yang lalu direnovasi menjadi tingkat dua, dipersiapkan untuk pernikahan anak perempuannya nanti selepas hari raya Idul Fitri. Istrinya yang juga merupakan tukang masak di tempat kami menceritakan saat kematianya.
Pukul 2 malam, setelah beliau berwudhu untuk melakukan shalat tahajud.
Sedikit pagi, bundaku pamit, ijin membantu mencarikan sarapan untuk warga yang sedang mempersiapkan proses pemandian jenazah.
Normalnya kisah ini berakhir disini, karena kematian adalah batas akhir dari kehidupan seseorang. Tetapi Allah mengizinkan untuk melihat sebuah garisan takdir lain yang sudah direncanakan-Nya.
Pak Jamiat, Tukang jagal kami, Allah mencabut kehidupannya seminggu sebelum bulan Ramadhan. Bulan ampunan yang ditunggu seluruh umat Islam. Allah mentakdirkan kematiannya, 2 bulan sebelum hari pernikahan anak perempuannya, hari yang sudah beliau nantikan dari saat pertama menggendongnya.
Tapi ada dua garisan tadir lain yang megikuti kisah ini.
Dibalik kesedihan atas kematian tersebut, keluarganya memutuskan untuk memajukan pernikahan anak perempuannya pada hari itu juga. Sebuah adat jawa, agar pernikahannya terlihat “disaksikan” oleh ayahnya. Tidak perlu diperdebatkan. Yang jelas, kini anak perempuannya sudah memiliki mahram, sudah halal dengan seseorang yang harusnya masih 2 bulan lagi untuk bisa menjadi suaminya. Menjauhi fitnah terlepas dari meninggalnya sang ayah.
Dibalik kesedihan atas kematian tersebut, seorang pedagang nasi bungkus tidak menyangka daganganya akan habis pagi itu juga. Iya, bundaku yang ijin untuk mencarikan sarapan, menemukan seorang pedagan nasi bungkus dipinggir jalan besar. Pertama hanya berniat membeli 18 bungkus, kemudian 25, terakhir dibulatkan menjadi 30 bungkus. Beliau berujar ke budaku “saya kok merinding ya bu, saya ini mau berangkat umrah, lah kok Gusti Allah pagi-pagi sudah kasih rezeki sebanyak ini ”
Dibalik bahagianya penjual nasi tersebut, dia tidak tahu bahwa rezekinya didatangkan dari kematian seseorang dan kesedihan sebuah keluarga. Dari indahnya sebuah pernikahaan dan bahagianya kedua mempelai tidak banyak yang tau, bahwa itu harus dilakukan di hari kematian ayah sang pengantin putri.
Dan tentunya sang jenazah juga tidak mengetahui, bahwasanya pagi itu adalah hari terakhirnya, kalau ternyata itu wudhu terakhirnya yang lahir dari istiqomahnya menjaganya setiap hari. Kalau ternyata kematiannya membawa sebuah garisan takdir lain yang sudah ditentukan sebelumnya.
Innalillaahi wainna ilaihi raaji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu. Semoga almarhum Pak Jamiat mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan.
Terimakasih Ody, teman saya berdiskusi dan berdebat, yang telah menuliskan ini dalam blognya di http://duahalaman.wordpress.com, silahkan teman-teman bisa membaca tulisan Ody yang lain di sana.
Membacanya kemarin, cukup berat hati saya. Bagaimana bila saya yang harus ada di posisi anak almarhum? Hati saya sudahlah pasti tidak karuan.
Namun ada pelajaran yang bisa kita petik dari kisah tersebut.
Bahwasanya tak selalu takdir yang kita anggap buruk akan berdampak buruk juga bagi orang lain. Di balik setiap kesulitan kita, terkadang malah ada orang yang merasa tertolong karena kesulitan yang kita alami.
Materi ini pernah diulas oleh Ustad Nouman Ali Khan yang ditulis ulang oleh @nakindonesia. Sungguh, benar memang bahwa Allah adalah Yang Maha Bijaksana.
Semoga kita senantiasa diliputi oleh kebaikan, semoga pada setiap kesedihan dan kesulitan kita diberikan keluasan sabar dan kelapangan hati untuk ikhlas. Semoga kita bersama akan bertemu dengan bulan Ramadhan.
Barakallahu fiik.
Allaah :“”“
Pulanglah Jika panasnya jalanan membuat kulitmu berubah warna. Di sini tetap teduh. Seberapapun matahari menampakkan wajahnya kau tak akan gerah. Pulanglah Jika di luar sana kau se-orang dipenuhi sesak, sibuk menangisi kecewa yang berserak. Di sini kau tak sendiri. Menangis pun ditemani. Pulanglah Di luar; seberapapun kau kejar bahagia. Di rumah ada segalanya. sc: tumblr https://www.instagram.com/p/CMGbiZMr4GM/?igshid=1f07oeehkmbnc
Mau cerita... #30hbcmasakecil Siapa sih yg gak kenal sama eskrim satu ini.. melegenda untuk generasi 90an haha yuupsss.. es tong tong namanya.. dulu harganya 1000 sudah dapat satu. kalau sekarang sudah jarang ada yg jualan, paling paling kalau ada harganya sekitar 3000an atau bahkan kalau dikota besar, tempat wisata gitu bisa 5000an mungkin.... Dulu ceritanya setiap pulang TPQ atau sekolah ngaji, selalu mlipir buat beli es tong tong ini ditempat langganan belakang pondok, harga 1000an tapi soal rasa gak ngalahin eskrim jaman now.. Sekarang jarang nemu eskrim ini, terakhir makan ini waktu ditempat wisata ngebel, alhamdulillah masih ada yg jualan dan laris dibeli anak-anak kecil, yg dewasa jg gak kalah mau beli ini, itung-itung mengenang masa kecil hahaha Yahhh begitulah bahagianya masa kecil, sederhana tapi menyenangkan ✨🍦 #30haribercerita #30hbc2110 @30haribercerita https://www.instagram.com/p/CJ2XOFoLv4n/?igshid=4cm1qm9iaoxi