Entahlah, rasanya banyak yg ingin ku luahkan disini semenjak habis lahiran. Tapi ya itulah, menyimpan sendiri lebih baik. Karena tidak semua orang paham apa yang kita rasakan, yang kita inginkan, terutama orang-orang terdekat .
$LAYYYTER
Cosimo Galluzzi

Janaina Medeiros
occasionally subtle

@theartofmadeline
NASA

#extradirty

shark vs the universe

pixel skylines

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always

⁂
Mike Driver
One Nice Bug Per Day
DEAR READER
Claire Keane
RMH
will byers stan first human second
seen from United States

seen from Spain

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Australia
seen from Netherlands
seen from Argentina

seen from Australia

seen from China
seen from T1
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
@dwiramadhani
Entahlah, rasanya banyak yg ingin ku luahkan disini semenjak habis lahiran. Tapi ya itulah, menyimpan sendiri lebih baik. Karena tidak semua orang paham apa yang kita rasakan, yang kita inginkan, terutama orang-orang terdekat .
Takdir dan Semua Kata Tunggu
Warna-warni pernikahan kini mulai berdatangan. Setelah khatam dari satu tanya menuju tanya yang lain, kini aku menemukan diriku yang dituntut untuk mengabdikan diri padamu.
Rupanya teka-teki perihal takdir kini terjawab. Aku pun tidak lagi beratapkan langit-langit kamar yang tertawa perihal kata demi kata yang kususun sedemikian rupa demi menebak-nebak takdir yang bahagia.
Karena kini isyarat tentang nama bukan lagi perihal basa-basi jagat raya. Ia semakin nyata pada sepekan terakhir membina rumah tangga.
Degup-degup ragu yang kerap kali datang mengganggu, kini membawaku pada setapak keyakinan. Bahwa memilihmu adalah isyarat takdir yang berbisik pada sujud-sujud panjang dalam rakaat salat.
Ternyata kita sudah saling menemukan sejak lama bahkan sebelum hari ini tiba.
Dalam coretan tinta yang tertulis di Lauhul Mahfudz, nama kita adalah takdir yang disandingkan. Ia mengalahkan banyak hal, termasuk usia.
Maka pada semua hal yang terlihat seperti kebetulan, sesungguhnya semua itu adalah guratan takdir yang kerap kali tersamarkan.
Bahkan sebelum hari ini tiba, sesungguhnya kita telah lama saling menemukan.
Waktu dan jeda yang panjang sebelum kita bersatu adalah ujian kesabaran.
Maka terima kasih banyak sebab kau sudah datang. Pada waktu yang tepat sesuai rencana-Nya dalam mengatur kehidupan.
Mohon untuk selalu menuntunku dalam perjalanan merayakan perasaan. Mohon untuk senantiasa menasihati atas banyaknya kekhilafan.
Aku, sungguh sangat bahagia atas kebaikan-kebaikan yang telah Allah turunkan. Maka semoga kita senantiasa saling menguatkan dalam ketaatan.
Atas semua kata tunggu yang selama ini dibisikkan oleh takdir, kini aku tidak lagi menebak-nebak di mana ia menyembunyikanmu.
03:21 p.m || 11 Juli 2022
Pasca menikah, hubungan antar sesama manusia yang paling harus diutamakan adalah hubungan dengan pasangan kita.
Menjadikan pasangan kita sebagai prioritas pertama.
Memastikan bahwa interaksi kita dengan pasangan, sudah sangat baik. Sehingga tidak ada curiga, kecewa atau bahkan luka yang mungkin saja menghiasi dadanya.
Memastikan bahwa pasangan kita bahagia dalam menjalani biduk rumah tangga.
Memastikan bahwa pasangan kita nyaman dalam melakoni setiap kewajibannya.
Pasca menikah, interaksi yang seharusnya paling sering kita lakukan adalah interaksi dengan pasangan kita.
Bertukar kabar saat rentang jarak menjadi pemisah. Mengajukan tanya perihal kesehariannya. Mungkinkah ia melalui kesulitan dalam sehari? Mungkinkah orang-orang yang ia temui memberi kesan yang baik?
Karena hubungan antar sesama manusia yang paling dekat adalah hubungan antara suami dan istri.
Sikap baik yang layak kita beri adalah kepada pasangan kita. Waktu yang barangkali hanya secuil dikarenakan kesibukan pun, lebih layak disempatkan hanya untuk pasangan kita.
Karena menikah berarti memilih hidup bersama. Dengan segudang kebiasaan yang tidak selalu membutuhkan pemakluman.
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR At-Thirmidzi)
07:13 p.m || 25 Desember 2022
Rumah Tangga dan Keletihan-Keletihan yang Berpahala
Kelak kau akan tahu.
Bahwa menikah adalah ibadah terpanjang yang tidak akan bisa kau tolak. Di dalamnya berisi ribuan pengabdian yang melahirkan pahala. Di dalamnya kau akan belajar perihal komunikasi dua arah.
Kelak kau akan tahu.
Letih yang kerap hadir dari tubuhmu saat sedang mengurus rumah adalah tetes demi tetes pahala yang akan kau raih keberkahannya kelak.
Peluh yang mengucur seluruh ragamu saat sedang berbakti kepada lelaki lain selain ayah adalah setumpuk demi setumpuk kebaikan yang akan menuai balas.
Maka bersabarlah.
Dari keinginan yang tidak menemukan pencapaian. Dari perhatian yang tidak menemukan balasan. Dari kesepian yang kau lalui seorang diri saat malam-malam sunyi.
Saat orang lain tengah tertidur pulas sedangkan engkau masih bergulat pada popok yang basah, pun tangisan dari anak manusia yang lahir dari rahimmu.
Bersabarlah dengan sabar yang banyak. Karena kunci keharmonisan rumah tangga tidak terletak hanya dari harta yang berlimpah. Atau dari rumah megah.
Kunci keharmonisan rumah tangga terletak pada takwa kepada Allah Azza Wa Jalla, juga pada sabar yang panjang tanpa batas.
Keletihan-keletihan yang kau temui saat mengarungi bahtera pernikahan adalah tabungan pahala yang akan kau buka dan lihat hasilnya di hari pembalasan.
Bersabarlah.
Pada raga yang hampir patah karena pekerjaan rumah. Pada telinga yang nyaris terbakar karena coloteh tetangga. Pada hati yang nyaris hancur berantakan karena perlakuan suami, mertua atau pun anggota keluarga.
Bersabarlah dengan sabar yang banyak.
Karena jika bukan mengharap ridho dari Allah, lantas untuk apa berlelah-lelah dalam hubungan yang bahkan kita tidak bahagia?
08.45 p.m || 26 Januari 2023
Membaca ini, mata berkaca-kaca
Kehidupan Setelah Menikah
Banyak orang bilang, kalau setelah menikah, sirkel pertemanan kita akan menyempit. Kurasa memang benar, aku juga merasakannya. Apalagi merantau, dan berasa temen deket tuh cuma suami. Kalau sama temen2 cuma bisa kontak jarak jauh. Trus alasannya juga, karena urusan domestik rumahtangga ini tiada habisnya, jadi intensitas bertemu orang lain juga semakin berkurang
Setelah satu tahun masa peralihan, akhirnya sudah mulai terbiasa sendiri, sama anak, sama suami aja. Sudah mulai terbiasa nggak papa kalo nggak silaturahim atau nongki sama temen
Malah aku merasa, semakin capek kalau berinteraksi dengan banyak manusia. Soalnya di kepalaku ini mikir banyak kerjaan yang belum dikerjain wkwkwk. Mikir anak, mikir suami wkwk
Juga cenderung menjaga jarak dari orang-orang yang nggak nyambung dengan kita. Contohnya, kalau kita punya temen yang sukanya nyinyirin orang, ngegosip, bahkan menghasut, sedangkan itu wasting time bagi kita, secara gak langsung kita akan cut and keep our boundaries. Yaaa orang-orang seperti itu, ketika kita nggak ada, gantian kita yang jadi bahan gunjingan. Jadi kalau bisa, berteman sekadarnya aja
Dan alasannya juga, udah sibuk dan letih dengan urusan rumahtangga. Jadi ya udah ah, ga penting dan males juga sama drama-drama
Atau ada teman yang terlalu sering menceritakan masalah rumahtangganya, bahkan sampai membuka aib pasangannya; saat kita anggap itu negatif dan tidak seharusnya diceritakan, dan kita merasa tidak bisa ikut menyelesaikannya, tentu kita juga akan menjaga jarak dengannya
Atau ada orang yang suka banget memaksakan kehendaknya, ikut ngontrol pilihan-pilihan hidup kita. Misalnya, eh kamu kok pake deterjen rinso sih, mending pake attack aja, dijamin nyaman blablabla 😂 misal inimah. Btw, pilihan apapun yang kita pilih hari ini, semua dipersiapkan dan dipertimbangkan. Kita yang tau kondisi diri kita sendiri, harus bisa membuat batasan apa yang iya dan tidak bagi diri kita
Menjadi tegas pada diri sendiri, sadar dan harus paham konsekuensinya. Jadi, ketika ada orang lain interupsi, maka yang harus dipertahankan ialah argumen diri kita sendiri. Toh kalau ada apa-apa nanti, mereka juga nggak akan bertanggungjawab dengan apa yang akhirnya kita pilih
Kita boleh saja beramahtamah dan berteman dengan semua orang, tapi tentunya kita hanya akan memilih beberapa orang yang 'klik' dengan kita. Itu sudah otomatis kok. Kalau nggak sepaham, kita pun juga nggak akan nyaman. Gak usah merasa bersalah untuk menjaga jarak dari orang-orang yang menurut kita bisa mempengaruhi hal-hal negatif. Itu hak kita kok
Mau dimanapun juga, nantinya kita akan bertemu dengan orang-orang yang berseberangan dengan kita. Entah itu pemikiran, kebiasaan, prinsip, keyakinan, latar belakang. Itu hal yang lumrah, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Tetaplah berbuat baik dan bersikap secukupnya dengan sesama
Buntok, 5 Desember 2022 | Pena Imaji
@wkwkwkm ❤️ @dwiramadhani
8 September 2022
Setiap orang bisa berubah, tapi tidak semua orang bisa mengubah seseorang
Seseorang tidak akan dewasa, sampai dia ditempa dengan persoalan hidup
In Syaa Allah, mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Yesterday is a lesson, today is an experience, and tomorrow is a hope.
Jangan beranjak. Temani aku, nggak apa-apa meski hanya sebentar. Aku hanya butuh telinga dan hati untuk sekadar didengar. Menetaplah meski sejenak.
I want to cry..
Karena Kau Berharga, Kini dan Seterusnya.
Tidak mengapa jika saat ini banyak yang meragukanmu. Karena tentang semua hal yang telah kau lewati di masa lalu, selayaknya itu hanya mampu dijadikan pelajaran berarti untuk hidupmu yang baru.
Tidak mengapa jika banyak dada yang dipenuhi ragu. Karena tugasmu hanyalah membuktikan bahwa kamu tidak lagi berada pada masa itu.
Masa di mana kau pernah hancur berantakan karena salah dalam menempatkan perasaan. Masa di mana kau jauh dari Tuhan. Masa di mana tubuhmu dipenuhi lebam dan luka karena hancur perasaan.
Tidak mengapa jika beberapa orang pergi dan berhenti hanya karena kepalanya diliputi banyak cemas atas dirimu.
Karena pada apa pun yang tertinggal di belakang, kau tetap berharga sekarang. Tidak peduli seberapa dalam nestapa yang pernah kau temui di sana, karena hari ini kau tetap berharga.
Tenangkan tiap resah yang lagi-lagi meliputi jiwa. Juga air mata yang berderai karena pernah lengah. Tidak apa-apa. Kau berharga bagi mereka yang memiliki keluasan hati yang tak terhingga.
Tidak apa-apa jika orang-orang menaruh tatapan bengis atas segala peristiwa yang pernah kau lukis pada kanvas perjalanan yang kau punya. Karena kau manusia, tidak semua hal harus berjalan sempurna.
Tidak apa-apa jika lagi-lagi kau bertemu dengan mereka yang diliputi perasaan ragu, juga isi kepala yang tidak menentu. Karena tugas tangan yang kau miliki, bukan untuk membungkam ucapan-ucapan mereka. Atau sekadar menenangkan gemuruh risau yang datang berulang kali di dalam dada dan kepalanya.
Karena pada akhirnya kau tidak akan pernah bisa mengubah arah waktu. Kau tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu untuk membenahi tiap keliru. Kau tidak sedang hidup di sana, waktumu telah habis untuk masa itu.
Kamu hanya bisa terus melangkah, bertumbuh, menjadi bijaksana lalu berjanji untuk tidak lagi ceroboh.
Karena kamu adalah apa-apa yang kamu lalui sekarang. Baik-buruk kisah yang pernah kamu temui di masa silam, hanya perlu kau renungi dalam-dalam.
Dan selama napas masih menjadi milikimu, kamu selalu mempunyai kesempatan untuk mengubah alur perjalanan menuju ruas-ruas jalan yang dipenuhi banyak kebaikan.
Tidak mengapa jika pada lembar baru perjalanan yang kau lalui saat ini, masih saja ada yang menatap sinis, menggunjing, meragu, meruntuhkan tekadmu. Atau sesekali mungkin membuat air matamu terurai, juga semangatmu tercerai-berai.
Tidak mengapa. Karena seperti apa pun kamu di hari yang sudah-sudah, kau tetap berharga, kini dan seterusnya.
Tidak apa-apa jika satu per satu pergi hanya karena cerita-cerita masa lalu yang hingga kini masih diperbincangkan orang-orang.
Kamu hanya belum ditemukan oleh seseorang yang sukmanya dipenuhi perasaan cukup hanya dengan melihatmu tertawa.
Tidak mengapa. Berdamailah dengan luka-luka, kenangan dan trauma yang kau punya. Berbenahlah untuk sisa usia.
09:10 p.m || 26 Mei 2022
Source : @ulvafdillah
Setapak Kisah
Perasaan manusia berubah seiring banyaknya luka yang ia terima. Tidak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan meski dalam satu perjalanan, meski disuguhkan dengan banyak reka adegan perihal kenangan, perasaan yang sudah hancur berantakan, tidak akan pernah bisa seperti sebelumnya.
Dan luka-luka yang sembuh, barangkali telah mendatangkan banyak pemaafan. Tapi tidak dengan kembalinya perasaan. Bahkan meski harus menggali ingatan atau melalui ruas jalan penuh kenangan.
Maka pada apa pun yang dirasa berubah, ia adalah hasil dari upaya mengempaskan rasa. Ia adalah hasil dari penolakan-penolakan, pengabaian, juga segala perasaan yang diluluh lantakkan.
Dan sungguh, sejatinya kita benar-benar bisa kembali berkunjung pada semua tempat di mana rasa kita pernah tumbuh dan mengharu biru. Kita bisa melalui kembali ruas jalan yang dipenuhi banyak kesan pada beberapa waktu.
Namun perihal perasaan, perihal ia yang hancur, juga lebur. Tidak lagi bisa dikembalikan. Barangkali ini pula makna dari pernyataan yang kerap kali didengarkan;
"Jaga selagi ada. Karena yang hilang setelahnya, selalu menjadi yang paling berharga."
08:28 p.m || 21 Juni 2021
Ketika Seorang Suami Dicintai..
Jadilah seorang suami yang ketika ia bertanya kepada istrinya, "Apa yang membuatmu mencintaiku?" dan sang Istri menjawab:
"Engkau tak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum dengan tatapan mata yang meneduhkan, mengingatkanku tentang kisah dari shahabat Jarir bin Abdullah bin Al-Bajari tentang akhlak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang senantiasa tersenyum. Pandanganmu begitu engkau jaga, hingga tak pernah ku melihat atau kudengar dari orang lain, engkau meliarkan pandanganmu kepada wanita selain mahrammu.
Aku menyukai caramu ketika melihatku melakukan kesalahan, menegur dan mengingatkanku dengan tutur kata yang baik. Sebab cinta itu adalah ketika engkau sangat khawatir murka Allah tertuju kepada orang yang engkau cintai. Dan engkaupun memintaku melakukan hal yang sama, jika aku melihat kesalahan ada padamu. Sehingga kita bertumbuh bersama dalam suasana 'wata'aawannu 'alal birri wattaqwa'.
Aku menyukai caramu menjaga kebersihan diri, juga ketika kumendengar alasanmu berpakaian yang tak melebihi mata kaki, sebagai ikhtiar menunaikan sunnah katamu. Engkau yang senantiasa menjaga wudhu dan tak pernah kudapati bau yang tak sedap ada padamu, senantiasa wangi.. sehingga menyejukkan penciuman dan mataku.
Aku menyukai caramu ketika akan beranjak tidur, mengenggam tanganku dengan lembut dan menuntunku, hingga rasa malas untuk mengambil air wudhu itu hilang. Kemudian bertanya kepadaku, "Apa ada yang membuatmu marah hari ini? Jika iya, bersihkan kemarahan itu dari dadamu sebelum kita tidur. Jika masih ada.. mohon pertolongan Allah Ta'ala agar kita mampu memaafkan, bukankah kita pun suka jika Allah mengampuni kita?"
Aku menyukai caramu membangunkanku di sepertiga malam, dengan cara melantunkan ayat-ayatNya ditelingaku dengan begitu lembut, hingga selesai pada penggalan ayatNya dan berbisik, "Ayo shalat malam, istriku.." dan aku menyukai rutinitasmu membaca Al-Qur'an dan mentadabburi Al-Qur'an menunggu adzan subuh bersamaku setelah selesai shalat di sepertiga malam.
Aku menyukai caramu ketika berpesan saat pamit untuk pergi shalat subuh berjamaah, "Jangan dulu membersihkan rumah ataupun memasak sebelum aku pulang dari masjid.. kita lakukan bersama-sama, istriku cukup bantu untuk melakukan yang ringan-ringan saja."
Aku menyukai caramu ketika menunjukkan kecemburuanmu. Kecemburuan yang timbul dari keimanan, memintaku untuk tidak memposting fotoku di sosial media, menjagaku dari mata yang tak halal untuk melihatku, juga untuk menjaga orang yang engkau sayangi dari bahayanya penyakit 'ain tersebab pandangan mata.
Akupun menyukai caramu menunjukkan kecemburuanmu saat aku berjalan bersamamu, ketika engkau melihat ada lelaki yang memandangku.. engkaupun melindungiku dengan tubuh tegapmu, hingga lelaki itupun tidak lagi bisa memandangku, kemudian mengenggam tanganku seakan engkau sedang menunjukkan bahwa aku adalah "milikmu".
Aku menyukai caramu yang tak pernah lupa mencium keningku dan mendoakan agar Allah Ta'ala senantiasa menjagaku ketika engkau akan pamit untuk mencari nafkah.
Aku menyukai caramu ketika pulang kerumah, mengucapkan "bismillah" dan salam, kemudian berkata dan memelukku "Hi wifey, how was your day? I missed you..."
Aku menyukai caramu ketika memakan masakanku, dengan cara menghabiskannya dan tak pernah sedikitpun mencela masakanku, meski pernah keasinan. Yang engkau lakukan adalah tersenyum dan menunjukkan wajah yang lucu.. sampai akupun tertawa dan menyadari kesalahanku. Aku menyukai caramu yang selalu berterima kasih setelahnya, namun sungguh, bagiku itu tidaklah sesederhana yang terlihat.
Karena itu, aku mencintaimu karena engkau mencintai ku karena Allah, aku mencintaimu karena kebaikan agama dan akhlak yang ada pada dirimu. Jazakallaahu khairan, karena telah bersedia membersamai dan membimbingku untuk bersama-sama menggapai ridha-Nya."
APA? GIVEAWAY DIPERPANJANG? ALHAMDULILLAH! . Ayo ayo yang mau 2 buku gratis “Untuk Apa Aku Hidup?” beserta souvenirnya, atau pulsa dengan total Rp. 50.000,- untuk lima orang pemenang. Yang mau ikut boleh nih ikutin syarat dan ketentuannya: . 1. Follow ig @kakakwahyu dan @muhammaddhri 2. Isi kuisnya (klik link di bio @kakakwahyu , pilih “Ikutan Kuis Kak Wahyu”) 3. Tulis alasan kenapa harus punya buku ini dan tag 3 orang temanmu. 4. Batas akhir giveaway pada tanggal 22 Mei 2022 . #hijrah #motivasi #dakwah #indonesia #islam #inspirasi #muslim #muslimah #sunnah #pemudahijrah #kajianislam #hijab #tausiyah #beraniberhijrah #quotes #kajian #tauhid #malaysia #katabijak #ikhwan #bisnis #kajiansunnah #akhwat #cinta #ceramah #semangat #ustadzabdulsomad #quote #istiqomah https://www.instagram.com/p/CdSVTcKPgxy/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Betapa banyak aku menemukan usia yang jauh lebih muda, tapi lebih dewasa dari usia yang diatasnya.
23:59 (7 Mei 2022)
115 of 365
Berproseslah sebagaimana mampumu. Tidak perlu menjadikan proses orang lain sebagai pembandingnya. Nanti, kamu hanya akan lelah sendiri. Sebab, akan ada yang lebih cepat, akan ada yang lebih mudah dari proses yang kamu jalani.
Bertumbuhlah. Dan, nikmati setiap prosesmu tumbuh. Tidak perlu setiap saat bertanya yang lain sudah sampai mana. Hanya akan menyita waktumu memikirkan yang tidak seharusnya dipikirkan. Hanya akan menguras hatimu melihat mereka yang sudah terlebih dahulu bermekaran.
Kamu terlahir istimewa dengan setiap tapak proses yang menyertainya.
Tears fall.
Balada seorang Introvert
Kehilangan tenaga setelah seharian penuh bertemu orang banyak (sanak saudara ketika lebaran). Padahal kenyataannya hanya duduk manis, diam dan jadi pendengar yang baik. Energinya bisa terkuras sampai habis. Dan ketika sampai rumah, hanya bisa duduk, rebahan dan segera tidur untuk kembali baik-baik saja.
Atau bertemu dengan banyak orang, mengobrol beberapa hal yang dirasa perlu. Atau bahkan hanya sekadar menjawab pertanyaan. Meski tidak sampai seharian penuh. Terkadang tenaga mereka sudah habis tak bersisa sedikitpun.
Introvert. Dan aku salah satu bagian dari itu. Mari beristirahat, mari mengumpulkan tenaga..
110 of 365
Tidak semua ingin benar-benar mendengar ceritamu. Kadang mereka bertanya hanya sekadar untuk basa-basi atau bahkan menuntaskan rasa penasarannya. Dan, lebih parahnya menjadikan namamu sebagai tokoh utama dalam perbincangan dengan kawan yang disukainya.
Tidak semua ingin benar memahami keadaanmu. Tidak semua berniat membantumu keluar dari kesulitan yang sedang kamu hadapi. Sekalipun mereka menyadari betapa terdesaknya kondisimu saat ini, tapi kebanyakan mereka memilih mengasah kemampuannya bersandiwara.
Beberapa keadaan memang lebih baik tidak diutarakan kepada mereka yang bernama manusia. Sebab, yang berupa bahagia bisa menjadi hilang seketika, yang berupa duka bisa menjadi berkali lipat rasanya hanya karena mengutarakannya pada mereka yang tidak seharusnya.