Mencegah DEPRESI dengan mengetahui ujian kehidupan melalui Al-Qur’an sebagai PETUNJUK atas jalan kebenaran (Part 2)
Kamu mungkin benci karena kamu tidak diperlakukan, seperti kebanyakan orang yang kamu lihat itu diperlakukan
Kamu mungkin kesal karena kamu tidak mendapatkan sesuatu, seperti kebanyakan orang yang kamu lihat itu mendapatkan
Kamu mungkin marah karena kamu tidak memiliki orang-orang yang begitu sayang dan cinta kepadamu, seperti kebanyakan orang yang kamu lihat itu memilikinya
Kamu mungkin kecewa kenapa nasib kehidupanmu tidak sebaik, seperti kebanyakan orang yang kamu lihat bernasib baik
Kamu mungkin tidak suka dengan hidupmu, dengan segala masalah yang kau alami
Boleh jadi kamu benci, kamu kesal, kamu marah, kamu kecewa, kamu tidak menyukainya. Tapi ingatlah ketetapan Allah SWT itulah yang indah, karena “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” QS. 2:216
Dan ada hal yang harus kamu tahu, bahwa kamu diciptakan bukan untuk bahagia, kamu diciptakan bukan untuk bersenang-senang. Allah SWT menciptakan kita (manusia) untuk di uji.
Maka semua orang diuji, tidak ada orang yang tidak diuji didalam kehidupan ini. Sekalipun kamu melihat hidup mereka bahagia, tapi lihatlah berulang kali lagi, sekali lagi dan lagi jika perlu. Apakah mereka yang kau lihat bahagia tidak miliki masalah? Tidak mungkin! Karena Allah SWT berfirman “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Qs. 2:155)
Namun begitu indahnya balasan bagi orang-orang yang sabar lagi beriman
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai… “ QS. 2:25
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” QS. 2:82
“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan)… QS. 2:214
Ada sebuah kisah indah yang diceritakan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus :
Ada seorang murid dia selalu mengeluh, mengadukan semua hal kepada gurunya, berbagai macam hal mengenai kehidupannya. Tentang kemarahan ibunya, tentang pertengkaran dia dengan saudaranya, dan lain sebagainya.
Lalu kemudian gurunya itu menyuruhnya untuk membawa gelas, garam dan sendok. Sebenarnya murid itu tidak paham dengan apa yang diperintahkan gurunya. Tetapi sebagai murid akhirnya dia melakukannya. Keesokan harinya dia membawa semua peralatan tersebut.
Kemudian gurunya itu menuangkan air ke dalam gelas yang dibawanya lalu menuangkan pula kedalam baskom, kemudian diambilnya garam, dituangkannya satu sendok kedalam gelas dan dituangkan satu sendok kedalam baskom, lalu diaduk keduanya. Kemudian gurunya itu meminta muridnya untuk merasakannya. Muridnya merasakan yang di gelas sangat asin, dia juga merasakan yang di baskom asin juga, tetapi tidak terlalu asin.
Gurunya kemudian membawa muridnya ke sebuah danau, dia buang satu sendok garam kedalamnya, lalu diambilnya satu gelas dan meminta muridnya itu untuk meminumnya “Bagaimana rasanya nak asin tidak?” Tanya gurunya.
Nak ujian dalam hidupmu seperti sesendok garam. “Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan kita.” Semua masalah yang kita terima dalam hidup kita hanyalah sesendok garam. Itulah permasalahan dalam kehidupan kita. Hanya saja ketika ia mengenai kepada wadah yang kecil asinnya akan sangat terasa sekali, tetapi ketika ia jatuh ke tempat yang lapang / luas, asinnya tidak akan lagi terasa.
Tempatnya itu, gelaskah, baskomkah, dan danaukah itu adalah hati kita. Jadi bukan dikecilkan permasalahannya akan tetapi dilapangkan hati menerimanya. Maka terima keadaan berhenti menyalahkan. Karena…
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya…
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami terlupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup untuk kami memikulnya. Maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka bantulah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah 2: 286)
Maka jika kamu mendapat masalah dan sedang diuji, berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan hati yang lapang dan jiwa yang kuat agar senantiasa bersabar dan menerima segala ketetapan-Nya. Ber do’a lah, ber do’a, do’a. Seperti yang telah Allah SWT ajarkan dalam berbagai firman-Nya.