Seburuk apapun kesimpulan yang pernah orang lain ambil tentang kita, tidak boleh menghilangkan kebiasaan baik yang sudah terbangun di dalam hidup.
Orang lain berhak menganggap kita sebagai seseorang sesuai dengan apa yang dia pikirkan, tapi kita juga berhak untuk tetap bertahan melakukan hal-hal yang menurut kita baik, paling tidak baik untuk diri sendiri. Sekali pun itu tidak sesuai dengan apa yang orang lain bayangkan soal kita.
Saya bertumbuh melalui tulisan-tulisan dalam tumblr ini sejak tahun 2014. Tumblr adalah ruang paling nyaman bagi saya untuk bercerita tentang apapun, mengalirkan segala rasa dengan cara yang elegan #eyaaa. Meski di awal-awal memulai menulis untuk dipublikasi secara luas, saya harus bertengkar dulu dengan segala alasan yang mendasari perasaan berat untuk "berbagi kebaikan lewat tulisan-tulisan ini".
Bagaimana kalau ternyata keseharian saya tidak sebaik apa yang tersampaikan dalam tulisan. Saya tidak sehebat apa yang orang baca melalui tulisan saya. Sampai akhirnya lewat tulisan sendiri, saya pun merasa bisa selalu diingatkan. Saya mencoba merevisi alasan saya untuk bercerita lewat setiap tulisan. Bukan untuk menceramahi orang lain, lalu merasa paling baik. Tetapi sebagai alarm untuk diri sendiri, agar bisa dibaca kembali kapan pun saya membutuhkannya. Ingatan saya bisa jadi tidak akan sekuat hari ini, iman saya pun tidak terjamin akan terus naik, maka saya butuh untuk mengabadikan itu sebagai alarm nanti.
Sehingga bagaimana pun keadaannya, membangun kebiasaan baik lewat menulis adalah perihal menasehati diri sendiri, bukan tentang orang lain.
Mau seburuk apa orang pernah mengambil kesimpulan tentang diri kita, salah paham mengenai pribadi kita, bahkan ketika sedang merasa sangat kecewa dan marah terhadap sesuatu, kita tidak boleh berhenti untuk menjaga kebiasaan tersebut. Tidak peduli kebiasaan itu sudah bertahun-tahun kita lakukan, atau baru saja sedang kita mulai biasakan. Bukan hanya kebiasaan menulis, tapi kebiasaan baik lainnya juga, apapun.
Allah yang paling mengetahui tentang bagaimana sebenarnya seseorang itu. Kita dengan segala keterbatasan ilmu dan kelemahan iman, tidak berhak untuk mendahului ketidaktahuan dengan prasangka buruk.
Semangat memulai dan menjaga kebiasaan baik...
Pegangan yang kuat, yaa biar terus bertahan...




















