Pernikahan hakikatnya adalah ajang untuk saling berlomba, melejitkan potensi bersama, dan mengangkasa berdua. Bergenggaman tangan menuju visi yang sama, bahu membahu mengejar surgaNya.

Discoholic 🪩
Interview Vampire Daily

tannertan36
$LAYYYTER

Jar Jar Binks Fan Club
I'd rather be in outer space 🛸
🩵 avery cochrane 🩵
No title available
almost home

Origami Around
Show & Tell
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Mike Driver

pixel skylines
No title available

bliss lane
Cosimo Galluzzi
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
ojovivo
todays bird
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States

seen from Colombia

seen from Kenya

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from United States

seen from Vietnam
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
@erickpw-blog
Pernikahan hakikatnya adalah ajang untuk saling berlomba, melejitkan potensi bersama, dan mengangkasa berdua. Bergenggaman tangan menuju visi yang sama, bahu membahu mengejar surgaNya.
Semoga hati ini lekas biasa saja, hingga aku tidak perlu merasakan apapun lagi saat melihatmu
Pernah aku bingung ingin memperjuangkan apa lagi, bertahan bagaimana lagi.
Pernah aku bosan sedemikiannya. Ragu akankah berdiam lebih lama atau mengambil langkah.
Namun selalu ada yang menarikku kembali.
Selalu ada yang membuatku mencintaimu sekali lagi, lebih dalam lagi.
Selalu ada yang membuatku menerimamu lagi, lebih banyak dari ini.
Selalu ada yang membuatku memaklumi segala celamu sekali lagi, lebih luas dari saat ini.
Selalu ada yang membuatku memaafkan segala khilafmu yang rasanya kau lakukan berulang kali, lebih sering dari kali ini.
#aksarannyta #renjana
Mengukir sejarah baru
Ada apa dengan kisah kemarin ?
Kita sama - sama menatap, melihat, melirik bahkan bersapa dengan kata
Kamu sengaja jalan di depanku, ku sambut dengan senyuman kaku
Aku sengaja lewat di depanmu, kamu sambut dengan kata sopan seadanya
Kita bersama jalan bersampingan, seolah ingin mengucapkan “shobahul khoir”
Kamu membuka pintu tanpa mengetuk pintu, kamu berlari bersembunyi
Kamu memberikan aroma sejuk di sekelilingmu
Kamu menampilkan kerapian dalam kepribadianmu
Kamu menunjukkan lantunan irama suara merdu
Kamu memilih warna yang searah walau tak mungkin mengerti pada titik tujuan
Terimakasih untuk hari ini
Hari ini dan hari-hari sebelum ini.. Bahkan mungkin juga hari-hari setelah ini
Bagaimana bisa aku pameri rindu ini? sedangkan, kedekatan ku denganmu saja kau tak ingin ada satupun orang yang mengetahuinya :)
Lemon (via surat-pendek)
Lantas, aku harus bagaimana? Membiarkan rindu ini terus merekah atau membunuhnya secara paksa?
(via dyamitha)
Tak ada manusia yang benar-benar bahagia, selalu ada luka di balik senyum bahagianya. Entah itu saat ini ataupun jauh di masa lampau sana, tuhan yang maha adil membagi rata apa yang kau rasa juga akan aku rasakan di waktu dan proses yang berbeda, manusia tersempurna oleh akal di semesta. Mencintai - tak di cintai, pergi - di tinggalkan, dan terus menerus hingga saling melukai. ~ Prihal drama, itu biasa.
Abe Wisnu (via egosangrubah)
Biasaa ~
Ada masanya aku mengagumi orang karena kualitas pribadinya; aku ingin seperti si Fulan dalam kematangan, kebijaksanaan, kesalehan, dan berbagai atribut yang hanya bisa dicapai melalui proses pembelajaran hidup. Lalu media sosial datang, menawarkan berbagai standar penilaian baru: likes, followers, viewers, comments. Kesampingkan substansi, kini keren adalah tentang popularitas. Anda bisa punya kepala kosong atau hati kotor, dan orang-orang tetap mengikuti Anda. Ya Allah, dan diri ini dalam sebagian besar waktunya sering teryakinkan dengan standar-standar palsu itu. Ampuni hamba yang lupa dan bodoh. Bukakanlah mata hatiku agar tak terjebak dalam kepalsuan dunia.
(via yasirmukhtar)
Peluklah sebanyak-banyaknya. Katakan sayang sesering-seringnya. Hubungi selagi ada kesempatan. Perbanyak pertemuan selagi dekat. Katakan rindu tanpa harus malu. Banggakan sebangga-bangganya. Cintai ia sebesar-besarnya. Lakukan semua itu selagi kau bisa. Selagi kau sanggup. Daripada sesal ketika ternyata kau sudah tidak punya hak, sudah tidak lagi mampu, dan terlebih ketika Tuhan sudah memutuskan bahwa kau tidak lagi punya waktu.
(via mbeeer)
Wiihhhhh
Mengkalkulasi Masa Depan
Kalau saja berani jujur pada diri sendiri, kita akan mampu mengkalkulasi nasib kita di masa depan. Karena, masa depan adalah akibat dari hari ini yang kita buat sendiri.
Hitung-hitunglah apa cita-citamu hari ini, bagaimana kau menghabiskan waktu hari ini, aktivitas apa yang paling kau gandrungi hari ini, serta pikiran-pikiran apa yang sering melintasi hati dan benakmu hari ini. Ya, masa depanmu tak akan jauh-jauh dari situ. Kecuali, ada keajaiban yang turun dari langit.
Salah satu kunci bernasib baik di masa depan adalah jujur pada diri sendiri. Karena, begitu banyak orang yang mengerti bagaimana cara mengejar sukses, tapi tanpa sadar membelot ke jalan lain yang penuh kesia-siaan.
Jam berapa kita bangun pagi ini? Berapa halaman buku sudah kita baca hari ini? Berapa do'a telah terlantunkan hari ini? Berapa jam kita streaming youtube, buka feed instagram, bermain game online, dan haha-hihi bersama teman-teman hari ini? Berapa banyak progres kehidupan yang kita buat hari ini? Nah, masa depan tak akan jauh-jauh dari sini.
Jangan merasa tergurui, karena tulisan ini adalah tamparan buat saya sendiri.
Bismillah untuk hari ini.
— Taufik Aulia
Jika kita belum bisa menjadi orang baik, semoga kita sering dipertemukan dengan orang-orang baik, agar kebaikan-kebaikan mereka bisa merubah kita untuk menjadi orang baik.
Jika kita belum bisa menginspirasi orang lain, semoga kita sering dipertemukan dengan orang-orang yang menginspirasi, agar kita bisa terinspirasi untuk menginspirasi orang lain.
Mungkin benar, aku memang tak pernah menciptakan sebuah hal besar untukmu. Tapi, setidaknya aku pernah membuat jutaan hal kecil padamu, yang sempat menghujani harimu dan membuatmu sejuk akan itu. Namun, namanya juga “hujan” terlalu sering terabaikan, terkadang dieluh-eluhkan, padahal nikmatnya sudah kau dapatkan.
Hujan Malang
Apakah kamu masih memimpikan ini gigi kelinciku? 😊
Kita pernah sama-sama jatuh cinta, sama-sama mengetahui bahwa kita saling memiliki rasa yang sama. Namun pada akhirnya sekeras apapun mencoba semuanya tetap sama; hilang begitu saja.
(via mbeeer)
Berhenti perlahan
Entahlah kenapa satuan huruf telah memudar
Entahlah kenapa deretan kata telah memudar
Entahlah kenapa barisan kalimat telah memudar
Entahlah kenapa lembaran paragraf telah memudar
Apa karena tanpa kamu
Apa karena tanpa suaramu
Apa karena tanpa senyummu
Apa karena tanpa tawaanmu
Kemarin tanpa ada kisahmu
Hari ini juga tanpa ada kisahmu
Apa kemungkinan esok tanpa ada kisahmu lagi
Bagaimana kamu sekarang ?
Malam ini hujan mengguyur kotaku
Bagaimana keadaan disana ?
Apakah kau merasakan dinginnya malam ini juga ? bagaimanapun cuaca disana, kuharap kau selalu sehat dan baik-baik saja. Karena disini aku selalu mendoakan kebaikanmu. Agar kau selalu dilimpiahi kebahagiaan meski tak denganku.
Tapi bagaimana dengan hatimu ? Apakah masih sama seperti dulu ? Seperti terakhir kali kita memutuskan untuk tak lagi menjadi satu. Apakah kau masih mengingatku ? Atau sudah menemukan sosok lain yang mengisi hatimu ? Atau justru kau telah melupakanku ?
Bagaimanapun keadaan hatimu saat ini, kuharap disana kau selalu dilimpahi kasih sayang. Karena disini akulah yang paling menginginkan kebahagiaanmu. Sekalipun aku harus menahan pedih kehilanganmu.
-wahyucahyaningsih-
Tuhan bersama mereka-mereka yang sayang tapi tidak bisa jadian.
(via mbeeer)
Karena Tuhan sengaja melindungi mereka dari dosa ;;)
Siapa? Siapa? Siapa? Hayooo wkwkwk
Sesekali selalu terlintas dipikiranku: Perihal apakah kamu membaca semua tulisan yang aku publikasikan? Perihal apakah kamu mengerti makna dari tulisan yang aku siratkan? Sebenarnya … Semua itu untukmu. Pesan yang tak bisa aku ucapkan dalam lisan, aku siratkan dalam tulisan. Entah jelas atau bias, aku berharap kamu mengerti makna dari semua pesanku yang nampak kandas. Tak apa jika tak mengerti, setidaknya kamu tahu, ditujukan kepada siapakah semua tulisanku itu. Tak apa jika tak mau mengerti, setidaknya kamu sadari, siapakah orang yang tak bosan menghabiskan masa, untuk menceritakan kamu sang pujaan hatinya.
Arief Aumar Purwanto (via sajaksesak)