It's everyone's first time living this life. How can you be great from the start? —Hoshi
RMH
macklin celebrini has autism

izzy's playlists!
we're not kids anymore.

blake kathryn
🪼
dirt enthusiast
will byers stan first human second
I'd rather be in outer space 🛸
Today's Document
AnasAbdin

#extradirty
Game of Thrones Daily
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

tannertan36

roma★
h

oozey mess
tumblr dot com

titsay
seen from Iraq

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Ireland
seen from United States
seen from United States
@evokasi
It's everyone's first time living this life. How can you be great from the start? —Hoshi
Sejauh mana kau berenang di lautan mimpi-mimpi? Sudah seberapa dalam kau menyelam untuk menemukan apa yang akan kau bawa ke daratan? Sudah berapa banyak air yang terhirup, menyakiti hidung, memerahkan mata? Mimpi mana yang kemudian terengkuh? Mimpimu? Mimpinya? Mimpi mereka?
Oh! 1, 2, 3. Tak ada yang teraih, karena orang-orang berteriak ini dan itu, kesini dan kesitu. Atau mungkin pikiranku yang beriak, ini bukan, itu bukan. Atau mungkin airnya yang bergejolak, ambil ini, ambil itu.
Kadang kalau bukan mimpi, lautan itu penuh dengan gelombang tanda tanya. Entah menyapu ke pulau atau ke tengah samudra, yang penting berenang bersama mimpi.
Kok bisa Nabi Nuh bertahan menyampaikan risalah Tuhan walau 1000 tahun nggak ada penambahan jamaah?
Kok bisa Nabi Musa yakin Laut Merah bisa terbelah, padahal senjata pasukan Firaun udah siap mengarah?
Kok bisa Nabi Ibrahim santai diikat di kayu, siap dihanguskan?
Karena hubungan dakwah mereka bukan hanya sekadar menyeru kepada manusia. Kalau hanya berfokus pada manusia, pasti bakal nyerah, bakal capek, bakal putus asa. Mereka mengikatkan hubungan sama Allah dengan kuat, karena bekingannya pusat makanya mereka selalu bisa manajemen stres, manajemen hati, manajemen organisasi.
Sesimpel itu tapi kadang kita lupa, bahwa dakwah itu nggak sekadar antroposentrisme (berpusat pada manusia, sebagai subjek maupun objek). Ia juga harus punya unsur transendental, karena yang punya harta dan punya kuasa pasti menang kan? Allah Maha Kaya, Allah Maha Kuasa; bahkan kepada hati-hati objek dakwah kita.
14/5/24
Berapa kiranya telepon yang tak kau angkat? Hanya untuk mengindari 3 menit percakapan yang menurutnya dapat mengobati rindu.
Berapa kiranya telepon yang tak kau angkat? Hanya untuk menghindari percakapan yang saling memberi kabar, menanyakan kesehatan atau bagaimana kuliah di sana.
Berapa kiranya telepon yang tak kau angkat? Hanya untuk menghindari percakapan yang tak menuntut, tak menekan, tak menyakitkan.
Berapa kiranya telepon yang tak kau angkat? Hanya untuk menghindari percakapan berisi doa dan harapan agar kau jadi orang hebat yang bisa ia banggakan.
Berapa kiranya sekarang telepon yang tak bisa lagi kau angkat? Suara yang tak bisa lagi kau dengar? Doa dan harapan yang tak bisa lagi kau aminkan.
24.02.2024
Have you ever been so close, yet so far?
Karena tempatnya terasa familiar, tapi ternyata masih perlu banyak pembiasaan. Mungkin juga karena orang-orang lama dan baru bersinggungan, tapi tak lagi sepenempatan.
Bisa juga karena perkenalan yang belum utuh dan paripurna, begitupun pemahaman dan pengertian yang masih saling meraba-raba. Sekali, dua kali, tiga kali. Rasa ini masih berderai , pikiran ini belum jua terurai.
Adaptasi itu tak pernah menyenangkan, apalagi kalau lupa caranya.
Muak
Dalam bilik kecil yang remang, bahkan hampir gelap. Seseorang sedang menggenggam dunia. Setitik sinar datang dari dunia yang ia genggam. Sinar yang hanya satu. Satu-satunya yang menyala dalam tempat itu.
Ia menjelajah kemanapun ia mau. Ke surga ataupun ke neraka. Ke kanan maupun ke kiri. Ke tempat yang gelap maupun tempat yang terang. Ia menggenggam dunia. Matanya berkedip sekali dua kali, tubuhnya berpindah sekali dua kali. Tangannya memutar dunia berkali-kali. Dalam bilik kecil itu, setiap orang adalah raja dunia, tapi bukan raja waktu. Bukan raja ruang.
Kegelapan itu perlahan akan menelannya, tapi ia tak peduli karena ia menggenggam dunia. Ia tak peduli dengan detik dan detak yang berkejaran. Ia tak peduli dengan riuh suara nurani. Ia tak peduli, karena ia menggenggam dunia. Dunia yang bersinar tak lebih dari lima belas sentimeter di hadapannya.
Belajarlah Kau Sampai ke Negeri Cina
Dari SD keknya aku udah sering denger ucapan Nabi SAW itu. Aku nggak tahu derajat hadis itu shohih atau dhoif, kalaupun dhoif tetep ada banyak hikmah yang bisa kita ambil.
Aku barusan baca, maksud dari hadis itu tidak menunjukkan kemuliaan negeri Tiongkok dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat Tiongkok . Karena maksud dari ' Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina ' –seandainya hadits ini shohih- hanyalah sekedar motivasi untuk menuntut ilmu agama walaupun sangat jauh tempatnya. Karena tuntutan ilmu agama sangat mendesak sekali. Kebaikan di dunia dan akhirat bisa diperoleh dengan mengilmui agama ini dan mengamalkannya (https://rumaysho.com/586-kelemahan-hadits-qtuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-chinaq.html).
Tapi kemarin pas aku dengerin Podcast Pak Gita Wirjawan, bapaknya sempet mention soal hadis ini buat coba dilihat dari perspektif "sejarah".
Peradaban Tiongkok itu jadi salah satu peradaban dunia yang dipelajari pas aku sejarah SMA bareng sama peradaban Mesopotamia, Mesir dan India. Termasuk peradaban tertua sejak 2070 SM yang sudah malang melintang di darat (silk-belt) dan laut (pelayaran Cheng Ho).
Peradaban terbentuk dari kumpulan masyarakat. Masyarakat membentuk suatu budaya yang unsurnya ada tujuh: bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian. Nggak bermaksud admiring Cina, tapi siapa yang nggak kepo dengan peradaban yang udah bertahan ribuan tahun ini?
Di balik perkataan Nabi tersebut, jangan-jangan ada makna tersirat bahwa (bahkan sejak zaman nabi) sampai sekarang, ada banyak hikmah yang bisa diambil? Dari kebiasaan-kebiasaan yang membudaya membentuk norma yang melembaga menjadi basis dari peradaban mereka.
Lalu kemudian apa? Apa yang kemudian kita sudah pelajari dari sana?
Gajadi Pindah...
Karena menjalani yang fiksi juga sama susahnya, yang sakit-sakit, yang pedih-pedih, yang luka-luka dibalut dengan segala indahnya citra dan metafora hingga ia menjadi menarik bahkan syahdu.
Fiksi sama saja. Yang berbeda hanya, kehendak pilihan kita yang bermuara pada ketidakpastian dan ketidakjelasan yang selama ini menghantui kita.
4.10.2023
Bagaimana Cara Pindah ke Dunia Fiksi?
Akhir-akhir ini yang sedang di pikiran bukanlah menata bagaimana realita harusnya dibawa. Terlalu banyak input "kefiksian" terkadang juga mendistraksi yang nyata.
Karena fiksi terlalu indah. Atau karena kita terlalu lelah menghadapi kenyataan ini?
Bila direnungkan lagi, keindahan dalam fiksi hanyalah idealisme yang fleksibel untuk ditulis, dihapus dan dipilih. Kenyataan hanya bisa kita ikuti alurnya, itupun jika berencana dan merencanakan maka alurnya akan sesuai dengan genre yang kita mau. Meski kemudian lagi-lagi, kenyataan akan selalu memberi kejutan.
Tokoh dalam cerita bisa menjadi perwakilan kita dalam dunia fiksi, tapi tak pernah bisa diberi kuasa untuk mewakilkan kita di dunia nyata. Atau mungkin, yang indah dan menawan dalam fiksi hanyalah memang bumbu-bumbu imajinasi yang tak bisa direngkuh.
Jangan-jangan yang selama ini manusia kejar-kejar dengan uang adalah "kefiksian" itu? Kefanaan itu...
29.09.2023
Teori Heisenberg: Hidup itu Ketidakpastian.
Sama seperti alam kuantum yang susah diprediksi, begitupun tentang balasan-balasan apa yang akan kita dapatkan nanti.
Sama seperti paritkel yang entah akan menuju pada titik mana, begitupun langkah-langkah terukur yang telah kita tata.
Sama seperti energi yang terkuras dan ambisi yang kita usahakan penuh, begitu pula hasil yang semoga sebanding dengan yang kita rengkuh.
Hidup itu sama, ukurannya saja yang bisa jadi berbeda-beda.
Allah loves those who commit immorality but then repent, than pious people who never feel wrong.
Percuma
Percuma ikut organisasi kalau ibadahnya berhenti.
Percuma ikut kepanitiaan kalau ngajinya terlalaikan.
Percuma ikut-ikut yang duniawi terus lupa sama kewajiban utama kita beribadah.
301022
Profesional
Maybe it's the first time
Pertanyaan pertama adalah bagaimana. Awalnya, mulanya dan dulunya.
Pertanyaan kedua adalah mengapa. Mengapa bisa? Darimana? Apa yang dilihat?
Pertanyaan ketiga adalah apa. Kemudian?
091022
"Was Everything Real?" "You Were Real."
The Truman Show, sebuah film tahun 1998 yang ternyata banyak memberi gambaran bagaimana kehidupan milenial sekarang.
Singkatnya, Truman (si protagonis) hidup dalam dunia yang dibangun oleh sebuah produser reality show. Hidupnya dari semenjak kelahirannya adalah hidup dengan sorotan 5000 kamera tanpa skenario. Mulai dari langkah pertama, masuk sekolah pertama kali, jatuh cinta, hingga menikah seluruh orang di dunia menyaksikannya (menontonnya). Hidupnya adalah 'sebuah tontonan'. Tapi, Truman tak pernah menyadari itu.
Lingkungannya adalah panggung. Reaksinya pada sebuah kondisi adalah keaslian yang ingin disaksikan masyarakat. Betapa kemalangannya dikasihani, kebahagiaannya dirayakan, usahanya didukung.
Jika disandingkan dengan adanya media sosial sekarang, hal tersebut kurang lebihnya sama seperti apa yang digambarkan dalam The Truman Show. Yang berbeda adalah Truman tidak sadar hidupnya menjadi tontonan orang banyak, menjadi hal yang ditunggu untuk diolok-olok atau untuk diberi simpati.
Yang sama adalah bagaimana penonton senang mengintip kehidupan orang lain, mengobrak-abrik kehidupan privasi orang lain untuk kesenangan pribadi/kelompok. Dan bagaimana sang produser The Truman Show menjadikan hal tersebut sebagai keuntungan ketika masyarakat mulai bosan dengan para aktor yang penuh kepalsuan. Tapi sekarang kepalsuan dan settingan tetap dinikmati—jumlah viewers yang banyak sekali—beberapa kalangan.
Yang unik adalah hubungan parasosial (antara artis dan fansnya) khususnya bagi penggemar Korean Wave—Kpop, Kdrama, Kculture dll—dimana mereka secara jelas bisa menggambarkan dua sisi tersebut. Artisnya yang membangun image untuk masyarakat dan mati-matian menjaganya, sedangkan para fansnya yang selalu menginginkan lebih dari kehidupan para bintangnya.
Para penonton terkadang terlalu dalam menyikapi berbagai image media yang artis-artis tersebut bangun. Membuat cerita dan angan-angan sendiri. Berharap bahwa apa yang mereka lihat di layar kaca tersebut adalah sebuah kenyataan, sama seperti Truman, produsernya berharap dunia—set panggung—Truman bisa menjadi realita bagi Truman, tapi Truman tak ingin terjebak. Dia ingin hidup dalam sebenar-benarnya hidup.
They just doing their job and we should just feel entertained.
40822
Saying I Love You, Without Saying I Love You
I spend a lot of time with him, without realizing it. Like (almost) most of my life, with him. But from all that time, between us is just full of silence. We're both quiet or maybe don't really know what to talk about wkwk... (Only when lately I have courage to chat a lot casually, but I lost him).
There were about more than 3000 hours when I sat at the back of him on his motorcycle or his car (It's just a number from 3 years of my middle school). There were more than 3 trips that were just me and him and still we are quiet to each other. Maybe that's what made me have quality time as my love language. Because we just enjoy being by each other's side.
He never gave much advice. I only know from his attitude, this is how he loves his mother, his wife, and the people around him. Even though I'm afraid of him a lot, it's because he's firm. If i think about it, he just wants me to be strong, he wants me to be brave to fight, he doesn't want me to cry over the little things.
And it seems that from when he was recuperating after ankle surgery, there are signs (that he'll gone) that I just noticed now. I accompany my mother a lot (because he can't move freely), learn to live independent when he is having surgery and my brothers with my aunt, learn to taking care of my brothers (went to barbershop). It feels like yeah I have to get used to it, yesterday I just practiced.
The adorable thing is, he doesn't have the heart, so he often grants his children's requests. But often, I don't even dare to ask wkwkwk. The tragic is that I like the way he laughs, but as far as I can captured clearly I've only ever made him laugh once. Cause before, I just made him difficult and annoyed. The regretful thing is I ever wanted to hug him, but never got around to it. Even when I've a chance (when I help him walk while we forgot the leg crutches, I just... Idk) I can't do it.
Now I just want to imagine him as a man, not as a father. And what comes to my mind is just a nice, a patient and a romantic guy in his own way.
A sincere love(?),
your daughter.
160722
Tujuhbelas
Hubungan antar manusia itu banyak. Jarang yang awal tujuannya hanya sekadar grup formal kemudian berubah menjadi peer group bahkan hingga menjadi 'family'.
Berhubungan dengan manusia itu banyak caranya. Hanya saja bagaimana caranya bisa tetap baik-baik saja saat kadang menjadi 'keluarga' berarti tak lagi ada sekat yang membatasi sejauh mana kita bisa menyakiti.
Penghubungan dengan manusia itu banyak ragamnya. Hanya saja bagaimana banyaknya orang tersebut menerima satu sama lain meski realita yang ingin mereka wujudkan berbeda-beda.
Memperhubungkan itu banyak ujungnya. Kita tak pernah tahu sebelum akhirnya kita mencoba. Bahwa ada banyak orang yang bisa melewati kehidupan melalui sebuah perhubungan.
Berjalinan, bersambungan, bertalian dengan manusia itu tak selalu menyenangkan, tapi bukan berarti harus diberi penghindaran. Manusia tak selamanya menyenangkan memang, tapi bukan berarti ia pasti menyeramkan. Kadang kita hanya perlu sejenak diam memberi pemahaman bahwa dari segala kesehubungan ini ada hal-hal menyenangkan yang bisa dikenang, juga hal-hal lain yang bisa jadi pelajaran.
260522
barakallah fii umriik buat yang lahir hari ini. terima kasih sudah lahir. semoga hadirmu membawa bahagia pada sekelilingmu.
1 Syawal 1443 H
Sekarang momen maaf-maafan sama manusia, kemarin sama Allah udah kan ya?