Ada hal-hal yang setiap hari mengganggu siang kita. Ada hal-hal yang selalu terlintas dipikiran kita dimalam hari. Mengapa hidup menjadikan kita berpikir terlalu keras. Semakin dewasa, aku semakin sadar bahwa hidup semakin berat. Bahkan hal-hal sederhana bisa menjadi besar jika kita tidak segera menanganinya. Sampai sekarang, masih terus terngiang seluruh masalah yang kuhadapi setiap harinya. Apakah aku egois jika meminta sebuah waktu yang cukup untuk jiwa dan perasaan ini beristirahat?
Terkadang, aku ingin kabur. Aku ingin lari dari segala kenyataan hidup ini. Semakin hari semakin banyak tanggung jawab yang kupikul. Jika kamu juga sepertiku kawan, kita sama. Mungkin saja dengan keresahan yang berbeda. Tapi kawan, bukannya aku ingin menjadi orang paling bijak, tapi dunia ini penuh dengan kepura-puraan. Hidup kita juga pura-pura. Sudah berapa kali aku dan kamu berpura-pura bahagia? Sudah berapa lama aku dan kamu berpura-pura nyaman dengan lingkungan kita? Sudah berapa banyak sakit yang aku dan kamu tutupi dengan pura-pura baik-baik saja. Wajah itu, ya wajah yang selalu penuh pura-pura. Apakah aku dan kamu bisa melihat yang sebenarnya? Terkadang tidak.
Ada satu hal yang sekarang aku baru sadari. Dahulu, sewaktu sekolah, temanku bercerita tentang hati dan wajahnya yang tak bisa selaras. Hatinya penuh duka, amarah, dendam, dan dia bukanlah pemaaf yang baik. Namun, wajahnya seringkali tersenyum, termasuk kepadaku. Tetapi sejak dia menceritakan itu, aku mulai sadar bahwa senyumnya bukanlah senyum. Ada hal gelap dibalik senyum manisnya. Banyak lara yang dia tanggung sendiri. Telah lama dia menampung air matanya sendiri. Sampai akhirnya dia berkata, sepertinya senyumku telah hilang.
Jadi kawan, terkadang kita memang memerlukan orang lain. Jangan begitu egois untuk menerima kekurangan orang lain. Tapi, jika dia bukan orang yang memberimu dampak baik, lepaskan saja. Aku tahu itu tidak mudah, bahkan sangat sulit. Tapi pikirkan baik-baik, kau ingin tetap atau kehilangan. Terkadang kita membutuhkan keputusan drastis, menjauh dari mereka yang ternyata bukanlah kawan sejatimu.
Kerasnya hidup sebetulnya kita yang membentuknya di dalam pikiran kita sendiri. Kenyataannya semua semua orang memiliki maslaahnya masing-masing. Kita sama namun berbeda. Tidak perlu selalu nampak bahagia, cukup tenangkanlah hatimu. Kau boleh lakukan apapun selama kau tidak menyakiti siappun termasuk dirimu sendiri. Kau tahu kawan, aku bahkan sadar bahwa seringkali berjalan sendiri itu lebih baik✨