Akhirnya, kemarin langsung memutuskan buat konseling lagi. Dan di situ, saya kembali menangis sejadi-jadinya di hadapan dok Hafid.
D: apa yang bikin kamu nangis, Yah?
Y: Yayah takut aja, dok, perasaan yang serba salah menjadi seorang anak ini tuh nantinya bisa bikin rasa keberhargaan dirinya Yayah jatuh lagi
D: kita emang nggak bisa berharap mereka menghargai sesuatu yang berharga, Yah
D: Yah, yang bisa menilai harga atau kualitas dari seseorang itu ada 3; pertama, Penciptamu—Allah, kedua, orang-orang yang menguasai ilmunya atau orang-orang yang selevel 1 profesi dengan kamu atau orang-orang yang mengerti cara kerjamu, dan yang ketiga, orang merasakan kebermanfaatan dari dirimu. Orang-orang yang dengan kemudian kamu tunjukkan seberapa bermanfaatnya dirimu dan mereka bisa menikmati tuh benar-benar akan rela berkorban buat kamu, karena kamu sudah berkorban dan sudah menunjukkan kualitas dirimu kan, Yah? Jadi, segimanapun orang-orang mengeluarkan kalimat-kalimat negatif untuk menjelek-jelekkan seseorang, ya mau gimanapun mereka nggak akan mengerti karena mereka memang bukan pencipta kita, mereka bukan orang-orang yang berilmu, dan mereka juga belum merasakan kebermanfaatan dari diri kita...
D: jadi semisal kamu mau nambah stok positive vibes, ya cari aja dari ketiga hal ini, Yah. Ya Penciptamu atau orang-orang yang senantiasa menyebut Pencipta kita secara bersamaan, kayak di forum serupa pengajian dan lain sebagainya, yang memang secara ritual tuh mereka bisa menjaga kita juga, Yah...
D: yang kedua, ya forum-forum keilmuan. Forum di mana kamu bisa berinteraksi dengan orang-orang yang berilmu dan ada timbal balik juga di dalamnya. Ilmumu jadi lebih terasah dan orang lain juga merasakan hal yang sama...
D: yang ketiga, orang-orang di sekitarmu di mana kamu mengabdi atau berkontribusi di dalammya, Yah...
D: sehingga kemudian dari situ kamu bisa merasakan bahwa orang-orang itulah yang merasakan nilai kebermanfaatan dari diri saya. Ya kalau kamu nanti mau nyari lagi, ya cari aja di 3 hal tersebut, Yah...
D: kita nggak tau, Yah, posisi keluarga kita sedang di titik yang mana, karena mungkin value dasar keluargamu itu berbeda, nggak terbiasa melakukan hal ini dan itu, tapi bisa juga mereka ada di salah satu dalam 3 hal yang aku sudah sebutkan tadi...
Percakapan kemarin, mengingatkan saya waktu di salah satu forum komunitas setahun yang lalu. Waktu itu, masGun bilang, kalian, kalau ada teman yang lagi mengalami kegagalan, jangan malah tambah dihakimi atau ditanyain pertanyaan yang nggak perlu. Tetap jaga rasa keberhargaan diri mereka aja itu akan membuat mereka merasa lebih nyaman sama kita dan kita tetap terhubung dengan baik sama mereka.
Berkomunitas memang jadi salah satu hal penyelamat saya untuk berkembang lebih banyak. Karena di sana, yang tadinya saya punya fixed mindset yang dominan, sekarang, udah banyak sekali yang bisa diubah, dipelajari, dan perlahan juga diperbaiki.
Menabung lebih banyak kebaikan itu baik, salah satunya juga berdoa. Mendoakan yang baik-baik untuk semuanya. Mungkin, rasa sabar saya yang juga harus lebih dipanjangkan lagi. Mungkin, doanya juga harus lebih spesifik lagi. Biar semuanya bisa lebih dilembutkan hatinya—untuk menghadapi apa-apa yang sedang menimpa kita di depan nanti.
Berjarak itu perlu karena kita nggak selalu bisa di dalam kondisi ideal—menurut orang kebanyakan. Kalau mau dekat tapi tanpa merasa terlukai, ya nggak apa-apa juga. Menjadi dekat tapi hanya sekadar formalitas biar nanti nggak menimbulkan hal-hal yang sekiranya berpotensi menumbuhkan api-api kemarahan, itu nggak apa-apa. Semampumu, asalkan kamunya juga siap untuk menerima segala risikonya.
Belajar melihat segala sesuatunya jangan langsung yang ini hitam dan ini putih. Sesekali kita butuh jalan tengah untuk lebih mempermudah hidup kita, letakkan zona abu-abu sesuai dengan porsinya.
Dan kamu, Yah, nggak ada yang selalu salah. Mungkin di titik kondisi tertentu, kita sedang mempunyai pemahaman yang berbeda. Jadinya besok-besok harus lebih aware sama diri sendiri. Mungkin kemarin aku lagi capek, mangkanya cara mikirku jadinya lagi nggak bagus dan akhirnya bisa nyeletuk hal yang kayak gitu. Bisa aja kayak gitu, kan?
Nggak apa-apa punya luka. Asalkan kita tau cara mengobatinya. Karena saya percaya, setiap luka akan selalu ditemukan obatnya.
03.30 // Surabaya, 29 Maret 2023