Kuat
Allah memberikan kekuatan lebih dari yang kita tahu
Jadi kalau Allah berikan ujian, itu Allah sudah memastikan bahwa kita kuat, kita bisa menjalaninya dan menjadi lebih dekat padaNya
Sade Olutola
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
official daine visual archive
Noah Kahan

Andulka

ellievsbear
ojovivo
Game of Thrones Daily
sheepfilms
cherry valley forever
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

JVL
Lint Roller? I Barely Know Her
todays bird
will byers stan first human second

if i look back, i am lost
almost home
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Austria
seen from Malaysia

seen from Israel

seen from Canada
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@fauziaannisa
Kuat
Allah memberikan kekuatan lebih dari yang kita tahu
Jadi kalau Allah berikan ujian, itu Allah sudah memastikan bahwa kita kuat, kita bisa menjalaninya dan menjadi lebih dekat padaNya
Lahaula wa laa quwwata illa billah
Ya Allah, semacam teguran darimu
Dapat pesan ini dari teman, coba2 gak bermaksud apa2
Ada niat memang untuk tes, apa benar ketika kita membutuhkan suatu jawaban kemudian kita buka al quran kemudian Allah akan menunjukkan satu ayat yang merupakan jawaban pertanyaan kita?
Dalam hal ini memang yang dibuka bukan al quran, hanya sebuah gif, berisi kumpulan ayat dalam al quran
Pun aku tidak tahu ayat apa saja yang ada di dalamnya
Tapi begitu mencoba dan mendapat hasilnya, sangat sangat cocok memang dengan pertanyaan-pertanyaan yang beberapa waktu ini terus mengganggu
Merasa ada upaya-upaya, tindakan-tindakan yang membuat lupa atau bisa dibilang sedikit membuat lupa padaNya, tidak berharap sepenuhnya padaNya
Ya Allah, lagi, teguranMu sangat halus nan lembut, menyentuh hati yang sedang terasa kering
TeguranMu selalu seperti tetes embun di tengah keringnya gurun, di tengah teriknya matahari di khatulistiwa, sejuk
Alhamdulillah Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mengijinkan kita untuk menangis dan tertawa bersama. Semoga Allah terus limpahkan keberkahan bagi keluarga kita, aamiin. رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” -Al-Furqan:74 (at Mansinam Beach Resort) https://www.instagram.com/p/Bw8XiT9BFNW4Dihz6VYIuEzbtkbTacUCvbM5840/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1kzmv8iv0qsi6
Keren, Ziggy Zagga versi Santri Gontor https://www.instagram.com/p/Bv0e3RghYe0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=103u5xgbb44o1
Memilih menolak RUU P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual)
Tulisan ini akan agak panjang. Saya berharap teman teman berkenan untuk membacanya dengan hati lapang dan pikiran terbuka. Karena kita perlu memikirkan bagaimana masa depan masyarakat kita ditentukan:)
Teman teman tumblr yang budiman, yang senantiasa membaca tulisan tulisan saya tentu memahami. Bahwa saya sangat berpihak pada perempuan, saya ingin perempuan itu menjadi tangguh dan kuat. Saya gerah dengan pandangan meremehkan perempuan atau pikiran pikiran dangkal dalam menilai seorang perempuan. Saya percaya perempuan itu memiliki potensi yang besar. Sayangnya, sering kali lingkungan dan kejadian masa lalu, yang menghambat potensi itu. Salah satunya adalah trauma yang diakibatkan oleh kekerasan atau pelecehan seksual. Saya kerap kali berdiskusi dengan beberapa teman yang mengalami depresi akibat kejadian di masa lalu terkait hal ini. Mengapa saya jelaskan ini diawal, agar kita tidak terjebak oleh perdebatan biner apabila saya menuliskan alasan mengapa saya perlu bersuara ketidak berpihakan saya terhadap RUU P-KS. Saya tidak ingin kita masyarakat yang demokratis dan dewasa mengeluarkan kesimpulan sepihak, apabila saya menolak RUU P-KS artinya saya menolak perlindungan terhadap perempuan, artinya saya mendukung kekerasan seksual, artinya saya abai terhadap kekerasan seksual. Sama sekali tidak, berbagai langkah sederhana saya lakukan untuk menemani teman teman yang pernah mengalami pelecehan seksual. Agar mereka kuat dan tidak memilih jalan pintas untuk menyelesaikan trauma mereka. Mereka butuh dikuatkan.
Hanya saja, rancangan undang undang yang sangat diperjuangkan oleh kelompok feminis ini tidak sesederhana judul dan propaganda yang diutarakan. Mengapa pula saya memulai tulisan ini di tumblr. Saya merasa para pengguna tumblr jauh lebih bijak daripada wadah media sosial lainnya. Kita merenungkan baik baik apa yang kita baca, menggunakan kalimat kalimat positif dan berpikiran terbuka. Karena dengan cara seperti itu kita dapat berdiskusi dan berpikir dengan lebih jernih untuk mencari kebenaran bukan nyaring merasa paling benar.
Beberapa waktu lalu, seorang teman saya yang sedang berjuang sekuat tenaga dan sedang proses penyembuhan atas mental illness nya berkomentar sangat sederhana terhadap pandangannya soal kenapa RUU P-KS berbahaya. Hasilnya, puluhan komentar diterimanya, puluhan DM dengan kalimat biasa sampai menyakitkan menuding dirinya. Sesuatu yang sangat miris dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku ingin melindungi perempuan malah membuat teman saya itu kambuh kembali penyakitnya. Seperti yang pernah saya tuliskan, mengapa harus berteriak ketika bisa bicara baik baik, mengapa harus menyakiti ketika kita bisa berdiskusi, mengapa harus merasa jumawa paling benar ketika kita hanya seorang manusia yang bisa saja salah. Benar adanya jika diam lebih baik jika tidak bisa berkata baik.
—-
Teman teman tumblr yang budiman,
Tidak ada yang salah jika RUU P-KS disahkan dengan niatan baik ingin melindungi perempuan. Namun yang sangat disayangkan, RUU P-KS sendiri merupakan solusi yang tidak tepat guna untuk kasus kekerasan seksual. Kategori yang dapat dipidanakan dimulai dari rasa “pemaksaan” yang dialami perempuan. Sadar atau tidak pada akhirnya hukum yang mutlak akan bergantung pada perasaan perempuan, meski tentu nantinya ada mekanisme hukum yang dilakukan namun sebagai perempuan kita mengerti. Kala emosi, sering kali yang kecil kita lihat besar, saat jernih kita sadar hal tersebut biasa biasa saja.
Frase kekerasan yang terus diulang dalam RUU ini pun ambigu dan multitafsir. Mengapa tak digunakan frase kejahatan seksual? Sesuatu yang sudah mutlak sama sama kita sepakati sebagai perilaku buruk dari seseorang terhadap orang lain. Frase kekerasan sendiri bisa ditafsirkan dan dimanfaatkan oleh pihak pihak yang tak seharusnya berlindung di balik RUU ini. Misalnya saja, apabila ada seorang pelacur yang sudah bersepakat harga dengan kliennya dia pilih tempatnya dia sepakati (maaf) gaya gaya nya bila pada pelaksanaannya sang klien meminta “paksa” melakukan gaya lain dengan RUU ini hal tersebut bisa dipidanakan. Akhirnya, alih alih fokus pada kegiatan pelacuran negara, petugas, dan masyarakat akan terfokus pada “playing victim” yang dilakukan oleh pelacur. Dan jika pelacur itu menang, apabila terjadi kehamilan maka negara mesti menanggung biaya visum dan aborsi. Pada akhirnya negara akan terbebani oleh biaya biaya yang seharusnya tidak diperlukan. Contoh real sederhana, beberapa waktu lalu beredar video viral artis VA yang dengan percaya diri mengatakan bahwa dirinya “Korban”. Itu baru satu kasus, bagaimana jika banyak oknum oknum lain yang menggunakan RUU ini untuk hal yang sama?
Kedaulatan Tubuh, disadari atau tidak RUU ini sesungguhnya sedang mengusahakan pemberian kedaulatan tubuh pada perempuan. Khas sekali gerakan feminisme. Dimana mereka berkeyakinan bahwa tubuh perempuan adalah miliknya hak dirinya untuk diapakan. Sebagai masyarakat beragama, religius, dan berpegang pada norma sosial budaya kita menyadari bahwa tubuh kita bukan milik kita. Melainkan milik Tuhan Yang Maha Esa. Ia terikat kewajiban dan aturan, agar tercipta masyarakat dan manusia yang adil dan beradab. Kedaulatan tubuh yang berusaha diberikan pada perempuan pada akhirnya justru membahayakan perempuan. Persis seperti seorang anak yang jatuh dan tersakiti, lalu diberikan oleh sang ibu kedaulatan, kebebasan dirinya untuk berjalan kemanapun yang justru bisa jadi membuatnya terjatuh lagi pada hal yang jauh lebih berbahaya.
Mengapa tidak berfokus pada bagaimana menguatkan seorang perempuan yang difasilitasi pemerintah, memberikan trauma healing untuk korban, menumbuh suburkan lembaga lembaga perlindungan perempuan. Sehingga banyak masyarakat yang menolak adanya RUU ini sejatinya menemukan bahwa RUU ini seperti solusi yang dipaksakan untuk sebuah masalah. Bukannya menyelesaikan masalah justru akan menciptakan masalah baru dikemudian hari. Hal ini sudah banyak pakar sosiologi dan psikologi yang berpendapat demikian. Bagaimana bisa masyarakat yang berideologi ketuhanan dan norma agama, akan di atur oleh aturan hukum yang kering akan nilai nilai agama.
Sikap pengusung yang kontradiktif. Yang paling mencurigakan adalah yang paling nyaring menyuarakan RUU ini. Ayolah tak perlu mengatakan bahwa kitanya jangan terlalu khawatir. Kita bukan anak polos, kita paham bahwa setiap kelompok memiliki visi dalam menggoalkan agendanya masing masing. Maka penting untuk kita mempelajari siapa orang orang yang gencar menyuarakan hal ini. Tentu sebagai manusia kita harus mengambil yang baik baik sekalipun dari orang yang buruk menurut kita. Namun, sikap kontradiktif feminis radikal menuntut untuk kita mempelajari kembali. Feminis radikal yang paling nyaring menolak adanya RUU penghapusan pelacuran di kota serang. Kelompok yang menggagalkan RUu perluasan pasal zina beberapa waktu lalu. Juga yang memperjuangkan RUU KKG atau keadilan dan kesetaraan gender namun gagal. Membeli barang dari seseorang tentu kita memperhatikan siapa yang menjual. Begitupun mendengarkan ide dan pemikiran siapakah yang berbicara.
Tulisan ini bukan tulisan akademik yang membahas ayat per ayat dari RUU P-KS. Karena menurut Dr Rida seorang ahli sosiologi RUU P-KS sendiri sudah direvisi bertahun tahun dengan perhalusan demi perhalusan dan akan terus berubah hingga dapat disahkan. Jadi jika pernah mendapat draftnya yang dulu mesti sudah sangat berbeda dengan yang sekarang. :)
Semoga teman teman yang membaca ini, jika ingin berdiskusi menggunakan kalimat yang baik baik dengan tujuan mencari kebenaran. Juga menelaah lagi mengenai RUU ini dengan pikiran yang jernih. Sehingga sikap menolak ataupun menerima telah didasari oleh pemikiran yang baik, dan niat yang baik. Jangan lupa istikharah untuk yang muslim. Sebelum membagi pemikirannya, sebab satu dua kata kita akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat. Jika baik alhamdulillah, namun jika kita salah kita bertanggung jawab atas pemikiran orang yang membaca. Hal ini tentu perlu diingat pula untuk diri saya sendiri.
Terima kasih sudah membaca, semoga kita bisa sama sama jadi masyarakat yang bisa membuat aman dan nyaman sesama perempuan :)
Alizeti, Jakarta
P.S : Tulisan ini ditulis tidak murni keluar dari opini saya. Melainkan hasil diskusi dengan berbagai pihak, membaca berbagai sumber, serta mengamati perilaku pengusungnya. Semoga kesederhanaan tulisan ini tetap dapat menyampaikan maksud baik penulisnya :)
Terima Kasih
Terima kasih suamiku, selalu berusaha memahami istrimu
Terima kasih suamiku, atas semua nasihatmu yang seringkali baru istrimu sadar kemudian
Terima kasih suamiku, karena terus berusaha menjadi suami, imam yang baik untuk keluarga kita
Terima kasih suamiku, masih banyak kebaikanmu yang tak dapat kusebutkan satu satu
Semoga, Allah selalu menjaga kita, membimbing kita, dan meridhoi keluarga kita
Terima kasih suamiku, karena telah memilihku ❤️
Tergantung dari Matamu Melihat
Imam al ghazali berkata bahwa setiap anggota tubuh kita memiliki amanah dari Allah. :)
Maka mata bisa kupastikan tak memiliki amanah lain kecuali yang baik baik. Tapi sering kali kealpaan kita sebagai manusia, dan kekurangan kita dalam menjaga hati sering kali menjadikan mata menjadi sumber petaka maksiat hati maupun fisik, tercabutnya hidayah, hilangnya rasa cinta pada Allah, dan yang sering terjadi kurangnya rasa syukur.
Melihat hidup orang lain lebih baik bersedih terhadap diri, melihat sesuatu yang diinginkan belum didapat terkikislah sabar. Membaca buku yang nampaknya hebat, jumawa lah hati seolah lebih tinggi dari aturan yang Maha Pecipta.
Padahal mata bisa menjadi gerbang hidayah dan syukur tergantung dari bagaimana cara kita melihat.
Suatu hari ada seseorang yang datang pada abu hazim ia bertanya, “apakah syukur dari kedua mata?”
Apabila engkau melihat kebaikan,” jawab Abu Hazim, “Engkau menceritakannya. Dan jika menyaksikan keburukan, engkau menutupinya.”
Semoga kita bisa menjaganya hanya untuk melihat yang baik baik yang menjadikan kita orang yang senantiasa berusaha baik :)
Alizeti, Madinah Al Munawarah
masyaAllah, nasihat sederhana tapi masuk. semoga tidak hanya menjadi nasihat ketika dibaca, semoga bisa menjadi amalan
2 tahun 1 bulan 17 hari
Terima kasih atas kebersamaan selama ini. Dibandingkan dengan pasangan lain yang usia pernikahannya sudah kepala dua, usia pernikahan kita masih sangat muda. Waktu selama ini belumlah cukup bagiku untuk mengenalmu seutuhnya. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, anak keturunan kita sampai berkumpul di jannahNya. Aamiin
Note: ternyata mau bikin kata2 romantis itu perlu mikir. Nah karna terlalu bingung, ya begitu saja e 😁 trus baru keinget tulisan temen tentang romantis itu tidak melulu dari kata2 yg manis, perhatiannya agar pasangan tidak pernah kekurangan pun adalah hal yg romantis 😊
jalani saja ya mom dg senyum dan hanya bersandar pada Allah
Kalem Ya Allah
apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata ‘kalem’?
“wah kayaknya itu aku banget deh”
“ah itu mah dia banget”
mungkin ada yg seperti itu
kalau buatku, “menjadi kalem itu salah satu cita2″
meskipun tiap orang yang pertama ketemu dan kenalan dgku mesti dan emang seringnya bilang “kamu kalem ya”
dalam hati “belum tau siapa saya ya”
hehehe
banyak teman yang memberikan nasihat “just be yourself”
hmm, gimana ya?
melihat teman2 sholihah yang kalem2 banget itu adem rasanya, nyaman, jadi ada semacam bisikan yang bilang “ya aku harus bisa kalem juga”
tapi, buatku ternyata tidak semudah itu menjadi kalem dalam segala hal, dan itu seringkali bikin aku menyesal ketika suatu kejadian itu telah terjadi, “harusnya tadi aku bisa lebih kalem menghadapi masalah ini”
“harusnya tadi aku kalem, seorang muslimah kan gak petakilan”
tapi seringkali lelah juga memang ketika berusaha menjadi kalem
“kok capek?”
betul kata temen2 yg bilang “just be yourself, jadi orang lain itu capek karena kita jadi membohongi diri sendiri.”
“tapi aku pengen kalem, biar orang lain gak punya pandangan kurang baik ke muslimah secara umum hanya gara2 ngeliat aku yg petakilan”
jadi? how? what is the solution?
solusinya adalah aku harus kalem dg caraku
seperti apa itu? aku pun belum tau
yang jelas, aku hanya bisa berdoa kepada Allah agar petakilan-ku ini gak membuat orang jadi berpandangan tidak baik terhadap muslimah secara umum dan terhadap islam tentunya
doakan semoga saya bisa jadi muslimah yang baik ya :)
Perasaanmu
Urusanmu terhadap perasaanmu, adalah urusanmu sendiri. Meski pernah ada yang datang, kemudian pergi. Ada yang memberi harapan, kemudian hilang bagai ditelan bumi. Semuanya menjadi urusanmu.
Sebanyak apapun kita membuat alasan, juga pembenaran. Dan seingin apapun kita menimpakan apa yang terjadi sebagai kesalahan orang lain. Justru, saat-saat seperti itulah yang membuat kita tidak bisa beranjak kemana-mana.
Hal yang paling sulit selain bersyukur adalah berlapang dada. Menerima kenyataan bahwa memang itu semua adalah kesalahan kita sendiri yang tidak mampu mengendalikan diri. Ketidakmampuan kita dalam mengendalikan perasaan, emosi, pikiran, dan membiarkannya terbang bebas memikirkan apapun. Kita terperangkap dalam asumsi yang kita buat sendiri.
Biarkanlah perasaan itu hilang seiring perjalanan. Seiring waktu saat kita berusaha menerima bahwa kitalah yang salah dan kita bersedia untuk memaafkan diri kita sendiri.
Memaafkan diri kita di masa sebelumnya yang lalai, yang lengah, yang tidak bisa mengendalikan perasaan, yang membiarkan orang lain masuk dan pergi begitu saja, yang membiarkan perasaan berbunga-bunga dengan asumsi bahwa ini akan berakhir indah selamanya. Padahal, kita tahu, kita tidak bisa mendahului takdir.
Upaya kita adalah menerima dan memaafkan, diri sendiri.
Yogyakarta, 2 November 2017 | ©kurniawangunadi
perasaan
rasa, perasa
ga ada rasaan kan? hehe
#senyum
Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaha Illallah Maghrib di Fakfak . . Kalian tau dimana Fakfak? Kabupaten Fakfak berada di Propinsi Papua Barat. Fakfak merupakan daerah penghasil pala dan sudah mengekspor ke luar negeri lewat Surabaya. Dan salah satu fakta yg saya baru tau bahwa duren Fakfak itu lebih enak dari duren Bangkok. Sebenernya ini masih katanya karna belum bisa membuktikan sendiri. Semoga pas ke Fakfak lagi pas musim duren, jadi bisa membuktikan ya . . Perjalanan kali ini bikin makin sadar, Allah menciptakan dunia ini begitu luas dan banyak tempat yg indah. Takdir Allah, kali ini Allah berikan kesempatan untuk memujiNya ketika melihat keindahan alam di Fakfak. Fabiayyi ala irabbikuma tukadzdziban #Fakfak #Indonesia (at Fakfak, Papua, Indonesia)
Ya Allah Segala puji bagiMu atas segala nikmat dan karunia yg Engkau berikan kepadaku Ijinkan aku bersyukur padaMu dg sebagaimana mestinya Tuntun aku agar tak luput lisan dan pikiranku dari syukur padaMu Ya Allah Segala puji bagiMu atas segala kebaikanMu kepada kami Ijinkan kami selalu bersyukur kepadaMu dg sebagaimana mestinya Tuntun kami agar tak luput dari bersyukur kepadaMu Anugerahilah kami dg kebaikanMu
Pesan ibunda, "Seberat apapun yg kamu jalani, harus dijalani dg ikhlas" Jawabanku, "Ibu, bikin putrimu mau menitikkan air mata" *disertai tawa utk menutupi pita suara yg mulai berubah getarannya "Yowes tutup sek, lanjutke pekerjaanmu" padahal aku masih bisa dg jelas mendenger suaranya yg sudah bergetar *mbrebes mili ati putrimu bu
Bukankah masalahnya bukan pada masalah, tetapi masalahnya ada pada bagaimana kita menghadapi masalah. Kita tak pernah bisa mengubah arah angin, tapi kita secara penuh mengendalikan kemudi kita sendiri. -Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta; Salim A. Fillah *note: itu ketawa ya, bukan nangis 😊😊😊 #senyuuummm
Double "P" Pasar Perempuan Ini makna denotatif Ya pasar dan perempuan Ada apa dengan pasar dan perempuan? Pagi ini melihat pasar yg tidak biasa. Katanya hari ini buka di sini, besok di sana, hari lain di tempat lain pula, nomaden hehe. Unik kan 😊 Tapi ada sisi lain yg tiba² terlihat pagi ini. Tiba²? Ya karna belum pernah terpikirkan sebelumnya. Apa itu? Tentang pasar dan perempuan. Dari pasar yg aku lihat ini, terlihat ibu² yg sehat. Dilihat dg mata sehat, dan (semoga juga) dilihat dg hati juga sehat. Men sana incorpore sano. Di dalam tubuh yg sehat terdapat jiwa yg kuat. Betul kan ya? Apa kebalik? 😅😅😅 Ya itu lah.. Menurutku, sehat secara psikis bwt seorang perempuan itu amat penting. Pernah dengar seseorang berkata, "Ayah menggendong anaknya baru 30 menit sudah pegel. Ibu menggendong anaknya hampir seharian tetap kuat. Why? Karna ayah menggendong dg tenaga, dan ibu menggendong dg cinta." Padahal katanya secara fisik kaum hawa jauh tidak lebih kuat daripada kaum adam. Hmm ada apa gerangan? Ada cinta. Hati perempuan yg penuh cinta itu mampu membuat perempuan menjadi lebih kuat, lebih tangguh, dan tahan banting. Katanya begitu. Tapi bukan untuk dibanting yaa Makanya agar hatinya selalu penuh dg cinta, perempuan itu harus selalu dicintai. Cintailah perempuan dg semestinya. Kalau belum/bukan muhrimnya ya caranya dg menjaganya, bukan malah memacarinya to 😊 Eh bact to pasar dan perempuan, jadi gagal fokus nanti 😅 Jadi, ibu² penjual sayur di pasar ini terlihat sehat, karena terpenuhi fitrahnya. Di sini bukan tentang perkara cinta saja, tapi kebutuhan dasar lainnya. Allah ciptakan perempuan dg kemampuan linguistik di atas laki², jauhhh di atas. Kalau kata ust Salim A Fillah, perempuan yg sehat itu mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya. Bandingkan dg laki² yg hanya 7.000 kata per hari. Selisih 13.000 itu gak sedikit, ingat satuannya ribuan loh. Jadi perempuan yg cerewet itu sehat 😃 Hehehe, ini bukan mencari pembenaran. Nah tambah lagi mengutip perkataan ust Salim, apalagi jika cerewetnya sholihah. Beliau memberi contoh, sambil gantiin popok anaknya saja itu cerewet. "Eh pipis lagi, alhamdulillah, ayo anak sholih ganti popoknya dulu. Sebelum ganti popok berdoa dulu allahumma adzhaba 'anil haza. Dibersihkan dulu ya anak sholih. Dipakai popok yang bersih. Sudah selesai, alhamdulillah." Ya kurang lebih seperti itu, cerewetnya sholihah kan? 😊 Eh balik lagi ke pasar dan perempuan. Jadi, berdasarkan fakta *kan kita harus ngomong berdasarkan fakta to, ibu² penjual sayur yg aku lihat di pasar ini terpenuhi fitrahnya. Alhamdulillah 😊, saya ikut senang sekali melihat kalian para ibu. Dg menawarkan dagangan yg bermacam², tidak hanya ke 1 calon pembeli, tapi hampir semua orang yg lewat depan kiosnya. Dg membicarakan berbagai hal dg teman sesama ibu² penjual sayur, mulai dari harga sayur sampai urusan di rumah terkadang 😅 Dg melakukan tawar menawar sengit wkwk. Jangan sampai kita sebagai pembeli menyakiti hati penjual loh, bisa gak berkah. Makanya kita dianjurkan untuk melihat ekspresi penjualnya ketika melakukan tawar menawar. Apakah sang penjual sudah ridho dg harga tawar menawarnya? Itu penting. Ridho penjual juga mendatangkan ridho Allah kan? Ini memang bukan dalil, tapi dalam berhablumminannas kan ada syariatnya 😊 Terbesit pikiran bwt jadi salah satu bagian dari kalian, ibu² penjual sayur 😅 Mungkin suatu saat nanti Allah berikan kesempatan untuk mencoba, meskipun bukan jadi profesi utama 😊 Sepertinya menyenangkan 😄 hehehe Ya Allah, limpahkan rahmatMu pada ibu² itu, jadikanlah sebagai amal sholeh karna niat ingin membantu keluarga. Ya, tentunya tanpa meninggalkan kewajiban utamanya sebagai seorang istri dan ibu. Allahumma sholi 'la muhammad wa 'ala ali muhammad
Bersama kamu Jazakumullahu khoiron katsir Wahyu Ahmad Kautsar since 26112016 until jannah, insyaAllah