Obati penyakit hati itu, dengan mendo'akan oranglain dalam diam di sunyinya malam.
Selama yang kamu jumpai itu manusia, maka jangan berlebih dalam menyikapi. Entah suka ataupun benci.
Do'akan, lapangkan, dan lanjutkan langkah.
Acquired Stardust
i don't do bad sauce passes
No title available
noise dept.
No title available
Keni
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Mike Driver
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Monterey Bay Aquarium
Not today Justin

roma★
DEAR READER
Jules of Nature
todays bird

No title available
Show & Tell

No title available
cherry valley forever

seen from Germany
seen from Spain

seen from Netherlands
seen from Australia
seen from Türkiye
seen from United States
seen from France

seen from Netherlands

seen from Italy
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States
seen from Germany

seen from Mexico

seen from United States

seen from Italy

seen from United States

seen from Maldives
seen from Malaysia
@febyby
Obati penyakit hati itu, dengan mendo'akan oranglain dalam diam di sunyinya malam.
Selama yang kamu jumpai itu manusia, maka jangan berlebih dalam menyikapi. Entah suka ataupun benci.
Do'akan, lapangkan, dan lanjutkan langkah.
Kita tidak pernah berada di masa tenang, karena pada dasarnya manusia akan terus mengkhawatirkan keadaan; tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Maka cukupkanlah dengan ikhlas yang luar biasa. Apa yang kau bisa sekarang adalah kebaikan dari apa yang sudah kau usahakan. Tentang bagaimana masa lalumu tidak begitu penting untuk disesali, atau tentang bagaimana masa depanmu nanti juga tidak begitu penting untuk ditakuti.
Jalani apa yang kau bisa, pahami bahwa rencana selalu memiliki kemungkinan terburuk. Tapi ingat juga, bahwa kau berhak berprasangka baik.
Semakin dalam kamu memahami diri sendiri, akan semakin baik pula kamu memahami segalanya.
Kalau lagi gabut suka iseng nyari kata-kata di Al-Qur'an. Suatu hari nemu potongan ayat menarik.
"Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Al-Furqan (25) : 20
Kesan pertama saat bacanya tuh merasa tersentuh, karena ditanya, "maukah kamu bersabar?" meanwhile di ayat lain justru biasanya berbentuk perintah. Udah gitu, dikasih tau kalau kita tuh dilihat dan dinilai ketika sedang bersabar.
Kesan keduanya adalah, ayat ini aneh. Aneh karena maknanya tidak lazim dan harus dipikirin beberapa kali buat nemu the next wow. Perhatiin deh kalimatnya. Normalnya yang disuruh bersabar kan yang diuji ya, tapi ini malah "kamu" sebagai cobaan yang harus bersabar.
Kalimatnya kalau normal bakalan gini,
"Dan Kami jadikan sebagian yang lain sebagai cobaan bagi sebagian dari kamu. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Nah ayat itu justru memposisikan "kamu" sebagai ujian bagi orang lain. Keren kan point of view-nya? Jadi sabar tuh bukan cuma ketika diuji, melainkan:
Harus sabar juga ketika kita dipakai Allah untuk menguji orang lain.
Harus sabar dalam menumbuhkan dan memelihara awareness, mengenal diri, dan memperbaiki diri ketika kita menjadi ujian bagi orang lain
Harus ngeh juga kok bisa kita jadi ujian untuk orang lain?
Ayat ini menunjukkan bahwa ujian dalam hidup sering datang melalui interaksi kita dengan orang lain, bisa berupa konflik, perbedaan pendapat, atau tantangan dalam hubungan sosial.
Di sini ada dualitas ujian dalam hubungan sosial yang menekankan bahwa semua orang adalah bagian dari ujian bagi orang lain. Secara nggak langsung ayat ini mengingatkan kita supaya nggak hanya melihat diri kita sebagai korban cobaan, tetapi juga untuk reflektif terhadap bagaimana tindakan kita bisa menjadi ujian bagi orang lain.
Dalam konteks ini, hubungan sosial bersifat dua arah di mana kita berinteraksi dan saling mempengaruhi. Misalnya, kita mungkin menghadapi kesabaran ketika berhadapan dengan orang yang pemarah, sementara orang pemarah tersebut juga sedang diuji untuk belajar mengendalikan emosinya.
Refleksi Diri dan Empati
Memahami bahwa kita bisa menjadi sumber ujian bagi orang lain mendorong kita untuk introspeksi dan mengembangkan empati. Kita perlu menyadari tindakan, kata-kata, dan sikap kita karena itu bisa menjadi tantangan atau cobaan bagi orang lain. Ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam perilaku kita sehari-hari.
Pembelajaran dan Pertumbuhan Bersama
Kesalingan dalam ujian membuka ruang bertumbuh bersama. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari ujian bagi orang lain, kita dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan tersebut. Misalnya, dalam sebuah keluarga atau komunitas, kita memahami mana "red button" atau hal-hal yang dapat melukai ego orang lain, sehingga lebih mengolah komunikasi menjadi lebih efektif dan membangun level pemahaman serta memperluas pengertian bersama.
Peran dalam Pembentukan Karakter
Ujian yang kita berikan dan terima dari orang lain berperan penting dalam pembentukan karakter kita. Dengan proses ini, kita belajar tentang kesabaran, toleransi, pengendalian diri, dan nilai-nilai positif lainnya. Dengan menyadari peran kita dalam ujian sosial, kita dapat lebih fokus pada pengembangan karakter yang positif dan konstruktif. Perspektif ini bisa menumbuhkan rasa saling menghormati dan mengurangi egoisme dalam interaksi sosial.
"Maukah kamu bersabar?"
Dengan menanyakan "Maukah kamu bersabar?", Allah memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada manusia untuk memilih bagaimana mereka akan merespons cobaan. Ini menunjukkan bahwa kesabaran bukan sesuatu yang dipaksakan, tetapi sebuah pilihan yang harus diambil secara sadar dan sukarela oleh individu.
Pertanyaan ini juga mengajak kita untuk secara aktif merenungkan dan menyadari situasi yang kita hadapi. Ini memaksa kita untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan sikap kita (baik ketika diuji maupun ketika kita yang menjadi ujian) daripada bereaksi secara impulsif atau tanpa berpikir panjang.
Dengan menawarkan pilihan untuk bersabar, ayat ini juga menekankan bahwa kesabaran adalah kualitas yang harus dikembangkan. Ini bukan cuma tentang menahan diri dalam situasi sulit, tetapi juga tentang membangun karakter dan ketahanan batin. Kesabaran menjadi sebuah latihan spiritual dan moral yang membantu kita tumbuh sebagai individu.
Kalimat tanya ini juga mengimplikasikan bahwa kesabaran memiliki nilai tinggi dan layak diperjuangkan. Dengan memilih untuk bersabar, seseorang menunjukkan kepercayaan kepada Allah. Inilah adalah sikap yang diharapkan dan dihargai oleh-Nya. Selain itu, kalimatnya menunjukkan hubungan dialogis antara manusia dan Allah. Allah nggak cuma memerintahkan, tapi juga ngajak kita untuk berpikir dan memilih. Begitu dinamis dan interaktif, kan?
Dengan menyadari bahwa kesabaran adalah sebuah pilihan dalam menghadapi ujian, kita juga lebih sadar akan maksud Allah menguji dan sifat sementara dari ujian itu sendiri. Ini bisa membantu kita melihat cobaan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang seperti maunya Allah, daripada hanya sebagai penderitaan yang harus ditanggung.
"Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Ini another subhanallah lagi sih. Liat deh peralihan kata ganti dari sebelumnya "Kami" menjadi "Tuhanmu."
Kalau dalam istilah kebahasaan, ada yang namanya Pluralis Majestatis, yang berarti penggunaan bentuk jamak untuk menunjukkan keagungan dan kebesaran. Contohnya banyak dalam banyak teks keagamaan, termasuk di Al-Qur'an saat Allah menggunakan diksi "Kami".
Peralihan ke "Tuhanmu" di akhir ayat ngasih sentuhan yang lebih personal dan nunjukin kedekatan emosional. Ketika menguji, Allah dengan diksi "Kami"-nya mengirimkan 'aparatur kerajaan-Nya'. Namun Dia mengawasi dalam rangka menjalankan kedudukan-Nya sebagai Rabb. Ini menekankan hubungan langsung antara Rabb dan hamba-Nya.
Dengan menyebut "Tuhanmu Maha Melihat" juga, ayat ini ngasih tau bahwa segala ujian dan cobaan yang dialami manusia ada dalam pengawasan Allah langsung. Yang dengannya dapat memberikan rasa ketenangan dan keadilan, karena mengetahui bahwa tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Allah. Kek, Allah tuh bukannya gak tau kita kesusahan. Kalau kata Pastor Raguel Lewi,
"Hanya karena kita tidak melihat, bukan berarti Dia diam dan tidak bekerja."
Ini juga memperkuat pesan bahwa meskipun Allah mengatur segala sesuatu di alam semesta, Allah juga memiliki perhatian khusus terhadap setiap individu. Allah sangat dekat dan peduli terhadap setiap detail kehidupan mereka, termasuk cobaan yang kita hadapi.
Sebagai penutup, gaya bahasa dalam ayat ini membantu memperkuat pesan tentang ujian dan kesabaran. Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.
— Giza, menebak dan menanti ayat mana lagi yang akan Allah pertemukan dengannya untuk dielaborasi seperti ini?
🥹🥹🥹🥹
Untuk telah pergi begitu saja setelah mengetuk pintu dan dipersilakan masuk, maka kini kukutuk kau menjadi pria lapuk yang di dalam hatinya hanya namaku lah yang bisa merasuk
"Perasan orang jangan diacak-acak ya. Aku memang primitif. Mencintai dengan Sederhana"
Buku Kamu Tidak Istimewa- Natasha Rizky
ready to defend her heart, the kingdom that she built carefully
Berani
Pernah gak sih kalian? Dalam hidup, Ngapa-ngapain takut. takut gagal, takut disalahin, takut dimarahin dan takut untuk menghadapi penolakan. Jika kalian mengalami semua masalah di atas. berarti kalian cukup minum obat ini. Ya yaitu keberanian. Pernah sih kalian baca baca buku atau artikel kisah sukses orang luar seperti abraham lincoln dengan keberanian nya dan kegagalannya berkali-kali, hingga sampai tertipu teman bisnis nya sendiri. tapi akhirnya ia menjadi presiden amerika karena keberaniannya menghadapi kegagalan nya yang berulang ulang. satu lagi pemain film rambo, sylvester stallone. ia pernah di tolak banyak sekali studio film dan banyak masalah hidup yang menerpa nya ketika ia merintis karirnya sebagai seorang bintang film di naskahnya sendiri. mereka berdua sama, memiliki satu hal penting dalam hidup ya itu keberanian. jika anda tidak berani melakukan apapun dalam hidup berarti anda tidak mau berproses. jika anda tidak berani membuat diri anda maju, berarti anda tidak ingin berproses. padahal semua orang di dunia ini memiliki proses masing-masing. yang terpenting yaitu keberanian.
Kenapa kalian tidak berani mengambil satu keputusan penting dalam hidup ini dengan membusung dada dan melangkah kedepan. tau kan di depan ada apa? ada masa depan!!. jangan pernah melangkah mundur ke belakang. karena masa lalu hanya bisa di jadikan pelajaran. Jadilah berani jangan pernah takut. ini hidup mu kawan....
the problem with reading and writing leading to a strong vocabulary is that you tend to know the vibe of words instead of their meanings. if I used this word in a sentence, would it make sense? absolutely. if you asked me what it meant, could I tell you? absolutely not.
Jika seseorang bercerita tentang kesusahannya, dengarkan saja..
Jangan kau cela dan menuduhnya kurang sabar, ataupun kurang bersyukur dengan hidupnya
Ingat, kau hanya mendengar.
Sedang dia harus menghadapi, dan hidup dengan itu setiap harinya..
7 Juni 2021
Nobody deserves to fall asleep at night wondering why they weren't enough.
Berterima kasihlah pada semua beban yang pernah mendekapmu, yang memeluk lantas menghempas bahagiamu. Sekarang, itu membuatmu lebih kuat, itu menjadikanmu lebih bijaksana atas hidup.
Jangan biarkan semua itu menghancurkanmu.
Biarkan itu, membentukmu!
Arief Aumar Purwanto
Kita sekarang sudah benar-benar terpisah.
Tapi tidak sedikitpun mengurangi rasaku.
Perihal yang satu ini, tentu aku tidak perlu meminta ijin darimu kan?
Jangan anggap aku bodoh atau lemah, karena ini berkaitan dengan hati.
Nyatanya ia masih memilihmu.
Tentu bukan aku yang memaksanya.
Bisa jadi usaha-usaha melelahkanmu selama ini, karena kamu hanya melihat dan mengejarnya dari sudut pandang dunia. Tidak mengetuk pintu-pintu langit. Tidak mengguncang seisi semesta melalui doa, bakti, dan kebaikanmu.
—ibnufir
Akhir-akhir ini banyak sekali yang mengganggu fikiran tapi selalu kucoba untuk tidak jadi beban.
Berat sepertinya masalah ini berulang, tapi aku selalu mencoba untuk lapang dan tenang
Menanyakannya dengan tawa dan seolah aku tabah, nyatanya tidak.
Aku remuk dalam diam, dan menangis tiap malam
Ntah, perasaan apa ini
Mungkin memang beginilah cara kerja semesta.
Pandai menciptakan hal hal yang membuatku marah. Padahal ia tahu, jika aku sangat membenci suatu masalah.
Lalu, apa guna bahagia jika sampai saat ini aku tidak menemukannya?
Atau inikah makna mengapa aku harus bernafas, karena dengan hirupnya aku jadi mengerti apa itu sesak?
Mengapa aku harus terus berjalan, karena suatu saat aku akan sampai pada tujuan.
Ingin sekali meminta kepada Tuhan, bolehkan aku tak merasakan lelah dan sesak sekali saja
Bahagia dalam kepura-puraan sungguh sangat menyakitkan bahkan sesekali ingin berhenti untuk bernafas, hanya ingin sekedar tau siapa yang akan menangisi dan merinduku
Kini tujuanku terasa jauh, karena bukan dengan ia aku berjalan. Melainkan dengan angan.
Selamat mati, untuk angan angan yang terlalu tinggi.
Dan untuk juang yang terpaksa berhenti.
Sedihnya malam dibersamai @menyapadalamkata
Nak, tumbulah sehat dalam rahimku. Maafkan ibu yang sering membuatmu merasa tidak nyaman karena banyaknya aktifitas.
Ketahuilah nak, Ibu jatuh cinta sama kamu bahkan sebelum kita bertatap muka dan suara detak jantungmu selalu buatku rindu.
Sehat-sehat ya anak sayang, tumbulah jadi anak kuat. Kita berjuang bersama-sama ya. Ibu can't wait to meet you in this world ❤️✨
Bila sepi mengajakmu lebih dekat dengan Allah lantas mengapa harus risau hanya karena merasa tak memiliki banyak teman? Bukankah sedikit lebih baik daripada beramai-ramai namun tak kau dapati Allah dekat di dalamnya?
@terusberanjak