Me: "Pinjem toples2nya yah ma!" (Mama no comment, selain cuma tanya "Udah jadi? dgn wajah tersenyum penuh harap tanpa masalah") . . . #carpetseed 🍀🌿 #diy #handmade #healing #loveyourself . . . Ingat beberapa tahun lalu, awal2 menggeluti dunia diy handicraft, dari SMP ampek kuliah (pokoknya sejak pindah ke Medan lah itu), masih sering diomeli mama kalo rumah berserak dgn bahan2 daur ulangku. Kalo mama seh bilangnya ini semua 'sampah' (ketika masih belum terima). Bahkan pernah yg paling berkesan sakit hatinya aku ketika SMP, ketika 'harta karunku' ini (begitu aku sebutnya) dirusak & diseraki mama ketika ngamuk & aku cuma bisa nangis melihatnya sambil pelanpelan kukutipi lagi satusatu, kecilkecil, setiap potongan bahan daur ulang berhargaku. Saat itu aku ngerasa 'rendah' sbg anak, tapi tetap gak mau mengubah hobi karna aku cukup tau apa yg bisa buat aku hepi. Ntah sudah berapa kali perkakas diy ku diserak hingga mau dibuang mama, tapi masih kupertahani hingga detik ini (sekalipun waktu berkaryanya sudah mulai berkurang karna sibuk kerja). Momen2 menggeluti dunia diy slalu jadi momen berharga. Seolah berada di dunia sendiri, bikin candu hingga lupa makan, lupa tidur, lupa keluar kamar, lupa kalau sedang sakit berat, lupa kalau sedang ada masalah, stres, hingga lupa jatuh cinta 😅. Dan ketika hasil daur ulangnya jadi, ada perasaan bahagia + bangga melihatnya, apalagi kalau hasilnya bagus 'aku banget' (dalam hati egoku, aku gak perlu dunia luar lagi u/ menghibur karna aku bisa ciptakan sendiri itu). Beberapa tahun berlalu sampai karya2ku mulai dihargai & dipuji orang, teman2, tetangga, hingga teman2 mama pun memuji, barulah sejak itu mama mulai menerima, bahkan mulai suka pameri ke teman2nya yg datang ke rumah, statusku naik jadi 'si pemberes rumah yg serbabisa' (ngalahi keluarga laki2 lainnya). Tapi bukan itu tujuanku berkarya. Ada rasa yg lebih penting yg dihasilkan pada saat menikmati setiap detail proses penciptaannya. Ada sejarah besar yg membentuk jati diri dari aktivitas ini, dan itu gak bisa dibayar dgn apapun. Momen2 terburuk hidup, gagal, jatuh, sakit, sepi, kehilangan, tekanan, kekangan, tak dianggap, Allah kasih kelebihan 'itu' untuk jadi obat semuanya! https://www.instagram.com/p/CG2lcKDhfac/?igshid=1g6iehjf9qbo










