Pernah ga sih tersulut emosi marah secara tiba-tiba? Yang kena imbas orang-orang sekitar kita jadilah kita marahin, bentak, atau bahkan memaki tapi setelah itu jadi menyesal karena udah ngelakuin hal tersebut. Beberapa hari ke belakang, liat twitter bersliweran isinya orang lagi bentak bahkan memaki. Terus jadi keinget pernah baca artikel di verywellmind tentang “Amygdala Hijack” yang cukup relate banget sama kondisi sehari-hari.
Istilah ini sebelumnya dikenalin sama Daniel Goleman yang nulis buku tentang kecerdasan emosi. Dilansir dari medicalnewstoday (2021), amygdala hijack adalah kondisi dimana amygdala (bagian dari otak kita) membajak kendali atas kemampuan diri seseorang untuk merespon ancaman secara rasional. Hal ini yang membuat seseorang bereaksi secara emosional yang mungkin tidak sesuai dengan situasinya. Namanya hidup, pastinya kita akan dipaparkan dengan beragam situasi, ketika hal tersebut kita nilai sebagai ancaman, informasi itu dibawa deh ke otak bagian neokorteks dan amigdala .
Sebenernya setiap orang mampu untuk merespon ancaman secara rasional ketika lobus frontal yang di dalemnya ada sistem korteks ikut andil dalam merespon ancaman. Lobus frontal itu kan berkaitan dengan sistem berpikir kita, cara pengambilan keputusan, berpikir rasional dsbnya. Sedangkan amigdala berkaitan dengan respon emosi. Biasanya yang terjadi lobus frontal belom ngerespon, amygdala udah respon duluan karena emang dia dirancang untuk menanggapi ancaman dengan cepat, bisa sepersekian detik saking cepetnya. Ya makanya kan kita emosi duluan baru berpikir belakangan atau nyesel belakangan ><
Terus kita harus gimana nih?
Amygdala hijack bisa dihindari dengan meningkatkan kecerdasan emosi diri kita. Emang dikira gampang? ya makanya kita usahain buat dilatih terus buat ningkatin atau ngelola emosi kita sendiri. Beberapa caranya bisa dengan melatih mindfullness sama manajemen stress. Nah, karena hasil latihannya ga langsung instan ada beberapa skill juga yang bisa kita lakuin menurut verywellmind (2020):
1. Kita identifikasi dulu, hal apa yang mentrigger kita. Pastinya kita sendiri yang bisa ngerasain kan nada bicara udah agak kuat, dada udah sesek mau meledak rasanya, atau apapun itu. Kasih nama kondisi kita saat itu “Rasanya aku mau marah sekarang juga”. Otak akan nerima informasi dan ngenalin kondisi ini bahwa kita sedang marah.
2. Coba itung selama 6 detik, diem dulu selama 6 detik. Waktu ini buat mencegah amygdala mengambil kendali dan menyebabkan reaksi emosional.
3. Tarik nafas, rasakan setiap nafas yang kita hirup dengan pelan-pelan. Pernafasan dalam ini bisa menenangkan sistem saraf dan membantu untuk membuat keputusan yang bijak.
4. Gunakan perhatian penuh, coba liat sekeliling kita, perhatikan dengan baik. Ini bisa bantu kita untuk keluar dari pikiran dan kembali ke masa kini.
5. Luangkan waktu istirahat, kalau susah buat ngendaliin, coba keluar dari situasi tersebut.
Btw, karena pernah coba ternyata cukup efektif. Dimulai dari sadar kalau lagi marah, eh ditambah harus ngehadepin perintah ibu sendiri buat ini dan itu, akhirnya coba tarik nafas dan ngomong tanpa tone nada yang tinggi “Iyaa, nanti dulu ya, aku lagi emosi”. Dan responnya positif, akhirnya ikut diem dulu hihi. Kalau dalam Islam, kita diminta duduk, berwudhu sampai sholat buat mengatasi emosi marah kita. Ya, apapun itu semoga kita bisa bijak dalam mengelola emosi jadi bisa merespon hal apapun dengan rasional :)
Artikel lengkapnya bisa dibaca disini:
https://www.verywellmind.com/what-happens-during-an-amygdala-hijack-4165944
https://www.medicalnewstoday.com/articles/amygdala-hijack#prevention