Halo sobat fisika,kembali lagi kita nih,gimana kabar kalian semua? Semoga semuanya sehat ya. Btw sebelum mulai,sobat pernah ga si liat bintang? iya bintanggg
Tentunya pernah dong :) ya kannn?? Kita dianugerahi oleh Tuhan sehingga kita dapat mengamati bintang dengan mata biasa kita sendiri, bintang-bintang di langit yang bertebaran di seluruh jagad raya ini. Apalagi kalau sobat mencoba memakai teleskop,beuh pasti mantep tuh, jumlah benda-benda langit yang dapat kita lihat bisa lebih banyak lagi dan lebih detail sob. Jagad raya sebagai tempat tinggal semua makhluk hidup merupakan ruang angkasa yang maha luas dan maha besar yang bisa disebut juga universe.
Jagad raya terdiri dari berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar benda langit diantaranya ada SATELIT. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang Satelit. Dimulai dari pengertian satelit, fungsi,jenis beserta contoh dan gambarnya. Untuk itu, yuk simak baik-baik penjelasan berikut ini.
Lalu sobat sudah tau belum apa itu satelit?
Kata satelit berasal dari kata latin satelles yang artinya “pelayan” atau “seseorang yang mematuhi atau melayani pihak lain”. Sedangkan secara ilmiah, satelit didefinisikan sebagai suatu benda yang bergerak mengitari benda lain yang berukuran lebih besar dan berada dalam jalur atau lintasan yang dapat diprediksi yang disebut orbit atau secara singkat dapat diartikan sebagai benda angkasa yang bergerak mengitari sebuah planet yang membentuk jalur lingkaran atau ekliptikal.
Secara umum, satelit didefinisikan sebagai berikut.Satelit adalah sebuah benda yang mengorbit atau berputar mengelilingi benda lain karena terpengaruh gaya gravitasi benda tersebut.
Contoh yang paling sederhana dari satelit adalah bulan yang mengorbit terhadap Bumi. Bulan mengitari Bumi karena terpengaruh oleh gaya gravitasi Bumi. Karena bulan mengelilingi Bumi, maka bulan disebut dengan satelit. Contoh satelit lainnya adalah Palapa D milik Indosat. Satelit ini merupakan contoh satelit buatan tangan manusia. Hal ini berbeda dengan Bulan yang terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia.
Berdasarkan proses terbentuknya atau pembuatan, satelit yang berada di alam semesta dibedakan menjadi dua macam, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Lalu tahukah kalian apa perbedaan kedua jenis satelit tersebut? Dan seperti apa ya contohnya? Berikut penjelasannya.
- Satelit Alami yaitu satelit yang berasal dari alam dan terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia. Contohnya adalah Bulan yang menjadi satelit alami bagi planet Bumi. Bumi dan planet-planet lain dalam tata surya kita juga menjadi satelit alami bagi Matahari.
- Satelit Buatan yaitu satelit yang sengaja dibuat oleh manusia dan ditempatkan pada suatu orbit menggunakan kendaraan peluncur (roket) yang memiliki fungsi tertentu seperti komunikasi, pemetaan, monitoring cuaca, dan sebagainya. Contoh satelit buatan di Indonesia antara lain satelit Palapa, Telkom, Garuda, Indostar dan masih banyak lagi terutama satelit luar negeri.
Satelit alami bumi adalah bulan. Selama mengelilingi bumi, bulan mengalami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengelilingi bumi dan revolusi bulan mengelilingi matahari. Bulan melakukan rotasi selama 29 hari (1 bulan), melakukan revolusi terhadap Bumi sebanyak 12 kali dalam setahun dan bersama Bumi mengelilingi Matahari selama 1 tahun. Adapun fungsi dari satelit alam seperti diatas.
Nah diatas ada beberapa contoh dari satelit alam nih sob. Lalu kita lanjut aja yuk ke satelit buatan,penasaran? Yuk scroll kebawah lagi
Berikut berbagai fungsi dari satelit buatan
■ Satelit Komunikasi (Communication satellite)Yaitu satelit yang memiliki fungsi untuk keperluan sistem komunikasi jarak jauh, baik berupa layanan telepon, data ataupun internet.
■ Satelit Cuaca (Weather Satellite)Yaitu satelit yang memiliki fungsi untuk monitoring atau memantau keadaan cuaca dan iklim di Bumi
■ Satelit Navigasi (Navigation Satellite)Yaitu satelit yang berfungsi untuk menyediakan posisi geospasial secara mandiri dengan jangkauan global dan biasa disebut satelit GPS (Global Positioning System) yang digunakan untuk navigasi darat, laut, dan udara. Satelit navigasi digunakan untuk aplikasi smartphone seperti Google Street View atau Google Maps
■ Satelit Pengindraan Jarak Jauh (Remote Sensing Satellite)Yaitu satelit yang didesain khusus untuk mengamati Bumi dari orbit yang ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengawasan lingkungan, pemetaan (ex. google earth) dan lain-lain.
■ Satelit Militer (Military satellite)Yaitu satelit yang digunakan untuk kepentingan militer seperti intelligence gathering atau pengamatan intelejen berbasis satelit, navigasi dan komunikasi militer.
■ Satelit Navigasi (Navigation Satellite)Yaitu satelit yang berfungsi untuk menyediakan posisi geospasial secara mandiri dengan jangkauan global dan biasa disebut satelit GPS (Global Positioning System) yang digunakan untuk navigasi darat, laut, dan udara. Satelit navigasi digunakan untuk aplikasi smartphone seperti Google Street View atau Google Maps.
■ Satelit Ilmiah (Scientific Research Satellite)Yaitu satelit yang berfungsi untuk menyediakan informasi meteorologi, data survey tanah (remote sensing), radio amatir dan berbagai riset ilmiah lainnya.
■ Satelit Astronomi (Astronomy Satellite)Yaitu satelit yang digunakan untuk mencari temuan-temuan baru di luar angkasa. Terutama untuk mengamati planet-planet, galaksi, dan benda-benda yang belum diketahui dan jaraknya sangat jauh dari Bumi sehingga dapat dipelajari dan diteliti. Contohnya adalah teleskop Hubble milik NASA.
Nah diatas ini,ada beberapa contoh dari satelit buatan sekaligus tahun operasinya dan pengelolanya ya sob ;)
Gambar SATELIT PALAPA A1,satelit pertama di Indonesia
Palapa ialah nama bagi sejumlah satelit telekomunikasi geostasioner Indonesia. Nama ini diambil dari "Sumpah Palapa", yang pernah dicetuskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit pada tahun 1334.
Satelit pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 oleh roket Amerika Serikat dan dilepas di atas Samudera Hindia pada 83° BT. Satelit pertama dari 2 satelit itu bertipe HS-333 dan bermassa 574 kg.
Kemudian 4 satelit dari seri kedua dibuat, yang kesemuanya dari tipe Hughes HS-376. Ketika peluncuran Palapa B2 gagal, satelit ke-3 diatur. Awalnya bernama Palapa B3 dan dijadwalkan untuk STS-61-H, akhirnya diluncurkan sebagai Palapa B2P. Sementara itu Palapa B2 diperbaiki kembali oleh STS-51-A, diperbaharui dan diluncurkan lagi sebagai Palapa B2R.
Sumber : Infoastronomi.org
Gambar Satelit TELKOM-2 (2005)
Telkom-2 adalah satelit yang diluncurkan Telkom ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B4. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Kourou di Guyana Perancis pada tanggal 16 November 2005.
Telkom-2 memiliki umur operasi selama 15 tahun dan bernilai sekitar 170 juta dolar AS. Sekitar 70 persen kapasitas transponder Telkom-2 akan disewakan kepada pihak luar.
Dari 30 persen kapasitas yang akan digunakan sendiri oleh Telkom, satelit buatan Orbital Sciences Corporation ini diharapkan akan mendukung sistem komunikasi transmisi backbone yang meliputi layanan telekomunikasi sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), internet, dan jaringan komunikasi untuk kepentingan militer.
Satelit ini akan beredar di orbit 118° BT dengan kapasitas 24 transponder C-band dan berbobot 1.975 kg. Daya jangkaunya mencapai seluruh ASEAN, India dan Guam.
Sumber : http://jayaspeed.blogspot.com/2012/06/10-satelit-tertua-indonesia-berdasarkan.html
Gambar Satelit Palapa A2 (1977)
Palapa A2 adalah satelit komunikasi milik Indonesia dan dioperasikan oleh Perumtel. Palapa A2 diluncurkan pada tanggal 10 Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dan beroperasi di orbit 77 BT sejak tanggal 11 Maret 1977 hingga bulan Januari 1988, 4 tahun melewati masa operasional yang direncanakan.
Program satelit Palapa A dimulai saat Pemerintah Indonesia memberikan 2 kontrak terpisah pada Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat untuk menyediakan 2 satelit (Palapa A1 dan A2), sebuah stasiun kontrol utama untuk kedua satelit tersebut dan 9 stasiun bumi. Pembangunan 10 stasiun tersebut diselesaikan dalam waktu 17 bulan, salah satu yang tercepat bagi Boeing. Pada kontrak terpisah, dibangun total 30 stasiun bumi lainnya untuk dioperasikan oleh Perumtel. Nama Palapa sendiri dipilih oleh Presiden Suharto pada bulan Juli 1975. Satelit Palapa A2 dimaksudkan sebagai cadangan dan siap untuk dioperasikan apabila Palapa A1 mengalami kegagalan, atau jika permintaan pasar tidak dapat lagi diakomodasi oleh Palapa A1.
Sumber : http://jayaspeed.blogspot.com/2012/06/10-satelit-tertua-indonesia-berdasarkan.html
Indostar II / Cakrawarta II (2009)
Indostar II atau Cakrawarta II adalah satelit yang diluncurkan oleh PT Media Citra Indostar (MCI) yang mengelola dan mengoperasionalisasi satelit Indovision. Satelit ini diluncurkan dengan menggunakan roket peluncur Proton Breeze milik Rusia dan lepas landas melalui Baikonur Cosmodome di Kazahkstan. Peluncuran satelit Indostar II ini telah berlangsung pada tanggal 16 Mei 2009.
Sumber : http://jayaspeed.blogspot.com/2012/06/10-satelit-tertua-indonesia-berdasarkan.html
Satelit LAPAN-TUBSAT (2007) Satelit Mikro Pertama di Indonesia.
LAPAN-TUBSAT adalah sebuah satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universität Berlin; TU Berlin). Wahana ini dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT, namun juga menyertakan sensor bintang yang baru. Satelit LAPAN-TUBSAT yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter ini akan digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.
LAPAN-TUBSAT membawa sebuah kamera beresolusi tinggi dengan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan Bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer.
Manuver attitude ini dilakukan dengan menggunakan attitude control system yang terdiri atas 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sun sensor, 3 magnetic coil dan sebuah star sensor untuk navigasi satelit. Komponen-komponen inilah yang membedakannya dengan satelit mikro lain yang hanya mengandalkan sistem stabilisasi semi pasif gradien gravitasi dan magneto torquer, sehingga sensornya hanya mengarah vertikal ke bawah.
Sebagai satelit pengamatan, satelit ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat. Tapi pengamatan banjir akan sulit dilakukan karena kamera tidak bisa menembus awan tebal yang biasanya menyertai kejadian banjir.
Sumber : http://jayaspeed.blogspot.com/2012/06/10-satelit-tertua-indonesia-berdasarkan.html
Gimana nih sob? Dah paham kan? Kayaknya fisikasma sudah mau pamit nih sob. Kiranya blog ini bermanfaat ya,buat sobat sobat juga jangan lupa buka blog dari sumber aslinya ya sob. Mantappp...
Mohon maaf ada jika kesalahan dalam penulisan,demikian terimakasih
Sumber 1 : http://jayaspeed.blogspot.com/2012/06/10-satelit-tertua-indonesia-berdasarkan.html
Sumber 2 : https://blogmipa-geografi.blogspot.com/2018/02/satelit.html
Sumber 3: Wikipedia