12 Januari 2016, @liafaizah kembaran aku dari lain ibu dan ayah nikah! 👰 Yeeaaay! 🎊
Mak, inget ga pertama kali ketemu di masa orientasi jurusan, kamu tiba-tiba nanya, “Eh, kamu mirip mamah kamu ya?”. Aku bingung harus jawab apa, malah jawab, “Emang kamu pernah ketemu mamah aku?” dengan juteknya. Ternyata maksud kamu adalah wajah aku itu keibuan (gatau keibu-ibuan deh haha).
Terus ngobrol bener-bener di awal perkuliahan sambil nungguin kuliah MKDU ngebahas JoBros, disney, hollywood, dan ke"tidakterlalutertarikan" kita terhadap jejepangan, karena kita cuma suka sama bahasanya aja. Kemudian kamu cerita mengenai kegilaan kamu yg fangirling luar biasa pada Skandar Keynes. Di situ, dalam hati aku yakin banget kalau kita akan menjadi sahabat kental melampaui kekentalan Spongebob dan Patrick.
Kemudian akhirnya, kamu dan Elis yang kemana-mana suka berdua, bergabung sama aku yang suka bertiga bareng Anski dan Icha. Lalu jadilah kita kemana-mana selalu bareng. Kalo bertiga sama Elis kita kayak ban becak, kalo kita berdua aja suka dipanggil si kembar, dan kita akhirnya mengaku-ngaku sebagai Upin Ipin. Kadang heran juga kenapa kita disebut kembar karena ga mirip-mirip banget (kecuali postur tubuh kita yang sama-sama bantet haha). Heran juga sampe ada temen yang suka ketuker salah manggil nama kita berdua. Contonya Sena yang suka manggil aku Lia, atau manggil kamu Nci. Pernah suatu hari aku ngobrol ngebahas ICW bareng Teh Yunina, kemudian lupa ICW itu singkatan dari apa. Teh Yunina yang beberapa hari atau minggu kemudian inget singkatan ICW apa malah ngirim SMSnya ke Lia bukan ke aku. Lalu kamu laporan ke aku, dan kemudian kita keketawaan. Saking miripnya kita di mind set mereka mak haha 😂
Padahal kita luar biasa berbeda. Aku ngotot, kamu ngeyel. Aku selow dan cuek, kamu panikan dan ga enakan luar biasa (padahal ga enakan mah sama sih). Aku inget sampe detail, kamu pelupa akut. Aku (sempat) suka politik, kamu ga terlalu suka. Aku tergila-gila nasi padang, kamu cinta soto. Aku gila bola (Manchester United), dan kamu ga suka bola. Sekalinya suka bola, karena ikut-ikutan Skandar Keynes suka sama Arsenal. Sebel kan, jagoan bolanya ternyata rival haha. Aku suka motogp dukung Pedrosa, kamu ga suka GP. Sekalinya nyobain nonton, malah dukung Lorenzo karena katanya ganteng. Aku cuma bisa ngakak sambil tepok jidat gara-gara kelakuanmu ini.
Aku sempet suka musik beraliran alternative dan kenceng macam My Chemical Romance, Muse, The Script, Coldplay, All Time Low, Paramore, FTSK, dll, kamu sukanya yg slow macam Westlife, Rascal Flatts, Carrie Underwood, Regina Spector dan beberapa artis Disney. Nyatanya aku ketularan. Lalu kita sama-sama heboh fangirling Zayn Malik bahkan sebelum One Direction terkenal di Indonesia. Karena kita sering berantem berebut pepesan kosong tersebut, aku melabuhkan pilihan pada Harry Styles, kamu Liam Payne. Kamu sukanya yg berwajah imut macam Skandar Keynes, Thomas Sangster, Riley McDonough. Sedangkan aku suka yg berwajah matang seperti Donny Alamsyah, Rio Dewanto, Gita Wirjawan (haha, beliau yg bikin kamu geleng-geleng kepala ga ngerti).
Bukan sahabat kalau ga pernah ngebahas cinta. Pertama kali ngebahas masalah ini di akhir semester 1, dan agak ga sengaja. Awalnya kita yg notabene nya sama-sama introvert dan tertutup ga mau buka suara mengenai ini. Tapi lama kelamaan setelah aku bercerita sedikit dan sedikit mengorek-ngorek kamu (bukan Sri Rahayu kalo ga bisa ngorek-ngorek orang haha), ternyata kita sedang sama-sama mengalami patah hati. saling cerita, dan dengan anehnya aku sampe nangis senggugukan denger cerita kamu, lalu diketawain sambil dilempar tissue karena katanya aku lebay haha 😂. Bodo amat, dulu mah kerasanya sakit pisan karena mengalami hal yang sama, mungkin. Dan setelah itu, kita tukeran lagu kebangsaan galau kita. Punyaku The Script - Breakeven (dan jejeran lagu dari The Script lainnya) dan My Immortal nya Evanescence, sedangkan kamu What Hurts the Most nya Rascal Flatts dan Because of You nya Kelly Clarkson.
Kemudian kita sama-sama berusaha move on dengan saling menghibur satu sama lain lewat candaan, makanan (yg bikin kita luar biasa buleud sekali), bacaan, tontonan, fangirling mark westlife, rebutan Zayn Malik, fangirling the twin Harries dan Before You Exit, membully satu sama lain (seringnya sih lia yg dibully, sampe aku ngerekrut squad jg 😂😂), kemudian Lia melimpahkan bullyannya terhadap Icha (karena cuma Icha yg bisa dibully Lia dan karena Icha emang seneng dibully 😂😂), atau membully diri sendiri saking takutnya keduluan dibully orang lain haha 😂😂.
Ketika twitter dan BBM adalah medsos yg naik daun jaman itu, aku sering melakukan pembajakan pada akunmu itu mak. Rasanya luar biasa menyenangkan hahaha. Saking serunya aku ketagihan. Kata kunci pembajakan? Ga jauh dari temen sekelas kita yg aku cengcengin ke kamu dengan inisial “SAP” itu atau selebritis yg sedang in pada waktu itu, semisal Agung Hercules, Yayan Ruhiyan atau Eyang Subur haha.
Berhubung kamu bulliable banget, aku pernah nulis notes di komputer lab bahasa, yg ternyata pararel satu sama lain. Jadi, catatanku yg berisi mengenai cerpen konyol (yg intinya berisikan cerita “kamu yang jatuh cinta pada si SAP ini, dan selalu menantikan kedatangannya dengan menatap pintu masuk” 😂) ada di tiap komputer di lab bahasa, dan ga cuma jurusan kita aja yg baca. Dan yang parahnya lagi aku juga nyantumin nama lengkap, NIM dan jurusanmu, Mak (Ya Allah maafkan kejahilanku tempo hari 😂😂😂). Sampai suatu hari ada mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris menambahkan tulisan di note yang aku buat itu yg kira-kira seperti ini “Semangat ya, Lia” dan mereka yg menyemangatimu ikut-ikutan mencantumkan nama dan jurusannya. Kita tertawa tiada ampun! Aku ga bisa ga ngakak jumpalitan sama Elis 😂😂😂
Selama bareng jaman kuliah sering juga kita ngebahas nikah (kaciri pisan ngebetna haha 😂). Katanya Lia pingin nikah sama berondong dan sempet pingin nikah muda selagi kuliah, sedangkan aku pinginnya nikah sama yg usianya jauh lebih mateng di usia 22. Sampe kamu pernah bilang, “Kayaknya kalo aku udah nikah plong & bahagia pisan deh, Mak. Salah satu tujuan hidup aku tercapai!”.
Tapi mengingat fisik (yg sering kita keluhkan jaaaaauuuuuh dari kategori sempurna), keinginan kita buat nikah muda kita kubur dalam2, diganti dg mimpi lain yaitu lulus kuliah tepat waktu.
Tapi suatu hari, mimpi yg udah kamu kubur agak muncul lagi setelah mimpi bertemu dengan berondong yang bernama Lintas dan kemudian dalam mimpi kamu itu dia jadi jodoh kamu. Setelah mimpi itu, tiap papasan dengan cowok yg kira-kira lebih muda dan cakep, kamu akan berbisik, “Itu kayaknya Lintas deh, Mak.” Dan aku hanya bisa mengerlingkan mata haha. Tapi kita tetap ga berharap menemukan tambatan hati karena kita jauh dari harapan untuk ditambat.
Ga disangka justru menjelang semester 7 kita mengalami keajaiban. Kita jatuh cinta! Lia sama orang yg sama dari masa lalu, aku sama orang yg berbeda. Sempet berpikir jauh ke depan, namun ternyata kita memilih bungkam ketika menyadari bahwa tak akan ada masa depan. Kita kembali mengalami patah hati. Dan aku harus mengubur impian menikah di usia 22 karena justru di diputusin di umur 22 lebih 4 hari. Sedangkan kamu mengalaminya lebih berat, dikhianati ketika menjelang sidang skripsi.
Aku melewati hari-hari kelabu tersebut dg mengalihkannya pada skripsi, mendukung tim der panser pada world cup 2014 dan pemilu 2014, sedangkan kamu lebih tertutup mengenai kesakit hatian yg luar biasa dg melewati malam kelam tanpa tidur. Kamu mengalami patah hati luar biasa yang kedua kalinya dengan orang yang sama.
Di kosan kamu (yang merupakan basecamp kite orang punya geng), kita berbagi kepatah hatian tersebut. Nyanyi-nyanyi, makan (nasi padang, soto, capcay, sate, jus, baso, mie ayam, capcin) tidur, inget-inget hal yg para lelaki tersebut lakukan pada kita agar memudahkan move on kita. Dari nangis bareng, sampe ngetawain kebodohan kita yg gampang banget ditipu oleh lelaki macam mereka. Tapi, beruntungnya kita bisa melalui keterpurukan tersebut dalam waktu yang singkat, karena menyadari bahwa meratapi patah hati menurut kita sangat hina tiada dua.
Kemudian kita hijrah sama2 ya, Mak. Meskipun kita mengalami kesulitan hijrah dari kegilaan kita terhadap fangirling dan serial FRIENDS. Di tengah kegilaan kita, di pertengahan tahun 2016 lalu, di awal bulan Ramadhan, aku berkelakar dg berkata, “Kayaknya ini tahun terakhir kita single deh, Mak. Tahun depan kayaknya kita udah punya suami. Hahaha.”
Lalu kamu jawab, “Ah, Nci, aku degdegan deh kamu ngomong gitu, soalnya omongan kamu sok kejadian. Tapi aamiin ya Allah, kabulkan doa Nci. Hahaha”.
Tahunya, ketika kita sama2 mendapat pekerjaan baru sebagai guru SMK, kamu tiba2 cerita kalo ada yg stalking. Namanya, Pak Rano. Awal kamu cerita, feeling aku kok kalian bakal berjodoh.
Inget ga, kamu pernah ngirim surat, souvernir khas Indonesia dan foto kamu ukuran 4R (ta sabaraha?) pada Skandar, dan galau berbulan-bulan karena ragu sampai pada tujuan atau ga? Dan aku ikut-ikutan menambah kegalauan dengan mengatakan bahwa Skandar ga mau bales suratnya karena takut sama foto kamu haha 😂. Namun suatu hari di semester 4 setelah penantian berbulan-bulan dan setelah kamu presentasi di depan kelas, tiba-tiba ada telepon dari rumah, dari Teh Nita, ternyata Skandar membalas surat kamu dengan foto dirinya yg dibubuhi tanda tangannya. Kamu seneng luar biasa sampe gemeteran, dan aku ikut seneng. Dan perasaan seneng luar biasa itu pun aku rasakan ketika kamu cerita mau nikah. Wallahi, seneng luar biasa denger kabar baik dari kamu, waktu tiba2 beberapa bulan ke belakang pasca operasi sendi lengan, kamu curhat bakal nikah akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017 sama si Pak Rano ini.
Namun di sisi lain agak sedih juga, karena nanti aku ga bisa seenaknya minta waktunya buat curhat atau ngebahas kekonyolan Joey Tribbiani kesayangan kita.
Tapi sungguh aku bahagia luar biasa, karena sekarang kamu kapalmu telah berlabuh, menemukan nakhodanya. Dan impian kamu buat nikah sama berondong juga tercapai.
Barakallahulaka wabaraka alaika wajamaa bainakumaa fiikhair. Semoga sakinah, mawadah, warahmah ya, Mak. Segera dikaruniai anak2 yg menjadi mujahid dan mujahidah yg shaleh dan shalehah. Maafkan diriku yang ga bisa dateng ke akad kamu ya, Mak 😭😭
Mudah-mudahan resepsi nanti Allah mengizinkan (aku pingin main ke Karawang bully kamu sama Nggin dan Rini 😂). Doain juga biar aku cepat menyusul ya, Mak 😂😂