PERJUANGAN KITA SELALU HAMPA. BEGITU PULA KERIUHAN ITU, BUKAN PULA UNTUK KITA!
Ini adalah tulisan remeh dan nyeleneh yang sebisa mungkin kita tulis untuk meramaikan balada pemilihan umum tahun 2019 ini. walaupun untuk menulis inipun akhirnya seperti mengcopas tulisan kawan-kawan yang sudah lebih dulu menulis tentang hal ini dalam versi pemalas. adalah Golput sebagai gerakan natural yang muncul sebagai tanggapan atas fenomena politik yang terjadi. seperti yang telah kita ketahui bahwa golput memiliki 3 kategori, yaitu teknis, ideologis/politis, dan apatis -kalian bisa cari aja di google artinya. tulisan ini akan kita fokuskan untuk menjawab balik atas keresahan para simpatisan yang merasa bahwa gerakan golput adalah gerakan yang apolitis, psycofreak, pecundang, egois,dsb. dan menurut kita ini adalah hal aneh. Lebih aneh lagi banyak “A”kademisi maupun HORANG PENTING yang menggunakan istilah-istilah tidak berwibawa seperti di atas untuk merespon gerakan tersebut. tanpa menjawab balik tantangan politik yang para golputers -fans golput 48- lempar ke publik dengan berbagai cara *lisan/tulisan. kita ambil satu contoh tulisan yang paling aman untuk kita kritisi. Sebuah tulisan di tatkala yang di tulis oleh Marx_Tjes-sejarawan amatir ;p. yang kita yakin tulisannya adalah gabungan gagasan dari beberapa tulisan yang tidak mampu menjawab tantangan dari tulisan para golputers yang sudah beredar sebelum ini. okey kita mulai dari atas....
“Meski begitu, beberapa kawan milenial yang saya temui menyatakan pesimis dengan hajatan pilpres tahun ini dan berniat golput. Menurutnya, kontestasi pilpres 2019 tidak lebih dari pertunjukan drama politik pragmatis sekaligus oportunis. Alih-alih memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan, yang disuguhkan justru caci maki dan saling menjatuhkan................dan seterusnya dan seterusnya..................hoax mempengaruhi golput.........................hingga Pada kasus Indonesia, saya menemukan kepribadian yang mendua dari kelompok golput, semacam kegalauan intelektual. Mereka kadang bangga dengan ke-golputan nya, tetapi di sisi yang lain meneriakkan perubahan. Kebanyakan dari mereka melayangkan wacana presiden independen tanpa dukungan partai politik, kemudahan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, penyelesaian masalah HAM di masa lalu, kerusakan lingkungan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta supremasi hukum yang memadai.”
pernyataan yang kita singkat”diatas karena males kita copas tidak menyentuh hal mendasar yang menyebabkan seseorang menjadi golput. seperti masalah HAM masa lalu dan masa kini yang katanya mau diselesaikan *salah satunya kasus novel baswedan. masalah sospol identitas yang terlihat semakin menjadi” (kriminalisasi kelompok “rentan”, hingga kriminalisasi antar kelompok masyarakat). hingga perusakan maupun penghilangan hak hidup yang layak sering terjadi di masa kepemimpinan ini berlangsung *ga usah dirunut kalian bisa cari sendiri via walhi, greenpeace, kontras, jatam, hingga YLBHI. mereka menggunakan algoritma dengan data kongkrit untuk membuktikan ada yang salah dengan keberlangsungan negara ini, bukan retorik simpatisan macam rocky gerung DKK di ILC ataupun panggung”lainnya.para golputers tidak mempan dengan drama"di ILC/panggung lainnya yang sengaja dihadirkan sebagai panggung adu retorika sekelas FTV. kita akan menjawab sedikit mengenai prihal SIKAP MENDUA di atas yang berujung pada pernyataan “ Lalu pertanyaannya, bagaimana mungkin mimpi itu terwujud jika tanpa masuk ke dalam sistem ?”. Bukankah kita sepakat pada konsep dualisme sebagai penyeimbang, bukankah dalam teori posmo pun sudah dijelaskan bahwa baikpun adalah subyektifitas, malah bisa terlihat objektif padahal adalah sebuah intersubyektifitas. poinnya adalah : dalam demokrasi siapapun dan melalui lini manapun bisa menciptakan perubahan, atau memberikan pengaruh atas perubahan. itu alasan mengapai LSM hingga gerakan aktivisme adalah oposisi negara yang paling santer membawa perubahan-perubahan. kita ambil contoh misalnya kasus NGAENGAE penistaan AGAMA AHOK DAN GERAKAN KEIMANAN 212. isinya adalah rakyat sipil yang tergabung melalui LSM-LSM keagamaan. And then AHOK pun di penjara. konyol memang tapi cukup menjadi contoh kan? belum lagi gerakan-gerakan yang masih berproses hingga saat ini seperti Tolak reklamasi teluk benoa, penolakan PLTU batu bara, dan aksi tolak tambang di sulawesi tenggara. mereka adalah rakyat sipil yang tersadar akan kondisi dan tidak mendua dalam keberpihakan politiknya dengan melakukan aksi langsung. bukan duduk-duduk digiring hoax. Namun digiring keadaan yang masuk di nalar mereka. Bila kita kaitkan pada kesadaran seperti contoh di atas? *tidak termasuk contoh aksi buku jilidan, dimana naralnya para golputers ini? “MUNCULNYA NARASI SISTEM NEGARA HANYA MENJADI NEGASI ATAS PENINDASAN YANG DILAKUKAN MODAL ATAS HAK HIDUP YANG LEBIH EGALITER”
Berikutnya.......
“Fenomena lain yang membuat saya menolak gagasan golput bahwa selama periode 2014 – 2019 adalah periode yang tidak produktif dalam sejarah parlemen kita. Bayangkan saja, dari 50 RUU, yang selesai dan menjadi UU hanya 5 saja. Dengan minimnya produk undang-undang itu, kemajuan Indonesia yang dicanangkan tercapai pada 2045 melalui tagline “generasi emas” akibat overpopulasi usia kerja hanya mimpi di siang bolong. “
Kontra Produktifitas di Parlemen tidaklah bisa kita samakan dengan memilih berikutnya semuanya akan baik-baik saja. malah membenarkan kondisi itu bukan? atau mengharapkan akan baik-baik saja kalau kenyataannya ketidak baikan itu sudah terbukti dengan lemahnya sistem yang berkembang mencapai suatu keberlangsungan negara yang tidak efesien dan korup.
TERUS MENGAPAI KITA GOLPUT? perlu kita jelaskan dulu bahwa golput tidaklah tindakan kuno karena tindakan tersebut adalah tindakan yang terjadi atas respon kondisi aktual hari ini dan perlu di ingat dalam kondisi politik Golput bukanlah porses final. Golput adalah sebuah Intro sebagai proses kritis dan menunjukkan sikap mosi tidak percaya kepada sistem yang sedang berlangsung. apabila memilih adalah tesis maka golput politis/ideologis adalah antitesis..tujuannya???????????????????
MENGHASILKAN SINTESIS?
TIDAK PERLU TAKUT PADA PERGERAKAN GOLPUT YANG TIDAK POPULER ITU HINGGA HARUS MENGATAKAN MEREKA PECUNDANG. LUHUT, WIRANTO, DAN TIM BRAVO 5 HANYA TAKUT BISNISNYA TIDAK BAIK”SAJA APABILA KEBIJAKAN PEMERINTAH BARU YANG TIDAK MEMIHAK PADANYA MENYULITKAN POSISINYA DAN BISNISNYA, DANNNNNNNNNNNNN TIDAK ADANYA KEPENTINGAN RAKYAT SECARA MERATA DI DALAMNYA SELAIN CPO, BATU BARA, DAN KONSESI HUTAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KELAS BOJUIS SEMATA.
tulisan ini sengaja tidak mengandung gaya penulisan yang intelek, dan pendekatan sistemis, dan bernas. kita hanya sedang bercerita kepada kawan-kawan kita dengan cara yang lebih egaliter. se egaliter warung kopi di dekat rumah saya.
bacaan yang kita kutip bisa kalian singgahi di link berikut golput dan apolitisme milenial pada pilpres 2019
selebihnya kita rujuk siapapun untuk memilih tulisan tentang golput dari link berikut ini.....
https://kelung.com/golput-2019-siapa-pun-yang-menang-rakyat-tetap-kalah/
https://medium.com/sayagolput/tagged/alasan-sayagolput
https://www.youtube.com/watch?v=qlB7vg4I-To&t=11s









