Terlalu terlambat untuk bilang “aku cinta kamu”. 12 tahun sudah terlalu berlalu.

No title available

tannertan36
Game of Thrones Daily
occasionally subtle
Fai_Ryy

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
Mike Driver
Stranger Things

roma★
🪼
Peter Solarz
Monterey Bay Aquarium
untitled
Cosmic Funnies
KIROKAZE
Jules of Nature
Sade Olutola
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Lint Roller? I Barely Know Her
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia
seen from Russia

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Austria

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Australia

seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from Denmark
seen from United States
seen from Brazil
@gadis-kecil
Terlalu terlambat untuk bilang “aku cinta kamu”. 12 tahun sudah terlalu berlalu.
Happy International Women’s Day! To all the wonderful women we know. ❤
I’ve been so tired lately that I wasn’t able to draw something new, but please enjoy this piece from last year that I worked hard on!
biarkan saja aku berjuang dengan doaku, siapa tahu takdirmu bisa dipatahkan, lalu akhirnya aku yang menjadi pilihan.
- ichwaans
M. Quraish Shihab
“Allah , dalam kitab Mu ,Engkau memerintahkan kami berdoa sambil berjanji mengabulkannya. Kini kami berdoa , sebagaimana Engkau perintahkan maka kabulkanlah doa kami sebagai mana Engkau janjikan , Aamiin”
—
Aku Bisa Sulap (2)
Ada mimik kaget tampak di wajahmu ketika melihat aku sedang duduk di lorong depan kelasmu. Teman-temanmu menyapaku bertanya kenapa aku di sini, aku hanya menjawab singkat.
“Menjemput tuan putri.” Sambil menatap wajahmu.
Kau tidak bergeming. Kau hanya menggelengkan kepala sebelum kemudian berjalan pergi tanpa memedulikan aku yang daritadi menunggumu. Aku bergegas lalu berjalan di sampingmu.
“Lapar?” Tanyaku.
Kau tak menjawab dan masih serius menuruni anak tangga, begitu juga aku di sebelahmu.
“Jangan cepat-cepat, jatuh nanti.”
“Ya..” Jawabmu singkat.
“Gimana kalau makan siang?” Tanyaku lagi.
“Aku nggak lapar.” Kau membalas.
“Aku bisa sulap.”
Kau menengok, “Aku bisa membuatmu mau mengiyakan ajakanku makan siang.” Lanjutku.
Kau terkekeh seperti sedang meledek.
“Coba saja.” Balasmu sambil mempercepat langkahmu turun ke lantai satu.
Akhirnya kita berdua sampai di lantai bawah. Kau berjalan ke luar kampus untuk mencari tukang fotokopi untuk menjilid tugas yang akan kau kumpulkan di kelas sore nanti. Sedangkan aku masih terus berjalan di sebelahmu dan tak berkata banyak. Sesekali aku tau kau melirik ke arahku seperti sedang bertanya-tanya kenapa aku mendadak jadi pendiam. Seakan saat itu kau sedang penasaran menunggu cara apa lagi yang akan kupakai untuk membuatmu mau makan siang.
Siang ini panas sekali, terlebih di daerah sekitar kampus yang memang jarang sekali aku temukan pohon yang tumbuh besar menjulang. Kita menyebrang jalan dan pada akhirnya sampai di tukang fotokopi ini. Cuaca panas beserta tukang fotokopi yang dipenuhi mahasiswa membuat suasananya makin terasa pengap tanpa udara.
Kau duduk menunggu sembari mengipas-ngipaskan kertas yang kau pegang. Aku berdiri di sebelahmu sebentar sebelum kemudian pergi beberapa saat lalu kembali lagi dengan membawa sebuah minuman kemasan yang biasa aku beli. Aku meminumnya di depanmu, dan kau hanya melihat dingin ke arahku.
Minuman kemasan dingin yang aku minum tampak menyinggungmu. Ya bagaimana tidak? Aku seperti sedang asik sendiri padahal di depannya sedang ada wanita yang kepanasan dan kelelahan menunggu antreannya datang.
Setelah minuman kemasan itu habis aku kembali pergi sebentar lalu datang sambil menjilat es krim yang baru saja aku beli. Kau melirikku, aku tau itu. Meskipun berpura-pura tak peduli, sebenarnya kau juga memperhatikanku.
Kebetulan saat itu bangku di sebelahmu kosong. Aku duduk di sana sambil masih asik menjilat es krim yang baru aku beli. Satu menit asik sendiri, kemudian aku menyerahkan satu buah kresek putih berisi es krim berbentuk mangkok kepadamu.
“Cepet dimakan keburu cair.” Kataku tanpa melihat ke arahmu.
Kau tak menjawab, kau hanya mengambilnya lalu membuka es krim itu dan perlahan memakannya. Kita saling hening dan menikmati es krim kita sendiri ketimbang berbicara di cuaca yang panas begini.
Es krimku habis duluan. Lalu kemudian aku menengok ke arahmu.
“Gimana?” Tanyaku.
Dahimu mengkerut, “Apa?” tanyamu sambil masih fokus menyendok es krim yang aku belikan.
“Sulapku.” balasku.
“Sulap apa?”
Aku menaikan alis, “Gimana? Berhasil kan ngajak makan siang bareng.” bisikku.
Kau hampir tertawa tapi tetap kau tahan, “Ini kan es krim! bukan makan siang!”
“Tapi dimakan atau diminum?” Cecarku.
“Dimakan sih.”
“Aku bisa sulap lagi.” Kataku, “Bentar lagi kamu tersenyum.” lanjutku.
Aku menatapmu. Dan kau berusaha untuk tidak tertawa sambil terus melipat bibirmu ke dalam sebelum kemudian kau melirikku lalu tertawa dan memukulku pelan dengan kertas-kertasmu.
“Hebat kan?” Tanyaku.
Kau hanya geleng-geleng sambil terkekeh pelan.
Tuhan, aku memang selalu berdoa untuk pendamping yang baik. Aku akan ikhlas pada siapa pun yang Kau pilihkan untukku kelak. Namun jika aku boleh meminta Tuhan, bolehkah dia yang mendapingiku hingga kelak aku menutup usia?
(via mbeeer)
"As hayu urang ulin kadieu" Doi tuh temen ter-freak gue! Kelakuannya selalu di luar batas pemikiran orang normal pada umumnya (ha ha ha) Doi lagi abisin duit hasil kerjanya, ikut acara ngajar ke pedalaman gitu. Always jealous tiap doi ngirim photo, pengen rasanya nyusul kesana dan jitak palanya 😂 Nad, jangan lupa balik ye. Awas aja gk bawa oleh-oleh! Udah nyebelin soalnya hahaha. Miss you ma "freak" Nanad 😚
Berikut adalah beberapa rekomendasi jawaban jika ditanya oleh seseorang, sebuah pertanyaan yang katanya basa-basi namun terasa menyebalkan:
1. Kapan nikah? | Nanti, kalau sudah lamaran.
2. Kapan nikah? | Kalau penghulunya sudah datang, ya.
3. Kapan nikah? | Lu kapan nyairin dana sponsor-annya?
4. Kapan nikah? | Seolah akan diundang, deh.
5. Kapan nikah? | Rencananya sebelum resepsi.
6. Kapan nikah? | Kalau ga sabtu, ya minggu.
7. Kapan nikah? | Secepat aku mau, setepat waktu Tuhanku.
8. Kapan nikah? | Kapan berhenti mencari tahu rencana hidup orang lain, ketika rencana hidupmu sendiri saja tak beraturan?
9. Kapan nikah? | Kapan-kapan.
10. Kapan nikah? | Hah? Apa?
Sekian. Kiranya netizen yang budiman ingin menambahkan, silakan. Manatau jadi inspirasi bagi sesama; yang lelah ditanya pertanyaan demikian.
Akhir kata, terima kasih sudah bersedia baca tulisan nirfaedah ini. Beberapa detikmu terbuang sia-sia. Selamat!
#aksrangawur
Allah, aku tidak tahu jalanku ke depan akan seperti apa.
Lelaki seperti apa yang kelak akan membersamai.
Allah, aku sudah lelah menjadi diriku yang dulu, selalu berharap pada manusia yang sudah pasti menelan kecewa.
Terlalu cepat mungkin mengeluhkan perihal pasangan, meski sebenarnya teman-teman sudah banyak yang menikah.
Allah, aku tidak bermaksud mengeluh aku hanya ingin Kau tuntun agar hatiku dijatuhkan hanya pada yang kelak Engkau takdirkan.
Aku sudah terlalu muak dengan siklus hubungan pendekatan (baca: pacaran) rasanya waktukku terbuang dengan percuma dengan masalah yang tidak seharusnya aku ambil pusing.
Mendengar kabar di sana dia bersama yang lain, atau hal-hal lain yang sudah pasti membuatku kecewa.
Allah, maka kali ini ku mohon dekatkanlah aku hanya pada seseorang yang memang benar jodohku. Jatuhkanlah hatiku hanya pada satu hati saja yang memang menjadi hakku.
Aku tidak minta dipercepat maupun diperlambat, ku pasrahkan segala takdir baikku pada-Mu.
Aku hanya meminta satu, tolong jaga hatiku untuk tidak mencintai yang bukan jodohku, jatuhkan hatiku hanya pada dia saja yang berani mengucap akad di hadapan Ayahku :)
Aamiin.
Senja, 04/02/2017
Be a smart woman. Yes we did kak ara 😍
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Allah will ease the hardship of those who fear Him.
— Surah At-Talaq [65:4]
My first love 🖤🖤
Sedikit cerita soal perjalanan akhir tahun kemaren. Setelah 2 tahun gak muncak, akhirnya 25 Desember 2017 bisa ngerasain bawa carrier lagi. Perjalanan kali ini agak “nyesek” sih, yang biasanya 3 hari 2 malam, kali ini kita setelan 4 hari 3 malam. Tapi bukan itu yang bikin nyesek (hahahaha) Pertama, untuk pertama kalinya dari sekian pendakian akhirnya ngerasain “the real puncak bukan tujuan utama” alias gagal muncak. Dikarenakan cuaca emang lagi musim hujan waktu itu, kabut tebal, suhu udah -3°C, angin juga kenceng banget, akhirnya nyerah sama ego, dan putar balik ke camp. Padahal posisi udah di track pasir dan sekitar satu jam lagi nyampe puncak. Tapi, apa mau dikata. Kedua, sempet “gendok” sama salah satu anggota team yang secara “tertulis di simaksi” adalah ketua kita. Gak tau kenapa dan apa salah dan dosaku padanya sampe dia bersikap seolah gue cuma asep keknya, gak dianggap ada, padahal posisi jalan di belakang doi tapi gue gak di lirik dikitpun. Anjrit banget gak tuh! Mengkel gue! Tapi, dari setiap perjalanan pasti ada pembelajarannya. Kesan tuh gak selalu manis, pahit juga gak bisa dihindari.
Mahameru, will miss you~
Dia Berjalan tanpa Melihatku
Saat itu aku sedang bersusah payah, berusaha menghentikannya sejenak tapi dia tetap berjalan. Aku sedang bekerja siang malam, membuat diri ini siap pada setiap kemungkinan. Sayangnya dia terus berjalan, tanpa peduli bagaimana keadaanku.
Aku tidak bisa berandai-andai padanya. Semua pengandaian itu menguap menyisakan kesia-siaan, juga penyesalan.
Saat itu, aku sedang berdoa. Memohon kepada Tuhan, semoga diberikan yang terbaik disaat yang tepat. Aku tahu dia memang tidak akan pernah peduli, kepada siapapun. Dia akan tetap berjalan tanpa memberikan ruang sebentar, jeda untuk menatapku.
Dia terus berjalan tanpa melihatku. Membiarkanku hanyut dalam berbagai kekhawatiran dan kecemasan, membiarkanku terpedaya oleh keadaan. Dan suatu hari, dia akan menjadi saksi dihadapan Tuhan atas apa yang telah kulewati. Sepanjang bersamanya, sepanjang itu pula dia tidak peduli.
Dialah waktu.
Yogyakarta, 6 Desember 2017 | ©kurniawangunadi
Kalau nanti kamu menikah, menikahlah dengan seseorang yang mencintai kamu. Kamu tidak perlu mencintainya terlebih dahulu. Kamu bisa mencintainya nanti. Mengapa? Karena kamu perempuan. Laki-laki bukan perempuan yang mudah menaruh hati pada siapapun. Kalau laki-laki sudah cinta, ia akan kejar cintanya dan memperjuangkan yang diinginkannya. Tetapi kalau laki-laki mencintai perempuan karena perempuan mencintainya terlebih dahulu, kamu pasti lebih bahagia pada awalnya, dan mungkin saja kamu akan ditinggalkannya tiba-tiba saat dia tidak lagi cinta.
Umi.
Jadilah teman marahku, teman bertengkar, teman yang saling rindu, asal jangan jadi teman yang saling meninggalkan. Jadilah, teman dalam genap dan ganjil hidupku.
–boycandra