Go where you are valued

Love Begins
RMH
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

pixel skylines
No title available

Product Placement
Sweet Seals For You, Always
Game of Thrones Daily
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Mike Driver
YOU ARE THE REASON

★
Keni
ojovivo
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
occasionally subtle

No title available

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Argentina

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from South Korea
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from South Korea

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from Netherlands
@gazeny
Go where you are valued
Kemarin sore setelah dari lab BRIN, aku pulang ke Jogja dengan 3 jam perjalan wkwkkkk
Pagi ini aku langsung kembali ke Salatiga. Berangkat jam 05.45 dan sampai di rusun 07.45
Ruarrrr biasa, aku bangga dan bersyukur dengan fisik dan keberanianku. Alhamdulillaah, makasih Ya Allaah
Ini orang tua emang suka ngeburu-buru, cari jalan cepat, dan mendobrak segala aturan kah?! Aku berjuang nunggu berbulan-bulan biar bisa masuk lab dan menaati aturan, eh beliau dengan mudahnya minta dalam sehari bisa langsung masuk tanpa surat dengan alasan mepet waktunya. Puntennnnn banget gemes
apayaa
Yaa aku sangat setuju. Pun kita hanya bisa mengendalikan respon kita pada akhirnya. Apakah kita akan memandang keadaan itu sebagai "a blessing in disguise" ataukah kesialan yang menyebabkan kesedihan tidak berujung. Akan sangat melelahkan jika kita terus menganggap suatu keadaan sebagai keadaan negatif. Sebaliknya, jika kita memandang hal tersebut sebagai "a blessing in disguise", rasanya akan lebih tenang karena mendapatkan suatu kebaikan atau anugrah dalam suatu keadaan yang tidak menyenangkan itu. Tapi tentu saja, butuh proses dalam menerima hal tersebut. Tak apa pelan-pelan saja, berat? Memang, tapi yakinlah itu adalah bagian dari hidup.
Pembahasan ini sama seperti sebuah postingan dari Pak Riza Putranto dalam Instagramnya.
"Bertanya kepada sains: Kenapa ditolak itu rasanya sakit?"
Dalam hidup kita akan mengalami penerimaan maupun penolakan. Kita juga harus menerima atau menolak seseorang atau suatu hal, baik dalam konteks percintaan, persahabatan, hingga pekerjaan dan bisnis. Studi Science 2003 & Soc Neurosci 2020 membuat kita tau kalau ditolak itu mengaktifkan bagian otak yang sama terkait rasa sakit fisik yaitu dorsal anterior cingulate (dACC), arterior insula (AI) serta bagain memroses risiko dan takut Right ventral prefrontal cortex (RVPFC).
Penolakan memang menimbulkan rasa sakit setara sakit fisik, namun kita bisa memrosesnya dengan baik karena penolakan itu adalah bagian alami dalam hidup. It will pass as rejection is sometimes a blessing in disguise. Bagaimana kita memrosesnya menentukan apakah penolakan itu akan menjadi "a blessing in disguise" atau menjadi sisksaan berkepanjangan.
Beliau menyampaikan ada tiga tahapan memproses penolakan:
Akui dan proses rasa sakitnya. Nangis aja kalau emang harus dan mau nangis, selanjutnya alihkan dengan aktivitas positif.
Stop self blaming, 80% penolakan terjadi diluar kendali kita.
Ubah pola pikir: ditolak bukan gagal, tapi waktu untuk memperbaiki diri.
-- ini aku tulis lebih dulu di blogspot, tapi jarang buka, jadi mari diarsipkan di sini juga ---Postingan instagram beliau bisa dilihat di https://www.instagram.com/reel/C8CDCUVSYKF/?igsh=cnAzNDc4NWg2aTdo
aku gatau akan gimana, tapi aku berharap Allah kasih kemudahan dan lulus tepat waktu dengan nilai baik dan langsung kerjaaa
Waktu di perpus kerasa lapeeer bgt dan udah ga fokus mau ngerjain. Akhirnya jalan ke parkiran dan rasa lapernya ilang wkwkk
keputusan untuk ngelab di BRIN Salatiga ini tepat nggak ya(?)
aku cukup sedih dan khawatir karena sampe pertengahan Mei aku belum ngelab. ttapi aku ga risau itu sih sebenernya, tttapi ya tetep risau. aku udah masukin surat kemarin, diminta tunggu kabar dan izin dari Bu Kapus Riset Kesehatan BRIN. heuu, aku sempet chat pembimbing untuk tanya apakah perlu bertemu beliau sebelum ngelab dan dijawab tunggu dapat izin dari bu Kapus wkkwkwkk aku ga siap dengan pertanyaan orang BRIN kenapa bela-belain ngelab di BRIN padahal waktu penelitian udah mepet. aku harus jawab apaaaaa
sejujurnya, aku ambil kesempatan untuk ngelab di BRIN Salatiga karena untuk menggantikan keinginanku untuk bisa magang di sana. aku juga tujuannya ingin mendapat kesempatan belajar dan bersosialisasi dengan para ahli dibidang entomologi kesehatan ini. kapan lagi aku dapat kesempatan ini, aku akan lulus sebentar lagi dan mungkin sulit dapat akses untuk bisa belajar di lab BRIN yang super ketat itu.
yaaaa, bismillaah ya. aku tetap yakin Allaah akan mudahkan dan lancarkan aku
Have you walked today?
tangga Perpus Pusat UGM lt.2
menemukan referensi menulis 'thanks to' di tesis nanti
aku dapet dari thesis PhD Pak Boni F Sembayang yang baru postdoc di BRIN Salatiga
Pergi kondangan sendirian memang terdengar menyedihkan, tapi bukan berarti hal tersebut merupakan hal yang memalukan
-RMW
menemukan kutipan tersebut dari mojok.co hahahaaa, aku membaca berbagai opini datang sendirian ke pernikahan itu gapapa untuk persiapan besok besok
Culex tritaeniorhynchus larvae
Kayaknya, seringnya tu orang-orang ga sesuai harapanku. Aku selalu mengusahakan segera untuk orang lain, dan aku tipe orang yang gercep gitu juga maunya. Tapi, ketika aku mintol orang lain tu kenapa ya pada lamaaaaa
Huhu emang gaboleh berharap sama manusia
semua data tesis masih di hp lama, mulai dari catatan sampe foto. yaa, qadarullaah hp itu gabisa diselamatkan lagi dan aku harus berusaha menyusunnya lagi. Bismillaah tetap bagus-waras-sehat
Beberapa waktu lalu, mungkin 2 minggu lalu ya. Si H ngechat ngajakin jalan ke pasar gitu hunting jajanan, saat itu aku antara mau tak mau, tapi akhirnya ku jawab 'ayok, masih belum ada agenda'. Sempat kami berdiskusi beberapa kali untuk menentukan pasar mana yang akan dikunjungi, tapi ya nggantung akhirnya.
Sampai tiba satu hari sebelum waktu janjian itu tiba, tidak ada kabar dari dia. Yaa aku mah santuy aja ya. Lalu tibalah hari ini, hari H dan dia update datang ke nikahan temannya. Aku akhirnya berasumsi dia memang tidak jadi bisa jalan karena ada acara itu, aku memakluminya. Lalu, tiba-tiba pas bangett aku baru ngetik ini dia ngechat bilang maaf kalau lupa ada janjian sama aku dan bertanya apakah jadi selo. Yaaa sebenernya selo ga selo, tapi aku udah males, deadline tugas juga masih ada, lagian motor juga masih di bengkel. Mmm I think memang gak dulu deh mainnya. Semoga orang-orang kalau buat janji selalu ingat atau mencoba berusaha agar mengingatnya ya
Ini hari kelima aku bantu Mbak Nisa dan Balqis ambil data di SD N 2 Srandakan. Hari ini rasanya menegangkan, karena ternyata pengukuran dengan alat PurpleAir yang selama ini dipasang dikelas tidak tersimpan datanya di SD Card. Huhuuu aku ikut sedih, karena tau capeknya mereka juga. Akhirnya aku suruh gapapa nangis dulu aja, habis itu dipikirin solusinya.
Setelah sesi menangis ria, Balqis diskusi dengan guru tentang penentuan nilai rapot. Selesai menjelaskan, bu guru cerita soal bagaimana kehidupan anak-anak sebenarnya. Kami semua terenyuh, ternyata kehidupan mereka tidak seberuntung atau seideal itu untuk dimiliki anak usia SD. Huhu sedih banget tau ada yang ABK, anak broken home dan kualitas belajarnya menurun, yatim atau piatu, ditinggal hidup dengan nenek dan kerabat. Ya Allaah, semoga anak-anak itu kelak jadi orang sukses dan pintar dan beruntung.