Go where you are valued

No title available
Cosmic Funnies
Color Me Curious
Mike Driver
todays bird
Monterey Bay Aquarium
ojovivo
No title available
hello vonnie

shark vs the universe
Doug Jones
occasionally subtle

tannertan36
Misplaced Lens Cap
Sade Olutola
Today's Document
Xuebing Du
KIROKAZE
taylor price
The Bowery Presents

seen from Pakistan
seen from Oman
seen from Mexico
seen from Germany
seen from Germany

seen from Germany
seen from Germany
seen from Germany
seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Taiwan
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Chile

seen from T1
@gazeny
Go where you are valued
Minggu kemarin masak olahan pisang hasil panen dari Klaten di Kos Neiz dan Ibu-Ibu
Minggu kemarin masak olahan pisang hasil panen dari Klaten di Kos Neiz dan Ibu-Ibu
Udah lama ga merasakan sakit kepala kayak diiket kenceng, sepanjang tangan kanan tegang, dada rasanya sesak, dan bingung banget mau ngapain
Kebayang kalo kemarin-kemarin aku bantuin Mbak D padahal aku aja belom selesai nulis tesisnya. Dia gak kubantu aja udah selesai dan lebih dulu ngirim naskah, sedangkan aku belum juga selesai nulis hasil
Bunaaca yang ada di deket Jembatan Merah. Banyak pilihan dan besar-besar ternyataaa. Kayaknya seru sunsetan di sini
Kemarin sore setelah dari lab BRIN, aku pulang ke Jogja dengan 3 jam perjalan wkwkkkk
Pagi ini aku langsung kembali ke Salatiga. Berangkat jam 05.45 dan sampai di rusun 07.45
Ruarrrr biasa, aku bangga dan bersyukur dengan fisik dan keberanianku. Alhamdulillaah, makasih Ya Allaah
Ini orang tua emang suka ngeburu-buru, cari jalan cepat, dan mendobrak segala aturan kah?! Aku berjuang nunggu berbulan-bulan biar bisa masuk lab dan menaati aturan, eh beliau dengan mudahnya minta dalam sehari bisa langsung masuk tanpa surat dengan alasan mepet waktunya. Puntennnnn banget gemes
apayaa
Yaa aku sangat setuju. Pun kita hanya bisa mengendalikan respon kita pada akhirnya. Apakah kita akan memandang keadaan itu sebagai "a blessing in disguise" ataukah kesialan yang menyebabkan kesedihan tidak berujung. Akan sangat melelahkan jika kita terus menganggap suatu keadaan sebagai keadaan negatif. Sebaliknya, jika kita memandang hal tersebut sebagai "a blessing in disguise", rasanya akan lebih tenang karena mendapatkan suatu kebaikan atau anugrah dalam suatu keadaan yang tidak menyenangkan itu. Tapi tentu saja, butuh proses dalam menerima hal tersebut. Tak apa pelan-pelan saja, berat? Memang, tapi yakinlah itu adalah bagian dari hidup.
Pembahasan ini sama seperti sebuah postingan dari Pak Riza Putranto dalam Instagramnya.
"Bertanya kepada sains: Kenapa ditolak itu rasanya sakit?"
Dalam hidup kita akan mengalami penerimaan maupun penolakan. Kita juga harus menerima atau menolak seseorang atau suatu hal, baik dalam konteks percintaan, persahabatan, hingga pekerjaan dan bisnis. Studi Science 2003 & Soc Neurosci 2020 membuat kita tau kalau ditolak itu mengaktifkan bagian otak yang sama terkait rasa sakit fisik yaitu dorsal anterior cingulate (dACC), arterior insula (AI) serta bagain memroses risiko dan takut Right ventral prefrontal cortex (RVPFC).
Penolakan memang menimbulkan rasa sakit setara sakit fisik, namun kita bisa memrosesnya dengan baik karena penolakan itu adalah bagian alami dalam hidup. It will pass as rejection is sometimes a blessing in disguise. Bagaimana kita memrosesnya menentukan apakah penolakan itu akan menjadi "a blessing in disguise" atau menjadi sisksaan berkepanjangan.
Beliau menyampaikan ada tiga tahapan memproses penolakan:
Akui dan proses rasa sakitnya. Nangis aja kalau emang harus dan mau nangis, selanjutnya alihkan dengan aktivitas positif.
Stop self blaming, 80% penolakan terjadi diluar kendali kita.
Ubah pola pikir: ditolak bukan gagal, tapi waktu untuk memperbaiki diri.
-- ini aku tulis lebih dulu di blogspot, tapi jarang buka, jadi mari diarsipkan di sini juga ---Postingan instagram beliau bisa dilihat di https://www.instagram.com/reel/C8CDCUVSYKF/?igsh=cnAzNDc4NWg2aTdo
aku gatau akan gimana, tapi aku berharap Allah kasih kemudahan dan lulus tepat waktu dengan nilai baik dan langsung kerjaaa
Waktu di perpus kerasa lapeeer bgt dan udah ga fokus mau ngerjain. Akhirnya jalan ke parkiran dan rasa lapernya ilang wkwkk
keputusan untuk ngelab di BRIN Salatiga ini tepat nggak ya(?)
aku cukup sedih dan khawatir karena sampe pertengahan Mei aku belum ngelab. ttapi aku ga risau itu sih sebenernya, tttapi ya tetep risau. aku udah masukin surat kemarin, diminta tunggu kabar dan izin dari Bu Kapus Riset Kesehatan BRIN. heuu, aku sempet chat pembimbing untuk tanya apakah perlu bertemu beliau sebelum ngelab dan dijawab tunggu dapat izin dari bu Kapus wkkwkwkk aku ga siap dengan pertanyaan orang BRIN kenapa bela-belain ngelab di BRIN padahal waktu penelitian udah mepet. aku harus jawab apaaaaa
sejujurnya, aku ambil kesempatan untuk ngelab di BRIN Salatiga karena untuk menggantikan keinginanku untuk bisa magang di sana. aku juga tujuannya ingin mendapat kesempatan belajar dan bersosialisasi dengan para ahli dibidang entomologi kesehatan ini. kapan lagi aku dapat kesempatan ini, aku akan lulus sebentar lagi dan mungkin sulit dapat akses untuk bisa belajar di lab BRIN yang super ketat itu.
yaaaa, bismillaah ya. aku tetap yakin Allaah akan mudahkan dan lancarkan aku
Have you walked today?
tangga Perpus Pusat UGM lt.2
menemukan referensi menulis 'thanks to' di tesis nanti
aku dapet dari thesis PhD Pak Boni F Sembayang yang baru postdoc di BRIN Salatiga