Senja hadir dengan sebentar lalu terburu-buru pergi tanpa sebuah percakapan, tanpa berpamitan, bahkan sekedar untuk melambaikan tangan; sama sepertimu.

seen from Malaysia
seen from Mexico

seen from China

seen from China

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Puerto Rico
seen from Germany
seen from Argentina

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Singapore
seen from Greece
seen from China
seen from United Kingdom
Senja hadir dengan sebentar lalu terburu-buru pergi tanpa sebuah percakapan, tanpa berpamitan, bahkan sekedar untuk melambaikan tangan; sama sepertimu.
Hal yang tidak dimiliki memang terlihat indah bagi kebanyakan mata. Alasan utamanya adalah, karena mata-mata tadi tidak melihat apa yang ada di balik tameng kekurangan rupanya.
Menyalahkan keadaan, lagi. Terpaksa menelan realita bahwa bahagia sederhana yang dirasakan hanya keniscayaan. Dipaksa menyadari sebagus apapun usaha yang dilakukan, tidak pernah sampai. Diriku hanyalah subjek yang tak akan pernah jadi nyata dimatamu.
I found the Beautiful Sunset in my Village ❤💜
Senja mampu menyihir siapa saja dengan warna jingga nya
Tentang Senja dan Fajar
Antara aku, bayanganku, dan yang membersamaiku.
Kala itu, sore adalah menjadi saat yang benar-benar ditunggu. Bukan hanya aku, tapi juga kau, dia, mereka; yang apabila dibuat satu cakupan menjadi kita.
Aku tidak pernah puas memandang lembayung senja. Aku dan kau, dia, mereka atau yang disebut dengan kita begitu terpukau, hingga mengucapkan berbagai perumpamaan indah akannya. Jingganya. Ia sepertinya merindu untuk bertemu malam, sehingga pergi dengan cepat tanpa permisi lagi.
Seiring berjalannya waktu, ia tenggelam, hingga menyisakan sedikit saja bayangan dalam remang-remang kegelapan.
Aku masih belum sadar, tiba-tiba hari menjadi gelap dan suara yang tadinya riuh menjadi sunyi dalam satu waktu.
Aku masih mengira bahwa ini adalah saatnya untuk berbisik, karena kita sudah berada dalam malam. Tabir di mana banyak mata yang akan memenjamkan diri.
Namun, aku masih belum mendapatkan jawaban. Hingga bayanganku sendiri mulai hilang. Aku memutuskan untuk duduk, diam menunggu fajar. Masih berpikir bahwa; mungkin yang lain terlalu lelah berbicara karena sudah mengeluarkan kekatanya saat senja tadi.
Kutunggu fajar, hingga langit mulai membiru. Aku menoleh ke kanan, ke kiri, belakang dan berjalan ke depan. Dengan harapan, ada orang di sini. Tapi nyatanya;
Ternyata aku ditinggalkan. Dan, satu hal yang aku sadari, bahwa...
Pada akhirnya, aku akan sendiri. Pun, yang lain.
Ini hanya tentang perbedaan waktu, kapan kesendirian itu akan datang. Ia pasti tiba.
di senja ketika langit mulai hitam saat hari tak ranum lagi seperti ketika pagi datang..dan ku tatap jingga kian menghilang..keluh di relung ku pun menghela tak mampu menahan ..oooh..ku ingin..ku ingin memeluk mu..walau hanya sekali saja...