Pernah ada hari-hari di mana doamu tidak pernah lepas dari meminta untuk selalu dikuatkan dan dilapangkan hatimu atas segala perasaan yang sedang menghimpitmu saat ini, atau yang akan kau hadapi di masa depan. Kamu selalu memohon untuk dikuatkan melalui proses yang tidak pernah mudah untuk dilakukan dengan seorang diri. Kamu memohon kebahagiaan dengan ada atau tidak adanya seseorang dalam hidupmu—menemanimu. Kamu meminta untuk tidak menjadikan "manusia" sebagai standar batas kebahagiaanmu. Sederhanya, kamu hanya meminta Tuhan untuk mengatur hidupmu menurut pilihan terbaik-Nya. Seterserah Tuhan saja, mau dibawa ke mana hidupmu saat ini. Sebab kamu dan segala kesoktahuan tentang apa yang terbaik untukmu sudah membuatmu lelah menjalaninya.
Hingga saat ini kamu menjalani hari-harimu dengan begitu lapang, meskipun dengan masih ada beberapa kekhawatiran yang tersimpan. Sebab setelah begitu banyak pengalaman menyedihkan, kamu akhirnya berhasil mengambil pelajaran dari sekian jalan. Kamu bahagia, karena pada akhirnya telah mengenal dirimu sendiri. Setelah sekian lama kamu selalu menduga-duga dan tersesat di berbagai pilihan dan pelarian. kamu tahu apa yang membuatmu tenang, kamu sudah bisa mengambil keputusan dengan baik, kamu tidak lagi terpaku dengan pendapat juga penilain orang lain. Kamu mengutamakan kebahagiaan dan ketenangan hatimu untuk banyak hal. Dan pencapaian itu tidak kamu dapatkan dengan waktu yang singkat ataupun hari-hari yang tenang. Karena sebelumnya, kamu bahkan pernah berada di tahap ingin menghilangkan dirimu sendiri di saat sudah tidak lagi mampu menahan kebingungan akan diri dan hidupmu sendiri.
kamu telah berani untuk mengambil keputusan besar, walau dengan masih ada ketakutan dan kekhawatiran akan jawaban apa yang akan terbentang. Namun lagi-lagi kamu berusaha untuk yakin dan percaya kamu bisa melewatinya.
Allah pasti akan membantu dan memberimu jalan keluar dari arah yang tidak pernah kamu sangka sangka.
Kamu telah berusaha untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu lakukan ataupun yang tidak pernah benar-benar niat kamu lakukan. Kamu kuatkan hatimu untuk menanggung segala resikonya, karena kamu paham bahwa setiap pilihan akan sepaket dengan resiko yang mengikuti, dan kamu juga tidak mau hidup dengan beban rasa bersalah dan pikiran yang riuh di saat kamu sangat ingin terlelap pada malam hari.
Hingga jika nanti, kembali lagi hari-hari yang menyesakkan setelah dibuat lapang dengan keadaan. Atau munculnya awan gelap, padahal belum sempat menikmati hujan. Kamu harus paham bahwa memang begitulah kehidupan kita, ujian dan kebahagiaan datang silih berganti layaknya cuaca yang tidak akan menetap ataupun bertahan lama.
Semuanya punya masa. Begitu pun dengan kesedihan dan kebahagiaanmu. Kini, fokus saja pada apa yang menjadi prioritasmu, menyelesaikan berbagai masalahmu satu persatu. Meng-upgrade dirimu dengan banyak belajar, menjalani hobi yang kamu suka. Serta tidur dan minum air yang cukup.
Yang terakhir jangan lupa untuk memaafkan dirimu sendiri, memeluknya serta mengucapkan banyak terima kasih padanya yang telah menemanimu bertahan selama ini....
|| Di awal jumat, dengan hati yang lapang....