Life is going. Tiap detik, menit, jam. Semua manusia ‘hidup’ dalam hidupnya.
Perbedaannya, terletak pada implementasi harapan. Ada hidup yang telah melampaui harapan, ada yang terisi setengahnya, ada yang sangat jauh dari harapan bahkan hidup yang tidak tau apa yang diharapkan.
Manusia, dengan segala kompleksitasnya, masih jadi yang terunik dalam menentukan prioritas dan falsafah hidupnya masing untuk mencapai harapan (tentunya golongan yang tidak memiliki harapan tidak masuk bagian ini. karena cepat atau lambat mereka bukan lagi manusia). Kebanyakan manusia memiliki fase hidup yang sama. Setidaknya yang kuyakini sama.
Berfikir- merumuskan- berfikir- meyakini- berfikir-action-berfikir-evaluasi-hasil
Kemudian fase tersebut akan bercabang antara kata sukses dan gagal.
Yang sukses, akan mengulangi fase.
Begitu juga dengan yang gagal, akan mengulangi fase.
Mereka semua akan mengulangi fase.
Karena yang sukses ingin lebih sukses.
Dan yang gagal akan memiliki dua sikap, coba lagi atau coba yang lain.
Ada yang namanya orang-orang awam. Mereka akan terus berjalan, berjalan dan berjalan. Mengulangi fase. Berjalan. Tidak sadar bahwa mereka dikontrol fase alamiah demi terwujudnya harapan.
Ada pengecualian untuk orang ambisius. Mereka tidak ingin berjalan, mereka ingin berlari.
Lalu, orang-orang tamak akan berlari dua kali lipat dari orang ambisius.
Orang-orang licik akan menyusun strategi untuk menjegal orang tamak dan ambisius yang sedang berlari.
Dan orang-orang awam yang selalu berjalan, hanya menonton saja peristiwa itu. Mengomentari seharusnya bagaimana orang-orang itu mencapai harapannya, seakan-akan cara berjalannya lah yang paling benar.
Padahal, masih ada pilihan yang lain.
Pilihan untuk mereka yang berani dan sederhana dalam satu waktu.
Berani memposisikan hidup dengan caranya sendiri. Berani untuk menuju harapan dengan cara yang anti-mainstream.
Berani menyatakan bahwa harapan bukanlah hal tertinggi yang sulit untuk diwujudkan.
Berani menganggap bahwa harapan adalah kehidupanmu sendiri. Hidupmu adalah harapan.
Berani menyuarakan bahwa kehidupanmu itulah harapanmu, kau tidak perlu kemana-mana.
Bersyukur- melewati- memperbaiki diri –bersyukur- melewati- memperbaiki diri.
Hidup itu sebenarnya sesimple itu.