Di Sebuah Percakapan yang Mendadak Membuatmu Ingin Mem-Pukpuk Isteri dari Ayahmu
Di suatu hari yang kusut, di antara raungan suara perut & raut muka yang mulai keriput. Terjadilah perbincangan antara Ayah dan Anak.
π΄ : "Mata Ayah udah mulai burem, tiap buka W-A atau SMS, isinya suka ga kebaca... Tulisannya pada kecil-kecil... Kalo ntar pulang ke Jakarta, tolong beliin Ayah HP yang tulisan hurufnya gede, sinyalnya kuat & baterainya awet yee..."
π¦ : "Ashiyaaap! Tar sore dibeliin..."
Terketuk dari cerita Ayah yang memberi kabar lewat pesan singkat dari kota seberang, si Anak pun langsung bergegas membeli HP baru, persis dengan kriteria yang diminta sang Ayah. Kemudian memfoto & mengirimkannya kepada sang Ayah.
π¦ : "Tadaaaa..."
π¦ : "Ini lho, Yah! Layarnya gede, 6,2 inch. Sinyalnya kuat, Dual SIM 4G & baterainya juga awet, 4000-an mAH!"
π΄ : "Kalo yang kaya gini sih, Ayah udah punya... Yang merk Samsung. Tapi tetep aje ga kebaca tulisannya. Ya udah deh, transferin Ayah aje, ntar biar Ayah beli sendiri."
π¦ : "Bhaique... πͺ"
Ada gumpalan kelenjar, menumpuk di bagian leher sebagai gondok. Kalau saja orang tua ini bukan Ayah, pasti sudah disleding oleh si Anak. Padahal, apa sulitnya bilang ; wah! Ini HP yang Ayah mau!!! π’πͺ
Tak berselang lama, setelah percakapan itu usai, & saldo dari kantong Mandiri berhasil tiba ke saku BCA. Konon si Ayah langsung bergegas membeli HP baru di sore itu juga.
Beberapa hari kemudian, si Anak pulang dari kota seberang & tiba di rumahnya bertemu si Ayah. Kemudian si Anak bertanya kepada sang Ayah, beli HP apa kemarin?
Sang Ayah lantas menjawab :
Nokia 3310 π π π
Benar saja, tulisannya (atau lebih tepatnya TOMBOL-nya πππ) memang besar-besar, sinyalnya pun kuat, tidak naik-turun & tentu saja baterainya bisa dipastikan akan teramat sangat awet.
ππ«π€π¬π‘π΅π°ππ
π¦ : "Sekali ini, Yah! Ingin ku pukpuk isterimu, yang entah bagaimana caranya bisa sesabar itu menghadapimu." πππ














