Mau Kredit Rumah Tapi Tidak Mengerti Perhitungan KPR? Ini Langkah Cepat Paham Simulasi KPR
Membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR sudah dilakukan oleh banyak orang di era sekarang. Pasalnya, sistem KPR memang sangat praktis dan membuat siapa saja cepat memiliki hunian pribadi tanpa harus mengumpulkan uang terlebih dahulu. Jika Anda bingung untuk mengambil rumah dengan sistem KPR, Anda bisa mempelajari simulasi KPR terlebih dahulu.
Banyak hal penting yang harus Anda pelajari untuk dapat membeli rumah dengan sistem KPR. Dengan mempelajari simulasi KPR sebaik-baiknya, nantinya proses pembelian rumah akan berjalan dengan lancar. Membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR akan menguntungkan jika cicilan berjalan dengan lancar dan semua yang Anda persiapkan memenuhi syarat.
Bagi Anda yang masih awam dengan KPR, Anda bisa segera mempelajari simulasi KPR atau yang sering disebut dengan kalkulator KPR. Kalkulator KPR harus dipelajari dengan sebaik-baiknya karena akan memberikan estimasi yang besar tentang cicilan KPR yang harus Anda bayarkan pada setiap bulannya serta, total pinjaman yang Anda lakukan, serta tingkat bunga yang akan Anda dapatkan.
Lalu, bagaimanakah cara mempelajari simulasi KPR? Simak manfaat dari Kalkulator KPR dan cara terbaik dalam mempelajarinya.
Manfaat Simulasi KPR dan Tips Mempelajarinya
Baiklah, simulasi KPR merupakan salah satu alat yang bisa Anda gunakan untuk mengajukan pinjaman dan untuk mencari tahu lebih lanjut apakah penghasilan yang Anda miliki dapat cukup untuk membayar cicilan pada setiap bulannya. Jadi, semua bisa Anda pertimbangkan secara masak-masak sebelum proses jual beli rumah Anda lakukan.
Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa besar penghasilan yang Anda miliki cukup untuk membayarkan cicilan pada setiap bulannya. Dengan memasukkan beberapa alternatif dan pertimbangan di dalam simulasi KPR, maka nantinya Anda akan mendapatkan pilihan terbaik sesuai dengan kebutuhanmu.
Nah, simulasi KPR bisa Anda dapatkan dari Bank. Namun, Anda juga bisa mempelajarinya dengan menggunakan cara yang paling mudah yang akan dipaparkan berikut ini. Berikut cara menghitung cicilan KPR berikut dengan penjelasan yang paling mudah untuk dipahami.
1. Cara menghitung dengan bunga tetap
Hal pertama yang bisa Anda pelajari adalah menghitung simulasi KPR dengan menggunakan bunga tetap. Jika bunga bersifat tetap, Anda bisa menghitung cicilan KPR per bulannya dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
a. Untuk menghitung total bunga
Pokok kredit x bunga per tahun x tenor dalam satu tahun
b. Bunga per bulan
Total bunga : tenor dalam satuan bulan
c. Cicilan per bulan
(pokok kredit+total bunga) : tenor dalam satuan bulan
Yang dimaksud dengan tenor di sini adalah jangka waktu pinjaman KPR. Tenor sangat bervariasi mulai dari jangka yang pendek hingga jangka yang panjang. Tenor paling pendek biasanya 5 tahun dan paling lama adalah 20 tahun.
2. Cara menghitung dengan bunga efektif
Selain dengan bunga tetap, ada pula cara menghitung simulasi KPR dengan menggunakan bunga efektif. Jika bunga dalam KPR bersifat efektif, maka Anda pun dapat menghitung cicilan bunga dengan cara di bawah ini.
Untuk menghitung bunga per bulan, rumus yang bisa digunakan adalah :
Saldo akhir periode x (bunga per tahun /12)
Namun, sebelum menghitung simulasi KPR, Anda dapat mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini.
1. Menghitung besarnya plafon kredit
Carilah informasi tentang berapa besar dana yang akan Anda butuhkan. Dengan mengetahui dana yang akan Anda butuhkan, Anda dapat memilih bank dengan lebih mudah. Carilah dan pikirkanlah berapa besarnya plafon yang diberikan oleh bank
2. Menghitung suku bunga
Selain menghitung besarnya plafon kredit, hal kedua yang harus Anda lakukan adalah dengan menghitung besar suku bunga. Hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah tergoda dengan memilih suku bunga yang rendah. Pastikan Anda memang mengetahui dengan betul cara menghitung suku bunga baik itu baik itu bunga flat ataupun effective.
3. Masa pinjaman
Selanjutnya, Anda juga harus mempertimbangkan tentang masa pinjaman KPR. Masa pinjaman KPR mencapai 15 tahun. Namun, ada pula masa pinjaman KPR yang mencapai 20 tahun. Jika Anda berencana untuk memperpanjang masa tenor kredit, maka Anda akan mengurangi besarnya cicilan yang akan Anda bayarkan pada setiap bulannya.
4. Lamanya proses pengajuan
Apalagi yang harus Anda lakukan? Hal yang harus Anda lakukan setelah mengetahui lama pinjaman adalah memperhitungkan lamanya proses pengajuan. Proses pengajuan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama mulai dari 2 minggu hingga mencapai 1 bulan. Hal tersebut sangat penting sekali untuk ditanyakan. Berapakah lama proses pengajuan harus Anda pertimbangkan dengan sebaik-baiknya agar proses bisa berjalan dengan lebih cepat.
5. Pilih bank yang mengerti kebutuhan konsumen
Ingat, bank tidak akan cepat dalam menaikkan bunga KPR. Pilihlah bank yang amat sangat mengerti dengan kebutuhan konsumen. Bank yang mengerti dengan kebutuhan konsumen tidak hanya sekedar meminta nasabah untuk mencicil KPR dengan tanggap. Namun, bank juga akan cepat dalam menyesuaikan bunga kredit jika ternyata suku bunga acuan turun
6. Penalti pelunasan KPR
Kemudian, Anda juga harus memikirkan tentang penalty pelunasan KPR. Anda harus memikirkan tentang biaya penalty. Jangan lupa untuk menanyakan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk melunasi pinjaman hingga jangka waktu KPR tiba. Maka, Anda harus mencari tahu apakah pemberi KPR akan mengizinkan pelunasan sejak awal. Jika Anda memang memiliki dana yang lebih, maka Anda harus melunasi pada awal. Dengan demikian, Anda tidak akan mendapatkan penalty.
7. Administrasi KPR
Ingat, hal yang sering diabaikan oleh para debitur adalah biaya administrasi KPR. Padahal, biaya administrasi KPR tidak boleh sama sekali diabaikan. Hal pertama yang penting dan harus diperhatikan sebelum mengajukan KPR adalah menanyakan biaya administrasi yang harus Anda bayarkan.
Biaya administrasi yang perlu Anda bayarkan bisa meliputi biaya administrasi bank, biaya provisi, biaya pengikatan jaminan, biaya notaries, biaya pengecekan sertifikat, baya asuransi jiwa kredit, biaya balik nama, dan juga biaya kerugian kredit. Dengan mengetahui hal tersebut, nantinya Anda akan bisa mengatur cash flow dengan lebih mudah. Pastikan Anda akan lebih mengetahui terlebih dahulu tentang biaya administrasi ketika pengajuan dimulai.
8. Fitur tambahan
Nah, hal terakhir yang penting untuk Anda pelajari adalah mengetahui tentang fitur tambahan. Hal yang terjadi sekarang adalah beberapa bank telah memberikan fasilitas tambahan untuk produk yang ditawarkannya. Semua itu dilakukan oleh pihak bank untuk dapat membantu para pemohon kredit. Nah, beberapa fitur baru yang sering ditambahkan oleh pihak bank adalah asuransi kebakaran untuk rumah, penambahan limit KPR, maupun kredit untuk melakukan renovasi rumah.
Dengan memahami semua hal di atas, maka Anda dapat melakukan penghitungan simulasi KPR dengan lebih mudah.
Menghitung simulasi KPR memang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya jika Anda menginginkan pengajuan KPR dengan lebih cepat. Perhatikan beberapa hal dan syarat yang harus diperhatikan ketika akan mengajukan KPR seperti dokumen yang harus dipersiapkan, NPWP, Surat keterangan, dan masih banyak lagi dokumen lain yang harus Anda persiapkan.
Ciri Developer Perumahan Penipu yang Sering Menelan Korban
Rumah adalah investasi jangka panjang yang tak boleh ditunda-tunda. Semakin Anda menunda memiliki rumah, maka semakin sedikit pula kesempatan untuk bisa mendapatkan rumah yang diimpikan, karena harganya akan melambung tinggi.
Oleh karena itu, jika Anda sudah mempunyai tabungan, setidaknya Anda bisa membeli rumah dengan sistem KPR. Sistem ini memungkinkan Anda untuk memiliki rumah tanpa harus membayarnya langsung lunas. Anda bisa mencicilnya per bulan dengan bantuan dari bank yang menyediakan fasilitas tersebut.
Sementara salah satu faktor agar bisa memiliki rumah sesuai impian adalah dengan mencari developer yang pas. Biasanya pihak developer telah menjalin kerja sama dengan Bank. Tapi tak ada salahnya bila Anda mencari tahu tentang hasil kerja atau track record dari developer tersebut. Hal ini tentu berguna agar Anda mengetahui reputasi developer tersebut, sehingga memperkecil timbulnya risiko penipuan yang semakin marak di jaman sekarang ini.
Oleh karena itu, sangat penting adanya bagi Anda untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri developer perumahan yang bermasalah. Langsung saja kita cari tahu selengkapnya di bawah ini.
Ciri Developer Perumahan Yang Bermasalah
Inilah ciri-ciri developer bermasalah yang bisa menipu Anda :
Ciri pertama dari developer perumahan yang bermasalah bisa Anda lihat sejak awal ketika menanyakan detail jasa yang ditawarkan. Umumnya, saat Anda sudah membaca brosur dari developer, maka Anda akan menanyakan beberapa hal pada salah satu customer service di sana. Lalu, jika Anda menemukan jawaban yang janggal dan tidak sesuai dengan keterangan brosur, maka Anda perlu mencurigainya.
Ciri yang kedua adalah terjadi pada saat memberikan uang booking fee. Anda tidak akan menerima tanda bukti pembayaran atau yang disebut dengan PPJB. Bila Anda tidak menerima bukti pembayaran tersebut, maka developer perumahan tersebut patut diwaspadai. Karena kemungkinan pesanan Anda bisa saja dibatalkan secara tiba-tiba, sedangkan uang tidak bisa kembali. Di sisi lain, Anda juga tidak memiliki bukti karena developer tidak memberikan bukti pembayaran.
Kemudian, untuk mengetahui tanda-tanda developer yang bermasalah adalah selama beberapa hari sebelum proses pembangunan dimulai, sebaiknya Anda memeriksa dokumen penting seperti surat izin bangunan yang telah diurus developer. Bila surat izinnya bermasalah, maka dapat dipastikan bahwa developer tersebut juga tidak beres.
Apalagi jika terjadi masalah lain seperti lingkungan sekitar yang menjadi rusak atau tercemar, maka artinya AMDAL bangunan tersebut belum mendapatkan persetujuan. AMDAL yang tidak memiliki persetujuan adalah pelanggaran hukum yang berat, karena dampak buruk yang ditimbulkannya bagi lingkungan.
Selanjutnya, untuk memeriksa pekerjaan developer, Anda bisa melakukan sidak atau inspeksi mendadak. Hal ini dilakukan agar Anda bisa mengetahui dengan jelas kualitas bahan bangunan yang dipakai. Developer yang tidak bertanggung jawab biasanya akan menurunkan kualitas bahan bangunan agar mendapatkan banyak keuntungan.
Ciri lain yang menandakan bahwa developer tersebut memiliki masalah adalah pekerjaan yang tidak profesional. Ketika Anda memberikan saran, kritik, maupun keluhan, pihak dari developer tak bisa menerimanya dengan baik. Apalagi jika jadwal pembangunan sudah mundur dari jadwalnya serta pelayanan yang tidak memuaskan. Developer yang seperti ini perlu dicurigai.
Tanda Developer Perumahan Dapat Dipercaya
Sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah, sebaiknya perhatikan dulu developer yang menangani pembangunan rumah tersebut. Developer yang profesional dan dapat dipercaya tentunya mempunyai kredibilitas yang tinggi. Dengan perusahaan developer ini Anda akan melakukan hubungan yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau dokumen-dokumen perizinan lainnya. Oleh sebab itu, penting untuk memilih developer yang sudah go public, karena tentunya lebih bisa dipercaya dan mempunyai reputasi yang baik.
Selanjutnya, developer yang baik bisa memastikan bahwa wilayah yang akan dibangun telah memiliki sertifikat perizinan dan sertifikat induknya. Anda bisa menanyakan secara rinci pada sang developer. Bila masalah legalitas lokasi rumah yang ingin dibeli masih berbentuk izin lokasi, maka akan sangat tinggi risikonya. Alangkah baiknya jika Anda mau menanyakan tentang kopian induk sertifikat.
Kemudian Anda bisa menilai dari komitmennya. Pada saat berpromosi, developer akan menjanjikan fasilitas-fasilitas di daerah perumahan yang ditawarkan. Dalam kenyataannya, bisa saja sang developer tidak menyediakan fasilitas tersebut. Maka dari itu, jangan malas untuk mengkonfirmasi apakah fasilitas-fasilitas tersebut memang benar-benar disediakan.
Demikian ulasan kali ini tentang ciri-ciri developer bermasalah yang berkemungkinan untuk menipu Anda sebagai calon pembeli rumah. Ingatlah untuk tetap waspada dan berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan developer, sebaiknya selidiki dulu latar belakangnya.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Telat Bayar Cicilan KPR
Apakah Anda mengambil fasilitas KPR untuk membeli rumah dan pernah mengalami keterlambatan pembayaran? Terlambat membayar cicilan kredit adalah hal yang sangat wajar, terutama cicilan rumah. Jika Anda pernah mengalaminya, maka jangan panik dulu. Anda bisa bertemu dengan pihak Bank untuk membicarakan masalah tersebut. Sekarang ini memang kebanyakan orang bergantung pada KPR, dilihat dari melambungnya harga rumah dari waktu ke waktu.
Dengan KPR, maka kebutuhan tunai Anda untuk membeli sebuah rumah bisa teratasi. Para pemohon KPR cukup menyediakan uang muka saja untuk membeli rumah, sisanya akan dipinjami oleh Bank dan pemohon bisa mencicilnya sesuai kemampuan. Sedangkan tenor waktu pencicilan KPR adalah 10-20 tahun.
Akan tetapi, terkadang kenyataan tak sesuai harapan. Ada kalanya Anda sedang berada di bawah, sehingga mengalami kesulitan atau keterlambatan membayar cicilan. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi, tapi bagaimana ya sebaiknya tindakan yang tepat saat mengalami keterlambatan pembayaran?
Jika Anda masih merasa bingung, sebaiknya langsung saja simak solusinya di bawah ini. Mari kita bahas bersama-sama.
Tahapan Sebelum Penyitaan Karena Keterlambatan Atau Gagal Bayar KPR
Usahakan agar Anda bisa membayar cicilan KPR secara teratur. Susunlah rencana jangka panjang untuk menghindari segala faktor yang bisa membuat pembayaran cicilan Anda menjadi tersendat.
Tapi, jika memang keadaan tidak memungkinkan dan tetap saja mengalami keterlambatan, Anda harus waspada. Keterlambatan yang terus-menerus bisa menjadi gagal bayar, dan akibat paling buruknya adalah penyitaan rumah oleh Bank. Inilah tahapan yang dilakukan oleh Bank sebelum melakukan proses penyitaan rumah :
Memberikan Denda
Bila Anda belum juga membayar tagihan cicilan KPR hingga melewati jatuh tempo, maka Anda akan dianggap telat bayar. Sanksi yang dikenakan untuk telat bayar ini adalah denda yang kemudian akan ditambahkan pada tagihan Anda.
Surat Teguran
Langkah selanjutnya yang dilakukan Bank untuk mengingatkan tentang telat bayar adalah pengiriman surat teguran. Surat tersebut berisi bahwa Anda harus segera melunasi cicilan KPR beserta dendanya. Jika pemohon KPR tidak segera membayar setelah diterbitkan surat teguran, maka Bank akan mengirimkan surat peringatan kedua. Jika sang pemohon masih belum membayar juga, maka Bank akan mengirimkan surat peringatan ketiga.
Penyitaan Rumah
Penyitaan adalah dampak terakhir yang ditimbulkan ketika pemohon tidak juga menanggapi surat peringatan ketiga. Tapi, biasanya sebelum melakukan penyitaan, pihak Bank akan tetap melakukan negosiasi dulu dengan beberapa solusi.
Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Telat Atau Kesulitan Bayar
Bila Anda pernah merasakan terlambat membayar cicilan, namun tetap tidak bisa melakukan pembayaran, maka jangan khawatir terlebih dahulu. Anda memang harus menghindari penyitaan rumah. Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah ini ketika Anda mengalami telat bayar dan kesulitan untuk melanjutkan cicilan :
Lakukan Reschedule Pembayaran
Cara yang pertama adalah Anda bisa melakukan negosiasi dengan pihak Bank mengenai penjadwalan ulang pembayaran KPR. Melalui cara ini, maka jadwal cicilan yang harus dibayar dapat diatur kembali. Penjadwalannya mencakup hal perpanjangan masa periode kredit dan masa tenggang pembayaran cicilannya.
Penetapan Syarat Ulang (Reconditioning)
Dengan langkah penetapan syarat ulang ini, Anda juga bisa mengatur jenis suku bunga kembali di samping jadwal pembayaran cicilan. Misalnya adalah dari suku bunga mengambang menjadi suku bunga tetap selama beberapa bulan, setelah itu menjadi suku bunga mengambang lagi. Keringanan bunga yang harus dibayar juga bisa diatur kembali melalui proses ini.
Penataan Ulang (Restructuring)
Penataan ulang ini bisa menjadi alternatif terakhir ketika proses penjadwalan ulang dan penetapan syarat ulangnya tidak cukup membantu. Hal yang bisa ditata ulang adalah besarnya suku bunga, tunggakan bunga, dan juga pokok kreditnya. Contohnya jika awal suku bunga adalah 12% maka bisa turun menjadi 10%.
Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan ketika mengalami keterlambatan bayar cicilan. Hal yang paling penting adalah melakukan negosiasi dengan pihak Bank, maka nantinya pihak bank akan menilai kemampuan Anda. Semoga bermanfaat ya.
Apa Saja Syarat Utama Supaya KPR Syariah Disetujui Bank? Ini Daftarnya
Sekarang ini banyak orang yang lebih tertarik untuk membeli rumah dengan KPR, dibandingkan membelinya langsung secara tunai. Mengapa? Karena ketika membayarnya secara langsung, Anda membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menabung, baru kemudian membeli rumah. Sedangkan dengan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), Anda bisa langsung memiliki rumah dengan cara mencicil angsuran setiap bulan kepada Bank yang memberikan fasilitas tersebut.
KPR sendiri kini terbagi menjadi KPR Konvensional dan KPR Syariah. KPR Konvensional menggunakan suku bunga sebagai acuannya, sedangkan KPR Syariah menggunakan sistem jual beli dan kerja sama bagi hasil.
Umumnya masyarakat akan lebih tenang jika mengambil KPR Syariah karena tidak ada riba dan juga mereka tak akan khawatir bila di tengah masa kreditnya, suku bunga tiba-tiba akan berubah sehingga bisa menyebabkan ketidakmampuan bayar sisa angsuran.
Nah, untuk bisa mengajukan KPR Syariah, apa sajakah syarat-syaratnya agar langsung disetujui oleh Bank? Simak saja yuk informasi selengkapnya di bawah ini.
Skema KPR Syariah
Sebelum membahas mengenai apa saja syarat mengajukan KPR Syariah, ada baiknya untuk mengetahui dulu skema pada produk KPR Syariah tersebut. Berikut ini ada 2 skema yang ditawarkan :
Skema Murabahah (Skema Jual Beli)
Dalam pengertiannya secara syariah, Murabahah sendiri memiliki arti sebagai perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabahnya. Pada skema ini,bank akan membeli barang yang dibutuhkan oleh nasabahnya, lalu menjual kembali kepada nasabah tersebut dengan harga yang sebenarnya, ditambah dengan keuntungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Skema yang satu ini memiliki pengertian berdasarkan dengan kerja sama bagi hasil. Jadi, nantinya Anda sebagai nasabah dan bank akan membeli rumah bersama-sama sesuai dengan porsi masing-masing. Contohnya, Anda harus menyetorkan dana sebesar 20% dari harga rumah, sedangkan Bank akan menyetor sebesar 80%. Lalu, rumah itu disewakan kepada Anda yang akan menempati rumah.
Tetapi, porsi kepemilikan Bank atas rumah tersebut akan Anda beli secara bertahap setiap bulannya. Perhitungannya pun sesuai dengan yang telah disepakati sejak awal. Jika Anda mengambil jangka waktu 15 tahun, maka masa sewa akan berakhir dalam waktu tersebut. Setelah itu, persentase kepemilikan Bank atas rumah akan menjadi 0% setelah masa sewa berakhir.
Syarat Pengajuan KPR Syariah Pada Bank
Ada berbagai Bank yang memiliki produk KPR Syariah di dalamnya. Oleh karena itu, syarat-syarat pengajuan KPR Syariah pada masing-masing Bank pun akan berbeda. Berikut ini adalah daftar syarat pengajuan KPR Syariah pada beberapa Bank di Indonesia :
1. KPR iB CIMB Niaga
Syarat pengajuannya adalah :
Nasabah adalah Warga Negara Indonesia
Usianya minimal 21 tahun saat mengajukan KPR
Menyertakan dokumen-dokumen seperti form aplikasi pengajuan, fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi KK atau surat nikah, fotokopi rekening koran atau tabungan, dan slip gaji.
2. BNI Griya iB Hasanah
Syarat pengajuannya adalah :
Nasabah adalah seorang Warga Negara Indonesia
Usianya minimal 21 tahun dan maksimal sampai saat pensiun pembiayaannya harus lunas
Memiliki penghasilan tetap dengan lama kerja minimal 2 tahun
Mengisi formulir dan menyertakan beberapa dokumen yang dibutuhkan
3. Griya Bank Mandiri Syariah
Syarat pengajuan pada Bank ini adalah :
Fotokopi KTP nasabah atau pemohon
Fotokopi KK
Fotokopi surat nikah bila sudah menikah
Slip gaji
Surat keterangan kerja
Fotokopi buku tabungan atau rekening koran sejak 3 bulan terakhir
Fotokopi NPWP untuk pembiayaan di atas 50 juta rupiah
Fotokopi rekening telepon dan listrik
Fotokopi SHM atau SHGB
Fotokopi IMB disertai denah bangunan
Surat pernyataan nasabah tentang fasilitas pembiayaan yang diterima atau yang sedang diproses pengajuannya di BMS maupun Bank lain
4. KPR Muamalat iB
Syarat pengajuannya adalah :
Pemohon adalah Warga Negara Indonesia
Usia minimal 21 tahun saat pengajuan dan maksimal 50 tahun saat jatuh tempo pembiayaan bagi pegawai atau belum pensiun, sedangkan 60 tahun untuk wiraswasta
Tidak termasuk dalam nasabah yang mempunyai daftar pembiayaan bermasalah
Minimal telah bekerja selama 1 tahun sebagai karyawan tetap dan 2 tahun sebagai karyawan kontrak
Melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan
Itulah daftar syarat-syarat pengajuan KPR Syariah pada beberapa Bank di Indonesia. Pilihlah produk KPR Syariah dari Bank yang Anda minati. Semoga ulasan ini membantu.
Bagaimana Cara Menghitung DP Minimal dari Sebuah Harga Rumah? Ini Ketentuan Pemerintahnya
Salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sudah harus disiapkan sejak dini adalah rumah. Siapa sih yang tidak ingin punya rumah pribadi? Apalagi jika Anda sudah menikah dan memulai kehidupan rumah tangga yang baru. Rumah menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa ditunda. Jika Anda menunda-nunda untuk memiliki sebuah rumah, bagaimana nanti dengan kehidupan keluarga Anda? Tentunya Anda ingin membuat keluarga merasa nyaman dengan tinggal di rumah pribadi.
Adapun untuk bisa memiliki rumah pribadi memang membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Karena harga rumah tidaklah murah. Semakin lama harga rumah bisa semakin melambung tinggi. Dengan begitu, Anda harus mempersiapkan dana lebih. Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk membeli rumah tanpa harus menunggu terlalu lama adalah dengan mengambil fasilitas KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) pada Bank yang menyediakannya.
Sistem KPR akan mewujudkan keinginan Anda untuk memiliki rumah dengan cara mencicilnya setiap bulan pada Bank. Untuk membeli rumah tersebut biasanya juga akan dikenakan aturan untuk membayar Down Payment (DP). Bagaimanakah aturan penghitungan DP rumah? Langsung saja simak uraian lengkapnya di bawah ini.
Ketentuan Mengenai Uang Muka Atau DP KPR
Uang muka atau yang sering juga disebut dengan Down Payment (DP) adalah sejumlah pembayaran yang di lakukan di awal pembelian, dalam hal ini adalah pembelian rumah. DP tersebut harus disetorkan oleh pembeli rumah kepada penjual rumah sebagai jaminan bahwa sang pembeli benar-benar ingin membeli rumah tersebut.
Pembayaran uang muka ini biasanya berbentuk persentase dari jumlah harga rumah yang akan dibeli. Misalnya, untuk sebuah rumah dengan harga 500 juta rupiah, harus membayar uang muka sebesar 10%. Jadi, uang muka yang harus dibayarkan adalah 10% x 500 juta = 50 juta.
Pembelian rumah secara kredit dengan pembayaran yang ringan adalah impian semua orang. Salah satu alasan yang bisa membuat KPR dengan pembayaran murah adalah besarnya jumlah uang muka yang dibayarkan saat awal pembelian rumah. Seperti yang telah kita ketahui, Bank bisa memberikan pinjaman untuk KPR berdasarkan jumlah persentase dari harga rumah yang akan dibeli. Sementara sisanya yang berupa DP atau uang muka, harus dibayar pembeli kepada penjualnya.
Bisa mendapatkan kredit KPR tanpa uang muka bisa saja terjadi bila Bank tersebut sudah mempunyai kerja sama khusus dengan penjual rumah atau developer. Namun, pada umumnya kredit rumah tanpa disertai uang muka adalah pinjaman yang cukup jarang.
Setiap pinjaman untuk pembelian rumah pasti membutuhkan uang muka, sebab uang muka tersebut menunjukkan kemampuan Anda untuk bisa membeli rumah tersebut. Biasanya pinjaman yang akan diberikan oleh Bank untuk membeli rumah hanyalah mencapai 80% dari harga rumah, sedangkan 20% dari sang pembeli sendiri untuk dibayarkan menjadi DP.
Sedangkan peraturan mengenai besarnya uang muka diatur oleh Bank Indonesia. Pihak Bank Indonesia mempunyai kebijakan khusus mengenai hal tersebut, meskipun bank-bank yang menyediakan fasilitas KPR mempunyai aturan sendiri dalam menjalankan kegiatan operasional mereka.
Peraturan terbaru dari BI menyatakan bahwa jumlah uang muka KPR sekarang ini adalah sebesar 15% untuk rumah tapak pertama, 20% untuk rumah kedua, dan 25% untuk rumah yang berikutnya.
Penghitungan Uang Muka DP Minimal
BI atau Bank Indonesia adalah bank sentral milik Republik Indonesia yang berfungsi dalam menjaga kestabilan nilai rupiah. BI sendiri diketahui juga mengeluarkan aturan mengenai besaran uang muka untuk KPR. Berdasarkan peraturan BI tersebut, mari kita ambil contoh. Misalnya saja Anda ingin membeli rumah seharga 300 juta rupiah untuk rumah pertama. Besarnya uang muka berdasarkan aturan BI adalah 15%.
Jadi, jumlah uang muka yang harus dibayarkan adalah 15% x 300 juta rupiah = 45 juta rupiah. Sehingga Anda harus membayarkan uang muka sebesar 45 juta rupiah tersebut kepada penjual rumah.
Demikian ulasan mengenai cara menghitung DP rumah menurut ketentuan dari BI. Dengan ini, Anda bisa mengantisipasi berapa besar DP yang harus disiapkan. Semoga ulasan ini bermanfaat ya.
Tips Supaya Konsisten Menabung untuk Rumah Supaya Tidak "Bolong" di Tengah Jalan
Apakah Anda senang menabung? Jika sudah masuk dalam dunia kerja, maka Anda akan semakin dihadapkan dengan berbagai persoalan mengenai realita kehidupan. Misalnya saja masalah keuangan dan investasi jangka panjang.
Di saat itulah Anda akan menyadari betapa pentingnya menabung. Maka dari itu, sebelum menyesalinya di kemudian hari, cobalah menabung mulai dari sekarang. Karena di masa yang akan datang Anda akan terus membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan.
Salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan di masa depan adalah rumah. Rumah menjadi kebutuhan primer yang tak boleh dilupakan, sebab akan menjadi tempat bernaung dengan keluarga Anda nantinya. Mungkin bagi Anda yang masih memiliki gaji yang minim akan merasa kesulitan pada awalnya, tapi lama-kelamaan akan terbiasa. Menabung tidak harus menyisihkan banyak uang, cukup berapa persen dari gaji pokok Anda.
Tapi kadang kala menabung bisa menjadi kendala ketika tiba-tiba ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi, sehingga kegiatan menabung Anda untuk membeli rumah menjadi tersendat. Lalu, bagaimana caranya agar bisa konsisten menabung? Ini dia tips yang perlu ditiru.
Tips Konsisten Menabung Untuk Membeli Rumah
Bila Anda sudah terpikirkan untuk membeli rumah dan belum memiliki modal, maka menabunglah. Entah nantinya Anda akan beli secara langsung atau menggunakan fasilitas KPR, tetap saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Berikut ini adalah tips-tips supaya Anda bisa menabung secara konsisten untuk membeli rumah :
Menabunglah Dengan Jumlah Ringan
Tips yang pertama adalah menabung uang dengan jumlah yang tidak memberatkan Anda. Seperti yang telah disampaikan di atas, Anda tidak perlu menabung dengan nominal yang besar. Untuk tahap awal, cobalah menabung dalam jumlah minim dari gaji Anda. Menabung dalam jumlah yang minim ini akan membantu Anda untuk bisa mengatur keuangan di tahap awal.
Tambahkan Nominal Beberapa Bulan Kemudian
Misal Anda menabung per bulannya sebanyak 10% dari gaji. Maka beberapa bulan kemudian Anda bisa coba meningkatkannya menjadi 15% atau 20%. Asalkan Anda sudah bisa disiplin menabung, tingkatkanlah jumlah tersebut mulai pada bulan ke 5 atau 6. Jangan langsung bulan ke 2, karena akan memberatkan Anda. Lakukan secara bertahap agar Anda bisa teratur menabung.
Cobalah Simpan Uang Koin Atau Receh
Mungkin Anda pikir uang receh hanyalah uang kecil yang tidak ada gunanya. Tapi jangan sepelekan manfaat uang koin ini. Setiap Anda membeli sesuatu dan memiliki kembalian berupa recehan, simpan uang tersebut. Anda bisa membeli celengan khusus untuk receh. Semakin sering Anda menyimpan uang receh, maka semakin banyak pula uang yang terkumpul. Dalam beberapa waktu Anda pasti akan terkejut dengan jumlah uang receh yang telah ditabung.
Buatlah Rekening Khusus Untuk Membeli Rumah
Tips selanjutnya adalah membuat rekening khusus untuk membeli rumah. Rekening ini hanya difungsikan sebagai rekening khusus menabung guna membeli rumah suatu saat nanti. Kendalikan diri Anda dan jangan pernah mengambil uang tabungan tersebut. Tegas pada diri sendiri juga perlu agar Anda tidak mengusik uang tersebut. Fokuslah pada tujuan Anda.
Menabung Di Depan
Jangan sekali-kali menabung uang dari sisa gaji. Tapi sisihkanlah secara langsung pada hari gajian. Mengapa? Karena ketika Anda hanya mengandalkan sisa gaji, maka bisa saja Anda sudah telanjur menggunakannya untuk keperluan lain. Sehingga kekonsistenan menabung pun jadi hilang. Alangkah baiknya bila menyisihkan langsung, sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Keluarkan Uang Untuk Memenuhi Kebutuhan
Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jangan terus-terusan mengeluarkan uang karena keinginan saja. Keluarkanlah uang untuk barang-barang yang memang dibutuhkan. Contohnya, Anda pergi ke mall dan melihat ada baju yang bagus. Padahal Anda masih mempunyai stok baju yang cukup. Jika Anda membeli baju tersebut, maka itu hanya mengikuti keinginan bukanlah kebutuhan.
Mencari Pekerjaan Sampingan
Tips yang terakhir agar Anda bisa konsisten menabung adalah mencari pekerjaan sampingan. Carilah pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Pastikan bahwa pekerjaan sampingan itu hanya dikerjakan di sela-sela waktu yang dimiliki. Misalnya berjualan online. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Begitulah 7 tips yang bisa Anda tiru supaya konsisten menabung untuk membeli rumah. Jadikan tujuan Anda membeli rumah sebagai motivasi, bukan beban. Sehingga Anda tetap bisa menabung secara rutin tanpa “bolong” di tengah jalan.
Alasan Mengapa Kamu Harus Menolak KPR Rumah dan Lebih Baik Beli Tunai
Memiliki hunian pribadi adalah hal yang paling didambakan oleh banyak orang. Apalagi untuk orang yang telah memiliki keluarga. Setiap orang yang telah berkeluarga pasti ingin memiliki privasi kehidupan sendiri. Maka, banyak orang yang merencanakan untuk membeli rumah sebagai persiapan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
Tetapi, harga rumah tidaklah murah. Mencari rumah yang berlokasi di tempat yang Anda inginkan pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus melakukan survei dan mencari informasi sebanyak-banyaknya ketika akan membeli rumah. Ketika dana yang Anda miliki belum cukup dan Anda ingin segera memiliki rumah, maka Kredit Pemilikan Rumah atau KPR biasanya menjadi sebuah solusi yang diambil.
Dana yang terbatas lantas membuat beberapa orang memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR. Namun, Anda harus berhati-hati ketika ingin membeli rumah dengan cara ini. Kemungkinan Anda juga akan mengalami kerugian lho. Apapun yang akan Anda lakukan termasuk ketika ingin membeli rumah dengan cara KPR harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin.
Ada banyak sekali hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah dengan cara KPR. Anda tidak boleh melewatkan sedikitpun hal tersebut. Bahkan, pengajuan rumah dengan sistem ini pun belum tentu dikabulkan oleh Bank. Oleh karena itu, memang lebih baik untuk membeli rumah secara tunai saja.
Anda bisa memilih untuk menolak melakukan pembelian rumah dengan cara KPR dan lebih baik membelinya dengan cara tunai. Lebih baik menunggu sebentar agar tabungan Anda cukup. Kalau memang tidak cukup, Anda bisa meminjam saja ke bank. Jadi, Anda pun tidak akan mendapatkan kerugian karena sistem KPR.
10 Alasan Menolak Sistem KPR Ketika Membeli Rumah
Terdapat banyak alasan mengapa Anda harus membeli rumah dengan cara tunai saja dibandingkan dengan cara KPR. Mau tau apa saja alasannya?
Proses pengajuan yang susah
Untuk Anda yang belum pernah membeli rumah dengan sistem KPR, jangan mengira prosesnya mudah ya. Proses pengajuan rumah KPR membutuhkan waktu yang lama. Anda harus mempersiapkan syarat-syarat yang harus dilengkapi. Belum lagi syarat-syarat yang dibutuhkan mungkin susah untuk didapatkan. Berbeda sekali jika Anda memilih membeli rumah secara tunai.
Dokumen yang begitu banyak
Ketika Anda membeli rumah dengan sistem KPR, maka banyak sekali dokumen penting yang harus Anda persiapkan. Bisa saja Anda melalaikan salah satu dokumen tersebut karena Anda tidak teliti ketika melakukan pengecekan.
Untuk informasi bagi Anda, kurang 1 dokumen saja dapat menghambat pencairan KPR lho. Jadi, Anda harus memperhatikan dengan cermat dokumen-dokumen yang harus Anda persiapkan. Dampak dari hal ini adalah pengurusan jual beli rumah menjadi sangat lama. Bagaimana jika Anda sangat membutuhkan rumah tersebut untuk segera ditempati? Hal ini akan menjadi sangat menghambat.
Lalai akan dokumen asuransi
Nah, salah satu dokumen penting yang tidak boleh Anda lalaikan ketika membeli rumah secara KPR adalah dokumen asuransi. Padahal, asuransi akan melindungi nasabah dari resiko kerugian yang akan timbul.
Namun, apalah daya jika dokumen yang Anda persiapkan tidak lengkap. Pertanggungan asuransi pun bakal ribet. Lebih baik membeli secara tunai saja bukan? Anda bahkan tidak perlu melakukan asuransi atas rumah yang Anda beli.
Biaya notaris yang mahal
Membeli rumah dengan cara KPR biasanya menggunakan notaris yang dipilihkan oleh bank. Padahal, Anda akan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan DP rumah dan melakukan cicilan kredit di masa yang akan datang.
Ini akan membuat pengeluaran Anda menjadi semakin membengkak. Lebih baik, pertimbangkan terlebih dahulu untuk membeli rumah secara tunai atau dengan cara KPR yang membutuhkan banyak biaya.
Bunga bank yang besar
Dewasa ini, harga rumah semakin mahal. Jika Anda tidak memiliki DP yang banyak, maka Anda akan mendapatkan bunga bank yang mahal. Anda akan semakin pusing untuk memikirkan cicilan-cicilan yang harus Anda bayarkan nantinya. Belum lagi dengan kebutuhan keluarga yang harus dipikirkan. Anda bisa mengontrak rumah terlebih dahulu untuk menabung dana agar dapat membeli rumah secara tunai
Total uang lebih banyak
Jika dibandingkan dengan membeli rumah secara tunai, uang yang disediakan untuk membayar rumah dengan KPR jauh lebih banyak. Total biaya rumah yang dikeluarkan akan berbeda jauh lebih tinggi.
Surat-surat berharga milik Anda akan ditahan oleh pihak bank
Membeli rumah dengan sistem KPR berarti membiarkan surat-surat berharga Anda ditahan oleh pihak bank. Surat berharga tersebut akan ditahan oleh pihak bank hingga Anda dapat melunasi semua pembayaran rumah Anda. Jika Anda membeli secara kontan atau tunai, Anda tidak perlu menjaminkan surat berharga milik Anda.
Adanya penalti
Jika Anda membeli rumah secara KPR dan tidak bisa melunasi cicilan d tengah jalan, maka Anda akan dikenakan penalti. Jika Anda membeli rumah secara tunai, Anda tidak akan mendapatkan penalti karena Anda telah membayarkan secara tunai ketika awal pembelian rumah.
Suku bunga fluktuatif
Untuk informasi bagi Anda bahwa suku bunga KPR adalah suku bunga fluktuatif. Yang dimaksud dengan suku bunga fluktuatif adalah bunga akan bertambah setiap tahunnya. Ini tentu akan merugikan Anda sebagai pihak pembeli. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi Anda untuk membeli rumah secara kontan.
Resiko rumah disita
Membeli rumah KPR berarti Anda harus berkomitmen untuk membayar cicilan secara teratur dan tidak ada alasan apapun untuk tidak membayar cicilan. Padahal, kondisi keuangan seseorang setiap waktu dapat berubah. Maka, jika Anda terus menunggak cicilan, bisa saja rumah tersebut disita. Jika Anda membeli rumah secaar kontan, maka Anda akan merasa lebih nyaman.
Demikianlah beberapa alasan yang membuat Anda harus lebih mempertimbangkan lagi untuk membeli rumah secara KPR. Akan lebih baik jika Anda mengumpulkan dana terlebih dahulu dan membelinya secara kontan.
10 Alasan Mengapa Kamu Harus Ambil Rumah KPR Secepatnya
Memiliki rumah impian kini semakin mudah dengan menggunakan sistem KPR. KPR atau kredit pemilikan rumah adalah solusi yang dilakukan oleh banyak orang di jaman sekarang. Pasalnya, harga rumah tidaklah murah. Untuk Anda yang membutuhkan rumah dan belum memiliki dana yang cukup, KPR bisa menjadi solusi terbaik bagi Anda.
Membeli rumah dengan sistem KPR atau tunai memang menjadi pilihan tersendiri bagi Anda. Jika Anda memiliki uang dalam jumlah yang cukup banyak, mungkin akan lebih baik bagi Anda untuk membelinya secara kontan. Namun, jika uang yang Anda miliki hanya pas-pasan, KPR bisa mejadi solusi terbaik bagi Anda.
10 Keuntungan Membeli Rumah Dengan Sistem KPR
Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika membeli rumah secara KPR. Salah satunya ialah impian memiliki hunian semakin cepat terealisasi. Anda tidak perlu menunggu dalam waktu lama hingga uang terkumpul ketika ingin membeli rumah. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk mengambil rumah secara KPR jika Anda memang benar-benar membutuhkan rumah. Terlebih lagi untuk Anda yang sudah memiliki penghasilan tetap dan dapat memberikan DP dalam jumlah yang besar.
Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika melakukan pembelian rumah dengan menggunakan sistem KPR.
1. Tidak perlu menyiapkan dana besar
Ketika Anda ingin membeli rumah dengan cara tunai, Anda perlu mempersiapkan dana yang besar. Harga rumah di era yang modern ini tidak murah. Anda tidak perlu menabung bertahun-tahun untuk membeli rumah dengan cara tunai. Anda hanya perlu membayarkan uang muka saja untuk bisa mendapatkan rumah KPR. Asalkan Anda memiliki jaminan, Anda bisa segera menempati rumah baru tanpa harus menyiapkan dana yang besar.
2. Pembayaran secara cicilan
Jika Anda membeli rumah secara tunai, Anda akan kehilangan uang tunai dalam jumlah yang banyak dalam waktu sekejap karena sudah digunakan untuk membayar rumah yang akan Anda huni. Hal ini bisa saja mempengaruhi kelangsungan bisnis yang Anda jalankan. Tidak perlu mengorbankan bisnis yang Anda jalankan untuk membayar rumah impian Anda. Anda akan merasa lebih ringan dengan membayar rumah secara cicilan.
3. Cicilan murah
Berikutnya, Anda bisa membayar uang cicilan yang murah jika mengambil tenor dalam jangka waktu yang panjang. Namun tentu saja, hal tersebut akan membuat bunga yang akan Anda bayarkan menjadi lebih banyak. Namun, jika Anda memang memiliki dana yang kecil, pilihan cicilan yang murah bisa menjadi solusi yang paling aman bagi Anda. Asalkan Anda bisa membayarkan cicilan rumah setiap bulannya tepat waktu.
4. Bisa disewakan untuk mendapatkan uang
Membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR rupanya tidak hanya dilakukan untuk orang yang belum memiliki rumah. Banyak orang yang sudah memiliki rumah dan membeli rumah secara KPR. Biasanya, mereka akan menyewakan rumah tersebut kepada orang lain dan hasil uang sewanya akan digunakan untuk melakukan pembayaran cicilan rumah tersebut. Wah, cara ini bisa ditiru ya.
5. Kepastian memiliki rumah
Melalui KPR, Anda sudah pasti akan mendapatkan ruah baru. Sertifikat dari rumah yang akan Anda beli tersebut nantinya sudah akan dinamakan atas nama Anda. Namun, dokumen tentang kepemilikan rumah tersebut masih akan disimpan oleh pihak bank sebagai jaminan.
6. Angsuran tertentu
Ketik Anda memutuskan untuk membeli rumah secara KPR, berarti Anda akan membeli rumah dengan cara mencicil atau kredit. Anda harus membayarkan angsuran setiap bulannya dengan rajin. Nah, besar angsuran yang akan Anda bayarkan berbeda-beda. Makin cepat tenor yang Anda pilih, maka Anda akan membayar dalam jumlah yang semakin mahal.
Namun, keuntungannya adalah angsuran akan cepat selesai. Sebaliknya, jika Anda memilih tenor dalam jangka yang panjang, maka Anda akan membayar angsuran dalam jumlah yang lebih murah. Namun tentu saja waktu pelunasan akan menjadi lebih lama. Tetapi, untuk Anda yang memang tidak memiliki dana yang cukup besar dalam setiap bulannya bisa memilih cara ini.
7. Legalitas kepemilikan
Kelebihan lain yang nantinya akan Anda dapatkan dengan melakukan pembelian rumah menggunakan sistem KPR adalah legalitas kepemilikan. Untuk memiliki sebuah rumah dengan menggunakan sistem KPR akan diawali dengan proses pembuatan akta jual beli.
Hal tersebut akan dilakukan di depan notaries atau rekanan dari pihak bank. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir lagi tentang legalitas atas sertifikat rumah yang Ana beli menggunakan sistem KPR tersebut bermasalah. Dalam hal ini, pihak bank juga akan memiliki kepentingan terhadap agunan.
8. Sebagai ladang investasi
Siapa bilang membeli rumah dengan cara KPR akan membuat Anda menjadi rugi? Justru, ini bisa menjadi salah satu ladang investasi untuk Anda. Seperti yang Anda ketahui bahwa harga rumah dari tahun ke tahun akan semakin meningkat. Bahkan, setiap kuartal harga rumah akan naik secara drastis. Kenaikan harga rumah bahkan kadang tidak selalu relevan dengan penghasilan yang Anda miliki. Oleh karena itu, jika Anda sudah memiliki dana untuk dijadikan uang muka, segeralah untuk mengajukan kredit agunan sebelum terlambat.
9. Solusi untuk agunan
Alasan lain mengapa Anda harus membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR adalah sebagai solusi untuk agunan lain. KPR bisa dijadikan sebagai solusi jika suatu saat Anda membutuhkan modal untuk melakukan modal usaha. Jika menurut bank Anda merupakan seorang debitur yang baik, Anda pun diperbolehkan untuk mengajukan kredit meskipun Anda belum melunasi rumah KPR yang Anda beli. Bahkan, pihak bank juga tidak segan-segan untuk menawarkan kredit kepada Anda.
10. Keringanan
Alasan terakhir bagi Anda untuk membeli rumah secara KPR adalah semakin ringan. Mungkin, di awal pembelian Anda akan merasa sedikit berat karena harus mengeluarkan DP yang sedikit mahal. Namun, banyak pula orang yang selesai melakukan pembayaran rumah sebelum tenor selesai. Ini berarti banyak orang yang mampu untuk membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR.
Membeli rumah dengan cara KPR nyatanya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Masyarakat akan mendapatkan rumah sebagai hunian pribadi untuk keluarga tercinta meskipun belum memiliki dana yang cukup. Pembelian secara KPR juga akan membuat masyarakat ekonomi bawah tetap dapat menikmati tinggal di tempat yang lebih nyaman dengan cara mencicil.