Jika kamu masa depanku
Untuk laki-laki yang kelak hatinya menjadi tempat tenyamanku. Sebelum kita bertemu, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan.
Ketika kelak kita bersatu pada ikatan yang sakral, maukah kamu mengerti dan menerima segala sifat dan sikap baik dan burukku?
Ada beberapa hal dariku yang sulit diterima oleh lelaki sebelum kamu.
Maaf, mungkin parasku tidak secantik wanita sebelumku. Aku tidak terlalu pandai bersolek dan merawat diri. Ada beberapa luka cakaran di tangan dan kakiku. Aku minta kamu memakluminya, luka itu aku dapati dari kucing-kucing yang aku rawat. Kalau kelak kamu tidak menyukai kucing, boleh aku memeliharanya satu saja dari mereka di rumah kita kelak? Aku sangat menyukai kucing, dan cita-citaku untuk memiliki setidaknya satu kucing di rumah kita nanti. Aku berjanji akan mengurus segala sesuatunya, dan sebisa mungkin tidak menyulitkanmu. Boleh, ya?
Lalu, aku juga tidak begitu pintar memasak. Mungkin aku bisa, tapi untuk soal enak atau tidak aku tidak bisa menjamin itu. Tapi tenanglah, sejak kemarin aku sudah belajar membuat beberapa makanan. Setidaknya, ketika kita bertemu nanti, aku bisa membuatkanmu sarapan sebelum kamu bangun nanti. Kalau ada makanan yang kamu suka, katakan, aku akan belajar mati-matian agar bisa membuatkan makanan kesukaanmu. Kalau perlu aku akan minta diajarkan oleh ibumu.
Aku juga sedikit pencemburu. Bukan berarti kamu tidak boleh berteman dengan wanita, boleh, silakan. Karena aku juga memiliki beberapa teman laki-laki yang dekat. Asal, sebaiknya mereka kenalkan dulu padaku, ya? Agar menumbuhkan kepercayaanku juga.
Untuk soal belanja kebutuhan, mungkin kamu bisa sedikit lega. Karena aku tidak begitu tertarik dengan baju, tas, dan makeup-makeup mahal. Aku lebih suka yang sederhana dan awet untuk dipakai. Jadi rasanya kamu tidak perlu khawatir tidak bisa menghujaniku dengan barang-barang bermerk. Belikan aku buku, aku lebih tertarik dengan itu.
Masalah kesetiaan, kamu tidak perlu khawatir aku akan mengingkarinya. Tenang, kamu boleh percaya denganku. Seluruh kode pass sosial media dan telepon genggamku pun akan aku beri jika kamu tanya. Aku tidak menyembunyikan apa-apa. Karena kesetiaan adalah hal yang aku harapkan juga darimu.
Aku mudah menyesuaikan diri, aku tidak banyak menuntut, meminta sesuatu. Aku tidak mempermasalahkan kelak kita akan tinggal di mana, kendaraan apa yang kita miliki. Selama aku bersedia menerima tawaran untuk menghabiskan sisa umurku bersamamu, kamu tidak perlu khawatir.
Yang terpenting, aku nyaman bersamamu, kamupun nyaman selalu berpulang padaku. Untuk hal selain itu, kita usahakan bersama-sama. Untuk mencapai apa yang kita sebut bahagia. Karena sebenarnya, untuk berlabuh bersamamu, adalah awal dari kebahagiaan itu sendiri.
Muak dech dgn tulisan cengeng ini














