Setelah Idul Fitri 2019,
Ia menyampaikan keinginannya untuk mengkhitbahku.
Namun, sebelum proses itu terjadi ia ingin mengenalkan sekaligus meminta restu kepada ayahnya yang berada di Surabaya.
"Aku mau, silahkan kamu izin dulu dengan bapak", kataku.
Sekitar bulan Agustus, ia pun bicara dengan kedua orang tua ku dan menjelaskan keinginannya termasuk mengajakku ke Surabaya untuk bertemu ayahnya.
Setelah bapak mengajukan beberapa syarat, bapakpun mengizinkan aku dan dia untuk pergi ke Surabaya.
Maklum, anak perempuannya ini memang belum pernah pergi jauh hanya berdua (apalagi dgn lawan jenis).
Kami memilih akhir Desember, karena saat itu aku sudah libur & dia mengajukan cuti kerja.
Kami memilih transportasi kereta api untuk pergi ke Surabaya, menginap satu malam, lalu melanjutkan perjalanan ke Madiun (Tempat neneknya tinggal) sebelum kembali ke rumah.
Berbagi cerita dan juga kehangatan bersama keluarga calon suamiku. Mencoba memahami dan mengerti. Saling memberi arti dan kekuatan. Menerima seapa-adanya dengan lapang dada.
Terima kasih untuk perjalanan 5 harinya, ya. Bersamamu, semua akan terasa lebih mudah untuk dilewati.
❤️












