Day 3 : Cumi Saus Teriyaki
Beberapa waktu lalu, saya diberi satu kantong cumi basah oleh seorang kakak di ruangan tempat saya bekerja. Beliau baru saja pulang dari Lampung dan membawa cumi basah sebagai oleh oleh. Saya suka cumi tapi agak bingung masaknya harus digimanain. Soalnya belum pernah. Maklum biasa beli cumi di warteg hahaha
Saya tipikal orang yang kalau masak apa adanya banget, super simple bumbu bumbunya alias alakadarnya. 😂 rumus masak bagi saya tak lebih dari bawang merah, bawang putih, gula pasir, garam. Kalau lagi agak "niat" biasanya ditambahkan lada bubuk, bawang bombay, irisan cabai, saus tiram, saus teriyaki atau apalah. Inipun jarang sekali. Permasalahannya adalah : kalau cumi di masak alakadarnya emang bisa dimakan ya? Kalau masak sawi alakadaranya sih ga apa apa yak, tinggal tambahin bumbu pecel aja udah enak kok haha.
Lah ini cumi loh 😂😂 bisa bisa kalau masak pakai bumbu seadanya malah jadi kebuang hasil masakannya. Kan kaaaan.....
Nah, sejujurnya saya perempuan yang ga jago masak. Masak cumi aja paling banter di goreng doang kalau dirumah. Wkwk. Cumaaa kemarin agak ingin yang berbeda, makanya saya pikir mencoba masak cumi pakai saus teriyaki ga ada salahnya. Biar bisa di makan anak kosan juga.
Setelah pertimbangan yang cukuppp serius bersama mang sayur, akhirnya saya memutuskan pakai saus teriyaki aja. Karena mamangnya cuma punya saus itu. Yang lain sold out 😑😑😑
Cumi secukupnya (dibersihkan, dipotong kecil, dibuang tintanya, lalu cuci bersih dan rendam air hangat)
Bawang bombay setengah siung iris tipis
Cabai hijau dan cabai merah potong lancip secukupnya
Bawang putih dan bawang merah digeprek, cincang halus
Tiriskan cumi lalu goreng hingga setengah matang
Tumis : bawang bombay, bawang merah dan bawang putih sampai harum. Tambahkan potongan cabai
Tambahkan gula garam lada secukupnya
Didihkan hingga matang dan air sedikit surut / berkurang
Tambahkan saus teriyaki. Ratakan dan aduk halus.
Sayang lupa di foto masakannya 😆 tapii alhamdulillah cumi nya habis dimakan saya dan anak anak kosan. Kata putri, rasanya lumayan. Duh jadi geer. Padahal baru dibilang lumayan aja. Bukan enak. Hahaha
Bagi beginner macam saya, ada kepuasan tersendiri kalau masakan habis dimakan orang lain. Artinya bisa diterima lidah mereka. Artinya lagiii rasanya ga aneh aneh banget kan? 😂
Intinya kalau masak itu sebenernya bisa dipelajari karena kita (mau nyoba, berani nyoba dan pede) hehe. Bagi saya sih ga perlu takaran2 kalau masak, hehehe. Kecuali kalau mau bikin kue. Yang penting mah feeling aja, dikira kira.
Terus kalau bicara soal ketertarikan, saya pikir saya masak berdasarkan mood saja. Kalau lagi mau ya masak, kalau lagi ga kepengen masak ya beli. Makanyaa pas bikin personal blog tentang masak masakan (sok sok an ngikutin farah quinn ) akhirnya ditinggalkan karena ga istiqomah. Duh.
Kira kira besok enaknya bikin apa yak? Hmmm...