Selayaknya jatuh cinta yang kata orang harusnya mudah, hidup pun maunya begitu.
Katanya kan, jatuh cinta jadi mudah seandainya kepala kita gak terlalu berisik dengan mengkhawatirkan banyak hal. Katanya, jatuh cinta jadi mudah karena kita selalu merasa aman dan nyaman dengan seseorang yang kita temui.
Rasanya, mau juga hidup begitu. Hidup dengan penuh cinta sehingga gak harus selalu menghadapi kepala yang berisik terus-terusan.
Tapi sekarang ini, menjalani hidup sendiri jadi seperti suatu beban. Terlalu banyak rasa khawatir. Terlalu banyak perasaan gak aman dan gak nyaman. Mungkin bukan hidupnya ya. Mungkin manusianya saja yang belum menemukan polanya.
Menjalani hidup harusnya memang gak banyak berisiknya. Selama kita merasa aman dan nyaman menjalaninya. Gak harus sesuai standar sosial, layaknya jatuh cinta.
Jatuh cinta ya jatuh cinta aja. Setiap hubungan punya ceritanya. Dua individu yang sedang jatuh dalam cinta gak sama dengan dua, empat, enam, delapan individu lainnya, dan seterunya.
Begitupun harusnya hidup. Harusnya gak perlu pusing soal omongan orang. Gak perlu peduli dengan gaya hidup orang. Gak haus akan validasi orang. Gak bingung harus ngapain karena gak butuh impresi orang.
Ya harusnya gitu aja kan. Selama gak keluar dari batas-batasnya, setiap manusia berhak buat menjalani hidup terbaik versinya. Tanpa harus takut merasa dihakimi, karena hakim sebenarnya ya bukan manusia.
Mungkin terlalu ideal ya. Tapi, hidup sekali maunya ya gak dikit-dikit ikutin standar yang gak tau buatan siapa sebenarnya.
Yah, semoga di tengah lelahnya kita, ada ruang-ruang aman yang selalu bisa buat kita melangkah sesuai versi terbaik kita. Tanpa harus takut keluar rumah, hanya karena khawatir orang lain akan berkata apa.
Selayaknya jatuh cinta yang katanya dunia jadi milik berdua. Hidup kita ya punya kita. Kita yang punya kendali mau membawanya ke mana.