Tanda Tanya
Masih menjadi sebuah tanya
Yang entah kapan kutemukan jawabannya.
Akan kutulis sebagai apa kamu nanti?
Sedang rasanya, hangat itu mulai sekelebat kurasakan. Namun langit terlihat masih terlalu gelap untuk aku sebut sebagai pagi.

❣ Chile in a Photography ❣
Keni

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Three Goblin Art

Product Placement
art blog(derogatory)
noise dept.
styofa doing anything
trying on a metaphor

@theartofmadeline
todays bird

tannertan36

祝日 / Permanent Vacation
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap
Show & Tell

★
Stranger Things

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from Argentina

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@ichsantengbunan
Tanda Tanya
Masih menjadi sebuah tanya
Yang entah kapan kutemukan jawabannya.
Akan kutulis sebagai apa kamu nanti?
Sedang rasanya, hangat itu mulai sekelebat kurasakan. Namun langit terlihat masih terlalu gelap untuk aku sebut sebagai pagi.
Menuju pesta
Di perjalanan menuju pesta, hujan turun sesaat setelah kami masuk ke sebuah galeri seni yang dari luar nampak temaram dan hangat. Hampir sepuluh ribu langkah untuk hari ini. Sepuluh ribunya tepat di sebuah pesta.
Sepulang pesta
Apa yang lebih romantis dari menyusuri jalan sepi sepulang pesta tadi malam? Berdua melewati barisan toko souvenir yang telah tutup. Bertukar tawa dan canda. Satu lagi memori baru tercipta. Terlampau senang rasanya.
Kopi(ku) dan Jus Buah Naga(mu)
Apa yang kira-kira mereka bicarakan saat melihat kita duduk berdua?
Di kursi sudut dekat jendela
Menghadap jalan raya
Sepulang kerja bercerita
Tentang apa dan bagaimana
Boleh jadi mereka iri
Atau bisa saja mengamini?
Lalu ketika tatap bertemu
Rasakah mereka cemburu?
Aku selalu menemukanmu;
Pada secangkir kopi yang hangat dan pekat
Sama hangatnya kala malam itu, di dekap pelukmu
Sama pekatnya dengan hitam bola matamu, saat tatap beradu
Lekaslah pulang, sebelum jalan itu semakin sulit ditemukan.
BAHAGIA YANG TAK TERSENTUH
malam ini ketika air langit turun membumi bersama senyawa-senyawa yang jatuh melepaskan aroma rindu, di sisi kiri bus kota yang ia tumpangi, ia duduk menatap ke luar jendela. memandangi lampu kota yang dari sinarnya jelas terlihat rintik-rintik yang membasahi tanah di bawahnya.
hujan turun bersama ingatan — tentang seseorang.
hari-hari yang singkat namun ia mampu merekam banyak hal di kepalanya. bersamayam di dasar pikiran jauh di bawah sana.
pikirannya melayang pada suatu malam, di sisi jalan raya menuju stasiun. sepanjang jalan yang menjadi saksi bagaimana cerita mereka diciptakan. ada memori di tiap sudutnya. hangat di dadanya semakin meluas. ia menyandarkan kepalanya bersama musik yang terputar di telinganya.
kala itu suasananya sepi, tak banyak yang berlalu lalang. kedai-kedai di sekitar nampaknya sudah mulai tutup, hanya mereka dan beberapa pedagang kopi keliling yang duduk beristirahat dipayungi warna-warni lampu gedung. mereka berjalan bersisian, sesekali punggung tangan mereka bertemu tak sengaja. tangan yang sebenarnya ingin sekali ia genggam. namun rasanya akan jauh lebih baik untuk tidak.
ia kira aktifitas semacam ini akan menjadi rutinitas mereka sepulang kantor. menyusuri tepi jalan menuju stasiun dengan berbagai cerita tentang bagaimana hari ini berjalan. tapi tidak. kenyataan kembali mengajarkannya untuk melepaskan sesuatu yang hampir ia genggam. kembali merasa kosong ketika ruang di hatinya hampir penuh terisi.
ia bertanya-tanya. keraguan apa yang timbul atas dirinya. kekurangan apa atas dirinya sehingga apa yang mereka lewati sejauh ini hanya sebatas hampir.
tapi, hampir tidak pernah cukup, bukan?
Jika aku merindukan sebuah pelukan yang datangnya dari kamu, boleh tidak?
Akhirnya aku sampai pada titik di mana aku menyadari bahwa tempat terbaik untuk menyimpan rahasia adalah di diri sendiri.
Berterima kasih pada hari yang lalu.
Pada sebuah hari lalu, yang tak pernah terbayang akan menjadi hari yang justru menjadikan hari-hari setelahnya semenyenangkan ini.
.
Awal dari sebuah pengharapan yang kadang melelahkan tapi tak membuat kita berhenti berjuang.
.
Di tengah siang yang terik, kamu ada. Menawarkan keteduhan sebagai tempatku singgah untuk sekadar berisitirahat.
.
Di tengah malam yang dipenuhi lampu-lampu kota kamu juga ada. Menawarkan cahaya, menuntunku pulang.
.
Di tengah hujan gerimis minggu pagi, kamu tetap ada. Menghadiahkan sebuah dekapan sehangat surya. Sebagai yang nyata dan tersentuh.
.
Hingga bahagia adalah satu-satunya yang kuharapkan menjadi milik kita.
Sekarang
Hingga selamanya.
Tiba-tiba, ragu datang kala cinta kian mendalam.
Perasaanku bilang begitu.
Dua hari sudah hujan membumi di tanah Sulawesi
Pada iramanya yang bergetar kutitipkan rindu pada ia yang duduk di ujung sana, di meja kerjanya.
Angin berembus dari samudra, menyelinap dari sela pintu jati. Mengisi ruang di baliknya, tempatku merangkai tulisan ini.
Udara dingin memenuhi seisi ruangan
Tapi sentuhanmu masih kunantikan.
Selimutku yang hidup.
Bila nanti kamu temukan aku masih bertahan–seberantakan apa pun kamu, itulah upayaku untuk membuatmu tetap menyayangiku hingga besok dan besoknya lagi.
– @cindyjoviand
Coba tunjukkan, aku butuh tanda-tanda itu darimu.
“Jika senyum saja tak bisa kulihat, lalu apa lagi yang harus kunantikan?”
—
Kalian paham, perasaan semacam; punya alasan untuk marah tapi amarah itu tidak cukup sanggup untuk membuat kita benci dia?
– Dan akhirnya kita memaafkannya lagi dan lagi, demi rasa yang ada di hati.
Cokelatmu
Sederhananya, aku ingin menjadi sebatang cokelat kesukaanmu yang kau bawa pulang dari toko swalayan dekat rumah.
Yang kau nikmati sembari tersenyum karena kombinasi manis dan pahitnya
Yang mendatangkan kebahagiaan dalam kesah dari kandungan Phenylethylamine di dalamnya
Yang mengembalikan suasana hatimu yang radang oleh semrawutnya suasana.
Jika boleh memilih aku tidak ingin kau bagi dengan yang lain
Tidak apa kau gemuk, asal aku ikut mengalir di dalam darah.
Yang disayangkan adalah aku dipaksa menjauh ketika bahkan memperkenalkan diri saja belum sempat.
— definisi kehadiran yang tak diharapkan