Ampas yang Menetap, Rasa yang Beranjak..
Jangan menoleh lagi. Biarkan sisa rasa ini tertinggal di meja, mendingin bersama waktu yang tak mungkin kita putar kembali. Hubungan kita layaknya racikan V60 yang dipaksa mengalir terlalu cepat; ada sari yang tertinggal, ada rasa yang tak sempat terekstrak sempurna, namun tetes airnya harus tetap jatuh ke wadahnya.
Menoleh hanya akan membuatmu mengecap kembali pahit yang seharusnya sudah kau telan. Anggap saja aku adalah ampas di dasar cangkir, bagian yang memang harus menetap agar kau bisa menikmati jernihnya sisa perjalananmu.
Berjalanlah terus.
Biarkan aroma kenangan ini memudar tertiup angin jalanan, karena kopi yang enak tidak pernah dipanaskan ulang, dan perpisahan yang jujur tidak butuh tatapan belas kasihan.
Ruang Refleksi
"Analogi ini mengingatakan bahwa meski ada rasa "pahit" yang tertinggal, hal itu adalah bagian alami dari sebuah proses agar seseorang bisa melangkah lebih ringan, tanpa beban cerita lalu yg terus dibawa-bawa"













