LAGI-LAGI #jiahahaha...
Hi Tumb.....
Lama nian aku tak bersambang ke sini... ke tempat curhat ku kepada sang maya... hahaha...
Mungkin memang begini... seseorang akan lebih bisa meluapkan rasanya ketika dia sedang merasa galau, gundah, gulana, bimbang, dan semacamnya... seseorang itu akan menjadi lebih melankolis... dan saat itu pula, seseorang itu dapat menjadi lebih puitis... sehingga ketikan dia meluapkan perasaannya yang sedang bergejolak, dia dapat menceritakannya dengan panjang lebar sesuai dengan kegelisahan jiwanya... hahaha... haisss... haiiiss....
Ya... begitupun aku saat ini...
Karena suatu hal yang menerpaku, aku bersambang kesini... ke tempat yang sudah cukup lama aku tinggalkan, bahkan hampir kulupakan... aku sedang dirundung kesedihan kawan-kawan (entah siapa kawanku yang ada di sini)...
Yups... lagi-lagi ini masalah hati dan perasaan... aku patah hati (lagi) #baca:dengan nada berat sembari sengit...
Kali ini entah apa yang kulakukan terhadap perasaanku sehingga perasaanku tersakiti. Mungkin saja ini akibat dari terlalu mudahnya aku mengizinkan hatiku untuk berharap terhadap sesuatu yang masih belum jelas dan belum pasti. Dan kalian tahu apa yang terjadi? Ya... sepertinya, lagi-lagi aku patah hati. Mungkin hati ini masih terlalu lemah dan lentur sehingga mudah terkontaminasi oleh perasaan-perasaan yang sering mendekat dengan segala macam bentuk rayuan mautnya. Sehingga aku terbuai, terlena, dan terhanyut dalam arusnya.
Kembali ke masalah pokoknya, yaitu patah hati. Mungkin aku yang terlalu sering berharap, sehingga menjadi terlalu sering pula aku merasakan ke-patah-hati-an yang mendalam. Haha.. ee.. nggak sampai mendalam banget ding.. untungnya belum sampai terlampau dalam. Seseorang yang membuatku patah hati kali ini adalah orang yang baik, menurutku. Karena dia segera menyadarkanku dari keterbuaian ini. Entahlah, apakah mungkin dia tahu atau merasakan adanya getaran-getaran rasa yang tersalur dari dalam hatiku, atau malah aku yang buru-buru tersadar untuk tidak terhanyut lebih dalam.
Memang seperti kisah-kisahku yang sebelumnya. Diantara kami, belum terungkap bahwa ada rasa. Ya... masih terpendam di lubuk hati yang paling dalam.















