“Jangan kembali sekarang. Kita berdua hanya akan menemui kehilangan-kehilangan. Kembalilah lagi nanti, ketika kita sama-sama sudah bosan mencari dan ingin berhenti.”
— (via mbeeer)
noise dept.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸
Keni
No title available
KIROKAZE
Sade Olutola

Janaina Medeiros
Alisa U Zemlji Chuda

JVL
he wasn't even looking at me and he found me

No title available

No title available
art blog(derogatory)
No title available

Origami Around
occasionally subtle

@theartofmadeline
will byers stan first human second
seen from United States
seen from Sri Lanka

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Netherlands

seen from India
seen from Poland
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Italy

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
@initubukan
“Jangan kembali sekarang. Kita berdua hanya akan menemui kehilangan-kehilangan. Kembalilah lagi nanti, ketika kita sama-sama sudah bosan mencari dan ingin berhenti.”
— (via mbeeer)
Seburuk inikah kita ?
Ada banyak kebaikan, tapi orang hanya melihat keburukannya saja. Sementara saat ada banyaknya keburukan, mereka terus saja menyalahkan, bukan mencoba membantu memperbaikinya.
@badutcerdas
(via badutcerdas)
Entah, apakah ini semacam kemalangan atau bagian dari keberuntunganku, kurasa kelak, yang akan mempertemukan kita kembali adalah keyakinanmu.
(via kotak-nasi)
Perasaanku adalah sebuah rahasia, dan ketidak pedulianku atas segalanya tentangmu adalah kenyataan yang ku buat-buat, justru sangat menyakitkan. nyatanya memang ada rasa disana. rasa cintakah itu? entah, bagiku cinta yang sering di ucapkan oleh berjuta-juta bibir itu sedikit ambigu untuk ku ucapkan. karena aku memilih mencintaimu. itu saja. Cinta itu selalu lebih pembuktian dari pada sebuah alasan, bukan? munafik ? tentu tidak semua rasa yang sengaja Tuhan ciptakan tak pernah sedikit-pun-ku sangkal. mencintai adalah hak mutlak semua mahluk di dunia ini, bahkan tumbuhan pun bisa jatuh cinta, bukan? Cinta itu seperti api dia bisa menghangatkan tapi dia juga bisa membakarmu hingga tak tersisa.
Sedikit saja tentangmu melintas, pelupuk mata ini menjadi kantung-kantung air. Setahuku, memang merekalah yang takpernah bisa aku ajak berdusta tentang rindu.
(via kotak-nasi)
Kenapa ada kata "sudah tak sejalan dalam pacaran" ?! Memang tak sejalan dari awal , kebanyakan hanya memaksakan agar bisa sejalan
Untukmu aku pernah disini Lalu lintas di jalan ini Bisa menjadi lebih mudah untuk membuat sebuah rasa takut kehilangan
Fakta membuktikan, orang-orang yang datang kepada kita hanya di saat membutuhkan tidak akan pernah sadar bahwa mereka melakukan demikian.
Mau disindir dengan cara seperti apapun, tidak akan pernah sadar. Orang-orang seperti ini patutnya dibiarkan saja, tidak perlu dibawa jengkel, pusing, atau murka. Toh kita masih jauh lebih keren ketimbang orang-orang ini.
Karena kita selalu menjadi satu-satunya orang yang mampu menyelesaikan masalah dalam drama hidupnya.
(via kuebeludrumerah)
Tattoan tapi ga pake narkoba, sering ngomong kasar tapi masih batas wajar, kalian suci aku penuh dosa, kami cuma pengen apa adanya. Nakal boleh bego jangan.
Serius nanya, itu nyanyi apa cegukan? (via kuebeludrumerah)
Rindu?
Ada yang terang-terangan mengaku rindu Ada pula yang menilik sosial media demi menuntaskan rasa rindu yang kian membumbung Bahkan tak sedikit membubuhkan tanda agar yang dirindu tahu bahwa mereka mencari Keduanya merindu, tapi melalui cara yang berbeda untuk menuntaskannya Jangan tanya mana yang lebih baik Sebab segalanya selalu baik bagi masing-masing persepsi Pun keduanya akan tetap saja kau nilai salah
Kau sebut dia yang mengaku terang-terangan adalah orang yang sesumbar itu berkata rindu? Hingga rindu yang dimiliki bisa saja merupakan hal yang biasa, begitu? Tak apa, definisi pengakuan rindumu memang tak sama dengannya, mungkin.
Kau sebut dia yang memilih mencari melalui sosial media adalah orang yang tak benar-benar mengerti apa itu rindu dan menunjukkan rasa peduli? Hingga dengan melihat apa yang terlihat mereka akan semudah itu mengganggap segalanya sedemikian rupa, sungguh demikian?
Tak apa, sudah kubilang rindumu tak sama, mungkin.
Kau bebas menafsirkan perihal rindu yang mereka miliki. Kau bebas menilai rindu yang mereka akui. Tak apa, lagi-lagi tak apa. Kau sebebas itu untuk berlaku.
Tapi mungkin kau perlu tahu, rindu tetaplah hadir meski ia disuarakan ataupun tidak sama sekali. Kau kiranya patut paham, rindu akan tetap hadir meski sudah terbiasa mengaku atau memang seringkali dipendam. Rindu ada, akan tetap ada. Secepat sebuah kebiasaan menghilang, secepat itu pula rindu menyergap.
Hujan Mimpi Kamar. Di tengah revisian yang mendera
Harus mulai menanamkan kata kata ini didalam diri : GA USAH MIKIRIN OMONGAN ORANG, GA USAH MIKIRIN PENILAIAN ORANG TENTANG KITA. KEEP BEING YOURSELF. BE BRAVE. BE GRATEFUL!!!!!!!!!
(via ordinarywanderlust)
Jika dan hanya jika satuan yang digunakan untuk mengukur jarak adalah rindu maka temu bukanlah obat melainkan sekedar pereda sementara yang akan melahirkan kerinduan-kerinduan berikutnya.
Kalau kau beranggapan tolak ukur pribadi mu dengan cara pandang seseorang, hidup mu akan selalu menjaga image yang harus terlihat high resolusi, biar gak pecah biar gak reject!! #apaansiyos
Saya tak begitu mengerti rasa cinta, tapi kalau rasa rindu,rasa sedih saat melihatnya sedih,rasa bingung saat hidupnya berantakan, rasa bahagia saat dia kembali ke jalan Tuhan, saya mengerti bahwa disitu saya menyayangi tanpa sebab.
Saya tidak heran dengan keadaan seperti sekarang kalau kamu mengikuti zaman, kalah dengan yang namanya gengsi sudah hal biasa.
Ampas kopi
Esok atau kapan datanglah sekali lagi terserah kau mau ambil peran sebagai apa atau sebagai siapa teman,sanak atau family. Datang lah tanpa rasa benci yang kau alamatkan kepadaku, bila jatuh hati ku padamu itu sebuah kesalahan, aku sudah di hukum oleh waktu dengan rasanya menahan rindu, rasanya bertepuk sebelah tangan itu sudah lebih dari cukup. Datanglah dengan bahagia, agar aku tak mati bersama rasa rindu yang salah ini.
Hey pernah terpikiran, apakah kau sudi membaca atau bahkan mengscroll down postingan ku. Ahahaha ngelawak, aku tak pernah sepenting itu.