Apothecary Oath-16/04/25
By the grace of Allah, allahumma baarik...
وَقُلْ رَبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلًا مُبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ
Dan berdoalah: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat" –Q.S Al mu'minun ayat 29.
Doa yang selalu kuulang-ulang sejak wisuda s-1 hingga menemani kala muncul rasa takut disetiap pergantian wahana PKPA (read: magang profesi apoteker), dan ternyata ketakutan-ketakutan itu memunculkan satu titik keberserahan "selama aku berusaha yg terbaik sambil melibatkan Allah, itu cukup!"
Teringat dulu, ketika ujian rasanya masih menakutkan, belajar rasanya masih kurang persiapan, lalu diingatkan oleh salah seorang bahwa takut itu muncul karena kita belum familiar dengan hal itu. "Kalau bisa jawab soal ujiannya dengan benar, itu berarti Allah yang bantu, tapi kalau ada yang ngga bisa jawab, minta sama Allah biar Allah yang bantu sempurnakan"
Alhamdulillah, lagi-lagi dengan izin Allah, disampaikan aku dititik ini —menyelesaikan masa studi profesi.
Malam sebelum sumpah, setelah seharian hectic kesana kemari, di kamar utama kontrakan kami, aku bilang sama mama dengan nada lirih "ini beneran besok bgt sumpahannya, gimana caranya mempertanggungjawabkan gelar ini?🥺"
Aku tidak mendengar jelas mama jawab apa waktu itu, karena banyak ngelamunnya haha
Satu hal yang terbesit malam itu "yaa Allah berkahilah"
Aku coba merenungi makna berkah itu sendiri; "ziyadatul khair" —bertambahnya kebaikan.
Berkah yang berarti bertumbuh dan bertambah. Bertumbuh untuk menjadi lebih baik dan bertambah kebaikan-kebaikan yang tersebar.
Semoga gelar ini membawa kebaikan yang bertambah-tambah dan menjadi ilmu yang bermanfaat yang bernilai jariyah. Yang ketika jasad sudah tidak dibumi, pahalanya tetap mengalir deras untuk diri dan kepada orangtua serta guru-guru yang sudah menghantarkan untuk memperoleh semua ini.
Maka yaa Allah, untuk langkah-langkah kedepan nanti, mohon untuk selalu dalam lindungan-Mu, bertemu dengan orang-orang dan lingkungan yang baik serta selalu ingin memperbaiki diri karena-Mu.
Mengutip yang pernah disampaikan teh Hani, semoga selalu terbimbing dalam jalan-jalan yang lurus, yaitu jalan yang memadukan antara ilmu dan amal. Bukan jalannya orang-orang yang berilmu tapi tak mengamalkannya, dan bukan pula jalannya orang-orang yang beramal, tapi tak mengilmuinya.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusholihaat
"Segala puji bagi Allah, dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna"
Dengan penuh rasa syukur,
(aku yang masih perlu banyak belajar) apt. Rissa Latifa
Yogyakarta, 26 April 2025












