Kaderisasi sebagai Pendidikan yang diturunkan Tuhan
Kaderisasi dalam segi etimologi adalah suatu pengaderan. Pengaderan adalah proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi seorang kader.
Suatu pengkaderan adalah pendidikan atau pola untuk mendidik seseorang menjadi suatu kader yang dapat membedakan mana yang benar, hampir benar dan salah. Proses pengkaderan ini sejatinya dididik oleh sang pencipta melalui alam yang dicipta. Akan tetapi dalam proses pengkaderan tidak diperlukan orang-orang yang terlampau sempurna, tetapi orang yang telah melewati dan telah mempelajari hal yang akan diberikan kepada calon kadernya, itulah yang dapat diberikan kepada calon kadernya. Sehingga kaderisasi bukan hanya sifat mendidik atau menyamakan frekuensi antara yang dididik dan yang mendidik, lebih dari hal itu hasil dari kaderisasi dapat menjadikan orang yang dididik melampaui frekuensi dari yang mendidik dikarenakan yang dididik dapat merasakan dan menyetarakan frekuensi dengan yang mendidik, ditambah pengetahuan atau informasi dari luar untuk lebih menguasai kondisi zaman sebelumnya, zaman yang dialaminya sampai kepada zaman kedepannya.
Sebagaimana Tan Malaka mengemukakan tentang pendidikan, “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”. Dapat kita korelasikan dengan kaderisasi yaitu pematangan pemikiran lah hasil yang paling penting dalam suatu pendidikan dan berpikir secara radikal, multi dimensi dan holistik adalah kuncinya.
Terkadang teknis yang selalu membuat kita untuk sulit melakukan suatu pengaderan, tetapi jika dilihat dengan sangat dalam, teknis seperti apapun dapat digunakan untuk proses pengaderan sebagaimana timbul dari urgensi dan kebutuhan dari zaman ketika pengaderan dilaksanakan. Hal-hal yang bersifat “kuno” juga tetap dapat dilakukan, akan tetapi tidak akan menjadikan suatu perubahan yang pesat untuk mengimbangi hal yang terjadi saat ini.
Biarkanlah hal-hal “kuno” dijadikan suatu referensi dan hasil evaluasi demi mengimbangi dan terus menjadikan suatu perubahan yang pesat.
“Manusia diciptakan untuk berpikir secara multidimensi, jikalau tak begitu kau bukan manusia” – Muhammad Iqbal Zaelani