Howto: Install Mikrotik Tanpa CD/DVD
Well..bagi yang suka mengoprek jaringan, pasti sudah mengenal Mikrotik RouterOS, sebuah OS turunan Linux yang sangat tangguh sebagai Router yang bisa digunakan sebagai DHCP Server, routing, DNS, wi-fi authentification dan sebagainya.
OS ini tersedia dalam bentuk file ISO yang tersedia untuk di-download, yang sayangnya harus membutuhkan CD/DVD agar bisa di-burn menjadi bootable CD, sedangkan kecenderungan jaman sekarang adalah meninggalkan CD/DVD sebagai media instalasi karena sudah semakin murahnya USB flashdrive dengan kapasitas yang mencapai lebih dari 16GB.
Lalu bagaimanakah caranya mengubah file ISO menjadi bootable USB flashdrive? Sayangnya, saya sudah mencoba menggunakan tool populer semacam UNetBootin, Universal-USB-Installer, Rufus, LinuxLive USB Creator tetapi tidak ada satupun yang berhasil.
Setiap kali USB flashdrive yang saya colokkan sebagai bootable disk selalu menghasilkan pesan yang sama:
Fatal Error: CD-ROM drive not found
Nah.. sepertinya Mikrotik installer selalu mensyaratkan CD sebagai media instalasi utama
Meskipun demikian, Mikrotik sebenarnya menyediakan tool netinstall untuk menginstall RouterOS melalui Windows, tetapi kali ini saya akan mencoba menggunakan metode lain.
, sebuah aplikasi virtualization populer yang berjenis freeware. Kok bisa?
Sebenarnya bisa, berdasarkan ide dasar di sini, VirtualBox ternyata dapat digunakan untuk mengakses hardisk fisik.
Sebelumnya, ada prasyarat utama sebelum menginstall RouterOS melalui VirtualBox:
VirtualBox yang sudah terinstal
Hardisk kedua sebagai target instalasi
File ISO Mikrotik RouterOS
Sebagai contoh, OS yang saya gunakan adalah Windows 7, meskipun demikian, langkah-langkah berikut bisa diterapkan di Linux. Langkah-langkah instalasinya adalah sebagai berikut:
Bukalah direktori di mana VIrtualBox terinstal, sebagai contoh: di komputer saya VirtualBox terinstall di "C:\Program Files\Oracle\VirtualBox"
Salin lokasi folder tersebut yang berada di address bar.
Buka command prompt tetapi dengan hak akses sebagai administrator, dan pastealamat folder tersebut dalam Command Prompt
tambahkan perintah "cd<spasi>" di depan alamat folder tersebut, sehingga perintah yang muncul di Command Prompt kira-kira menjadi:
cd "C:\Program Files\Oracle\VirtualBox"
(sebaiknya gunakan tanda petik ")
dan dilanjutkan dengan <Enter>
Kemudian masukkan perintah:
VBoxManage internalcommands createrawvmdk -filename G:\rawdisk.vmdk -rawdisk \\.\PhysicalDrive0
--> adalah nama file yang akan digunakan sebagai virtual disk
--> adalah lokasi hardisk yang akan diakses oleh VirtualBox.
adalah hardisk kedua, dan seterusnya
Tunggu sampai muncul pesan semacam: "RAW host disk access VMDK file g:\rawdisk.vmdk created successfully."
Lihatlah file yang baru saja dibuat, jangan kaget karena ukurannya hanya 1KB, mengingat file ini hanyalah link ke disk yang sebenarnya.
Jalankan VirtualBox sebagai administrator (root dalam Linux), mengingat Windows 7 membutuhkan hak akses yang lebih tinggi jika akan melakukan modifikasi terhadap hardware.
Setelah VirtualBox berhasil terbuka, buatlah virtual machineyang baru.
Biarkan ukuran memori pada nilai default-nya (biasanya 256MB), dan pada akhir panduan, jangan buat virtual hard drive, karena kita akan menambahkannnya secara manual.
Setting ulang virtual machine yang baru terbentuk tersebut melalui tombol 'Settings', buka bagian 'Storage' > loadfile ISO ke virtual CD/DVD drive melalui tombol yang terletak pada virtual CD/Drive.
Setelah file ISO berhasil di-load, sekarang file VMDK yang dibuat pada langkah 4-6 harus di-load pada "Controller: IDE". Ingat hanya Controller: IDE, mengingat RouterOS installer hanya mengenali IDE controller.
Jalankan virtual machine tersebut, dan RouterOS pun siap diinstall.
Setelah RouterOS berhasil terinstal, pindahkan hard disk yang telah terinstal tersebut ke komputer yang akan menjadi router.
VirtualBox pada sistem operasi Windows mengenal "\\.\PhysicalDrive0", "\\.\PhysicalDrive1", "\\.\PhysicalDrive2" dan sebagainya, tetapi sistem operasi turunan UNIX (Linux, OSX, dsb..) hanya mengenal:
/dev/sda, /dev/sdb, /dev/sdc