The Little One
Ga kerasa, ini bocah usianya udah 9 bulan aja. Terharu bisa dampingi tumbuh kembang dia full sampai di usia ini. Aku pikir cuma 3 bulan cuti aja bisa full nemenin dia, ternyata Allah kasih kemudahan untuk bisa terus bareng anak ini. Bagiku itu nikmat yang sangat luar biasa sekali. Meskipun ga setiap waktu mudah untuk dijalani, meskipun ga setiap saat merasa happy, meskipun sesekali kadang marah, kesel, capek, pengen nyerah, dan banyak meskipun yang lainnya, tapi aku bersyukur bahwa Allah mengabulkan salah satu doaku selama hamil. MasyaAllah ya doa seorang Ibu itu, menembus langit. Dulu pas hamil aku berdoa “Ya Allah, atur ya Allah, izinkan hamba menemani tumbuh kembang anak hamba, tapi rasanya keadaan ga memungkinkan ya Allah. Bantu pilihkan yang terbaik buat hamba, jika memang harus resign dan itu yang terbaik, permudah, jika tidak, tunjukkan jalannya ya Allah. Hamba pasrah ya Allah”.Berat sekali masa-masa hamil anak ini. Tekanan pekerjaan berat banget, ditambah medan perjalanan dari rumah ke kantor yang ga mudah.Tentu ikhtiar aku lakukan. Ikhtiarnya apa? Re-sign. Aku memutuskan untuk resign, tapi instansi belum melepas sampai mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Pikirku, aku lahiran dulu, nikmatin cuti 3 bulan, masuk 1 bulan, habis itu coba urus resign lagi. Namun, covid-19 mengubah semua rencana.
Awal maret 2020, aku tergolong kelompok rentan yang boleh bekerja dari rumah (work from home/WFH), 1 bulan sebelum aku melahirkan. Kebijakan baru terus dibuat yang mengelompokkan ibu menyusui juga sebagai kelompok rentan dan boleh WFH full, jadilah dari bulan juli (pasca cuti april-juli) aku wfh sampai sekarang. Dan menurut hasil rapat satgas covid-19 di kantorku, golongan rentan akan WFH full sampai covid selesai. MasyaAllah, rejeki anakku ditemani aku.
Pasca kabar vaksin covid-19 sudah disebar di Indonesia, aku mulai cari-cari ART yang bisa menemani anakku kalau tiba-tiba aku harus ke kantor. Baru 2 minggu masuknya. Tapi ya, subhanallah, ga tega rasanya biarin anak main sama orang lain. Apa aku ini terlalu posesif ya, huhu. Banyak rencana di benakku, bagaimana caranya agar anakku bisa selalu bersamaku meskipun aku bekerja di luar rumah, tapi ga tega membiarkan dia mengikuti medan perjalanan rumah-kantor yang terlalu keras buat bayi jalani.Â
Sampai sekarang, aku masih terus berdoa dan meminta petunjuk sama Allah tentang apa yang harus aku lakukan setelah semua pegawai wajib masuk kantor. Semoga nanti bertemu jalan terbaik, doakan ya teman-teman.



















