Aku gatau kenapa. Padahal uda lama bgt. Tapi knp masi begini ya? Katanya, kalo org.... Gajadi ngomong deh.. Gabaik masa lalu diomongin
KIROKAZE
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost
ojovivo
AnasAbdin

Andulka

tannertan36
No title available
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)

Janaina Medeiros
Sweet Seals For You, Always
trying on a metaphor

shark vs the universe
No title available

祝日 / Permanent Vacation
todays bird
almost home
occasionally subtle

seen from Russia
seen from Netherlands

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from France

seen from Spain
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from South Korea

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
@itsmelio
Aku gatau kenapa. Padahal uda lama bgt. Tapi knp masi begini ya? Katanya, kalo org.... Gajadi ngomong deh.. Gabaik masa lalu diomongin
* WANITA WAJIB TAU *
TIPS KEREN SEPUTAR DUNIA PERDAPURAN
1. agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masi panas
2. agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk ato lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng
3. saat mencuci kangkung, arnong/selada air ato genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati .. biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air.. ( brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini
4. agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas insya allah bisa tahan 1minggu
5. untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air tandanya telur busuk
6. ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang)
7. jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk
8. untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas
9. agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajansebelum dituangi minyak
10. untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang jawa tangan wedhangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3kali, kemudian lap dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar,, fiuuhhh dijamin rasa panas ditangan akan hilang
11. agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, cara ini insya allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih
12. agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya.. kutu beras tidak suka aroma kopi jadi insya allah dia tidak akan berani datang ke beras
13. jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, ato panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan.. ambil sesendok baking soda beri sedikit air gosok-gosok ke panci.. diamkan sebentar, lalu bilas.. jika masih ada noda bisa diulang lagi
14. agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis .. rebus sebentar di air rebusan daun jambu biji .. (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu 5menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar matikan api.. baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera.. (kalo daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu)
15. agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam
16. jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berualangkali karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak, jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja..
Semoga bermanfaat
copas dari grup sebelah,
Wainii buat calon bunda dan otw bunda semoga bermanfaat yaaaak :3
wkwk pantesan sayur di kulkas cepet busuk…
Nah ilmu kan ini, yaa #noted :3
Pria juga perlu tau 😄 *noted
Tak perlulah bersusah payah untuk melupakan. Toh dulu kau tak pernah diminta atau dipaksa untuk mengingat. Cukup rapikan saja dalam bentuk kenangan. Yang sesekali kau ziarahi, untuk sekedar mengingat, ternyata kau pernah bahagia meskipun masa itu telah terlewat.
Mayoritas orang-orang bahagia justru tidak mengumbar kebahagiaan di sosial media. Sebab, mereka yang benar-benar berbahagia, tidak lagi butuh pengakuan, pencitraan atau pembuktian akan kebahagiaan mereka itu—apatah lagi dari manusia-manusia maya?
J A R A K
“Aku pikir dari awal kita ketemu, kamu paham Nad, aku jauh. Perlu ratusan kilometer yang harus aku tempuh buat bisa datengin kamu, ngga mudah”.
“Iya ta, aku tahu. Aku pikir aku bakalan baik-baik aja, aku pikir jarak bukan alasan dan ngga akan jadi masalah buat kita. Tapi akhirnya aku sadar Ta, aku butuh yang bener-bener ada. Aku butuh kamu ada di dekat aku, bukan sekedar chat, sms, atau telepon dari kamu”.
“Jarak. Itu yang bikin aku ngga dengan yang sebelum kamu. Aku selalu mikir untuk memulai hubungan kalo udah berhubungan dengan jarak. Karena aku sendiri sadar. Ngga akan pernah mudah. Dan waktu aku ketemu kamu, yang rencananya sekedar karena aku yang ngga tahu mesti ngapain di kota itu, yang rencananya ngga bakal ketemu kamu lagi dikemudian harinya, tenyata ngga seperti itu. Kenyataannya pertemuan dengan kamu mulai jadi candu. Dan dari segala macam obrolan kita yang random, akhirnya aku merasa kenal sama kamu, dan kamu sukses meyakinkan aku bahwa jarak ngga akan ada artinya apa-apa buat kita.
“Maaf Ta, aku harusnya ngga memulai ini semua”.
“Bukan harusnya ngga memulai ini semua, tapi harusnya dari awal kita paham konsekuensinya apa”.
“Kamu sendiri tahu kan, aku sakit Ta. Aku sakit. Kamu ngga tahu kan gimana sakitnya aku di sini. Mesti tetap kerja. Ngga bisa bergantung sama orangtua ku. Aku ngga mau mereka khawatir, mereka jadi repot. Kamu sendiri tahu kondisi keluargaku gimana”.
“Iya, aku tahu. Aku ngga akan merencanakan banyak hal kalo aku ngga tahu kondisi kamu. Kalo aku memang ngga bisa nerima kamu, kita ngga akan sampai seperti kita yang kemarin. Kalo perihal khawatir, aku juga. Makanya aku sering ngehubungin kamu, dan cuma sekedar itu yang bisa aku lakuin. Dengan jarak sebegitu jauhnya, aku bisa apa? Bukan ngga mau nemenin kamu, toh kita pernah seharian jalan ngga jelas kemana, dan aku bisa aja nemenin kamu. Tapi sekarang bukan ngga, hanya aja aku belum bisa benar-benar ada, menetap di sana.
“Aku ngga cukup dengan sekedar pertanyaan kamu, sapaan kamu. Itu sama sekali ngga ngebantu aku Ta. Aku butuh seseorang yang ada disini. Dan dia hadir saat aku ngebutuhin kamu. Kehadiran, itu yang ngga aku dapat dari kamu, dan aku temuin di dia yang sekarang”.
“Aku ngga bisa ngomong apa-apa kalo gitu. Masih banyak hal yang harus diselesaikan di sini. Aku bisa aja pindah ke kota kamu tanpa pikir panjang, tapi.. Aku mau bisa bareng kamu bukan sementara, bukan sekedar aja. Kalo memang aku diberikan kesempatan, aku memilih untuk bisa selamanya. Dan aku harus mempersiapkan itu Nad”.
“Salahnya aku, ngga berpikir bakal kambuh secepat ini. Kalo aja penyakit aku ngga kambuh secepat ini, mungkin ini ngga akan kejadian Ta”.
“Iya, mungkin. Atau mungkin tetap sama aja? Entahlah. Ya.. udahlah. Semua udah kejadian gini. Aku hargai pilihan kamu. Ternyata kebersamaan beberapa waktu ngga membuat kita saling bisa memahami. Banyak hal yang ngga aku paham dari kamu, dan aku pikir kamu juga gitu. Terimakasih buat semuanya, Nadya”.
“Kamu harus bisa bahagia, walau tanpa aku”.
“Iya, semoga…”
WAH GELASEEEEHHHH
jangan pernah ambil keputusan yang kita ga mampu karna orang lain
jadi inget dulu mau ambil peminatan psikologi klinis karna orang lain hehe
For more posts like these, go to @mypsychology
HAI ANAKKU, SUNGGUH SEMUA INI SALAHKU
Tulisan bagus
Foto ini diambil sekitar 2 tahun yang lalu. Usia rei baru hitungan bulan.
Waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja berkomentar, “Jangan dikasih tv dong. Kasian.. Anak umur segitu ga bagus kalau kena tv dan gadget.”
Lalu apa tanggapan saya?
Sebagai ibu muda dengan tingkat emosi yang masih suka meledak-ledak, saya gak terima. Sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentarin. Sebagai ibu muda yang emang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya ga mau tau.
Karena… orang yang komentar masih single.
Dalam hati, saya malah balik nyinyir.
“Eh kamu ya, nikah aja belom. Gatau rasanya jadi ibu. Gatau rasanya jadi stay at home mom, yang ga punya pembantu. Berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot Asinya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv. Kalau ga ada pengalihan gini. Mana bisa emaknya ngerjain yang lain.” 😒😒😒
Fix… Saya membela diri.
Lalu…
Waktupun berlalu…
Rei makin kecanduan nonton kartun di TV. Favoritnya dulu adalah Marsha and the bear. Yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia. 😩😩
Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV.
Kalau enggak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.
Pikir saya “Ah gapapa lah. Yang penting anteng. Bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga.”
Makin lama…. Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv. Dia bisa ketawa-ketawa sendiri tiap si marsha jahil. Atau tiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain marsha.
Kalau acara marsha nya bubar, dia akan nangis mengamuk.
Kalau g lagi nonton tv, dia ngapain? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainan apa aja.
Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi. Mana kalau ngamuk minta apa sukanya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai. Setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek aja.
Sampai di sini… Saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar. Baru setahun ini. Di amati dulu lah. Begitu pemikiran saya.
Secara motorik memang ga ada keterlambatan dalam diri anak saya. Hanya beberapa hal yang saya pikir (lagi-lagi menurut saya) WAJAR.
Apakah itu?
1. Anak saya dari bayi suka kagetan. Kalau ada suara keras seperti klakson mobil atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis. Mitosnya, kalau orang jawa “Dulu pas baru lahir gak di gebrak ya?” 😓 😓
2. Ketika sudah bisa jalan, dia suka sekali tiba-tiba jalan jinjit. Seperti tidak mau kalau kakinya kotor. Dia juga ga suka tidur di selimutin (padahal pakai AC). Dia ga mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.
3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman. Pernah bahkan sampai menangis.
Memasuki usia 2 tahun anak saya masih juga belum bisa bicara. Jangan tanya seberapa dongkolnya saya tiap dapat pertanyaan dari para kerabat “Kog belom bisa ngomong sih?” atau ketika rei ngoceh “Haduuuuh cah ganteng, kamu ngomong apa kog kayak bahasa alien.”
(Emangnya udah pernah ketemu alien?) 😌
Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.
Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika gak sreg.
Kenapa?
Hla masa tiba-tiba dibilang anak saya ‘speech delay mengarah ke Autis’.
HAH… APAAA….!!!
Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis?
“Hallooo… Gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme ya. Seingat saya tes untuk diagnosa autis itu buwaaanyaaak. Gak cuman di tes denver doang. Lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis. Gitu? No no no… ”
Lagi…. Emosi dan ego “ibu muda” saya bergejolak.
Saya gak terima. Titik.
Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.
Tapi dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi. Mencari second opinion. Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun. Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword “autisme”, “speech delay”, “keterlambatan bicara” dan lain lain.
Akhirnya saya menemukan klinik yang ga terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor. Saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.
Apa katanya?
“Yang bilang anak kita autis itu siapa? Gak usah di dengerin kenapa sih? Orang anaknya baik-baik aja. Nanti kalau udah waktunya pasti juga bisa ngomong.”
Hyaaak… des… Suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.
“Tapi mas, kan ga ada salahnya juga cek lagi. Daripada aku kepikiran. Nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin. ”
Ribut lah kami malam itu.
Akhirnya apa?
Saya bawa Rei konsultasi lagi. Naik motor sendiri sambil gendong bocah pakai babycarier.
Luaaaar biasaaa kan.
Ayahnya cuman saya watsap, “aku ke klinik udah janjian mau observasi Rei.”
Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tsb.
Saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan dan riwayat kesehatan anak sejak dia lahir. Masih dilanjutkan dengan wawancara.
Selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan. Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung. Entah diapain itu bocah di dalam. Mau ngintip pun rasanya gak tega.
Ya Allah… kenapa lagi itu anak. Saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.
Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar “Speech delay” alias Terlambat Bicara.
😭😭
Mau nangis aja rasanya. Merasa bersalah sama diri sendiri.
“Anak baru satu aja kog ga bisa ngurusnya sih?”
“Kenapa juga dulu ngasih anak TV !”
“Kenapa dulu gak dengerin peringatan temen?”
“Kenapa? Kenapa?”
“Semua salahmu…”
Bermacam-macam perdebatan dalam hati.
Tapi mau gimana lagi lah. Nasi sudah jadi bubur. Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih bayi. Saya ga akan ngulangin kesalahan macam ini lagi. 😭😭😭
Hei nak.. Maafin ibumu..
Semua ini salahku… 😭😭😭😭
***
Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah “apakah speech delay itu berarti anak autis?”
“Oh enggak bu. Salah satu gejala anak autis memang telat berbicara. Tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis. Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus dan cenderung hiperaktif. Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus dan informasi bisa masuk. Itulah nanti yang kita namakan terapy sensory integrasi. Selama ini kan anak cenderung suka nonton tv. Indranya asyik menikmati gambar di tv, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti tayangan TV. Jadi nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya. Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga. Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi.”
Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age. Kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya. Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun. Biasanya saya marahin itu orang tuanya “Kog baru dibawa sekarang sih pak buk?!”.
Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat golden age. Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita speech delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.
Alhamdulillah… dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal dan melegakan. Bukan sekedar “hai buk, anakmu autis”.
Menurut sang terapis, penyebab speech delay itu bermacam-macam. Jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.
Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan di atas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak. Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.
Jadi siapa yang bilang jadi ibu dan mengasuh anak itu mudah?
Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi. Lebih legowo dengan kritik dan masukan. Kalau memang tidak paham ilmunya, gak akan ada salahnya belajar lagi. Ya meskipun ga semua teori seputar parenting bisa di tiru dan dilakukan.
Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.
Hikmah dari memiliki anak dengan speech delay adalah, saya menyadari bahwa:
“TV dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk balita terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun.”
Oleh: Risca Widyasari Anisa
Kepada Perempuan-Perempuan yang Merasa Berbeda
Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa berbeda dengan perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang bisa dengan mudah kita sebut namanya. Kita hanya mendengar mereka bercerita tanpa menanggapinya dengan cerita yang serupa, sebab memang tak ada siapapun yang hadir di hati kita. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah memang tidak perlu ada seorang lawan jenis pun yang mengisi semesta hati kita sebelum hari bahagia itu tiba? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada hati yang berrongga karena kebahagiaan yang belum waktunya.
Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa tak sama dengan perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang namanya muncul pada frequently contacted di ponsel kita. Kita hanya melihat bagaimana mereka berinteraksi tanpa bisa menebak bagaimana rasanya, sebab memang tidak ada seorang pun diantara teman-teman lawan jenis kita yang sering berbalas pesan setiap harinya dengan kita. Kalaupun ada, urusannya adalah tugas kuliah, pekerjaan, bisnis, atau hal-hal penting lainnya yang hanya saling berbalas seadanya. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah interaksi yang terbatas akan memudahkan hati agar tidak mudah terjun bebas? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada air mata yang jatuh percuma.
Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa asing diantara perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang pernah menghabiskan perjalanan berdua dengan kita. Kita hanya mendengar atau melihat, tanpa bisa berempati sebab tak tahu bagaimana rasanya. Selama ini, perjalanan dihabiskan dengan teman-teman perempuan, orangtua, adik, kakak, atau saudara. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah perjalanan-perjalanan yang dilakukan berdua sebelum waktunya lebih dekat pada bahaya? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada mata yang terus beradu pandang dan raga yang terus beradu sentuh sebelum waktunya.
Jika pun suatu hari nanti akan ada seseorang yang dengan mudah kita sebut namanya, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya maka kita boleh menceritakan kebaikannya. Jika pun suatu hari nanti ada seseorang yang setiap hari berbalas pesan dengan kita, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya maka dengannya kita boleh membicarakan apa saja. Jika pun suatu hari nanti ada seseorang yang banyak menghabiskan perjalanan bersama kita, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya diperbolehkan mengajak kita bersafar kemana saja. Tapi sekarang, semoga kita senantiasa berbahagia dengan penjagaan-Nya yang sedemikian rupa.
Jangan lupa berdoa dan saling mendoakan perempuan-perempuan lainnya, sebab berat, susah, dan berlikunya menjaga diri tak akan pernah bisa kita terka hingga mungkin kita tak selamanya akan mudah menjalaninya. Bagaimana pun, semoga Allah senantiasa menjaga dan memudahkan. Selamat berbahagia diantara deras cinta-Nya. Baarakallahu fiik :”)
_____
Picture: Pinterest
BTS - 봄날 (Spring Day)
Apa kabar?
For more posts like these, go to @mypsychology
Exit.
Ia tampak baik-baik saja tanpaku. Dan itu tidak membuatku merasa baik-baik. Ia bisa dengan mudahnya melepasku. Sedangkan aku masih bergelut sendirian karena luka yang ia tinggalkan tanpa tanggung jawab itu.
(via mbeeer)
Ada kalanya kau memilih untuk berhenti berjuang. Bukan karena lelah, tapi kau pernah memperjuangkan seseorang yang berujung dengan pengabaian bahkan akhirnya ditinggalkan. Tak kurang hal baik yang selalu kau usahakan. Waktu yang selalu kau luangkan untuk memberi perhatian. Tapi tetap saja, baginya itu semua tak cukup menahan langkahnya untuk tetap tinggal.
(via mangatapurnama)
Si kurangajar mba yani