Sepucuk surat kutemukan
Sebut saja ini prosa lama
Bagiku
Tak ada hal lama yg menyimpan rindu
Selain kamu
Bising suara mesin kendaraan tak kunjung datang
Derap suara kakipun tak ada
Ketukan pintu yg kunanti apalagi
Datangmu entah sampai kapan
Seluruh bingung kututupi senyum
Tak ada kata
Tak ada suara
Agar kau tenang
Agar pikirmu baik-baik saja
Hujan dan panas jadi saksi
Siang dan malam pun tau pasti
Kita bertemu di ujung senja
Setelah lewati kebun ayah
Atau dapur milik ibu
Terasa lama karna kita mampir sebentar
Menyicip hasil panen ayah
Atau masakan buatan ibu
Lalu kita bertemu diperempatan jalan
Ingin berjalan tapi entah kemana
Tak ingin mampir lagi rasanya
Tanpa ada debat ricuh
Kau melihatku
Penuh
Dan aku ikut
Saat itu aku tau
Tujuanku kamu















