Apakah surga hanyalah harapan orang-orang putus asa?
Apabila ia benar ada, apakah kamu ingin cepat?
Cepat merasakan apa yg mereka sebut bahagia.
todays bird
Show & Tell

Origami Around

Product Placement
RMH
d e v o n

Love Begins
trying on a metaphor

No title available

shark vs the universe
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Lint Roller? I Barely Know Her
macklin celebrini has autism

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
noise dept.

gracie abrams
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Ireland
seen from Italy
seen from United States
seen from Czechia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Ireland
seen from Ireland
seen from Singapore
seen from Ireland
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Ireland
@jkrific
Apakah surga hanyalah harapan orang-orang putus asa?
Apabila ia benar ada, apakah kamu ingin cepat?
Cepat merasakan apa yg mereka sebut bahagia.
DELUSIONAL.
The word that describes us. The word that describes me as an asshole, Loving you like an idiot wishing the moon suddenly change into a box of candy, And whenever she meets a frazzle, She can swallow one into her neck.
Why was everything so sweet, and beautiful, and romantic asshole? Your morning greetings became rainbow in my mind. Your photos that you sent to me, became a whole day dreaming those days.
Why did you make it so fun? Is this your goal? To make me hurt, To make me fell deeply in love, To make me sacrificed every fuckin pride to you, Like a slave kneels on her stupid king.
Is this funny? Do you like it? A fuckin stupid Chinese-looking girl worshiping you. Adoring every single thing about you. Laughing to all your sarcasm jokes. Crying over your back when you ignored her.
You are a villain from the beginning, And my thought is the victim.
* And the saddest thing; all those sarcastic words are my self-entertaining treats. * They are right. Love is only for idiots. And I’m one of them. To think you as the most beautiful creature in this idiot fuckin world.
- Bandung, April 2020.
HARUS Haruskah terjadi? Haruskah kuulangi waktu lagi? Haruskah aku menggelatakan anganku dan tak berharap lagi? Haruskah aku menyerah dan mencoba bertahan untuk sendiri? HAUS Haus terasa sampai sendi, Haus tulang-tulangku hingga jemari, Haus berharap kamu selalu kembali ke sisi dan menari, Haus berharap kamu ingin memiliku sendiri sampai mati! Harus atau haus? Haruskah waktu mempertemukan hausku dengan canduku? Haruskan haus mempertemukan degupku dengan wajahmu? Haruskah haus selalu membuatku tak jera menginginkan keberadaanmu? Harus atau hauskah aku yang selalu mempertanyakan keberniatanmu? Haruskah aku pergi? ?
Haruskah aku tetap kembali walaupun kamu tak pernah menanti? ? Atau mungkin hanya hausku saja yang selalu memaksaku untuk harus.
- Harus atau Haus? Bandung, 18 Apr 2019.
Yang khayal memang berlalu,
tapi rindu adalah kamu.
Sorry for being not cool But I miss you like crazy.
Aku ketagihan kehadiran dirimu.
Kalau ada yang bisa aku curi, akan kucuri perasaanmu! Kalau ada yang bisa aku ganti, akan kuganti pikiranmu!
Cih. Mungkin aku yg terlalu berhalusinasi. Berimajinasi dalam puisi.
BAKAR! Sisa semalam yang ingin kamu tunjukan padaku.
Satu dua, tiga empat. Dalam realita, aku tak ada di tempat. HANYUT! Aku menggelayut, dalam sepi aku menciut. Waktu waktu waktu, berulang dan kembali berulang, berotasi dalam satu posisi. Candamu tawamu, Kembali terulang, seolah mengajaku selalu berotasi. dalam namamu, dalam pandangmu. Detik, terasa hanya titik. Di kala ada yang menggelitik, aku sama sekali tak tertarik. Diam, dalam bayangku semua kelam. Seram, semua membuatku geram. Menjadi manusia fasik, yang hanya benci akan kata berisik. Namun mengapa wajahmu yang tak berbalik, membuatku membayangkan suara jangkrik. Krik krik krik, badanku seperti jungkir balik. Tahan, kataku, tahan! TUHAN! Di mana Kamu, Tak terdengar sedikit pun suaraMu. TUHAN TUHAN, Apa benar ada wajah dan rupaMu? AKU MENCARIMU, TUHAN! Orang tua, Ayah, Ibu, Adikku yang masih sekolah. Nyata kah? Aku hanya bisa fokus padamu, matamu yang sayu. Gelagatmu yang saru, kakimu yang rayu. Aku hanya bisa fokus padamu, suaramu yang terasa seperti madu. Sayup sayup memanggilku, aku hanya mau mendengar kamu. Lalu aku bayangkan apa yang akan kulakukan ketika rotasi ini hilang. Haruskah aku berdiri, berlari, kembali sadar dan mencari yang sudah terbuang. Haruskah aku sadarkan kamu sendiri, yang sudah membuatku terlanjur jatuh dalam sayang. AKU BENCI! Benci jadi diri sendiri! Benci apa yang sudah aku lewati! Menjadi manusia yang tak punya akal dan harga diri! Namun aku balik berotasi, jauh hilang dalam sendiri. Aku hanya ingin melihat matamu, hanya matamu dan matamu. Mungkin di dalamnya dulu ada yang semu, mungkin di dalamnya dulu ada yang tak bisa ku adu. Mungkin di dalamnya ada sesuatu, yang dulu kamu sebut "mau”. Mungkin di balik kulit merah, ada sesuatu yang membuat marah. Mungkin ada yang membuat kamu gerah, atau membuat kamu enggan berserah. Tik Tok Tuhan tidak mencariku. Tuhan tidak mengiginkan aku. Tuhan tidak. Tuhan tidak. Ada??
Seperti katamu?
Aku tidak mau kata-kata meraih, tidak mau anggapan tersembelih. Aku menatap layar ponsel genggam, mengingatkanku pada waktu yang harus aku benam. Kamu mengangkat badanku, memberikan minuman dari sedotanku. Seketika aku sadar.
Aku hanya ingin kamu. Dan pelukanmu. Cintamu, hatimu! dan semua rintihanmu. BAKAR!
- ekploitasi dari rotasi. Jakarta, 18 April 2018.
I love you like, Repeating Repeating Repeating Repeating Your picture Your words Your laugh Your hand holding mine Repeating, and repeating again.
- Jakarta, 16 Apr 2018.
After hard weekend.
Ada berapa banyak puisi yang tersirat dalam wajahmu, Ada berapa banyak tinta yang tergores dalam tawamu, Ada berapa banyak lagu yang tergaung dalam lamunmu,
SERIBU!
Ya, seribu. Makanya aku jatuh cinta dalam malu.
- Bandung, 31 Maret 2018.
Where are you. You are such an emotionless creature that I’ve ever met. Even your voice is so practically easy to make my ears feel orgasm. The art. The poetry. The painting. Your silly word. Even a word. So valuable and capable to make me laugh so hard. Your half undress picture, even your undress body. Being totally naked. That night behind you. Once I staring into the black dot at your right back. We were smoking and high. We were just too shy to each other. I think. The way you gave me a spoon, pushing me to get a simple dinner with you. That hug. That kiss. That very long black - with two lines of blonde - hair. That smile. That breath. You are gone. So fucking gone. And the worst part is. I don’t even know you. I’m already in love with you.
-
Ditinggalkan selagi gila cintanya. Jakarta, 3 Maret 2018. Aku menunggu namamu muncul menyapa di layar ponselku.
Mungkin semesta juga akan membenciku bila aku jatuh ke dalam pelukanmu.
Tapi aku akan mendiamkan galaksi dan menarikmu keluar dari lubang cacing.
Supaya kita bisa menikmati sengat dan panas matahari sambil berpegangan tangan dalam kehampaan.
- Jakarta, Februari 2018.
She is the definition of art. Dia adalah definisi dari seni yang dimanusiakan.
- Jakarta, Januari 2018.
Because you are a healer for me. - Jakarta, Januari 2018.
Kamu adalah paket lengkap yang membuatku percaya kalau tuhan itu hadir.
- Jakarta, Januari 2018.
Cinta sekedarnya, jangan sekejarnya.
- Jakarta, Januari 2018
#LetupMimpi
Jadi, malam Minggu yang lalu aku mengajak Mpi untuk ikut ke Malam Puisi Jakarta yang kebetulan sedang bertemakan #LetupMimpi. Memang dasar kembar impulsif, kami secara spontan membuat sebuah puisi sesuai tema malam itu dan tanpa latihan kami menampilkannya. Puisi yang akhirnya diberi judul “Mimpi Babu: Sebuah Percakapan” bisa dilihat berikut ini.
Mimpi Babu: Sebuah Percakapan
Aku punya mimpi banyak sekali, kalau kuceritakan bisa sepanjang hari.
Tapi tuhanmu kadang humoris sekali, akal sehatmu bisa ditipu “mimpi”.
Aku ingin beli rumah sendiri di BSD city.
Punya Ducati, atau boleh juga Maserati.
Suami kaya, minimal keluarga Bakrie.
tapi kini kamu menumpang tinggal dengan kakak.
Kendaraanmu nihil walau supirmu banyak - Gojek, Grab, Uber.
Jangankan jodoh, pacar pun tak pernah nampak.
Tenang saja, sekarang memang masih menumpang, tapi rumah mewahku akan dibangun di ujung jalan.
Benarkah? Yang tanpa atap, tanpa dinding, dan tanpa pintu itu?
Setidaknya rumahku akan beratapkan harapan, beralaskan keinginan, dan pintunya kesempatan. Masih ada waktu.
Ah, tapi kamu akan selamanya berojek online.
Tapi kendaraanku nanti bisa membawaku terbang, atapnya bisa kubuka, kau bisa merasakan angin di kulit dahimu.
Kerut dahi?
Iya. Bukan, bukan itu. Kemewahan ada di dahi kerutku, aku tahu aku mau apa, aku tahu aku mau kemana.
Kau tau mau kemana, tapi tidak dengan siapa-siapa.
Tenang saja, jodohku masih di jalan, atau Tuhan sedang salah sasaran.
Atau, mati duluan?
Sudahlah, sudahlah, tuhanmu memang kadang humoris, tapi hati-hatilah dengan rencana.
Tenang saja, mimpiku adalah mimpiku. Tuhanku humoris tapi Dia tak pernah bercanda.
Jakarta, Januari 2018
Safira & Sarita.
(Bersama makhluk-makhluk Malam Puisi Jakarta. Sampai jumpa bulan depan!)
Kalau mimpiku? Mimpiku, bila semesta mengizinkan, akan kutulis ribuan puisi untukmu. Dan aku jamin, setiap pagi kamu akan tersenyum karena puisiku.
- Jakarta, Januari 2018.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Sesederhana rumput yang bergoyang karena angin. Sesederhana ombak yang tertarik oleh terangnya cahaya bulan. Karena yang aku tahu, cinta sesungguhnya tak perlu usaha.
- Jakarta, Januari 2018 Terinspirasi dari Sapardi Djoko Damono.